cover
Contact Name
Adhie Tri Wahyudi
Contact Email
adhie@setiabudi.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
tekinfo@setiabudi.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Tekinfo | Scientific Journal of Industrial and Information Engineering
Published by Universitas Setia Budi
ISSN : 23031476     EISSN : 23031867     DOI : -
Scientific Journal of Industrial Engineering and Information (Tekinfo) is a journal managed by Study Programme of Industrial Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Setia Budi. Tekinfo published every six months, in May and November in each year. Our published manuscript covers disciplines of Industrial Engineering and Information Technology. We are open to readers and researchers to contribute submit the articles. It is our hope that research published at Tekinfo provide a meaningful contribution to the development of science and technology. Our thanks to all the researchers who participated also to the readers of the Tekinfo journal. Each article published in Jurnal Tekinfo is Open Access. Full text can be freely accessed, but still observes the principles of literacy in terms of citations or references.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 4 No 1 (2015)" : 6 Documents clear
Perbaikan Metode Kerja Dengan Pendekatan Metode Rappid Upper Limb Assessment Dan Biomekanika Operator Pemindah Peti Buah Di Pasar Tradisional Taufiq Rochman; Zulmi Apriyadi; Rahmaniyah Dwi Astuti
Tekinfo: Jurnal Ilmiah Teknik Industri dan Informasi Vol 4 No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Teknik Industri Universitas Setia Budi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1549.136 KB)

Abstract

Pada aktivitas pengangkutan peti buah yang ada di Pasar Gede masih menggunakan tenaga manusia. Salah satu kegiatan MMH yang diduga beresiko tinggi terhadap tulang belakang adalah aktivitas pengangkutan yang terdapat dilokasi Pasar Gede. Aktivitas pengangkutan ini terdiri dari tiga fase gerakan yaitu mengangkat, membawa, dan meletakan dilakukan secara manual. Aktivitas yang dilakukan ini dikenal dengan nama Manual Material Handling (MMH). Berdasarkan pengamatan terhadap kondisi aktivitas kerja yang dilakukan pekerja, tubuh pekerja beresiko terjadi keluhan musculoskeletal. Hasil kuesioner Nordic Body Map menunjukkan segmen punggung, pinggul, lengan atas, dan paha pekerja mengalami persentase keluhan yang tinggi. Berdasarkan analisis biomekanika dengan mendasarkan ketentuan batas angkat NIOSH, pinggul pekerja rawan terjadi keluhan musculoskeletal karena mendapatkan gaya tekan lebih besar dari 3500 N. Berdasarkan assessment posisi postur kerja dengan menggunakan metode RULA didapatkan skor level resiko yang tinggi. Berdasarkan masalah keluhan musculoskeletal yang dialami pekerja, maka dilakukan rekomendasi perbaikan metode kerja. Menurut hasil analisis dengan biomekanik masih berada dalam kondisi tidak aman karena berat peti 50 kg merupakan berat yang berada ambang batas ijin untuk diangkat secara manual. Oleh karena itu perlu dilakukan penurunan berat peti dari 50 kg menjadi 30 kg, dimana resiko terjadinya gangguan musculoskeletal kerja menjadi lebih rendah. Hasil analisis dengan biomekanika dan metode RULA setelah dilakukan perbaikan metode kerja didapatkan hasil yang menunjukkan bahwa segmen pinggul, dan punggung, berada dalam kondisi yang aman.
Penentuan Jumlah Tenaga Kerja Pada Proses Pembuatan Kawat Perak Menggunakan Metode Heuristik Puji Asih
Tekinfo: Jurnal Ilmiah Teknik Industri dan Informasi Vol 4 No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Teknik Industri Universitas Setia Budi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1541.156 KB)

Abstract

Perusahaan perak PT. XYZ Yogyakarta merupakan suatu perusahaan yang bergerak dalam bidang pembuatan berbagai macam produk assesori perak. Pada bagian sub unit peleburan butiran perak murni dengan tembaga menjadi kawat perak sering terjadi ketidak seimbangan lintasan produksi. Hal ini sering terjadi adanya pengangguran pada stasiun tertentu dan kerja lembur untuk stasiun yang lainnya. Permasalahan yang ada adalah bagaimanakah menentukan lintasan produksi yang seimbang dan berapakah jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan. Untuk menentukan lintasan produksi yang seimbang dan untuk menghitung kebutuhan tenaga kerja yang dibutuhkan digunakan metode Heuristik. Metode ini pada dasarnya adalah membagi atau mengelompokan elemen kerja menjadi beberapa region dan menghitung beban kerja pada setiap stasiun kerja serta menentukan jumlah tenaga kerja yang diperlukan. Hasil penelitian menunjukan bahwa lintasan produksi dibagi menjadi 4 stasiun kerja dan jumlah tenaga kerja yang diperlukan sebanyak 7 orang.
Pengambilan Keputusan Pemilihan Supplier Parfum Laundry Dengan Menggunakan ANP dan TOPSIS Dutho Suh Utomo
Tekinfo: Jurnal Ilmiah Teknik Industri dan Informasi Vol 4 No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Teknik Industri Universitas Setia Budi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1307.302 KB)

Abstract

Pengambilan keputusan pemilihan Supplier perlu dilakukan untuk mendapatkan Supplier yang betul-betul terbaik berdasarkan kriteria yang diinginkan perusahaan. Pada pengambilan keputusan dengan banyak kriteria maka diperlukan suatu metode yang dapat mengatasinya, salah satunya dengan menggunakan metode TOPSIS. Metode TOPSIS perlu bobot awal yang untuk melanjutkan perhitungannya. Bobot awal tersebut dapat menggunakan metode pembobotan. ANP dapat digunakan sebagai metode pembobotan yang melibatkan hubungan antar kriteria dangan kriteria maupun kriteria dan sub kriteria. Penelitian ini melakukan pengambilan keputusan menggunakan metode ANP dan TOPSIS untuk mendapatkan Supplier yang sesuai kriteria perusahaan. Dari hasil pengolahan data didapatkan sub kriteria yang diutamakan oleh Laundry “AB” dalam pengambilan keputusan pemilihan Supplier parfum laundry adalah sub kriteria keharuman produk yang tahan lama. Kemudian hasil keputusan pemilihan Supplier yang terbaik adalah Supplier 3.
Perancangan Tempat Sampah Yang Ergonomis Sebagai Media Ajar Anak Usia Dini Dengan Menggunakan Metode REBA Dwi Nurul Izzhati; Hanna Lestari; Helmy Rahadian
Tekinfo: Jurnal Ilmiah Teknik Industri dan Informasi Vol 4 No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Teknik Industri Universitas Setia Budi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1558.92 KB)

Abstract

Pendidikan usia dini sangat penting sebagai pondasi perkembangan kualitas manusia. Menurut Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 pendidikan usia dini dilakukan dengan memberikan rangsangan perkembangan jasmani dan rohani. Untuk mendukung peningkatan kualitas manusia, potensi kecerdasan, emosional (karakter) anak usia dini diperlukan suatu media ajar yang menarik, salah satunya adalah tempat sampah. Media ini digunakan sebagai media ajar jaga lingkungan. Tempat sampah yang selama ini digunakan di sekolah tidak sesuai standar ergonomi sehingga dapat menimbulkan ketidaknyamanan dalam proses belajar. Survei yang telah dilakukan dengan mengambil sampel antropometri secara purpose sampling terhadap 23 siswa TK di Kota Semarang. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode REBA. Nilai aktivitas skor anak usia dini dalam membuang sampah berada pada level 4 yang menunjukkan level resiko sedang dan perlu adanya tindakan dengan merancang tempat sampah yang ergonomis sesuai dengan antropometri anak. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan ukuran tempat sampah sebagai media ajar yang ergonomis dengan ukuran tinggi: 85 cm, lebar : 49 Cm, lebar lubang pembuangan: 20 cm, dan panjang ayunan 14 cm.
Analisis Potensi Bahaya dengan Metode Job Safety Analysis (JSA) sebagai Upaya Penerapan Kesehatan dan Keselamatan Kerja di Laboratorium X Lina Dianati Fathimahhayati; Nurfaizah Rohmah; Agusti Wulandari; Argado Insani Hutabarat
Tekinfo: Jurnal Ilmiah Teknik Industri dan Informasi Vol 4 No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Teknik Industri Universitas Setia Budi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1307.77 KB)

Abstract

Laboratorium X merupakan salah satu tempat yang sering digunakan oleh mahasiswa untuk melakukan beberapa aktivitas yang berhubungan dengan kegiatan akademik, khususnya di bidang pertambangan. Potensi bahaya terdapat hampir di setiap tempat dimana dilakukan suatu aktivitas, termasuk di laboratorium X. Apabila potensi bahaya tersebut tidak dikendalikan dengan tepat, maka akan dapat menyebabkan resiko yang serius. Oleh karena itu diperlukan identifikasi potensi-potensi bahaya untuk meningkatkan serta mempertahankan keamanan dan keselamatan pada setiap kegiatan di Laboratorium X. Metode yang digunakan adalah dengan menggunakan metode Job Safety Analysis (JSA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa potensi bahaya yang masih perlu diperhatikan dan kendalikan. Dari enam kegiatan yang biasa dilakukan di Laboratorium X, yakni : Grinding Batuan, Uji Kuat Geser, Gerinda Batuan, Crushing Batuan, Coring Batuan, dan Uji Kuat Tekan. Resiko kecelakaan dan penyakit akibat kerja kemungkinan besar terjadi pada bagian anggota gerak kaki dan tangan serta mengganggu sistem pernapasan. Upaya yang harus dilakukan antara lain dengan menggunakan APD yang sudah ditetapkan untuk setiap kegiatan dan melakukan pengawasan terhadap setiap kegiatan pekerjaan yang dilakukan di Laboratorium X.
Perancangan Ulang Stasiun Pencucian Dan Pemarutan Ubi Kayu Pada UKM Bahan Baku Mireng Rosleini Ria Putri Zendrato; Adhie Tri Wahyudi
Tekinfo: Jurnal Ilmiah Teknik Industri dan Informasi Vol 4 No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Teknik Industri Universitas Setia Budi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1086 KB)

Abstract

IbM Alat Pencuci Ubi kayu bagi UKM Bahan Baku Mireng dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan produktivitas industri pembuatan bahan baku mireng yang berada di wilayah Desa Kedung Wringin, Jatilawang, Banyumas. Sasaran dalam pelaksanaan IbM adalah perbaikan metode dan alat kerja dalam pencucian dan parut ubi kayu. Metode dan alat kerja untuk mencuci ubi kayu yang digunakan oleh UKM mitra masih tradisional dan kurang higienis karena proses pencucian dilakukan dengan cara diinjak dengan kaki pada bak yang terbuat dari semen yang mudah ditumbuhi lumut. Hal ini menjadi kendala bagi UKM, karena sebagai bahan baku makanan ringan, maka ubi kayu yang digunakan tentu saja diharapkan higienis dalam proses pengolahannya. Sedangkan alat parut ubi kayu baru dimiliki oleh UKM II. Proses pemarutan ubi kayu yang sewa pada pihak ketiga membuat waktu dan biaya produksi menjadi tidak efektif dan efisien. Usulan perbaikan metode dan alat kerja merupakan hasil analisa dan pemikiran dosen dan mahasiswa dalam mata kuliah Analisis Perancangan Kerja. Setelah kegiatan IbM dilaksanakan serta alat (produk) telah diserahkan dan digunakan oleh kedua mitra didapatkan peningkatan kinerja dengan perincian: Mitra 1 (Pak Sarmo) 50% penghematan waktu kerja dan 86.5% penghematan biaya kerja dan Mita 2 (Pak Muchidin) 50% penghematan waktu kerja dan 40% penghematan biaya kerja.

Page 1 of 1 | Total Record : 6