cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Didaktis: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan
ISSN : 14125889     EISSN : 26140578     DOI : https://doi.org/10.30651/didaktis.v24i1
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 3 (2009)" : 6 Documents clear
MELATIH PENALARAN SISWA SEKOLAH DASAR (SD) DALAM MEMAHAMI KONSEP BILANGAN PECAHAN DAN MENYELESAIKAN MASALAH PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN BILANGAN PECAHAN IIS HOLISIN
Didaktis: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Vol 9, No 3 (2009)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.532 KB) | DOI: 10.30651/didaktis.v9i3.246

Abstract

ABSTRAKBilangan pecahan selalu menjadi topik yang menarik untuk dibicarakan.Mulai cara mengenalkannya sampai cara menyelesaikan masalah-masalah yang berhubungan dengan pecahan. Mengenalkanbilangan pecahan tidak semudah mengenalkan bilangan bulat. Mengenalkan bilangan pecahan kepada siswa dapat diawalidengan menggunakan benda konkrit, kemudian dengan gambar(semi konkrit), dan akhirnya mengenalkan simbol pecahan. Denganmenggunakan media tersebut, diharapkan siswa lebih mudahmemahami konsep bilangan pecahan. Artikel ini akan membahas beberapa langkah untuk melatih penalaran siswa Sekolah Dasar (SD)dalam memahami konsep bilangan pecahan dan menyelesaikanmasalah penjumlahan dan pengurangan bilangan pecahan.
UPAYA MEMBANGUN GENERASI BERKARAKTER BANGSA MELALUI KEBIASAAN BERPIKIR SUKSES HASAN SUBEKTI
Didaktis: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Vol 9, No 3 (2009)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (88.191 KB) | DOI: 10.30651/didaktis.v9i3.247

Abstract

ABSTRAKMeluasnya fenomena globalisasi merupakan dinamika yang strategis danmembawa pengaruh terhadap tata nilai dari berbagai bangsa termasuk bangsa Indonesia perlu disikapi secara arif. Studi kualitatif dari kegiatan ini, bertujuan mendeskripsikan upaya yang dapat dilakukan untuk membangun generasi berkarakter bangsa dalam bidang pembelajaranmelalui kebiasaan berfikir SUCCESS. Berdasarkan kajian teori yangtelah dilakukan dapat dinyatakan bahwa Kecerdasan berfikir dari Costa dan Kallick (2000), dapat itu divisualisasikan menjadi tujuh kelompok yang membentuk kata “SUCCESS”, yaitu: (1) Sensorial, (2) Understanding, (3) Control , (4) Coqnitive, (5) Exact , (6) Supple, (7) Silly, dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif untuk membentukgenerasi berkarakter bangsa dalam proses pembelajaran.
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN PENDEKATAN PMR PADA POKOK BAHASAN JAJARGENJANG DAN BELAHKETUPAT Shoffan Shoffa
Didaktis: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Vol 9, No 3 (2009)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (98.174 KB) | DOI: 10.30651/didaktis.v9i3.248

Abstract

ABSTRACTIONOne of [the] important characteristic [of] mathematics [is] to have abstraction obyek, so that still many student assume that mathematics [is] difficult. Nature of the abstraction represent one of [the] difficult cause [of] him a student comprehend school mathematics. For that, in study of mathematics, besides comprehending items, student also requireto understand the way of mathematics items application in life of reality.This research represent research of development with aim to to develop peripheral of study of Mathematics with Approach Of PMR [At] Fundamental Discussion of Jajargenjang and of Belahketupat.Development of peripheral relate [at] model 4-D (model of Thigarajan, and semmel of semmel) that is definition phase, scheme phase, and development phase. For the phase of desiminasi not yet been [done/conducted] [by] because this phase refer [at] usage of peripheral of study which have been developed [by] [at] broader scale, for example[in] other class, other school, by other teacher. Limited test-drive [done/conducted] [by] [at] 30 class student of VII D SMP N 4 Babat Lamongan 
PENINGKATAN APRESIASI DONGENG SISWA KELAS VII-1 SMP NEGERI I SUMENEP MELALUI PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL RUSLIY .
Didaktis: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Vol 9, No 3 (2009)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (73.015 KB) | DOI: 10.30651/didaktis.v9i3.244

Abstract

AbstractContextual approach derived from the context of learner is one of approaches which can be used to give good opportunity for the students to improve not only their reading interest through lerning folktale but also their appreciation toward folktale. Stories or folktale given to the students should be stories or folktale which tell about students life and environment. In this research, the folktales teken on studied are folktaleswhich have cultural background in Madura, specially in Sumenep.
COOPERATIVE LEARNING TIPE TEAM GAME TOURNAMENTS (TGT) SEBAGAI ALTERNATIF MODEL PEMBELAJARAN BIOLOGI Yuni Gayatri
Didaktis: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Vol 9, No 3 (2009)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (77.571 KB) | DOI: 10.30651/didaktis.v9i3.249

Abstract

ABSTRAKDalam pencapaian tujuan pembelajaran, ada tiga struktur yang biasa ditemukan yaitu individualistik, kompetitif, dan kooperatif. Pembelajaran kooperatif (Cooperative Learning) merupakan suatu strategi pembelajaran dimana siswa bersama dalam kelompok-kelompokkecil yang memiliki tingkat kemampuan akademik yang berbeda dan saling membantu satu sama lainnya. Tujuan pembentukan kelompok kooperatif adalah untuk memberikan kesempatan kepada siswa terlibat secara aktif dalam proses berfikir dalam kegiatan belajarnya Pembelajaran kooperatif tipe Team Game Turnament (TGT) merupakan salah satu tipe pembelajaran kooperatif yang mudah diterapkan, melibatkan aktivitas seluruh siswa tanpa harus ada perbedaan status, melibatkan peran siswa sebagai tutor sebaya dan mengandung unsur permainan dan reinforcement. Model pembelajaran kooperatif tipe TGT INI memiliki ciri-ciri sebagai berikut: a) Siswa Bekerja dalam Kelompok-kelompok Kecil; b) Games tournament; c) Penghargaan Kelompok. Ada pun manfaat yang diperoleh, diantaranya adalah dapatmeningkatkan keaktifan siswa sehingga lebih dominan dalam kegiatan pembelajaran, dapat meningkatkan rasa menghormati dan menghargai orang lain, dan dapat meningkatkan motivasi belajar siswa terhadap pelajaran yang sedang berlangsung.Menurut Slavin (1995), pembelajaran kooperatif tipe TGT terdiri dari 5 langkah tahapan yaitu: 1). Tahapan penyajian kelas (class precentation); 2). Tahapan belajar dalam kelompok (teams;3). Tahapan permainan (games); 4). Tahapan pertandingan (class precentation); dan 5). Tahapan penghargaan kelompok (team recognition). Dalam turnamen itu siswa bertanding mewakilikelompoknya dengan anggota dari kelompok lain memiliki kesetaraan dalam kemampuan akademik. Dalam TGT ada tahap game (permainan) sehingga menimbulkan suasana kegembiraan. Pada kegiatan kelompok siswa saling membantu menyiapkan LKS serta saling menjelaskan masalah-masalah yang muncul, namun ketika siswa sedang bertanding, teman sesama kelompok tidak dapat membantunya dan merupakan tanggungjawab individual. Biasanya turnamen dilakukan pada akhir minggu atau pada setiap unit setelah guru melakukan presentasi kelas dan kelompok sudah mengerjakan lembar kerja. Turnamen pertama gurumembagi siswa ke dalam beberapa meja turnamen. Empat siswa tertinggi prestasinya dikelompokkan pada meja A, empat siswa selanjutnya pada meja B dan seterusnya. Untuk melaksanakan turnamen, perlu diperhatikan beberapa hal yiatu: 1). membentuk meja turnamen,disesuaikan dengan banyaknya siswa pada setiap kelompok; 2). menentukan rangking (berdasarkan kemampuan) setiap siswa masing-masing kelompok; 3). menempatkan siswa yang memiliki kemampuan yang sama pada meja yang sama, misalnya siswa pandai (IA, IIA,IIIA, dan seterusnya) ditempatkan pada meja A, dan seterusnya; 4). masing-masing siswa pada meja turnamen bertanding untuk mendapatkan skor sebanyak-banyaknya; 5). Skor siswa darimasing-masing kelompok yang memiliki jumlah komulatif tertinggi ditentukan sebagai pemenang pertandingan.
STRATEGI MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP DAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIKA CHUSNAL AINY
Didaktis: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Vol 9, No 3 (2009)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (37.618 KB) | DOI: 10.30651/didaktis.v9i3.245

Abstract

AbstrakProses pembelajaran di sekolah masih banyak dilakukan secara konvensional, yang menyebabkan siswa tidak aktif dan kreatif, sehingga hasil belajar siswa tidak memuaskan. Dalam kurikulum 2006 kecakapan atau kemahiran yang diharapkan mencakup pemahaman konsep, penalaran dan komunikasi serta pemecahan masalah. Komunikasi selalu menggunakan bahasa untuk bisa difahami. Di dalam pembelajaranmatematika harus difahami bahwa matematika merupakan suatu bahasa, yaitu serangkaian makna dari pernyataan yang akan disampaikan. Pada proses pembelajaran kenyataannya siswa hampir tidak pernah diajak untuk mengkomunikasikan ide-idenya. Semua itu terlihat dari Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang dibuat guru maupun penggunaan model dan strategi pembelajaran yang cenderung konvensional. Proses pembelajaran masih berpusat pada guru, yang mestisnya sudah diubah menjadi berpusat pada siswa, agar siswa tidak pasif. Sehingga aspek kecakapan atau kemahiran yang diharapkan dapat tercapai, serta dapat meningkatkan kemampuan siswa. Salah satu cara yang diharapkan dapat meningkatkan kemampuan siswa adalah penggunaan strategi think-talk-write dalam pembelajaran matematika. Strategi think-talk-write merupakan strategi pembelajaran menggunakan think yaitu berpikir, artinya memproses informasi secara kognitif. Talk adalah berbicara, yaitu suatu ketrampilan mengeluarkan suara untuk menyampaikan pendapat dari alam pikiran. Write artinya menulis, yaitu suatu kegiatan yang menghasilkan informasi dalam bentuk catatan. Penggunaan strategi think-talk-write dimulai dari memikirkan materi dengan memahami, mengkritisi, mencari pemecahan. Selanjutnya mengkomunikasikan melalui diskusi, tanya jawab. Terakhir menyajikan laporan dalam bentuk tulisan.

Page 1 of 1 | Total Record : 6