cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
genggonginzah@gmail.com
Editorial Address
Jl. PB. Sudirman No. 360 Kraksaan Probolinggo Jawa Timur 67282
Location
Kab. probolinggo,
Jawa timur
INDONESIA
Humanistika : Jurnal Keislaman
ISSN : 24605417     EISSN : 25484400     DOI : https://doi.org/10.2345
Humanistika is an Islamic journal belonging to the Institut Ilmu Keislaman Zainul Hasan Genggong Kraksaan Probolinggo. Humanistika is a journal that contains scientific works related to thoughts or research in the Islamic field. The existence of the journal Humanistika is certainly very important in exploring, enriching, and developing thoughts and theories and research on Islam. Thus, Humanistika journal will make a positive contribution in enriching the treasures of thought in the Islamic field.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 6 No 2 (2020): Juni 2020" : 6 Documents clear
Aspek-aspek Resiliensi Dakam Syair Hamasah Karya Mutanabbi Rohmat
HUMANISTIKA : Jurnal Keislaman Vol 6 No 2 (2020): Juni 2020
Publisher : Institut Ilmu Keislaman Zainul Hasan Genggong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1291.286 KB) | DOI: 10.55210/humanistika.v6i2.365

Abstract

Human life in the world is inseparable from the various life problems that take turns. People with high levels of resilience will be able to get through all the problems of their lives safely and successfully. However, for someone who has a low level of resilience will consider all the problems faced as a disaster that increasingly makes it sink and fall. On one side of the problem of life is an exercise that will strengthen humans in reaching a higher degree of life. Resilience is the ability to adapt to life's suffering that befalls and then there are efforts to raise and overcome it. This paper contains an analysis of several poems by Mutanabbi, he was a medieval Arabic poet who composed many poems with the theme of hamasah which contained elements of resilience. The method used by the author is to use content analysis with structural analysis.
Sejarah dan Tipologi Tarekat dalam Pandangan Tasawuf dan Makrifat Miftakhur Ridlo
HUMANISTIKA : Jurnal Keislaman Vol 6 No 2 (2020): Juni 2020
Publisher : Institut Ilmu Keislaman Zainul Hasan Genggong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.552 KB) | DOI: 10.55210/humanistika.v6i2.366

Abstract

Tarekat adalah salah satu fenomena sejarah yang menarik untuk di kaji. Karena dalam peristiwa-peristiwa penting dalam sejarah, andil tarekat rupanya tidak kecil.Seperti tarekat Sanusiyyah di Libya yang berjasa mengusir penjajah Italia di bawah pimpinan Umar Mukhtar.Tulisan ini akan mengkaji sejarah dan tipoligo tarekat beserta komponen-komponen tarekat.
Imamah dalam Pemikiran Politik Syi’ah Abd Aziz
HUMANISTIKA : Jurnal Keislaman Vol 6 No 2 (2020): Juni 2020
Publisher : Institut Ilmu Keislaman Zainul Hasan Genggong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.431 KB) | DOI: 10.55210/humanistika.v6i2.367

Abstract

Dalam pandangan politik Syi’ah Imamah bukanlah masalah kepentingan pribadi yang diberikan kepada pilihan publik, akan tetapi adalah salah satu pilar agama atau asal-usul dan dasar perinsip agama. Syi'ah memiliki sejumlah doktrin penting, doktrin Imamah menempati kedudukan sentral dalam aspirasi politik Syi'ah. Hak politik adalah mutlak dimiliki oleh kalangan Ahlul Bait. Bagi kaum Syi’ah, konsep Imâmah adalah kelanjutan dari konsep nubuwwah. Kriteria Imamah: Ishmah dan Ilmu.Dalam perkembangan pemikiran tentang Imâmah ini, bisa disebut tiga kelompok besar Syi’ah Imamiyah, yaitu: Isna ‘Asyariyah, Zaidiyah dan Isma’iliyah.
Pemikiran Politik Imam Al-Mawardi tentang Penganggkatan Imam (Khalifah) Moch Yunus
HUMANISTIKA : Jurnal Keislaman Vol 6 No 2 (2020): Juni 2020
Publisher : Institut Ilmu Keislaman Zainul Hasan Genggong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (851.96 KB) | DOI: 10.55210/humanistika.v6i2.368

Abstract

al-Mawardi layak dikatakan sebagai politikus yang ulung, dikarenakan hidup di zaman dua khalifah (al-Qadir Billah (381-422 H) dan al-Qa’imu Billah (422-467 H), tepatnya tahun 370-450 H. }}Selain itu kariernya sebagai politikus cukup bagus,khususnya pada masa al-Qadir yaitu menjadi hakim agung (qâdi al-qudât), penasehat raja atau khali>fah di bidang agama (hukum Islam) dan pemerintahan. Karena kepandaian diplomasinya pula ia ditunjuk sebagai mediator perundingan antara pemerintah Bani Abbas dengan Buwaihi yang sudah menguasai politik pada waktu itu. Al-Mawardi berhasil melakukan misinya dengan memuaskan kedua belah pihak. Kecerdasannya dalam dunia politik, beliau torehkan dalam bentuk buku, yang meliputi:al-Ah}ka>m al-Sult}a>niyah, Siya>sat al-Wiza>rati wa Siya>sat al-Maliki, Tas}il al-Nad}ari wa Ta’jil al-D}afari fi Akhla>qi al-Maliki, Siya>sat al-Maliki, Nas}ihat al-Muluk. Kitab-kitabnya menjadi rujukan bagi ulama pada masanya hingga sekarang. Hal yang terpenting dalam pemilihan pemimpin adalah adanya pemimpin dan yang dipimpin sesuai dengan criteria yang ideal. Setelah keduanya sudah ada, maka proses pemilihan pemimpin diserahkan ke ahl –h}all wa al-‘aqd untuk dibaiat dengan mempertimbangkan pilihan imam sebelumnya. Dalam proses pemilihan itu pula, calon imam diberi kesempatan untuk menjelaskan kontrak sosial selama dia menjabat sebagai imam. Itu sebagai pertimbangan terpilih/tidaknya dia sebagai imam. Apabila dalam perjalanan si imam tidak amanah dalam menjalankan amanahnya, maka rakyat boleh melakukan pembangkangan atau lebih ekstrim pemakzulan.
Implikasi Konsep Islamisasi Ilmu Pengetahuan Ismail Raji Al-Faruqi Poppy Rachman
HUMANISTIKA : Jurnal Keislaman Vol 6 No 2 (2020): Juni 2020
Publisher : Institut Ilmu Keislaman Zainul Hasan Genggong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (754.837 KB) | DOI: 10.55210/humanistika.v6i2.369

Abstract

This research is entitled Implications of the Concept of Islamization of Ismail Raji Al-Faruqi Science. Science is important in human life. God put knowledge as a matter that must not be abandoned. During this time the Islamic religion is believed to have a very important role in coloring the building of science. But in reality, the Muslim community seems to be forced to carry out secular teachings in life due to the swift currents of secularization. This condition is a concern of Islamic thinkers, because it can endanger the Islamic faith. It is in connection with this concern that ideas or ideas about the Islamization of science emerge as an attempt to neutralize the influence of modern western science. Al-Faruqi was one of the thinkers about Islamization. How is the concept of Islam? and what are the implications for life in Indonesia? The Islamization of knowledge is not only a discourse, but requires real implications to be useful for the wider community. Al-Faruqi has sought to realize the Islamization of knowledge by establishing Islamic study groups. The movement is carried out by sticking to the principles of monotheism so as not to deviate from religious teachings. Some developments have also taken place in Indonesia in response to the Islamization of science, including: the establishment of Islamic-based schools and the rise of cooperatives and Islamic banks.
Kodifikasi Wahyu Zen Amrullah; Muhammad Hifdil Islam; Mohammad Idris Bin Ishak
HUMANISTIKA : Jurnal Keislaman Vol 6 No 2 (2020): Juni 2020
Publisher : Institut Ilmu Keislaman Zainul Hasan Genggong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1182.827 KB) | DOI: 10.55210/humanistika.v6i2.370

Abstract

Al- Qur’an, sebagaimana kitab suci yang lain merupakan bagian dari produk dan fakta sejarah. Dalam hal ini yang dimaksud dengan produk sejarah adalah ada campur tangan manusia dalam upaya membukukannya. Upaya-upaya yang dilakukan memerlukan proses yang sangat panjang, mulai dari pengumpulan, penyaringan, menyeleksi, pengumpulan sahabat-sahabat Nabi yang hafal al-Qur’an dan lain sebagainya. Namun demikian, penulisan al-Qur’an pada dasarnya merupakan bimbingan dari tuhan. Sebagai mana diketahui, bahwa al-Qur’an turun melalui tradisi oral. Selama itu belum terfikirkan untuk dibukukan menjadi sebuah kitab suci yang abadi. Dalam catatan sejarah, pembukuan dilakukan pada masa sahabat (utsman). Sebagai upaya yang bersifat manusiawi, pembukuan al-Qur’an tentu tidak terlepas dari sebuah kesalahan. Jika selama ini al-Qur’an diyakini kebenaranya bukan sesuatu hal yang bersifat manusiawi. Kebenaran al-Qur’an justeru bersifat ilahiyah. Tulisan ini bertujuan untuk menyampaikan bagaimana proses perkembangan pengumpulan Al-Qur’an. Dalam tulisan ini, tidak ada yang perlu diperdebatkan tentang kebenaran Al-Qur’an, namun penilaian akan bagaimana Al-Qur’an dikumpulkan dan dibukukan perlu dikaji secara ilmiah.

Page 1 of 1 | Total Record : 6