Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada
This is the an open access journal specialized in Nursing Sciences, Health Analyst, Pharmacy and other relevant fields
JKBTH was registered e-ISSN: 2621-4660 with SK no. 0005.26214660/JI.3.1./SK.ISSN/2018 and p-ISSN : 1979-004X with SK no. 0005.07/Jl.3.02/SK.ISSN/2008. JKBTH which was established in 2019 and published 2 (two) times a year in February and August, has been accredited by Directorate General of Higher Education (DGHE) Ministry of Research, Technology and Higher Education of the Republic of Indonesia.
Articles
41 Documents
Search results for
, issue
"Vol 17, No 2 (2017)"
:
41 Documents
clear
PENETAPAN KADAR DEKSAMETASON DAN DEKSKLORFENIRAMIN MALEAT SECARA SIMULTAN PADA SEDIAAN SIRUP MENGGUNAKAN METODE KCKT
Yuliantini, Anne
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 17, No 2 (2017)
Publisher : STIKes Bakti Tunas Husada Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (378.536 KB)
|
DOI: 10.36465/jkbth.v17i2.266
Salah satu sirup yang mengandung lebih dari satu macam zat aktif adalah sirup campuran deksametason dan deksklorfeniramin maleat. Untuk menjamin kualitas sediaan obat, dilakukan pemeriksaan kadar zat aktif dalam sirup campuran deksametason dan deksklorfeniramin maleat. Tujuan penelitian ini adalahh mendapatkan metode alternatif dalam menentukan kadar deksametason dan deksklorfeniramin maleat secara simultan pada sediaan sirup yang beredar dipasaran dengan metode KCKT yang telah dikembangkan. Analisis dilakukan dengan metode KCKT fase balik dengan kolom C18, fase gerak air-asetonitril (65:35,V/V), laju alir 1,0 mL/menit dan panjang gelombang pengamatan adalah 241 nm. Hasil validasi metode diperoleh nilai batas deteksi, batas kuantisasi, koefisien korelasi, persen perolehan kembali dan nilai RSD yang baik. Dari hasil pengukuran sampel, didapatkan bahwa sampel 1 dan 2 mengandung sebesar 103,383% dan 102,626% (deksametason) dan 102,454% dan 99,349% (deksklorfeniramin maleat) sesuai dengan persyaratan kadar yang terdapat dalam FI V (90,0%-110,0%). Metode KCKT dapat digunakan untuk menentukan kadar dalam sediaan sirup deksametason dan deksklorfeniramin maleat secara simultan.
PENINGKATAN KEPATUHAN PASIEN HIPERTENSI DENGAN PEMBERIAN INFORMASI OBAT
Idacahyati, Keni
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 17, No 2 (2017)
Publisher : STIKes Bakti Tunas Husada Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (30.22 KB)
|
DOI: 10.36465/jkbth.v17i2.228
Penyakit Hipertensi merupakan faktor risiko utama dalam penyakit kardiovaskular dan merupakanmasalah kesehatan masyarakat yang serius di seluruh dunia. Prevalensi hipertensi di Indonesiamencapai 25,8 % pada tahun 2013. Rendahnya kepatuhan pasien terhadap pengobatan hipertensi dankurangnya pemahaman mengenai instruksi pengobatan merupakan permasalahan utama dalampengobatan hipertensi. Tujuan penelitian ini untuk melihat pengaruh pemberian informasi obat dengankepatuhan pengobatan dan Pengendalian tekanan darah. Penelitian ini menggunakan eksperimental predan post test pada 25 pasien prolanis hipertensi yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil penelitianmenunjukkan terdapat penurunan tekanan darah sistolik maupun diastolik secara signifikan p= 0,00.Perubahan signifikan secara statistika p=0,002 pada pasien prolanis setelah pemberian informasi obat.Dari hasil penelitian memperlihatkan bahwa pemberian informasi obat efektif untuk memperbaikikepatuhan dan perubahan tekanan darah sitolik dan diastolik.
PERBEDAAN PIJAT OKSITOSIN DAN SENAM NIFAS TERHADAP INVOLUSI UTERUS PADA IBU NIFAS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS CIBEUREUM KOTA TASIKMALAYA 2017
Aziz, Rymma
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 17, No 2 (2017)
Publisher : STIKes Bakti Tunas Husada Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36465/jkbth.v17i2.257
Angka kematian ibu melahirkan disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya karena perdarahan. Penyebab perdarahan pada masa nifas adalah terjadi karena kegagalan involusi uterus yang dapat menyebabkan subinvolusi. Upaya pencegahan perdarahan post partum dapat dilakukan semenjak persalinan kala 3 dan 4 dengan pemberian suntik oksitosin. Hormon oksitosin ini sangat berperan dalam proses involusi uterus. Upaya untuk mempercepat proses involusi uterus adalah dengan dilakukan pijat oksitosin dan senam nifas. Berdasarkan studi pendahuluan didapatkan di Wilayah Puskesmas Cibeureum pada bulan September 2016 ibu nifas adalah sebanyak 142 orang yang mendapatkan layanan kesehatan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui perbedaan pijat oksitosin dan senam nifas terhadap involusi uterus pada ibu nifas. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan jenis penelitian eksperimen rancangan control time series desaign. Populasi dari penelitian ini adalah semua ibu nifas normal yang ada di wilayah Puskesmas Cibeureum Kota Tasikmalaya pada periode Januari-Maret 2017 sebanyak 36 ibu nifas, teknik pengambilan sampel menggunakan teknik Purposive Sampling yaitu kepada ibu nifas yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata involusi uterus pada ibu nifas yang dilakukan pijat oksitosin selama 7 hari adalah 4 jari di bawah pusat. Rata-rata involusi uterus pada ibu nifas yang dilakukan senam nifas selama 7 hari adalah 5 jari dibawah pusat. Hasil uji statistik diperoleh nilai signifikan sebesar 0,001 < 0,05, H0 ditolak artinya terdapat perbedaan perubahan involusi uterus pada ibu post partum di Wilayah Kerja Puskesmas Cibeureum Kota Tasikmalaya antara yang menggunakan pijat oksitosin dengan senam nifas. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa senam nifas lebih efektif dalam mempercepat involusi uterus dibandingkan dengan pijat oksitosin.
UJI EFEKTIFITAS ZAT ANTIBAKTERI EKSTRAK PELEPAH DAN BATANG PISANG AMBON ( Musa paradisiaca Var. Sapientum ) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Staphylococcus aureus SECARA IN-VITRO
Kustiawan, Awang
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 17, No 2 (2017)
Publisher : STIKes BTH Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (181.254 KB)
|
DOI: 10.36465/jkbth.v17i2.280
Resistensi bakteri terhadap antibiotik merupakan masalah yang sedang dihadapi baik di negara berkembang maupun negara maju. Oleh karena itu dibutuhkan upaya untuk mengurangi masalah tersebut salah satunya dengan penemuan obat baru yang berasal dari bahan alam, salah satunya adalah tanaman pisang ambon (Musa paradisiaca Var Sapientum). Penelitian ini bertujuan unutuk menganalisis pengaruh Ekstrak Pelepah dan Batang Pisang Ambon ( Musa paradisiaca Var. Sapientum ) terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus secara in-vitro, menganalisis pengaruh perbedaan konsentrasi Ekstrak Pelepah dan Batang Pisang Ambon ( Musa paradisiaca Var. Sapientum ) terhadap pertumbuhan bakteri S. aureus secara in-vitro, menentukan jumlah konsentrasi minimal (MIC) Ekstrak Pelepah dan Batang Pisang Ambon ( Musa paradisiaca Var. Sapientum ) terhadap pertumbuhan bakteri S. aureus secara in-vitro. Metode yang digunakan dalam penelitian in adalah metode eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), terdiri dari 5 perlakuan ekstrak batang dan pelepah pisang ambon (0%, 5%, 10%, 15%, 20%) dengan menggunakan pelarut etanol 96% masing-masing perlakuan diulang sebanyak tiga kali ulangan. Sampel penelitan adalah koloni S.aureus dengan kriteria tertentu. Ekstraksi yang digunakan dengan menggunakan metode maserasi.
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN MENGENAI PERAWATAN IBU POSTPARTUM DENGAN SEKSIO SESARIA TERHADAP KEMAMPUAN MERAWAT DIRI DI RSUD Dr. SOEKARDJO KOTA TASIKMALAYA
Komariah, Etty
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 17, No 2 (2017)
Publisher : STIKes Bakti Tunas Husada Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (240.4 KB)
|
DOI: 10.36465/jkbth.v17i2.271
Perawatan postpartum dilakukan baik pada ibu postpartum dengan persalinan normal maupun dengan seksio sesaria.. Kegiatan intervensi perawatan postpartum bersifat edukatif karena individu sesungguhnya dapat melakukan perawatan mandiri atau merawat dirinya sendiri. Oleh karena itu pendidikan kesehatan pada ibu postpartum diperlukan untuk membantu ibu beradaptasi dalam masa postpartum. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi pengaruh pendidikan kesehatan mengenai perawatan ibu postpartum dengan seksio sesaria terhadap kemampuan merawat diri. Desain penelitian menggunakan quasy experiment dengan One Group Pretest-Posttest. Hipotesis yang dibuktikan dalam penelitian ini adalah kemampuan (pengetahuan, sikap dan perilaku) merawat diri sesudah diberi pendidikan kesehatan. Sampel penelitian purposive sample sejumlah 24 ibu postpartum dengan seksio sesaria. Hasil penelitian menunjukkan pendidikan kesehatan mengenai perawatan postpartum meningkatkan kemampuan ibu postpartum dengan SC dengan ketiga ranahnya secara bermakna dengan p-value 0,000 (alpha 5%). Saran bagi pelayanan di rumah sakit pendidikan kesehatan mengenai perawatan ibu post partum dengan SC terus digunakan untuk membantu ibu-ibu postpartum dengan SC meningkatkan kemampuan merawat diri.
PENGARUH NESTING TERHADAP PERUBAHAN FISIOLOGIS DAN PERILAKU BAYI PREMATUR DI PERINATOLOGI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH TASIKMALAYA
Zen, Dini
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 17, No 2 (2017)
Publisher : STIKes Bakti Tunas Husada Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (438.217 KB)
|
DOI: 10.36465/jkbth.v17i2.262
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh nesting terhadap perubahan fisiologis (frekuensi napas, frekuensi nadi, saturasi oksigen) dan perilaku bayi prematur. Rancangan penelitian ini adalah menggunakan quai eksperimental dengan desaign self-controlled study. Sampel penelitian sebanyak 25 bayi premtur yang dirawat di Pernatologi Rumah Sakit Umum Daerah Tasikmalaya dan dipilih denga teknik purposive sampling. Data hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan paired t-test dan wilcoxon test. Hasil analisis menunjukan ada pengaruh yang signifikan dari penggunaan nesting terhadap perilaku bayi prematur (p= 0,001) dan terhadap peningkatan saturasi oksigen bayi prematur (p= 0,000), namun tidak signifikan terhadap penurunan frekwensi napas (p=0,112) dan penurunan frekwensi nadi (p=0,601).Penggunaan nesting sebagai bentuk developmental care dapat memfasilitasi pencapaian istirahat yang lebih baik (yang ditandai dengan keteraturan fungsi fisiologis dan pencapaian perilaku tidur tenang), sehingga perlu diimplementasikan dalam perawatan bayi prematur di ruang perinatologi.
PEMANFAATAN AMPAS TEBU SEBAGAI ALTERNATIFADSORBEN Pb(II) (UTILIZATION OF SUGARCANE BAGASSE AS Pb(II) ADSORBENT)
Wulandari, Winda
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 17, No 2 (2017)
Publisher : STIKes Bakti Tunas Husada Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (399.112 KB)
|
DOI: 10.36465/jkbth.v17i2.253
Perkembangan industri yang sangat pesat menimbulkan berbagai permasalahan, diantaranya adalah limbah yang dihasilkan mengandung logam berat seperti Pb(II) yang dapat berdampak buruk bagi kesehatan masyarakat. Sedangkan disisi lain, ampas tebu merupakan limbah dari industri gula yang nilai ekonomisnya masih rendah, sehingga penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan ampas tebu sebagai salah satu alternatif adsorben Pb(II) yang murah dan ramah lingkungan. Ampas tebu dihaluskan dan dikeringkan terlebih dahulu kemudian diaktivasi dengan merendamnya dalam NaOH 0,1 N selama 24 jam dan dinetralkan dengan menggunakan CH3COOH 2% (v/v). Langkah selanjutnya adalah penentuan kondisi optimum adsorbsi Pb(II) dengan cara melakukan variasi waktu kontak, yaitu 30, 60, 90 dan 120 menit. Ampas tebu sebelum dan setelah aktivasi dikarakterisasi gugus fungsinya dengan menggunakan FTIR dan konsentrasi Pb(II) diukur dengan menggunakan Atomic Adsorption Spechtrofotometry (AAS). Hasil dari uji FTIR menunjukkan bahwa terjadi pergeseran bilangan gelombang pada daerah vibrasi gugus –OH yaitu dari 3385,43 menjadi 3425,60 cm-1. Persen adsorpsi yang paling tinggi ditunjukkan pada waktu perendaman selama 120 menit yaitu 82,22 %. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ampas tebu hasil aktivasi memiliki potensi yang tinggi untuk digunakan sebagai adsorben Pb(II)
PENETAPAN KADAR FLAVONOID TOTAL EKSTRAK BUAH KUPA (SHYZIGIUM POLYCEPALUM MIQ.) MENGGUNAKAN SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS
Rahmiyani, Ira
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 17, No 2 (2017)
Publisher : STIKes BTH Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (109.963 KB)
|
DOI: 10.36465/jkbth.v17i2.276
Tumbuhan gowok atau kupa (Shyzygium polycephalum Miq.) merupakan salah satu tumbuhan endemik di Indonesia suku jambu-jambuan (Myrtaceae) yang mempunyai aktivitas antioksidan yang sangat kuat. Buah kupa mengandung senyawa flavonoid. Aktivitas antioksidan dari buah kupa salah satunya dapat disebabkan oleh adanya kandungan senyawa flavonoid. Tujuan penelitian ini adalah untuk menetapkan kadar flavonoid total dari buah kupa. Bagian daging dan biji buah kupa masing-masing diekstraksi bertingkat menggunakan pelarut n-heksana, etil asetat dan etanol menggunakan metode maserasi. Ekstrak yang didapat masing-masing dilakukan penetapan kadar flavonoid total dengan pereaksi alumunium klorida 10% dan kalium asetat 1 M kemudian diukur menggunakan spektrofotometri uv-vis. Sebagai pembanding digunakan standar quersetin. Hasil didapatkan bahwa ekstrak n-heksana daging buah kupa memiliki kadar flavonoid total paling tinggi (6,06%) sedangkan ekstrak etil asetat daging buah kupa memiliki kadar flavonoid total terkecil (0,38%) yang dihitung terhadap kuersetin.
IDENTIFIKASI JAMUR ENDOFIT PADA DAUN CINCAU (Cyclea barbata Miers) dan UJI ANTAGONIS TERHADAP Salmonella typhi
Khusnul, Khusnul
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 17, No 2 (2017)
Publisher : STIKes Bakti Tunas Husada Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (140.707 KB)
|
DOI: 10.36465/jkbth.v17i2.267
Banyak mikroba yang dapat menyebabkan penyakit, seperti Salmonella typhi yang merupakan salah satu bakteri penyebab demam tifoid. Beberapa peneliti menyebutkan bahwa dalam daun cincau terdapat senyawa aktif yang berpotensi sebagai antibakteri. Tetapi penggunaan tanaman ecara terus-menerus tanpa adanya pelestarian dapat merusak ekosistem tanaman itu sendiri. Jamur endofit dapat dijadikan solusi dalam penemuan antimikroba baru karena dapat diproduksi secara berkesinambungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi, mengidentifikasi jamur endofit dari daun cincau (Cyclea barbata Miers) yang mempunyai potensi antibakteri terhadap bakteri Salmonella typhi. Metode yang digunakan pada penelitian ini bersifat deskriptif. Penelitian dilakukan dengan mengisolasi jamur endofit dari daun cincau kemudian diidentifikasi dan di uji antagonis terhadap Salmonella typhi dengan metode difusi agar. Hasil penelitian menunjukan sebanyak 3 isolat jamur endofit berhasil diisolasi dari daun cincau (Cyclea barbata Miers) yaitu 2 isolat dari genus Aspergillus sp. dan 1 isolat dari genus Absidia sp, yang memiliki potensi sebagai antibakteri terhadap Salmonella typhi. Zona hambat yang di hasilkan dari setiap isolat jamur endofit adalah sebesar 22 mm, 21 mm dan 20 mm, dengan zona hambat tertinggi dihasilkan dari isolat jamur endofit genus Aspergillus sp.
GAMBARAN GLUKOSA DARAH PUASA PADA PENDERITA GLAUKOMA
Kusmiati, Meti
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 17, No 2 (2017)
Publisher : STIKes Bakti Tunas Husada Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (303.548 KB)
|
DOI: 10.36465/jkbth.v17i2.229
Salah satu kerusakan mata yang disebabkan dengan peningkatan kadar glukosa darah yaitu glaukoma.Glaukoma adalah jenis gangguan penglihatan yang ditandai dengan terjadinya kerusakan pada sarafoptik yang biasanya diakibatkan oleh adanya tekanan di dalam mata. Tekanan bola mata yang normaladalah sekitar 10-21 mmHg, jika tekanan bola mata melebihi batas tersebut maka berisiko terkenaglaukoma yang bisa mengakibatkan kebutaan permanen. Tujuan penelitian ini untuk mengetahuibagaimana gambaran kadar glukosa darah puasa pada penderita glaukoma. Metode penelitian bersifatdeskriptif dengan jumlah sampel sebanyak 36 orang penderita glaukoma dengan usia ≥ 20 tahun.Pemeriksaan glukosa darah puasa menggunakan alat Pentra C-200 dengan metode automatisasi. Hasilpenelitian kadar glukosa darah puasa pada pasien glaukoma di Rumah Sakit Mata Cicendo Bandungdiperoleh kadar glukosa darah puasa normal sebesar 36% (16 orang) dengan rata-rata 95,3 mg/dl dankadar glukosa darah puasa tinggi sebesar 64 % (23 orang) dengan rata-rata 185 mg/dl.