cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
INDONESIAN JOURNAL OF ESSENTIAL OIL
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : 25488295     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Indonesian Journal of Essential Oils contains articles of research results and in-depth reviews covering the following areas: Essential Oil, Medicine Chemistry, Flavour Chemistry, Phytochemistry, Natural Product, Cosmetica and Pharmaceutical, Catalyst for Fine Chemical, Plasmanutfah, Plant Tissue, Development in Equipment and Instrumentation in Supply Chain of Essential Oil, Process Engineering and the other topic concerning on Essential Oil and Herbals.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2017)" : 6 Documents clear
Comparative Study of Acetylation Reactions to Mentol Compounds Using Lipase fromCandida Antarctica Recombined Aspergillus oryzae with Rhizomucor miehei Hikmawati Widya Putri; Elvina Dhiaul Iftitah; Arie Srihadyastuti
INDONESIAN JOURNAL OF ESSENTIAL OIL Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Institut Atsiri Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.193 KB)

Abstract

Research about comparison an enzyme lipase of rhizomucormiehei and candida antarctica recombined aspergillusoryzae to catalyzes reaction asetilasi compound menthol by the difference of activity of the enzyme.Reaction done on condition temperature 50oc use up acetyl acetic anhidrid in a solvent n-heksan in a variety time.The results that is reaction asetilasi menthol use an enzyme lipase of candida antarctica recombined aspergillusoryzae and rhizomucormiehei by a unit activity different do not have a significant difference.The difference of the results the final product that is mentil acetate of these enzymes changed as from time to time produce the difference of the results at to  24 hours .The use of lipase of candida antarctica recombined aspergillusoryzae have a selectivity higher ( 96,93 % ) in forming mentil acetic than lipase of rhizomucormiehei with have the ability convert of 77,42 %.
Study of Enzymatic Hydrolysis Reaction l-Menthyl acetate using Lipase Enzyme from Candida antarctica Recombined Aspergillus oryzae by In Vitro and In Silico Yasmin Zafirah; Elvina Dhiaul Iftitah
INDONESIAN JOURNAL OF ESSENTIAL OIL Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Institut Atsiri Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (540.7 KB)

Abstract

Research about the hydrolysis of l-menthyl acetate catalyzed by lipase enzyme from Candida antarctica recombined Aspergillus oryzae has been observed by in vitro and in silico. The reaction by in vitro method performed with variations time and solvent. The result obtained that lipase enzyme from Candida antarctica recombined Aspergillus oryzae were able to catalyze the hydrolysis reaction of l-menthyl acetate to produce l-menthol. The best result is observed at 16 hours with ethanol solvent, which give % conversion about 13,76%. The research followed by in silico using the docking method,  observed that mechanism between amino acid residues to macromolecules as well as the influence of solvents on such interactions. The residues that involved in the reaction are Glu, Thr, Asp, Gln, Ser, His. The ethanol solvent shows a good interaction with macromolecules by forming hydrogen bonds.
Studi Sintesis Patchouli Asetat melalui Pembentukan Alkoksida dari Patchouli Alkohol Fidela Azaria Antasari; Elvina Dhiaul Iftitah; Edi Priyo Utomo
INDONESIAN JOURNAL OF ESSENTIAL OIL Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Institut Atsiri Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.431 KB)

Abstract

Sintesis patchouli asetat telah dilakukan melalui pembentukan alkoksida dari patchouli alkohol. Patchouli alkoksida diperoleh dari mereaksikan patchouli alkohol dengan logam natrium. Reaksi asetilasi patchouli alkoksida dilakukan dengan menggunakan pereaksi asam asetat  glasial dengan  katalis H2SO4  yang dibandingkan dengan menggunakan pereaksi anhidrida asetat . Asam asetat glasial maupun anhidrida asetat digunakan sebagai sumber asetil yang bereaksi dengan ion alkoksida dari patchouli alkohol untuk menghasilkan produk ester yaitu patchouli asetat. Hasil sintesis yang diperoleh dikarakterisasi dengan menggunakan Kromatografi gas – spektrometer massa  dan didukung oleh spektrofotometer FT-IR serta analisis aroma berdasarkan uji organoleptik. Hasil analisis dengan KG-SM dan FT-IR menunjukkan sintesis dengan pereaksi anhidrida asetat lebih muda daripada asam asetat glasial meskipun diawali dengan pembentukan patchouli alkoksida dengan % rendemen sebesar 67,16 %. Senyawa patchouli asetat hasil sintesis memberikan aroma soft woody dengan latar sweet.
Perbandingan Tingkat Keefektifan Sintesis Hidroksisitronelal melalui Hidrasi Garam Natrium Sitronelil Bisulfit dan Sitronelal Reiza Tri Suciani Putri; Edi Priyo Utomo; Elvina Dhiaul Iftitah
INDONESIAN JOURNAL OF ESSENTIAL OIL Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Institut Atsiri Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (668.9 KB)

Abstract

Sintesis hidroksisitronelal dari minyak sereh wangi, diperoleh dengan menggunakan bahan dasar sitronelal dan garam natrium sitronelil bisulfit. Sitronelal dapat diisolasi dari minyak sereh wangi melalui reaksi penggaraman menggunakan NaHSO3 , yang diikuti reaksi hidrolisis dengan NaOH 10%. Hasil isolasi sitronelal dikarakterisasi dengan FTIR shimadzu dan Kromatografi Gas-Spektrometer Massa (KG-SM). Pada penelitian ini dilakukan reaksi hidrasi untuk masg-masing bahan dasar pada ikatan rangkap tak jenuh menggunakan katalis asam, yaitu HCl 1%, H2SO4 1%, dan H3PO4 1% selama 8 jam. Produk reaksi tersebut dikarakterisasi menggunakan KG-SM sehingga diperoleh % randemen masing-masing bahan dasar dan katalis asam. Hidroksisitronelal dengan bahan dasar garam natrium sitronelil bisulfit menghasilkan % randemen tertinggi 7,7 %, sedangkan % randemen tertinggi untuk bahan dasar sitronelal sebesar 26,9 %. Kedua % randemen tersebut diperoleh dari hasi reaksi hidrasi dengan katalis H3PO4 1%.
Prototipe Hand Sanitizer Nanoemulsi Berbasis Surfaktan Alami Lerak (Sapindus rarak) Sebagai Antibakteri Dinisa Eka Putri; Edi Priyo Utomo; Elvina Dhiaul Iftitah
INDONESIAN JOURNAL OF ESSENTIAL OIL Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Institut Atsiri Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (418.131 KB)

Abstract

Telah dilakukan optimasi komposisi bahan dalam pembuatan nanoemulsi Hand Sanitazer dengan menggunakan pendekatan metoda permukaan respons. Bahan-bahan tersebut terdiri dari ekstrak lerak yang mempunyai aktivitas antibakteri Staphylococcus aureus, etanol dan Tween 80. Ketiga bahan tersebut diformulasikan menurut metoda permukaan respons Box-Behken sehingga dihasilkan 17 formula yang kemudian diuji karakternya meliputi ukuran nanoemulsi, kejernihan larutan, kestabilan larutan, kelngketan dan kecepatan kering. Pembentukan nanoemulsi dengan surfaktan Lerak pada prototipe hand sanitizer dengan dibantu proses sonikasi selama 2 jam dapat menghasilkan distribusi nanoemulsi berukuran 296 - 1000 nm sebanyak 1%. Optimasi hasil prototipe nanoemulsi hand sanitizer yang dilakukan menggunakan Design Expert 6.0.8 Portable menghasilkan komposisi optimum etanol 86,18%, ekstrak Lerak 2% dan tween 80 0,21%.  Pada komposisi tersebut menghasilkan titik optimal yang diprediksi memiliki ukuran nanoemulsi sebesar 667 nm dengan tingkat kejernihan  60,60%, stabilitas nanoemulsi lebih besar 5 jam 61,48%. Respon panellist terhadap  kelengketan sebesar 52,42% (tidak lengket) dan kecepatan kering kurang dari 1 menit sebesar 89,88%
Pengaruh Penambahan Aditif Berbasis Minyak Nilam (Pogostemon cablin Benth.) pada Bahan Bakar Minyak dan Prediksi Bilangan Oktan dengan Spektrofotometer Infra Merah Galih Waskito; Elvina Iftitah Dhiaul; Edi Priyo Utomo
INDONESIAN JOURNAL OF ESSENTIAL OIL Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Institut Atsiri Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (472.756 KB)

Abstract

Telah dilakukan formulasi bahan bakar minyak dengan fraksi minyak nilam. Formulasi dilakukan menggunakan variasi penambahan fraksi minyak nilam sebanyak 1% dan 2 %. Produk formulasi tersebut dikarakterisasi dengan spektrofotometer infra merah untuk menentukan RON pada masing-masing produk. RON dihitung menggunakan tiga persamaan yang berbeda. Hasil RON persamaan 1 dan 2 cenderung menurun ketika diformulasikan dengan fraksi minyak nilam, sedangkan RON persamaan 3 meningkat ketika diformulasikan dengan fraksi minyak nilam. Fraksi minyak nilam dapat mempengaruhi karakteristik (berat jenis dan titik didih) bahan bakar minyak. Berat jenis bahan bakar minyak meningkat setelah ditambahkan fraksi minyak nilam, sedangkan titik didih bahan bakar minyak menurun setelah ditambahkan fraksi minyak nilam. Hubungan antara bahan bakar minyak standar dengan bahan bakar minyak pasaran ditentukan menggunakan Linear Discriminant Analysis (LDA). LDA digunakan untuk menjelaskan hubungan kedekatan antar kelompok data. Luaran analisis yang disajikan berupa grafik kanonikal 2D dimana masing-masing senyawa diposisikan berdasarkan variabel RON, berat jenis, dan titik didih terhadap jumlah tipe karakteristik bahan bakar minyak sebagai klasifikasi kelompok data. Hasil pendekatan karakteristik menunjukkan bahwa bahan bakar minyak standar berbeda dengan bahan bakar minyak pasaran.

Page 1 of 1 | Total Record : 6