cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Berkala Arkeologi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
We are a journal on archaeology published by Balai Arkeologi Yogyakarta every May and November each year. This journal seek to promote and shares research results and ideas on archaeology to the public. We covers original research results, ideas, theories, or other scientific works from the discipline of Archaeology mainly in the Indonesian Archipelago and Southeast Asia. Interest from other disciplines (such as history, anthropology, architecture, geology, etc.) must be related to archaeological subject to be covered in this journal. Our first edition was published on March 1980.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 16 No 2 (1996)" : 8 Documents clear
Cover Volume 16 No. 2 November 1996 Berkala Arkeologi
Berkala Arkeologi Vol 16 No 2 (1996)
Publisher : Balai Arkeologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.415 KB)

Abstract

Frontmatter Volume 16 No. 2 November 1996 Berkala Arkeologi
Berkala Arkeologi Vol 16 No 2 (1996)
Publisher : Balai Arkeologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.616 KB)

Abstract

Permukiman Daerah Pedalaman Dan Daerah Pantai Situs Tempursari Goenadi Nitihaminoto
Berkala Arkeologi Vol 16 No 2 (1996)
Publisher : Balai Arkeologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1106.801 KB) | DOI: 10.30883/jba.v16i2.749

Abstract

Permukiman di daerah pantai mengikuti pola memanjang di sepanjang pantai yang masih dapat dilihat pada lokasi desa-desa yang ada sekarang. Sementara itu, pola permukiman kuna di dalam suatu desa mempunyai unsur-unsur pola permukiman yang bersifat fungsional yaitu tempat tinggal, dan kuburan. Tempat pertahanan yang merupakan salah satu unsur permukiman, memanfaatkan sungai pegunungan, dan samudera, untuk kepentingan itu.
Hunian Berulang Situs Gua Macan (Tinjauan Berdasarkan Data Arkeologi dan Geologi) Indah Asikin Nurani
Berkala Arkeologi Vol 16 No 2 (1996)
Publisher : Balai Arkeologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1436.477 KB) | DOI: 10.30883/jba.v16i2.750

Abstract

Penghuni Gua Macan dalam pola huniannya dipengaruhl oleh faktor manusia dan faktor alam. Faktor manusia merupakan faktor yang dilakukan berdasarkan tuntutan hidup mereka dengan ketersediaan potensi ekologis sekitarnya. Sementara itu faktor alam, merupakan faktor yang sama sekali tidak melibatkan campur tangan manusia dan tak dapat dikendalikan manusia.
Perubahan Sosial Di Kawasan Benda Cagar Budaya Sangiran: Studi Tentang Perubahan Perilaku Bambang Soelistyanto
Berkala Arkeologi Vol 16 No 2 (1996)
Publisher : Balai Arkeologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1379.568 KB) | DOI: 10.30883/jba.v16i2.751

Abstract

Tulisan ini akan mencoba membahas adanya perubahan sosial yang terJadi di Desa Krikilan, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen, Provinsi Jawa Tengah. Desa ini terletak di kawasan Benda Cagar Budaya (BCB} Sangiran yang dilindungi oleh undang-undang. Hal tersebut diangkat dalam tulisan ini, disebabkan adanya proses perubahan sosial yang unik dan hanya berlaku di desa ini. Sejak desa IDT ini didatangi oleh para peneliti asing khususnya von Koenigswald pada tahun 1934 dalam rangka eksplorasi Situs Sangiran, disusul dengan berdirinya Museum Sangiran pada tahun 1974, dan kemudian diikuti oleh merebaknya sentra industri batuan (fosil) pada tahun 1980, perubahan sosial sangat banyak ditemukan di dalam kehidupan masyarakat Desa Krikilan.
Bencana Alam Dan Kerja Bakti Masa Jawa Kuna Serta Catatan Lain Tentang Prasasti Nganjatan Rita Margaretha Setianingsih
Berkala Arkeologi Vol 16 No 2 (1996)
Publisher : Balai Arkeologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (787.512 KB) | DOI: 10.30883/jba.v16i2.752

Abstract

Kerja bakti adalah hal yang masih mewarnai kehidupan kita sehari-hari. Di berbagai lingkungan, aktivitas itu dijalankan secara rutin, mengantisipasi peristiwa-peristiwa tertentu dan dalam beberapa kesempatan juga dilakukan untuk membantu merehabilitasi daerah yang terkena bencana alam. Hal tersebut sebetulnya bukan sesuatu yang baru. Sejak lama aktivitas itu telah dilakukan. Data mengenainya banyak dijumpai dalam berbagai sumber sejarah. Sebuah data baru berupa prasasti yang baru ditemukan juga mempertegas informasi tentang hal itu.
Kualitas Pentatahan Relief Di Kompleks Candi Prambanan Hari Lelono
Berkala Arkeologi Vol 16 No 2 (1996)
Publisher : Balai Arkeologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1184.787 KB) | DOI: 10.30883/jba.v16i2.753

Abstract

Apakah ada hubungan antara teknik pentatahan dengan tema cerita? Seperti diketahui pada Candi Ciwa dan Brahma (cerita Ramayana) mengisahkan perjalanan seorang bangsawan atau raja, sehingga memerlukan asesoris yang lengkap. Sebaliknya pada Candi Wisnu cerita Kresnayana mengisahkan "perjalanan hidup" Kresna berperan sebagai "manusia yang banyak bergaul dengan lingkungan masyarakat bawah. Dalam hal kualitas pentatahannya secara berurutan adalah sebagai berikut: Pertama candi Ciwa, kedua Candi Brahma, dan yang ketiga Candi Wisnu. Khususnya pada Candi Brahma karena merupakan kelanjutan dari cerita Ramayana, teknik pentatahan setingkat lebih baik dibandingkan dengan Candi Wisnu.
Pembangunan Perumahan Pada Areal Situs Biting, Lumajang Muhammad Hidayat
Berkala Arkeologi Vol 16 No 2 (1996)
Publisher : Balai Arkeologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (959.317 KB) | DOI: 10.30883/jba.v16i2.754

Abstract

Kasus di Situs Biting dapat terjadi karena situs tersebut belum ditetapkan secara hukum sebagai Kawasan Cagar Budaya dan belum dikelola semestinya. Untuk menghindari kasus seperti di Situs Biting sudah saatnya situs-situs penting yang ada di Indonesia segera ditetapkan secara hukum sebagai Kawasan Cagar Budaya, dan dikelola pelestarian serta pemanfaatannya sesuai dengan potensinya.

Page 1 of 1 | Total Record : 8


Filter by Year

1996 1996


Filter By Issues
All Issue Vol 42 No 2 (2022) Vol 42 No 1 (2022) Vol 41 No 2 (2021) Vol 41 No 1 (2021) Vol 17 No 2 (1997) Vol 40 No 2 (2020) Vol 40 No 1 (2020) Vol 13 No 1 (1993) Vol 39 No 2 (2019) Vol 39 No 1 (2019) Vol 38 No 2 (2018) Vol 38 No 1 (2018) Vol 37 No 2 (2017) Vol 37 No 1 (2017) Vol 36 No 2 (2016) Vol 36 No 1 (2016) Vol 35 No 2 (2015) Vol 35 No 1 (2015) Vol 34 No 2 (2014) Vol 34 No 1 (2014) Vol 33 No 2 (2013) Vol 33 No 1 (2013) Vol 32 No 2 (2012) Vol 32 No 1 (2012) Vol 31 No 2 (2011) Vol 31 No 1 (2011) Vol 30 No 2 (2010) Vol 30 No 1 (2010) Vol 29 No 2 (2009) Vol 29 No 1 (2009) Vol 28 No 2 (2008) Vol 28 No 1 (2008) Vol 27 No 2 (2007) Vol 27 No 1 (2007) Vol 26 No 2 (2006) Vol 26 No 1 (2006) Vol 25 No 1 (2005) Vol 24 No 1 (2004) Vol 23 No 2 (2003) Vol 23 No 1 (2003) Vol 22 No 1 (2002) Vol 21 No 2 (2001) Vol 21 No 1 (2001) Vol 20 No 1 (2000) Vol 19 No 2 (1999) Vol 19 No 1 (1999) Vol 18 No 2 (1998) Vol 18 No 1 (1998): Edisi Khusus Vol 17 No 1 (1997) Vol 16 No 2 (1996) Vol 16 No 1 (1996) Vol 15 No 3 (1995): Edisi Khusus Vol 15 No 2 (1995) Vol 15 No 1 (1995) Vol 14 No 2 (1994): Edisi Khusus Vol 14 No 1 (1994) Vol 13 No 3 (1993): Edisi Khusus Vol 13 No 2 (1993) Vol 12 No 1 (1991) Vol 11 No 1 (1990) Vol 10 No 2 (1989) Vol 10 No 1 (1989) Vol 9 No 2 (1988) Vol 9 No 1 (1988) Vol 8 No 2 (1987) Vol 8 No 1 (1987) Vol 7 No 2 (1986) Vol 7 No 1 (1986) Vol 6 No 2 (1985) Vol 6 No 1 (1985) Vol 5 No 2 (1984) Vol 5 No 1 (1984) Vol 4 No 2 (1983) Vol 4 No 1 (1983) Vol 3 No 1 (1982) Vol 2 No 1 (1981) Vol 1 No 1 (1980) More Issue