Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Pengembangan Modul Pembelajaran IPA dengan Tema “Pencemaran Lingkungan” untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa SMP Kelas VII Irawati, Hani
JURNAL BIOEDUKATIKA Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (791.436 KB) | DOI: 10.26555/bioedukatika.v3i1.4142

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul pembelajaran IPA dengan tema pencemaran lingkungan yang layak digunakan untuk meningkatkan hasil belajar siswa SMP kelas VII. Penelitian ini merupakan Research and Development (R&D). Pengembangan dilakukan dengan mengacu pada model 4-D yang dimodifikasi menjadi 3-D. Tahapan model 3-D meliputi define (pendefinisian), design (perancangan), dan develop (pengembangan). Penilaian produk dilakukan oleh seorang ahli materi, seorang ahli media, dua orang guru IPA, dan tiga orang teman sejawat. Uji coba dilakukan kepada 43 siswa kelas VII SMP Muhammadiyah I Wonosobo dengan rincian: 10 siswa untuk uji coba kelompok kecil dan 33 siswa untuk uji lapangan. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner, tes (pretest dan posttest), dan lembar observasi. Data yang diperoleh dari kuesioner dan lembar observasi dianalisis secara deskriptif. Data pretest dan posttes dianalisis menggunakan normalized gain score yang kemudian dianalisis secara deskriptif.Hasil penelitian adalah sebagai berikut. 1) Modul pembelajaran IPA dengan tema “Pencemaran Lingkungan” dinilai dari: (a) aspek kelayakan isi berkualitas baik menurut ahli materi, dan berkualiatas sangat baik menurut guru dan teman sejawat; (b) aspek bahasa dan gambar berkualitas baik menurut ahli materi, dan berkualiatas sangat baik menurut guru dan teman sejawat; (c) aspek penyajian berkualitas sangat baik menurut ahli media, guru, dan teman sejawat; dan (d) aspek kegrafikan berkualiatas sangat baik menurut ahli media, guru, dan teman sejawat. 2) Tanggapan siswa terhadap modul yang dikembangkan berkualitas sangat baik dari aspek materi, bahasa dan gambar, penyajian, dan tampilan. 3) Peningkatan hasil belajar dengan menggunakan modul yang dikembangkan berkategori sedang dengan rerata gain score sebesar 0,50. 4) Terjadi peningkatan 62,09 % jumlah siswa yang mencapai ketuntasan belajar. Hasil tersebut menunjukkan bahwa modul pembelajaran IPA dengan tema “Pencemaran Lingkungan” hasil pengembangan layak digunakan untuk meningkatkan hasil belajar siswa SMP kelas VII.
Analisis Vegetasi Strata Pohon di Sepanjang Sempadan Sungai Code Yogyakarta Irawati, Hani
JURNAL BIOEDUKATIKA Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (715.294 KB) | DOI: 10.26555/bioedukatika.v2i1.4104

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui spesies vegetasi strata pohon yang memiliki peranan paling penting berdasarkan rerata INPnya, Indeks keanekaragaman spesies strata pohon, dan pengaruh lingkungan abiotik yang terukur terhadap pola pengelompokan stand vegetasi strata pohon di sepanjang sempadan Sungai Code Yogyakarta. Pada penelitian ini digunakan tiga area kajian yaitu area kajian A (daerah ujung), area kajian B (daerah tengah), dan area kajian C (daerah akhir). Metode yang digunakan adalah metode Point Centered Quarted (PCQ). Analisis data yang digunakan untuk mengetahui pola pengelompokan stand vegetasi strata pohon terhadap faktor abiotik yang terukur adalah cluster dengan program SPSS. Berdasarkan hasil penelitian di sepanjang sempadan Sungai Code Yogyakarta diperoleh 31 spesies vegetasi strata pohon. Vegetasi strata pohon yang memiliki rerata INP tertinggi pada area kajian A (daerah ujung) yaitu Albizia falcataria (104.82%), Cocos nucifera L (93.44%), dan Swietenia mahagoni (17.95%). Area kajian B (daerah tengah) yaitu Albizia falcataraia (73.74%), Artocarpus integra Merr (28.50%), dan Cocos nucifera L (24.95%). Dan pada area kajian C (bagian akhir) yaitu Tectona grandis L (45.25%), Artocarpus integra Merr (34.43%), dan Leucaena leucocephala (24.42%). Rerata Indeks Keanekaragaman (Indeks Diversitas) pada area kajian A (daerah ujung) 1.36, area kajian B (daerah tengah) 1.77 dan area kajian C (daerah akhir) 1.89. Faktor lingkungan abiotik yang berpengaruh terhadap pola pengelompokan stand vegetasi strata pohon adalah kelembaban udara, sedangkan suhu tanah, suhu udara, pH tanah, dan KPK tanah tidak berpengaruh.
PENGEMBANGAN INSTRUMEN TES DAN NON TES DALAM RANGKA MENYIAPKAN PENILAIAN AUTENTIK PADA KURIKULUM 2013 DI SMP/MTS MUHAMMADIYAH SE-KABUPATEN BANTUL Irawati, Hani; Saifuddin, Much Fuad; Ma'rifah, Destri Ratna
Jurnal Pemberdayaan: Publikasi Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (72.105 KB) | DOI: 10.12928/jp.v1i2.362

Abstract

Kurikulum 2013 juga mengamanatkan penilaian hasil belajar peserta didik harus dilaksanankan secara autentik. Penilaian autentik menuntut guru agar dapat mengamati perkembangan peserta didik pada semua aspek perkembangan. Oleh karena mengikuti perkembangan dunia pendidikan, kemampuan peserta didik yang perlu diketahui oleh pendidik tidak hanya terkait kognitif tetapi juga afektif dan psikomotor. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan pelatihan dan pendampingan mengenai penyusunan instrumen penilaian bentuk non tes, dan memberikan pelatihan bagaimana cara menganalisis butir soal dengan menggunakan salah satu program analisis butir soal. Kegiatan ini dilakukan dalam bingkai pelatihan dan pendampingan saat guru mengembangkan instrumen penilaian. Kata kunci : pengembangan instrumen, penilaian autentik, kurikulum 2013. 
Pertumbuhan Organ Vegetatif Tomat Merah (Lycopersicum esculentum, L. var commune) dan Tomat Ungu (Lycopersicum esculentum, L. var indigo rose) Sebagai Sumber Belajar Biologi SMA Kelas XII Dhaniaputri, Risanti; Irawati, Hani
BIOEDUSCIENCE Vol 2 No 1 (2018): BIOEDUSCIENCE
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1066.738 KB) | DOI: 10.29405/j.bes/2187-941383

Abstract

Tujuan: Pembelajaran adalah suatu proses dasar pendidikan, dimana kegiatan pembelajaran merupakan suatu interaksi antara guru dan siswa, baik interaksi secara langsung maupun tidak langsung dengan menggunakan sumber belajar dan media ajar. Sumber belajar dapat dibedakan menjadi sumber belajar yang telah tersedia, dan sumber belajar yang dikembangkan atau didesain. Salah satu sumber belajar yang dapat dikembangkan yaitu berupa hasil penelitian. Hasil penelitian pengukuran pertumbuhan batang dan daun tumbuhan tomat merah (Lycopersicum esculentum, L. var commune) dan tomat ungu (Lycopersicum esculentum, L. var indigo rose) dapat dipakai sebagai sumber belajar Biologi SMA Kelas XII materi pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan. Metode: Sebelum menganalisis hasil penelitian sebagai potensi sumber belajar, terlebih dahulu dilakukan penelitian eksperimen, yaitu menanam tomat merah dan tomat ungu, kemudian dibandingkan pertumbuhan organ vegetatifnya. Untuk dapat dijadikan sebagai sumber belajar, hasil penelitian dianalisis dari segi kejelasan potensi, kejelasan tujuan, sasaran, informasi yang diungkap, pedoman eksplorasi dan perolehan yang diharapkan. Hasil: Pada penelitian pertumbuhan tomat merah dan tomat ungu ditemukan mekanisme proses pertumbuhan yang terjadi pada organ vegetatif batang dan daun, sehingga telah sesuai dengan materi Biologi kelas XII SMA. Kesimpulan: Potensi sumber belajar biologi pada tomat merah dan tomat ungu ditemukan proses pertumbuhan, yaitu terjadinya penambahan massa dan volume sel pada organ vegetatif batang dan daun.
PENGEMBANGAN INSTRUMEN TES DAN NON TES DALAM RANGKA MENYIAPKAN PENILAIAN AUTENTIK PADA KURIKULUM 2013 DI SMP/MTS MUHAMMADIYAH SE-KABUPATEN BANTUL Hani Irawati; Much Fuad Saifuddin; Destri Ratna Ma'rifah
Jurnal Pemberdayaan: Publikasi Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/jp.v1i2.362

Abstract

Kurikulum 2013 juga mengamanatkan penilaian hasil belajar peserta didik harus dilaksanankan secara autentik. Penilaian autentik menuntut guru agar dapat mengamati perkembangan peserta didik pada semua aspek perkembangan. Oleh karena mengikuti perkembangan dunia pendidikan, kemampuan peserta didik yang perlu diketahui oleh pendidik tidak hanya terkait kognitif tetapi juga afektif dan psikomotor. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan pelatihan dan pendampingan mengenai penyusunan instrumen penilaian bentuk non tes, dan memberikan pelatihan bagaimana cara menganalisis butir soal dengan menggunakan salah satu program analisis butir soal. Kegiatan ini dilakukan dalam bingkai pelatihan dan pendampingan saat guru mengembangkan instrumen penilaian. Kata kunci : pengembangan instrumen, penilaian autentik, kurikulum 2013. 
Belajar Pendidikan Dasar pada Sekolah di Jepang Hani Irawati; Ayu Maulidiyah
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 4, No 1 (2022): February Pages 1-1600
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edukatif.v4i1.1922

Abstract

Jepang merupakan salah satu negara yang maju dalam dunia pendidikan. Pendidikan di Jepang menerapkan pendidikan yang modern, akan tetapi tidak meninggalkan nilai luhur dan kebudayaan-kebudayaan dari negara tersebut. Artikel ini ditulis untuk mengetahui seperti apa sistem pendidikan pada sekolah dasar di Jepang. Metode yang digunakan adalah literatur review dengan cara mengumpulkan teori-teori yang relevan, yang sama atau linear dengan topik yang dibahas dari berbagai artikel. Hasil review dari berbagai artikel menunjukkan bahwa kurikulum pendidikan sekolah dasar di Jepang lebih mengedepankan aspek moral dan menerapkan kemandirian kepada siswa dalam belajar dan dalam kehidupan sehari-hari. Kurikulum pendidikan sekolah dasar di Jepang juga dirancang agar siswa memiliki pemahman mitigasi bencana yang baik.
Pengembangan Modul Pembelajaran IPA dengan Tema “Pencemaran Lingkungan” untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa SMP Kelas VII Hani Irawati
JURNAL BIOEDUKATIKA Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (791.436 KB) | DOI: 10.26555/bioedukatika.v3i1.4142

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul pembelajaran IPA dengan tema pencemaran lingkungan yang layak digunakan untuk meningkatkan hasil belajar siswa SMP kelas VII. Penelitian ini merupakan Research and Development (R&D). Pengembangan dilakukan dengan mengacu pada model 4-D yang dimodifikasi menjadi 3-D. Tahapan model 3-D meliputi define (pendefinisian), design (perancangan), dan develop (pengembangan). Penilaian produk dilakukan oleh seorang ahli materi, seorang ahli media, dua orang guru IPA, dan tiga orang teman sejawat. Uji coba dilakukan kepada 43 siswa kelas VII SMP Muhammadiyah I Wonosobo dengan rincian: 10 siswa untuk uji coba kelompok kecil dan 33 siswa untuk uji lapangan. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner, tes (pretest dan posttest), dan lembar observasi. Data yang diperoleh dari kuesioner dan lembar observasi dianalisis secara deskriptif. Data pretest dan posttes dianalisis menggunakan normalized gain score yang kemudian dianalisis secara deskriptif.Hasil penelitian adalah sebagai berikut. 1) Modul pembelajaran IPA dengan tema “Pencemaran Lingkungan dinilai dari: (a) aspek kelayakan isi berkualitas baik menurut ahli materi, dan berkualiatas sangat baik menurut guru dan teman sejawat; (b) aspek bahasa dan gambar berkualitas baik menurut ahli materi, dan berkualiatas sangat baik menurut guru dan teman sejawat; (c) aspek penyajian berkualitas sangat baik menurut ahli media, guru, dan teman sejawat; dan (d) aspek kegrafikan berkualiatas sangat baik menurut ahli media, guru, dan teman sejawat. 2) Tanggapan siswa terhadap modul yang dikembangkan berkualitas sangat baik dari aspek materi, bahasa dan gambar, penyajian, dan tampilan. 3) Peningkatan hasil belajar dengan menggunakan modul yang dikembangkan berkategori sedang dengan rerata gain score sebesar 0,50. 4) Terjadi peningkatan 62,09 % jumlah siswa yang mencapai ketuntasan belajar. Hasil tersebut menunjukkan bahwa modul pembelajaran IPA dengan tema “Pencemaran Lingkungan hasil pengembangan layak digunakan untuk meningkatkan hasil belajar siswa SMP kelas VII.
Analisis Vegetasi Strata Pohon di Sepanjang Sempadan Sungai Code Yogyakarta Hani Irawati
JURNAL BIOEDUKATIKA Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (715.294 KB) | DOI: 10.26555/bioedukatika.v2i1.4104

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui spesies vegetasi strata pohon yang memiliki peranan paling penting berdasarkan rerata INPnya, Indeks keanekaragaman spesies strata pohon, dan pengaruh lingkungan abiotik yang terukur terhadap pola pengelompokan stand vegetasi strata pohon di sepanjang sempa dan Sungai Code Yogyakarta. Pada penelitian ini digunakan tiga area kajian yaitu area kajian A (daerah ujung), area kajian B (daerah tengah), dan area kajian C (daerah akhir). Metode yang digunakan adalah metode Point Centered Quarted (PCQ). Analisis data yang digunakan untuk mengetahui pola pengelompokan stand vegetasi strata pohon terhadap faktor abiotik yang terukur adalah cluster dengan program SPSS. Berdasarkan hasil penelitian di sepanjang sempadan Sungai Code Yogyakarta diperoleh 31 spesies vegetasi strata pohon. Vegetasi strata pohon yang memiliki rerata INP tertinggi pada area kajian A (daerah ujung) yaitu Albizia falcataria (104.82%), Cocos nucifera L (93.44%), dan Swietenia mahagoni (17.95%). Area kajian B (daerah tengah) yaitu Albizia falcataraia (73.74%), Artocarpus integra Merr (28.50%), dan Cocos nucifera L (24.95%). Dan pada area kajian C (bagian akhir) yaitu Tectona grandis L (45.25%), Artocarpus integra Merr (34.43%), dan Leucaena leucocephala (24.42%). Rerata Indeks Keanekaragaman (Indeks Diversitas) pada area kajian A (daerah ujung) 1.36, area kajian B (daerah tengah) 1.77 dan area kajian C (daerah akhir) 1.89. Faktor lingkungan abiotik yang berpengaruh terhadap pola pengelompokan stand vegetasi strata pohon adalah kelembaban udara, sedangkan suhu tanah, suhu udara, pH tanah, dan KPK tanah tidak berpengaruh.
Peningkatan Prestasi Belajar Mahasiswa Semester VII pada Mata Kuliah Teknologi Fermentasi melalui Implementasi Metode Eksperimen Indro Prastowo; Muhammad Joko Susilo; Novi Febrianti; Nani Aprilia; Hani Irawati; Yahya Hanafi
JURNAL BIOEDUKATIKA Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (388.943 KB) | DOI: 10.26555/bioedukatika.v2i2.4123

Abstract

Mata kuliah Teknologi Fermentasi merupakan salah satu mata kuliah pilihan pada Program Studi Pendidikan biologi Universitas Ahmad Dahlan yang bertujuan untuk memberikan ketrampilan kepada mahasiswa agar mampu memanfaatkan mikrobia untuk menghasilkan berbagai produk fermentasi. Selama ini pembelajaran pada mata kuliah Teknologi Fermentasi dilakukan dengan metode ceramah Penggunaan metode ceramah membuat mahasiswa pasif dan hasil belajarnya rendah. Untuk meningkatkan hasil belajar mahasiswa dilakukanlah kegiatan Lesson Study.Aktivitas Lesson Study dibagi menjadi 3 aktivitas utama yaitu : plan, do, dan see, semua aktivitas dilakukan secara berkolaborasi antar dosen di program studi pendidikan biologi. Implementasi kegiatan Lesson Study (LS) melibatkan 1 orang dosen model dan 8 dosen sebagai observer serta 62 mahasiswa semester 7. Pada kegiatan pembelajaran mata kuliah Teknologi Fermentasi digunakan berbagai macam metode pembelajaranya yaitu: diskusi, presentasi, dan eksperimen dengan tujuan untuk meningkatkan hasil belajar mahasiswa.Kegiatan Lesson Study dilaksanakan selama empat siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan Implementasi Lesson Study hasil belajar mahasiswa pada mata kuliah Teknologi Fermentasi secara keseluruhan meningkat. Agar Lesson Study dapat berjalan dengan lancar perlu komitmen yang kuat dari seluruh dosen yang terlibat dalam kegiatan Lesson Study baik dosen model maupun para observer.
The Development of Textbook For A Course of Pengembangan Bahan Ajar Biologi (Biology Teaching Material Development) For Biology Education Department Students of Universitas Ahmad Dahlan Hani Irawati
Indonesian Journal of Biology Education Vol 2, No 1 (2019): INDONESIAN JOURNAL OF BIOLOGY EDUCATION
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (689.645 KB) | DOI: 10.31002/ijobe.v2i1.1247

Abstract

The aim of this research is to develop a textbook for a course of pengembangan bahan ajar biologi (Biology teaching material development) for the students of biology education department, Faculty of Education and Teachers Training, Universitas Ahmad Dahlan. This research is a Research and Development (R & D). The development was done by referring to a 4-D model which includes define, design, develop, and disseminate. The assessment of the product was conducted by the expert of the material and the expert of the media. The trial was done by 47 students of biology education department, Faculty of Education and Teachers Training, Universitas Ahmad Dahlan. In detail, there are 10 students for the small group trial and 37 students for the field trial. The data was collected using questionnaires. The data which was obtained from the questionnaires were analysed descriptively. The finding of the research is as follows; 1). The textbook is suitable to be used in the learning process, 2). The developed textbook was assessed by (a) the aspect of content advisability belongs to good quality, (b) the aspect of presentation belongs to good quality (c) the aspect of language belongs to very good quality, and (d) the aspect of graphics belongs to good quality, 3). The students’ responses toward the developed textbook which is categorized as “good” in terms of both the aspect of the look and the aspect of the material presentation. While the aspect of benefit is categorized as “very well”.