cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Bioedukatika
ISSN : 23386630     EISSN : 25415646     DOI : 10.26555
Core Subject : Education,
"JURNAL BIOEDUKATIKA" focuses on the publication of the results of scientific research related to the field of Biology Education. The article published on the internal and external academic community UAD especially in Biology Education. "JURNAL BIOEDUKATIKA" publishes scholarly articles in biology education scope covering: biology curriculum, teaching biology, instructional media, and evaluation. Published article published is the article the results of research, studies or critical and comprehensive scientific study on important issues and current job descriptions included in the journal.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue " Vol 2, No 1 (2014)" : 8 Documents clear
Pengaruh Jus Buah Jambu Biji Merah (Psidium guajava L) terhadap Gambaran Histopatologik Trakea Mencit (Mus Musculus) Strain Swiss yang Dipaparkan Asap Rokok Febrianti, Novi; Suryati, Rita Yuli
JURNAL BIOEDUKATIKA Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (610.955 KB) | DOI: 10.26555/bioedukatika.v2i1.4105

Abstract

Jambu biji merah adalah salah satu buah-buahan yang mengandung antioksidan tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jus buah jambu biji merah terhadap gambaran histopatologik trakea mencit yang dipaparkan asap rokok dan dosis yang paling efektif untuk mengurangi dan mencegah efek yang ditimbulkan oleh paparan asap rokok. Penelitian ini menggunakan 3 perlakuan dosis jus buah jambu biji merah yaitu 0,13 ml/mencit/hari (P1), 0,26 ml/mencit/hari (P2) dan 0,52 ml/mencit/hari (P3) dengan 3 macam kelompok kontrol yaitu kontrol tanpa perlakuan (K), kontrol negatif yang hanya dipaparkan asap rokok (K-) dan kontrol positif menggunakan dosis vitamin C 0,02 ml/mencit/hari (K+). Tiap perlakuan menggunakan 3 ekor mencit. Parameter yang diamati adalah gambaran mikrokopis jaringan epitel trakea. Data hasil penelitian dianalisis secara deskriptif dengan membandingkan jaringan epitel trakea antar kelompok perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jus buah jambu biji merah berpengaruh terhadap jaringan epitel trakea mencit yang dipaparkan asap rokok. Pemberian jus buah jambu biji merah dapat mengurangi kerusakan epitel trakea mencit akibat paparan asap rokok. Dosis jus buah jambu biji yang efektif untuk mengurangi kerusakan trakea adalah 0,26 ml/mencit/hari atau setara dengan mengkonsumsi 100 gr buah jambu biji bagi manusia setiap hari.
Pengaruh Perhatian Guru, Motivasi Belajar, dan Kecerdasan Emosional terhadap Prestasi Belajar Biologi Siswa SMA Negeri 2 Bantul Winarni, Sudati
JURNAL BIOEDUKATIKA Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (423.036 KB) | DOI: 10.26555/bioedukatika.v2i1.4111

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perhatian guru, motivasi belajar dan kecerdasan emosional secara bersama-sama maupun secara parsial terhadap prestasi belajar biologi siswa SMA Negeri 2 Bantul Tahun Pelajaran 2013/2014. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XII jurusan IPA SMA Negeri 2 Bantul yang berjumlah 127 siswa. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik proporsional random sampling. Penentuan besarnya sampel menggunakan tabel penentuan sampel dari Isaac dan Michael diperoleh hasil sejumlah 95 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner yang meliputi perhatian guru, motivasi belajar dan kecerdasan emosional. Dalam mengukur prestasi belajar biologi menggunakan tes prestasi dengan mengacu pada standar kompetensi lulusan.Uji coba instrumen dilakukan dengan jumlah responden 32 siswa. Analisis validitas butir instrumen yang berupa angket dengan menggunakan korelasi product moment dan reliabilitas dengan Cronbach Alpha. Sebelum dialakukan analisis uji hipotesis dilakukan uji persyaratan terlebih dahulu diantaranya uji normalitas,, liniearitas, uji multikolinearitas. Untuk uji hipotesis dengan menggunakan analisis regresi ganda dan menggunakan analisis bivariate. Selain itu juga dihitung sumbangan relatif dan sumbangan efektif dari masing-masing variabel bebas.Hasil penelitian ini menunjukkan babwa (1) terdapat pengaruh posistif yang signifikan perhatian guru, motivasi belajar dan kecerdasan emosional secara bersama-sama terhadap prestasi belajar biologi apabila perhatian guru, motivasi belajar dan kecerdasan emosional tinggi maka prestasi belajar biologi cenderung tinggi besarnya sumbangan efektif sebesar 59,483%, (2) terdapat pengaruh positif yang signifikan perhatian guru dengan prestasi belajar biologi apabila perhatian guru tinggi maka prestasi belajar biologi cenderung tinggi, besarnya sumbangan relatif sebesar 60,690% dan sumbangan efektif sebesar 36,100% (3) terdapat pengaruh positif yang signifikan motivasi belajar terhadap prestasi belajar biologi apabila motivasi belajar tinggi maka prestasi belajar biologi cenderung tinggi besarnya sumbangan relatif sebesar 21,565 % dan sumbangan efektif 12,827 % (4) terdapat pengaruh positif yang signifikan kecerdasan emosional terhadap prestasi belajar biologi apabila kecerdasan emosional tinggi maka prestasi belajar biologi cenderung tinggi besarnya sumbangan relatif sebesar 17,746 dan sumbangan efektif 10,556 %.
Variasi Morfologi Floral Anggota Suku Leguminosae Subsuku Lotoideae Salamah, Zuchrotus
JURNAL BIOEDUKATIKA Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (473.723 KB) | DOI: 10.26555/bioedukatika.v2i1.4106

Abstract

Penelitian ini menarik untuk dilakukan karena sangat bervariasinya suku Leguminosae dimana salah satu subsukunya adalah Lotoideae. Struktur morfologi bunga dari anggota subsuku digunakan sebagai karakter state dalam membedakan anggota-anggotanya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui variasi morfologi floral vegetatif anggota subsuku Lotoideae serta untuk mengetahui variasi morfologi floral generatif anggota subsuku Lotoideae. Metode yang digunakan adalah eksplorasi ke Yogjakarta dan sekitarnya untuk mencari bunga tanaman anggota subsuku Lotoideae, kemudian dilakukan pengamatan terhadap struktur morfologi floralnya, baik vegetatif maupun generatif. Selain itu juga dilakukan pengamatan terhadap morfologi serbuk sari yang sebelumnya telah dibuat preparat dengan menggunaan metode asetolisis. Data yang diperoleh berupa hasil pengukuran berbagai parameter bunga seperti petala, sepala, benangsari, serbuk sari, androecium, gynaecium, dan data hasil pengukuran serbuk sari dianalisis secara deskriptif.Hasil dari penelitian ini adalah Variasi morfologi floral vegetatif anggota sub-suku Lotoideae yaitu memiliki kelopak yang berbeda pada ukurannya sedangkan persamaannya berjumlah 5, aestivationya berlekatan. Perbedaan mahkotanya adalah pada warna dan ukuran dari masing-masing bagian bunga,sedangkan persamaannya terdiri atas 5 petala, bentuknya menyerupai kupu-kupu, Bentuk mahkotanya terbagi 3 yaitu, bendera di bagian terluar merupakan bagian yang terlebar, sayap dengan ujung runcing dan lunas yang saling berlekatan berbentuk seperti sekoci. Variasi morfologi floral generatif anggota subsuku Lotoideae yaitu memiliki perbedaan pada jumlah berkas. Persamaan benangsarinya berjumlah 10, dan tersusun dalam berkas. Gynaecium perbedaannya adalah pada ukuran dan warna, sedangkan persamaannya adalah posisi ovarium menumpang, jumlah carpel 1, plasentasi marginal, Aestivatio bebas. Ciri pada serbuksarinya berbeda dalam ukuran, aperture dan ornamentasi eksin sedangkan persamaannya adalah pada unit serbuk sari, simetri dan bentuknya.
Uji Resistensi Bakteri Escherichia Coli dari Sungai Boyong Kabupaten Sleman terhadap Antibiotik Amoksisilin, Kloramfenikol, Sulfametoxasol, dan Streptomisin Sasongko, Hadi
JURNAL BIOEDUKATIKA Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (640.582 KB) | DOI: 10.26555/bioedukatika.v2i1.4108

Abstract

Resistensi mikrobia merupakan masalah yang serius dihadapi oleh ahli-ahli mikrobiologi kesehatan. Hal ini menimbulkan masalah yang menyebabkan antibiotika menjadi tidak berkhasiat bagi penyembuhan penyakit infeksi, perawatan menjadi lebih lama, dan biaya perawatan menjadi lebih tinggi. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui resistensi bakteri SE. Coli yang diisolasi dari air sungai dan air rumah tangga sepanjang Sungai Code wilayah Kabupaten Sleman terhadap antibiotika amoksisilin, kloramfenikol, sulfametoxasol, dan streptomisin.Isolasi E. coli dari sumber air sungai dan air rumah tangga dilakukan dengan cara taburan menggunakan medium kromogenik TBX, sedangkan uji resistensi menggunakan metode difusi padat cara Kirby Bauer yang dimodifikasi menngunakan medium Mueller Hinton Agar (MHA). Inokulasi isolat E.coli pada medium MHA dilakukan secara apus menggunakan kapas kidi streril, selanjutnya diletakkan disk antibiotika amoksisilin, kloramfenikol, sulfametoxasol, dan eritromisin di atasnya. Inkubasi dilakukan pada 37 derajat celcius selama 24 jam. Bakteri dapat dikatakan resisten, intermediet ataupun sensitif dengan mengukur zona hambat pada media uji, kemudian membandingkannya dengan Tabel Interpretasi Zona Hambat Standar dari BSAC version 8, January 2009.Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa : Isolat bakteri E.coli dari air sungai dan air rumah tangga sepanjang Sungai Code wilayah Sleman telah resisten terhadap antibiotik, khususnya amoksisilin dan streptomisin. Hasil uji resistensi memperlihatkan untuk amoksisilin 80% dan 66.7%, Kloramfenikol : 20% dan 6.7% ; Sulfametoxasol : 33.3% dan 46.7%, serta streptomisin 73.3% dan 86.7%.
Analisis Potensi Materi Ajar Biologi SMP Berbasis pada Potensi Lokal dari Area Sungai Gajah Wong Kabupaten Bantul Susilo, Mohammad Joko
JURNAL BIOEDUKATIKA Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (565.072 KB) | DOI: 10.26555/bioedukatika.v2i1.4103

Abstract

Kebutuhan akan materi pembelajaran yang berbasis pada potensi lokal belum banyak ditemukan dalam referensi/buku pegangan guru. Materi ajar yang kontekstual sangat diharapkan dalam pengembangan standar isi pada Kurikulum 2013. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui potensimateri ajar biologi yang ditemukan di wilayah Kabupaten Bantul, (2) mengetahui kesesuaian temuan-temuan materi berbasis potensi lokal dengan kebutuhan materi ajar biologi SMP yang memenuhi prinsip-prinsip relevansi, adequacy, dan konsistensi, dan (3) mengetahui kualitas prototipe/desain suplemen materi ajar yang dikembangkan dengan isi/bahan materi ajar berbasis potensi lokal untuk 3 Kompetensi Dasar versi Kurikulum 2013 di jenjang SMP. Penelitian ini didesain denganfragmen/penggalan dari penelitian pengembangan dengan langkah analisis kebutuhan dilakukan melalui penelitian eksplorasi di sungai gajah wong Kabupaten Bantul, selanjutnya dilakukan penelaahan mendalam tentang materi ajar yang ditemukan dari penelitian eksplorasi, dan dilanjutnya dengan mengembangkan prototipe suplemen materi ajar biologi SMP. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan secara diskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan potensi materi ajar yang ditemukan Sungai Gajah Wong cocok untuk materi klasifikasi hewan invertebrata. Selanjutnya, hasil analisis mendalam ditemukan materi ajar yang ditemukan sudah memenuhi kriteria materi ajar yang mencakup pengetahuan, sikap, dan ketrampilan juga memenuhi prinsip pengembangan materi yaitu relevansi, adequacy, dan konsistensi. Hasil pengujian kualitas suplemen materi ajar menunjukkan bahwa suplemen materi ajar klasifikasi hewan invertebrate dinyatakan layak dengan kategori baik.
Analisis Vegetasi Strata Semak Berdasarkan Cluster Lingkungan Abiotik di Sempadan Sungai Tepus Sleman, Yogyakarta sebagai Sumber Belajar Biologi SMA Kelas X Handayani, Trikinasih; Yustiah, Yusi
JURNAL BIOEDUKATIKA Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (481.006 KB) | DOI: 10.26555/bioedukatika.v2i1.4109

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis strata semak yang memiliki peranan paling besar berdasarkan indeks nilai pentingnya, indeks diversitas jenis-jenis strata semak, dan hubungan antara faktor lingkungan abiotik yang terukur meliputi: kelembaban udara, suhu udara, suhu tanah, pH tanah, unsur N,unsur P, unsur K, dan KPK tanah dengan pola pengelompokkan stand vegetasi strata semak di sempadan Sungai Tepus Sleman, Yogyakarta, serta untuk mengetahui apakah proses dan hasil penelitian analisis vegetasi strata semak berdasarkan cluster lingkungan abiotik di sempadan Sungai Tepus Sleman, Yogyakarta, memiliki potensi sebagai sumber belajar biologi SMA kelas X pada materi pembelajaran struktur dan fungsi ekosistem terestrial.Pengamatan terhadap jenis-jenis strata semak menggunakan metode point centered quarter. Lokasi penelitian dilakukan di sepanjang sempadan Sungai Tepus Sleman, Yogyakarta, dengan masing-masing luas area kajian 383.333 m2. Setiap area kajian di buat 20 stand, dan setiap stand diletakkan garis transek utama sepanjang 300 m, selanjutnya dibuat 10 titik sampling yang memotong transek utama yang berjarak masing-masing 30 m. Metode analisis cluster bertujuan untuk mengetahui hubungan antara faktor lingkungan abiotik yang terukur dengan pola pengelompokkan stand vegetasi strata semak di sempadan Sungai Tepus Sleman, Yogyakarta. Penghitungan metode ini dibantu dengan program SPSS versi 16.Hasil penelitian menunjukkan bahwa di sempadan Sungai Tepus Sleman, Yogyakarta telah ditemukan 19 jenis strata semak. Jenis-jenis strata semak yang memiliki rerata INP tertinggi yaitu Bambusa sp. 120,77%, Musa paradisiaca L. 67,92%, dan Manihot utillissima Pohl. 30,07%. Indeks diversitas jenis-jenis strata semak yaitu 0,54. Berdasarkan analisis cluster dapat dikelompokkan menjadi dua cluster. Faktor lingkungan abiotik yang berkaitan dengan pola pengelompokkan stand vegetasi strata semak yaitu suhu udara, unsur nitrogen (N), unsur hara fosfor (P), kalium (K), dan kapasitas pertukaran kation (KPK). Akan tetapi, faktor lingkungan abiotik yang tidak berkaitan dengan pola pengelompokkan stand yaitu kelembaban udara, suhu tanah, dan pH tanah. Melalui hasil pengkajian penelitian ini dapat digunakan sebagai sumber belajar biologi SMA kelas X pada materi pembelajaran struktur dan fungsi ekosistem terestrial.
Analisis Vegetasi Strata Pohon di Sepanjang Sempadan Sungai Code Yogyakarta Irawati, Hani
JURNAL BIOEDUKATIKA Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (715.294 KB) | DOI: 10.26555/bioedukatika.v2i1.4104

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui spesies vegetasi strata pohon yang memiliki peranan paling penting berdasarkan rerata INPnya, Indeks keanekaragaman spesies strata pohon, dan pengaruh lingkungan abiotik yang terukur terhadap pola pengelompokan stand vegetasi strata pohon di sepanjang sempadan Sungai Code Yogyakarta. Pada penelitian ini digunakan tiga area kajian yaitu area kajian A (daerah ujung), area kajian B (daerah tengah), dan area kajian C (daerah akhir). Metode yang digunakan adalah metode Point Centered Quarted (PCQ). Analisis data yang digunakan untuk mengetahui pola pengelompokan stand vegetasi strata pohon terhadap faktor abiotik yang terukur adalah cluster dengan program SPSS. Berdasarkan hasil penelitian di sepanjang sempadan Sungai Code Yogyakarta diperoleh 31 spesies vegetasi strata pohon. Vegetasi strata pohon yang memiliki rerata INP tertinggi pada area kajian A (daerah ujung) yaitu Albizia falcataria (104.82%), Cocos nucifera L (93.44%), dan Swietenia mahagoni (17.95%). Area kajian B (daerah tengah) yaitu Albizia falcataraia (73.74%), Artocarpus integra Merr (28.50%), dan Cocos nucifera L (24.95%). Dan pada area kajian C (bagian akhir) yaitu Tectona grandis L (45.25%), Artocarpus integra Merr (34.43%), dan Leucaena leucocephala (24.42%). Rerata Indeks Keanekaragaman (Indeks Diversitas) pada area kajian A (daerah ujung) 1.36, area kajian B (daerah tengah) 1.77 dan area kajian C (daerah akhir) 1.89. Faktor lingkungan abiotik yang berpengaruh terhadap pola pengelompokan stand vegetasi strata pohon adalah kelembaban udara, sedangkan suhu tanah, suhu udara, pH tanah, dan KPK tanah tidak berpengaruh.
Best Practice Pembelajaran IPA-Biologi dalam Rangka Membangun Karakter Siswa Kelas VIII A di SMP N 4 Bojong Supriatun, Ari
JURNAL BIOEDUKATIKA Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (635.863 KB) | DOI: 10.26555/bioedukatika.v2i1.4110

Abstract

Pembelajaran merupakan suatu proses pengembangan potensi dan pembangunan karakter setiap peserta didik. Proses tersebut memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan potensi sikap (spiritual dan sosial), pengetahuan, dan keterampilan yang diperlukan dirinya untuk hidup dan untuk bermasyarakat, berbangsa, serta berkontribusi pada kesejahteraan hidup umat manusia.Penelitian ini menggunakan deskripsi. Populasi yang digunakan seluruh siswa kelas VIII A dengan jumlah 24. Data diambil dari hasil observasi dan tes pada materi sistem pencernaan manakan di kelas VIII A SMP N 4 Bojong. Analisis data dengan deskripsi kwantitatif. Hasil penelitian menjelaskan bahwa pendekatan yang tepat dapat membantu menumbuhkan karakter dan memahamkan siswa atas materi yang diajarkannya. Melalui pengalaman pembelajaran menggunakan pendekatan saintifik mampu memberikan perubahan karakter dalam hal sikap disiplin, jujur, tanggung jawab, dan percaya diri. Selama kurun waktu 3 bulan terdapat perubahan signifikan atas karakter tersebut, yaitu percaya diri siswa yang semula 20,83% menjadi 75%, tanggung jawab dari 54,17% menjadi 95,83%, kejujuran siswa dari 66,7% menjadi 87,5%, dan kedisiplinan siswa dari 58,3% menjadi 91,17%. Dampak lain, juga mempengaruhi pemahaman siswa dan ketuntasan belajarnya telah melebihi Kreteria Ketuntasan Minimum/KKM 75 yaitu 87,5% atau sebanyak 21 siswa dinyatakan diatas KKM dan hanya 3 siswa (12,5%) masih dibawah KKM.

Page 1 of 1 | Total Record : 8