Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Implikasi Konsep Islamisasi Ilmu Pengetahuan Ismail Raji Al-Faruqi Poppy Rachman
HUMANISTIKA : Jurnal Keislaman Vol 6 No 2 (2020): Juni 2020
Publisher : Institut Ilmu Keislaman Zainul Hasan Genggong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (754.837 KB) | DOI: 10.55210/humanistika.v6i2.369

Abstract

This research is entitled Implications of the Concept of Islamization of Ismail Raji Al-Faruqi Science. Science is important in human life. God put knowledge as a matter that must not be abandoned. During this time the Islamic religion is believed to have a very important role in coloring the building of science. But in reality, the Muslim community seems to be forced to carry out secular teachings in life due to the swift currents of secularization. This condition is a concern of Islamic thinkers, because it can endanger the Islamic faith. It is in connection with this concern that ideas or ideas about the Islamization of science emerge as an attempt to neutralize the influence of modern western science. Al-Faruqi was one of the thinkers about Islamization. How is the concept of Islam? and what are the implications for life in Indonesia? The Islamization of knowledge is not only a discourse, but requires real implications to be useful for the wider community. Al-Faruqi has sought to realize the Islamization of knowledge by establishing Islamic study groups. The movement is carried out by sticking to the principles of monotheism so as not to deviate from religious teachings. Some developments have also taken place in Indonesia in response to the Islamization of science, including: the establishment of Islamic-based schools and the rise of cooperatives and Islamic banks.
The Triangle of Educational Leadership Poppy Rachman
HUMANISTIKA : Jurnal Keislaman Vol 8 No 2 (2022): Juni 2022
Publisher : Institut Ilmu Keislaman Zainul Hasan Genggong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55210/humanistika.v8i2.842

Abstract

Penelitian ini berjudul The Triangle Of Educational Leadership (Perspective on Al-Qur’an, Al-Hadits, and Scientific Theory). Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan perspektif teori kepemimpinan terhadap Al-Qur’an, Al-Hadits, dan Teori Ilmiah, yang dikaitkan dengan kepemimpinan pendidikan. Penelitian ini menunjukkan bahwa yang paling kuat dalam kepemimpinan adalah pengaruh. Teori ini dapat diterapkan pada kepemimpinan pendidikan. Penelitian ini hanya sebatas pada karakteristik kepemimpinan, selanjutnya teori kepemimpinan penelitian ini akan diterapkan pada kepemimpinan pendidikan. Dari hasil kajian kepemimpinan diatas penulis mengemukakan teori “The Triangle of Educational Leadership (Teori Segitiga Kepemimpinan)” yang berlandaskan Al-Qur’an dan Al-Hadits dan dikorelasikan dengan teori keilmuan modern. Teori tersebut adalah “Influence (Pengaruh), Integrity (Integritas), Vision (Visi), Communicative (kemampuan berkomunikasi).
Manajemen Hubungan Masyarakat dalam Peningkatan Partisipasi Masyarakat di Madrasah Tsanawiyah Darut Tauhid Tanjungsari Krejengan Weni Mushonifah; Endah Tri Wisudaningsih; Poppy Rachman
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 4 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.443 KB) | DOI: 10.31004/jpdk.v4i4.5426

Abstract

Public relations merupakan istilah yang kerap kita dengar dalam lembaga pendidikan islam, karena manajemen humas merupakan salah satu sarana untuk menjaga silaturahmi dan komunikasi antara lembaga pendidikan dan masyarakat, keduanya memiliki peranan penting untuk membantu dalam penyelenggaraan pendidikan. Berbicara mengenai public relations maka tidak akan jauh dari kata masyarakat, masyarakat harus benar mampu dan memahami apa makna public relations sebenarnya agar masyarakat mampu berpartisipasi aktif dalam penyelenggaraan pendidikan. Suatu lembaga pendidikan akan sukses apabila didukung oleh masyarakat, oleh karena itu waka humas dan kepala sekolah mempunyai kewajiban dan tanggung jawab atas terlaksananya sebuah program humas yang diterapkan oleh lembaga pendidikan. Dalam artikel ini peneliti memilih penelitian kualitatif dimana penelitian ini tidak berupa angka melainkan berupa analisis deskriptif dengan pengutipan beberapa data melalui pemeriksaan berupa observasi, wawancara secara mendalam dan dokumentasi. Peneliti melakukan beberapa tahap seperti pra-observasi yang mana peneliti terjun ke lapangan guna memperoleh data yang aktual dan kongkrit lalu peneliti melakukan wawancara secara mendalam kepada informan dan melakukan dokuemntasi terkait manajemen humas. Dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa manajemen humas dalam peningkatan partisipasi masyarakat di Madrasah Tsanawiyah Darut Tauhid bahwa waka humas merencanakan program humas dalam bentuk rapat dengan semua tenaga struktural dalam rapat ini waka humas mengutarakan hal apa saja yang akan programkan oleh waka humas dalam jangka pendek ataupun jangka panjang. Pelaksanaan waka humas dalam peningkatan partisipasi masyarakat di MTs Darut Tauhid ini mencakup partisipasi tenaga, ide dan sumbangsih dana.
AL-QUR’AN SEBAGAI PARAMETER KEBENARAN ILMU PENGETAHUAN (SAINS): KAJIAN TEORI RELIGIUSISME Poppy Rachman
Al-Fikru : Jurnal Pendidikan Dan Sains Vol 1 No 1 (2020): VOLUME 1 NUMBER 1 (2020) APRIL
Publisher : UNZAH Genggong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (708.996 KB) | DOI: 10.55210/al-fikru.v1i1.468

Abstract

Philosophy and Science are two words that are related substantially or historically. The birth of a science cannot be separated from the role of philosophy, on the contrary the development of science strengthens the existence of philosophy. Science is the largest component taught in all strata of education. Although years of studying science, scientific knowledge is not used as a reference in everyday life. Thinking is a human activity to find the truth. What is called true by someone is not necessarily true for others. Therefore we need a standard or truth criteria. One of the benchmarks of truth is to use a theory of Divine or religious truth. Natural phenomena do not stand without their relation and relevance to divine power. The nature of science in the Koran is a series of human activities with scientific procedures through observation, reasoning and intuition and contain values ​​of logic, aesthetics, wisdom, mercy and guidance for human life both in the world and in the future. The Koran contains many empirical values ​​and cues that are given knowledge both through written verses namely the Koran, as well as verses that are widely spread throughout the universe and their contents. Keywords: al-Qur'an, science, truth,
Manajemen Pembelajaran di Sanggar Belajar Sejati Desa Jatiurip Dewi Masfufah; Ainol Ainol; Poppy Rachman
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 4 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.502 KB) | DOI: 10.31004/jpdk.v4i4.5577

Abstract

Lembaga pendidikan yang dilandaskan dengan manajemen teratur dan baik. agar mencapai tujuan yang diinginkan harus memastikan tahapan-tahapan seperti perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Inti dari manajemen yang baik berasal dari manajer atau pemimpin yang baik, bertanggungjawab, dan professional. Seorang manajer mengatur para staff dan karyawan yang dirangkul untuk memenuhi aspek-aspek manajemen. Aspek-aspek manajemen ini juga harus dilaksanakan dalam pembelajaran. pembelajaran juga membutuhkan suatu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi untuk mencapai proram pembelajaran yang bisa membuat perubahan atau dampak bagi pelaku pembelajaran. pembelajaran merupakan proses perubahan dari pelaku pembelajaran mulai dari kepribadian, kepandaian, kecakapan, sikap, kebiasaan, dan keterampilan. Perubahan ini merupakan hasil yang didapatkan dari proses pembelajaran. pembelajaran tidak hanya dilakukan disekolah dan tempat formal saja tetapi pembelajaran juga terdapat di pendidikan non-formal. Yang dimaksud dengan pendidikan non-formal adalah pendidikan yang dikerjakan oleh semua orang dengan tanpa batasan usia, bertempat diluar kelas, dan waktu yang bebas. Sanggar Belajar termasuk pendidikan non-formal yang dibentuk oleh organisasi desa Jatiurip. Dalam artikel ini, peneliti memilih menggunakan metode kualitatif yangmana penelitian ini bukan berupa angka atau table melainkan berupa analisis deskriptif dengan pengambilan data melalui observasi, wawancara kepada pihak pendukung dan pihak terkait, dan dokumentasi. Peneliti juga melakukan pra-observasi yang dilakukan dengan mengunjungi lokasi penelitian dan turut serta mengikuti kegiatan yang ada ditempat penelitian. Setelah itu peneliti melakukan wawancara kepada pihak terkait guna menanyakan data yang kongkret dan aktual guna sebagai bahan dasar penelitian. Kemudian dari data yang diperoleh hasil pra-obervasi, peneliti juga melakukan dokumentasi untuk menghasilkan data yang benar dan kongkret. Dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa manajemen pembelajaran di Sanggar Belajar Sejati Desa Jatiurip melaksanakan aspek-aspek manajemen seperti perencanaan yang dilakukan sebelum kegiatan berlangsung, melaksanaan kegiatan pembelajaran dengan apa yang direncanakan, dan evaluasi pembelajaran yang dilakukan ketika kegiatan berakhir dengan memusyawahkan apa saja kelebihan dan kekurang dari kegiatan yang telah dilaksanakan.
Manajemen Hubungan Madrasah Dengan Masyarakat Di MTs. Syafiiyah Besuk Agung Probolinggo Lailatul Badria; Aziz Wahab; Poppy Rachman
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 4 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.26 KB) | DOI: 10.31004/jpdk.v4i4.5985

Abstract

Manajemen dapat digambarkan sebagai proses perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengendalian, menggunakan orang atau sumber daya yang diberikan untuk menetapkan dan mencapai tujuan tertentu. Dan juga, manajemen adalah ilmu tentang upaya manusia untuk secara bebas menggunakan sumber daya untuk mencapai tujuan yang diinginkan secara efektif dan efisien.. Suksesnya lembaga pendidikan harus saling bekerja sama dengan semua pihak seperti keluarga, sekolah maupun masyarakat. Ketiga unsur tersebut perlu bersinergi secara kompak untuk menghasilkan hasil pendidikan yang berkualitas. Dengan demikian, lembaga pendidikan diharapkan mampu meningkatkan hubungan dengan keluarga dan wali siswa, serta dengan masyarakat. Undangan untuk bekerja sama untuk manajemen hubungan sekolah dengan masyarakat yang sukses. Berdasarkan hasil penelitian beberapa indokator humas yaitu: Ikatan pendidikan yang terjalin pada akhirnya menghasilkan pembentukan Komisi Madrasah yang dijalankan dengan baik.Seperti pertemuan yang baik atau rapat yang dilakukan pada saat pembagian hasil nilai siswa, dan kegiatan yang lain. Pada hakikatnya perencanaan merupakan sebuah fungsi dari manajemen yang ada dalam madrasah tersebut. Perencanaan ini pada dasarnya yaitu untuk proses kegiatan setiap anggota untuk mempersiapkan kegiatan-kegiatan sistematis yang telah direncanakan agar supaya mencapai tujuan, perencanaan ini i memberikan sudut pandang yang menyeluruh terhadap staf-staf yang harus dilaksanakan agar menjadi arahan bagi tercapainya sebuah tujuan organisasi yang telah ditentukan untuk mencapai hasil yang efektif dan efesien.
Kepemimpinan Kepala Madrasah Dalam Mengambangkan Budaya Organisasi Di MTS Alkhoiriyah Kota Anyar Probolinggo Muhammad Usman; Achmad Fauzi; Poppy Rachman
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 4 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.245 KB) | DOI: 10.31004/jpdk.v4i4.5991

Abstract

Perkembangan lembaga pendidikan tergantung dari usaha yang dilakukan oleh kepala madrasah. Seorang kepala media sebagai pemimpin harus mampu memotivasi bawahannya. Karena keberhasilan seorang pemimpin dalam memotivasi orang untuk mencapai tujuannya sangat bergantung pada otoritas yang dimilikinya. Dalam pola kepemimpinan ini muncul budaya organisasi yang membentuk sekolah yang efektif. Factor terpenting disuatu organisasi adalah seorang pemimpin, seperti lembaga pendidikan. Tanpa kepemimpinan kelembagaan, bertujuan untuk terwujudnya kelembagaan tidak akan tercapai. Lembaga pendidikan bertujuan untuk meningkatkan pendidikan idiografis dan normatif. Pendidikan idiografis dirancang untuk meningkatkan kemampuan setiap individu untuk tampil yang dilandasi oleh minat, bakat, dan potensinya. Pendidikan nomotetik bertujuan untuk melambangkan pendidikan untuk mengetahui identitas siswa. Ada banyak perbedaan dalam definisi tentang kepemimpinan. Secara umum, kepemimpinan dapat didefinisikan sebagai proses mempengaruhi anggota untuk menetapkan tujuan organisasi, mengarahkan anggota demi tercapainya suatu tujuan, dan pengaruh untuk meningkatkan kelompok dan budayanya.Namun kebudayaan itu sendiri adalah perilaku manusia yang dibiasakan tanpa paksaan dari orang lain. Top of FormBottom of Form Organisasi adalah tempat atau wadah di mana orang-orang berkumpul secara efisien dan efektif dan sistematis, membimbing, dan mengalokasikan sumber daya dengan metode, bahan, lingkungan, uang, dan infrastruktur untuk mencapai suatu tujuan.
Manajemen Tenaga Pendidik Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Di Madrasah Diniyah Mu’allimin Pesantren Zainul Hasanain Genggong Ahmad Ubaidillah Attamimi; Mamluatun Ni’mah; Poppy Rachman
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 4 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.413 KB) | DOI: 10.31004/jpdk.v4i4.6021

Abstract

Pendidikan merupakan human investment yang sangat strategis untuk mencetak generasi di masa mendatang. Format pendidikan yang lebih baik sudah barang tentu menjadi keharusan seperti saat ini. Masyarakat dengan berpengetahuan tinggi sudah menjadi sebuah keniscayaan, tidak terkecuali pada masyarakat Islam. Dalam catatatan sejarah, peradaban Islam sebenarnya telah menunjukkan betapa pentingnya pendidikan yang komprehensif dan kondusif dalam rangka memajukan dan meninggikan martabat manusia. Namun selama beberapa abad terakhir, peradaban Islam seakan mengalami kemerosotan bahkan kemunduran akibat kurangnya pendidikan yang mencerdaskan. Sementara itu, guru adalah salah satu unsur manusia dalam proses pendidikan. Dalam proses pendidikan di sekolah, guru memiliki peran, yaitu sebagai pengajar dan pendidik. Sebagai pengajar guru bertugas menuangkan sejumlah bahan pelajaran kedalam otak anak didik, sedangkan sebagai pendidik guru bertugas membimbing dan membina anak didik agar menjadi manusia yang cakap, aktif, kreatif, mandiri, dan inovatif.
Peran Pemimpin Pesantren Dalam Mengelola Administrasi Santri di Pondok Pesantren Raudlatul Istiqomah Suko Maron Probolinggo Moch. Hasan Saiful Rijal; Abd Aziz; Poppy Rachman
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 4 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.627 KB) | DOI: 10.31004/jpdk.v4i4.6037

Abstract

Pesantren merupakan salah satu lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia dan sebagai tumpuan harapan bagi sebagian besar masyarakat. Pesantren harus mengembangkan keterampilan dan berkembang sangat pesat sebagai suatu keunggulan pendidikan.Tujuan penelitian ini untuk memaparkan bagaimana peran pemimpin dalam mengelola administrasi di pondok pesantren Raudlatul Istiqomah dan mengetahui bagaimana peran pemimpin dalam mengimplementasikan adminstrasi. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif dimana hal utama yang dilakukan yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi guna mendapakan hasil penelitian yang sesuai akta dilapangan. Dengan seiring berkembangnya zaman pondok pesantren juga banyak berkembang dan bersaing sangat pesat oleh krena itu peran kepemimpinan dalam mengelola administrasi sangat di butuhkan untuk mempertahankan fungsi manajemen. Pondok pesantren Raudlatul Istiqomah terletak di desa suko yang memiliki lembaga pendidikan mulai dari tingkat dasar sampai menengah atas.
IMPLEMENTASI PLAN-DO-CHECK-ACT (PDCA) BERBASIS KEY PERFORMANCE INDICATORS (KPI): STUDI KASUS DI SMP-SMA INTEGRAL AR-ROHMAH DAU MALANG Poppy Rachman
JURNAL AL-TANZIM Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Nurul Jadid University, Probolinggo, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.716 KB) | DOI: 10.33650/al-tanzim.v4i2.981

Abstract

This research is to analyze the process of development of quality management by using the cycled approach of PDCA (Plan-Do-Check-Act) based on KPI (Key Performance Indicators). This research was conducted at SMP-SMA Integral Ar-Rohmah "Boarding School" Dau Malang by using descriptive qualitative methods. The object of this research is around 449 students at SMP-SMA Integral Ar-Rohmah Dau Malang. The research period is the even semester of the 2018/2019 school year. The results of this study can be concluded that; Planning (Plan), produces three KPI formulation products, namely; a) KPI monitoring; b) KPI filling formula; and c) KPI report card. Implementation (Do), by requiring all students to participate in filling the KPI monitoring form and activeness of the musyrif room in assisting the filling of KPI. Evaluation (Check) that has been carried out is by means of a random check (random) conducted by the room meeting from the results of filling KPI monitoring. The follow up (Act) is to publish KPI report cards.