cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
JURNAL ILMIAH GEOMATIKA
ISSN : 08542759     EISSN : 25022180     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Geomatika (can be called Jurnal Ilmiah Geomatika-JIG) is a peer-reviewed journal published by Geospatial Information Agency (Badan Informasi Geospasial-BIG). All papers are peer-reviewed by at least two experts before accepted for publication. Geomatika will publish in two times issues: Mei and November.
Arjuna Subject : -
Articles 13 Documents
Search results for , issue " Vol 19, No 2 (2013)" : 13 Documents clear
DINAMIKA SPASIAL TERUMBU KARANG PADA PERAIRAN DANGKAL MENGGUNAKAN CITRA LANDSAT DI PULAU LANGKAI, KEPULAUAN SPERMONDE Nurdin, Nurjannah; Prasyad, Hermansyah; A.S., Muh. Akbar
GEOMATIKA Vol 19, No 2 (2013)
Publisher : Badan Informasi Geospasial in Partnership with MAPIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (508.853 KB) | DOI: 10.24895/JIG.2013.19-2.199

Abstract

Pemanfaatan teknologi penginderaan jauh untuk mengevaluasi perubahan ekosistem dasar perairan dangkal secara multitemporal merupakan bagian dari informasi geospasial yang bermanfaat sebagai acuan dalam pengelolaan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil di Indonesia. Kepulauan Spermonde memiliki tingkat keanekaragaman terumbu karang yang cukup tinggi. Namun dalam kurun waktu 12 tahun terakhir terjadi penurunan tingkat penutupan karang hidup dan keragaman jenisnya sebanyak 20%. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan sebaran terumbu karang pada dasar perairan dangkal dan menganalisis perubahan luasannya dalam kurun waktu 14 tahun (1997-2011) di Pulau Langkai, Kepulauan Spermonde. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah citra Landsat (TM dan ETM+) akuisisi 24 Oktober 1997, 4 November 2004 dan 5 September 2011 dengan kondisi pasang surut yang sama. Pengolahan citra Landsat dilakukan dengan melakukan perbaikan citra (gap fill) pada citra Landsat ETM+ dengan menggunakan perangkat lunak Frame and Fill. Algoritma yang digunakan adalah Algoritma Lyzenga yang diintegrasikan dengan hasil pengecekan lapangan (ground truth) untuk menghasilkan citra baru. Persentase perubahan luas tutupan karang hidup di Pulau Langkai berdasarkan citra terklasifikasi yakni dari tahun 1997 ke tahun 2004 terjadi penurunan luas sebesar 24,27% sedangkan dari tahun 2004 ke tahun 2011 terjadi peningkatan luas sebesar 14,83%.Kata Kunci : geospasial, landsat, perbaikan citra, Algoritma Lyzenga, terumbu karangABSTRACTUtilization of multitemporal remotely sensed imageries to evaluate ecosystem changes in shallow waters is a useful geospatial information to be used as a reference in coastal areas and small islands management in Indonesia. Spermonde Archipelago has a high diversity of corals, however, during the last 12 years there has been a decreasing in the coverage of living coral cover and coral diversity at about 20%. The aims of this study were mapping the distribution of coral reefs in shallow water and analyzing the changes on coral reef during 14 years (1997-2011) in Langkai Island, Spermonde Archipelago. The data used were Landsat (TM and ETM+) with acquisition dates of 24th October 1997, 4th November 2004 and 5th September 2011. Landsat image processing included image gap filling for Landsat ETM+ image using Frame and Fill software and application of Lyzenga Algorithm combined with ground truth to obtain a new image. Based on the image classification in Langkai Island from 1997 to 2004, the percentage of living coral has reduced by 24.27 %, and then increased by 14.83% during the period of 2004 to 2011.Keyword : geospatial, landsat, gap fill, Lyzenga Algorithm, coral reef
ANALISIS SPASIAL SEBARAN KETAHANAN PANGAN DI KABUPATEN LEBAK, PROVINSI BANTEN Nahib, Irmadi
GEOMATIKA Vol 19, No 2 (2013)
Publisher : Badan Informasi Geospasial in Partnership with MAPIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (506.095 KB) | DOI: 10.24895/JIG.2013.19-2.204

Abstract

Ketahanan pangan merupakan salah satu aspek kehidupan masyarakat yang semakin penting, sekarang dan mendatang. Salah satu pilar penting dalam membangun ketahanan pangan adalah ketersediaan pangan. Aspek produksi menjadi salah satu aspek terpenting dalam ketersediaan pangan. Informasi tentang ketersediaan pangan di suatu daerah sangat penting kaitannya dengan kecukupan pangan, rawan pangan dan masalah sosial lainnya. Ketahanan pangan suatu wilayah dipengaruhi oleh tingkatan kesejahteraan masyarakatnya dan juga produksi pangan. Kabupaten Lebak adalah kabupaten yang memiliki desa miskin terbanyak di Provinsi Banten. Lebih dari 50% desa di Kabupaten Lebak termasuk dalam kategori desa miskin. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola spasial sebaran kemiskinan di Kabupaten Lebak dan menganalisis pola spasial sebaran ketahanan pangan di Kabupaten Lebak. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kebanyakan desa di Kabupaten Lebak termasuk dalam kategori kemiskinan ”sedang” yaitu sejumlah 191 desa (63,25 %), dalam kategori kemiskinan “rendah” sejumlah 60 desa (19,87 %), dan dalam kategori kemiskinan “tinggi” sejumlah 51 desa (16,89%). Kondisi kemiskinan penduduk juga berpengaruh pada ketahanan pangan. Berdasarkan ketahanan pangan, desa di Kabupaten Lebak didominasi pada kategori “sedang” yaitu sejumlah 168 desa (55,13 %), 49 desa (16,23 %) dalam kategori “rendah” dan 28 desa (28,08 %) pada kategori “tinggi”. Pola distribusi dari area ketahanan pangan di Kabupaten Lebak adalah mengelompok (kluster).Kata Kunci: iklim ekstrim, analisis spasial, ketahanan pangan, kemiskinanABSTRACTFood security is one of important aspects in current society life and in the future. One of the important pillars in developing food security is food production. Information on food availability in a particular area is very important especially that related to food security, food insecurity and other social issues. Food security is affected by level of food production and welfare of society. Lebak Regency is the regency that has the most impoverished villages in Banten Province. More than 50 % of the villages in Lebak Regency fall in the category of impoverished village. This study aimed to: (1) analyse spatial distribution pattern of poverty in Lebak Regency, and (2) analyse distribution pattern of food security in Lebak Regency. The results of this study indicated that most villages in Lebak included in the poverty category of "medium", as accounted for 191 villages (63.25 %), in the poverty category of "low" accounted of 60 villages (19.87 %), and in the poverty category of "high" accounted for 51 villages (16.89 %). The poverty condition of the people also affected the food security. Based on food security analysis, the villages in Lebak Regency was dominated by the category of "medium" as accounted for 168 villages (55.13 %), 49 villages (16.23 %) in the category of "low", and 28 villages (28.08 %) in the category of "high". The pattern of area distribution of the food security in Lebak generally was clustered.Keywords: extreme climate, spatial analysis, food security, poverty
PENERAPAN KAWASAN KKOP BERDASARKAN RENCANA TATA BANGUNAN DAN LINGKUNGAN DI KABUPATEN TANATORAJA Purwanto, Eko Hadi; Kamilah, Nurul
GEOMATIKA Vol 19, No 2 (2013)
Publisher : Badan Informasi Geospasial in Partnership with MAPIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1138.951 KB) | DOI: 10.24895/JIG.2013.19-2.209

Abstract

Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Tanatoraja Tahun 2011-2030 terdiri atas beberapa Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). RPJMD pertama terdiri atas lima tahun yaitu Tahun Anggaran 2011- 2015. Pada anggaran RPJMD Tahun 2012 dialokasikan salah satunya untuk kegiatan pembuatan Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL) Kawasan Bandar Udara Baru dan Studi Kawasan Keselamatan Operasional Penerbangan (KKOP) Bandar Udara Baru Pesawat Terbang Berbadan Besar. Karena kegiatan KKOP Tahun 2011 belum dilaksanakan, maka kegiatan RTBL Tahun Anggaran 2012 tidak dapat dilaksanakan. Oleh karena itu harus dibuat materi yang memenuhi penyelesaian kegiatan dengan mengacu pada ketentuan Keputusan Menteri Perhubungan No. Km 55 Tahun 2010 tentang KKOP di sekitar Bandar Udara Lombok Baru. Metode penelitian yang dilakukan adalah dengan melakukan pengumpulan data, analisis masalah, dan perancangan sketsa usulan, dan kunjungan ke lapangan. Hasil yang diperoleh ialah delineasi built up area untuk penempatan tapak RTBL.Kata Kunci : KKOP, RTBL, struktur ruang, ketinggian bangunanABSTRACTRegional Spatial Planning of Tanatoraja Regency consists of several years from 2011 to 2030 Medium Term Development Plan (RPJMD). The first consists of a five-year plan in which the fiscal year 2011-2015. In 2012 one among the budget allocated on RPJMD was for developing a Planning for Building and Environment (PBE) New Airport Zone and Area Studies Operational Flight Safety (SOFS) based on Regulation for New Airport for Large Aircrafts. However KKOP activities in 2011 have not been implemented thus causing RTBL fiscal year 2012 could not be implemented. Therefore, it must be made of material that meets the activity‟s completion with reference to the provisions of the Decree of the Minister of Transportation No. Km 55 of 2010 on KKOP around Lombok Baru Airport. The research method consisted of data collection, problem analysis, design sketches and proposals, and field work. The result was the delineation of a built up area for the placement of tread RTBL.Keywords: SOFS, PBE, spatial structure, building height limit

Page 2 of 2 | Total Record : 13