cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
genggonginzah@gmail.com
Editorial Address
Jl. PB. Sudirman No. 360 Kraksaan Probolinggo Jawa Timur 67282
Location
Kab. probolinggo,
Jawa timur
INDONESIA
Humanistika : Jurnal Keislaman
ISSN : 24605417     EISSN : 25484400     DOI : https://doi.org/10.2345
Humanistika is an Islamic journal belonging to the Institut Ilmu Keislaman Zainul Hasan Genggong Kraksaan Probolinggo. Humanistika is a journal that contains scientific works related to thoughts or research in the Islamic field. The existence of the journal Humanistika is certainly very important in exploring, enriching, and developing thoughts and theories and research on Islam. Thus, Humanistika journal will make a positive contribution in enriching the treasures of thought in the Islamic field.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 5 No 1 (2019): January" : 6 Documents clear
Membumikan Multikulturalisme Imam Bukhori
HUMANISTIKA : Jurnal Keislaman Vol 5 No 1 (2019): January
Publisher : Institut Ilmu Keislaman Zainul Hasan Genggong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (48.058 KB) | DOI: 10.36835/humanistika.v5i1.40

Abstract

Proses pembumian multikulturalisme merupakan sebuah fenomena yang menarik dan cukup menantang. Multikulturalisme yang mengasumsikan pada adanya keberterimaan terhadap berbagai kultur/budaya yang beragam merupakan sunnatullah yang kita tidak bisa mengelakkannya. Oleh karena itu diperlukan proses untuk senantiasa mengimplementasikan keberterimaan tersebut dengan senantiasa berusaha membumikan multikulturalisme. Proses tersebut bisa dilakukan dengan pewarisan kultur/budaya baik dengan proses sosialisasi, enkulturasi, maupun internalisasi yang dimulai dari organ terkecil masyarakat yaitu individu sampai dengan organ-organ besar masyarakat yaitu lembaga pendidikan, lembaga pemerintahan organisasi kemasyarakatan dan lain sebagainya. Pendidikan dengan basis multikulturalisme mengasumsikan kesempatan yang sama bagi setiap peserta didik untuk mewujudkan potensi sepenuhnya, penyiapan peserta didik untuk berpartisipasi penuh dalam masyarakat antar budaya, penyiapan pengajar agar memudahkan belajar yang efektif tanpa memandang persamaan atau perbedaan budaya dengan dirinya, partisipasi aktif sekolah dalam menghilangkan penindasan dalam segala bentuknya, pendidikan harus berpusat pada peserta didik dengan mendengarkan aspirasi dan pengalaman peserta didik, pendidik, aktivis, dan yang lain harus mengambil peranan lebih aktif dalam mengkaji kembali semua praktek pendidikan, termasuk teori belajar, pendekatan mengajar, evaluasi, psikhologi dan bimbingan, materi pendidikan dan buku teks, dan lain-lain.
Sejarah Peradaban Islam; Madrasah Nidzam Al-Mulk M. Fikri Amrullah
HUMANISTIKA : Jurnal Keislaman Vol 5 No 1 (2019): January
Publisher : Institut Ilmu Keislaman Zainul Hasan Genggong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.152 KB) | DOI: 10.36835/humanistika.v5i1.41

Abstract

This paper takes into account the first boarding school have been expanding in Baghdad and being sample to other boarding school in curriculum and system has purposed. That is Nidzamul Mulk boarding school. curriculum and system used refer in modern curriculum , same in technology system or the teach of lesson but al-Qur’an first of orientation. Name of this Nidzamul Mulk boarding school is takes from the leader Nidzam al-Mulk. He is master of dinasti salajikah child ali bin ishaq at-tusi. His father educated Nidzam al-Mulk be hard. Being Nidzam al-Mulk some have high education and be popular about the knowledge. So that’s Nidzam al-Mulk is very popular in that’s countries and high knowledge until he have wanted to building the boarding school.
Konsep Keselamatan Masyarakat Jawa Dalam Upacara Midodareni Salamah Eka Susanti
HUMANISTIKA : Jurnal Keislaman Vol 5 No 1 (2019): January
Publisher : Institut Ilmu Keislaman Zainul Hasan Genggong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.098 KB) | DOI: 10.36835/humanistika.v5i1.42

Abstract

Masyarakat Jawa mempunyai berbagai macam ritus dalam upacara perkawinan. Salah satu ritus itu adalah ritus atau upacara malam midodareni. Malam midodareni adalah malam tirakatan menjelang hari pernikahan. Malam tirakatan ini dilaksanakan oleh kerabat, kenalan, dan orang-orang sekitar rumah calon pengantin perempuan dengan hening. Upacara midodareni sebagai salah satu upacara di Jawa mempunyai makna yang dalam. Ritus ini dilakukan oleh masyarakat Jawa untuk memperoleh keselamatan, terutama dalam rangkaian upacara perkawinan. Dalam ritus midodareni ini, masyarakat Jawa percaya akan peran bidadari yang mampu mempercantik dan memberi restu kepada calon pengantin yang akan melangsungkan perkawinannya. Ritus atau upacara malam midodareni ini berasal dari cerita rakyat Jaka Tarub yang memperisteri bidadari Dewi Nawangwulan, yang memiliki putri bernama Dewi Nawangsih dan dari kisah perkawinan pahlawan Arjuna dengan titisan bidadari yang bernama Dewi Wara Subadra yang diberi sepasang kembar mayang oleh dewa Krisna. Kembar mayang merupakan sarana yang tidak dilupakan dalam upacara perkawinan adat Jawa. Dalam Keyakinan Masyarakat Jawa, yang menjadi penghambat turunnya restu keselamatan itu adalah lengkap atau tidaknya ritus dan persyaratan yang dilakukan. Jika salah satu persyaratan tidak dipenuhi, ada kecemasan dan kekhawatiran bahwa rahmat itu tidak turun. Dalam perkembangannya, tradisi ini tidak hanya dilakukan oleh masyarakat Jawa tradisional, tetapi juga oleh masyarakat modern yang sudah beragama. Oleh karena itu, paham keselamatan menjadi semakin bervariatif sesuai dengan kemampuan, pengetahuan, dan keyakinan masyarakat.
Peristiwa Tahkim (Polemik Perselisihan Politik dan Implikasinya) Miftahur Ridho
HUMANISTIKA : Jurnal Keislaman Vol 5 No 1 (2019): January
Publisher : Institut Ilmu Keislaman Zainul Hasan Genggong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (125.683 KB) | DOI: 10.36835/humanistika.v5i1.147

Abstract

Politics is the biggest source of Muslim division. Starting from a dispute that occurred between Ali bin Abi Talib and Muawiyah who wanted revenge for Uthman’s death, a Siffin war broke out which was a new chapter in the history of the birth of sects which had their own political vision. There are two schools - even two tendencies which gave birth to many schools - which were born as an implication of the war, namely Shi’ah and Khawarij. Both of these streams emerge because of the same factor, namely extremity and contradiction. The appearance of the Khawarij gave a large share of the emergence and spread of Shi’ah. Extremity claims propagated by one of the streams above encourage the emergence of rival extremities from other schools. The struggle between the two schools gave rise to another stream which aimed to mediate between the two contradictory sides, namely Murji’ah, a school that dared to bring up its own vision, even though in the end one of the two firqahs was followed. In subsequent developments emerged the flow ofMu’tazilah, Qadariyyah and Jabbariyyah.
Parameter Kebenaran Ilmu Pengetahuan (Sains) dalam Al-Qur’an Ibnul Arobi
HUMANISTIKA : Jurnal Keislaman Vol 5 No 1 (2019): January
Publisher : Institut Ilmu Keislaman Zainul Hasan Genggong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.038 KB) | DOI: 10.36835/humanistika.v5i1.148

Abstract

Kebenaran suatu ilmu pengetahuan benar-benar dapatdiketahui kebenarannya. Kebenaran merupakan puncak kajianepistemology yang bermuara pada metafisika. Esensi suatu kebenaranilmu adalah cocoknya informasi, atau teori dengan kenyataan objeksndiri. Dalam aspek-aspek dunia metafisis dan realitas mutlaktranscendental, parameter kebenaran itu adalah teks wahyu (al-Qur’andan Hadith) yang maknanya diketahui secara pasti menurut standarIjma’ dan logika untuk derajat “normal”. Parameter kebenaran suatuilmu pengetahuan dapat dibuktikan dalam al-Qur’an, didalamnyamemuat berbagai ilmu pengetahuan yang kebenarannya mutlakserta keasliannya yang tak dapat disangsikan lagi dan juga telahmemberikan kedudukan istimewa kepada al-Qur’an diantara kitabkitabsuci yang lain.
Aplikasi dan Diferensiasi Pendidikan Islam Muhammad Hifdil Islam
HUMANISTIKA : Jurnal Keislaman Vol 5 No 1 (2019): January
Publisher : Institut Ilmu Keislaman Zainul Hasan Genggong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.444 KB) | DOI: 10.36835/humanistika.v5i1.149

Abstract

This article explores the use of several Islamic terms, and provides guidance to clarify their use in internal and external discourse. This article describes the typology of Islamic education and the institutions associated with it. It aims to increase understanding of important conceptual differences that depend on subtle language variations such as the differences between Muslim and Muslim education, and between teaching Islam and teaching about Islam. This article then attempts to explain the theoretical conception of “Islamic education,” which considers scripture and the prophetic statement of Islam, along with the commonly held approach to education in Muslim history. This article concludes that the main motivations and characteristics of a holistic and directed education program are divided between Islamic and Western traditions, a phenomenon partly explained by transmission and cumulative divided educational values from classical times to the present.

Page 1 of 1 | Total Record : 6