cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Vokasional
ISSN : 25410644     EISSN : 25993275     DOI : -
Jurnal Kesehatan Vokasional (JKesVo) with registered number ISSN 2541-0644 (print), ISSN 2599-3275 (online) is a collection of health scientific articles, especially in the field of medical records and health information as well as applied health sciences such as midwifery, nursing and others who are initiated by the department of health services and information, vocational college of universitas Gadjah Mada (UGM). The initial frequency of publication in 2016 is in October and then the second issue in April 2017, by 2017 the frequency of issuance changes from October and April to May and November
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2016): Oktober" : 7 Documents clear
Analisis Penyebab Kegagalan Penggunaan Sistem Informasi Manajemen Puskesmas (Simpus) dalam Penerimaan Pasien Rawat Jalan di Puskesmas Adimulyo Kabupaten Kebumen Novi Dwi Christanti; Rita Dian Pratiwi
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 1, No 1 (2016): Oktober
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.27460

Abstract

Latar Belakang: Berdasarkan hasil studi pendahuluan di Puskesmas Adimulyo, SIMPUS tidak digunakan lagi dalam kegiatan pelayanan penerimaan pasien rawat jalan sejak tahun 2012 sampai sekarang. Selama ini kegiatan pelayanan penerimaan pasien rawat jalan di Puskesmas Adimulyo dilakukan secara manual, hal ini mengakibatkan proses kegiatan pelayanan membutuhkan waktu yang lama. Terutama pada saat proses pencarian nomor rekam medis pasien yang tidak membawa kartu berobat.Tujuan: Menganalisis faktor-faktor penyebab kegagalan penggunaan Sistem Informasi Manajemen Puskesmas (SIMPUS) dalam kegiatan penerimaan pasien rawat jalan di Puskesmas Adimulyo.Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan jenis penelitian kualitatif dan rancangan penelitian fenomenologi. Subjek dalam penelitian ini adalah petugas penerimaan pasien rawat jalan dan objeknya SIMPUS. Teknik pengambilan datanya menggunakan wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Teknik analasis data yang dilakukan peneliti meliputi tahap reduksi data, penyajian data dan menarik kesimpulan.Hasil: Faktor-faktor yang menjadi penyebab tidak digunakannya SIMPUS adalah faktor man meliputi kurangnya dukungan dari kepala puskesmas dan kurangnya pemahaman petugas mengenai pentingnya penggunaan SIMPUS. Faktor method yaitu tidak adanya prosedur penggunaan SIMPUS pada penerimaan pasien rawat jalan.Kesimpulan: Faktor-faktor yang menjadi penyebab tidak digunakannya SIMPUS dalam penerimaan pasien rawat jalan adalah faktor man (manusia) dan method (metode).
Analisis Faktor Penyebab Keterlambatan Penyerahan Klaim BPJS di RS Panti Nugroho Lenty Wahyu Noviatri; Sugeng Sugeng
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 1, No 1 (2016): Oktober
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.27473

Abstract

Latar Belakang: Keterlambatan penyerahan berkas klaim pasien rawat inap disebabkan karena berkas rekam medis yang kembali dari bangsal rawat inap tidak lengkap sehingga harus dikembalikan untuk dilengkapi oleh dokter penanggung jawab. Sedangkan keterlambatan klaim BPJS untuk pasien rawat jalan disebabkan karena persyaratan dan ketentuan administrasi klaim yang selalu berubah-ubah membuat banyak berkas klaim yang dikembalikan oleh verifikator sehingga prosesnya menjadi terhambat. Apabila terjadi keterlambatan penyerahan berkas klaim, maka berkas klaim tersebut akan di-pending penyerahanya dan akan diikutsertakan pada proses klaim bulan selanjutnya.Tujuan: mengetahui penyebab terjadinya keterlambatan penyerahan berkas klaim BPJS kepada verifikator independen di Rumah Sakit Panti NugrohoMetode: diskriptif dengan pendekatan kualitatif dan rancangan penelitian studi kasus. Subyek yang menjadi penelitian ini adalah petugas yang terlibat secara langsung dalam proses klaim. Obyek yang menjadi penelitian ini adalah pengajuan berkas klaim pasien rawat jalan dan rawat inap dengan cara bayar BPJS.Hasil: Proses pelaksanaan klaim BPJS di Rumah Sakit Panti Nugroho sudah lancar tetapi masih terdapat berkas klaim yang diserahkan terlambat. Faktor penyebab keterlambatan klaim berasal dari faktor man adalah petugas verifikator kelengkapan awal, dokter, dan petugas pengodean. Faktor machine adalah karena SIMRS belum terintegrasi dengan INA-CBG. Methode adalah karena implementasi SPO yang belum lancar. Faktor materials karena persyaratan yang tidak sesuai. Upaya yang telah dilakukan oleh petugas pada faktor man adalah melakukan sosialisasi pada pasien, berkomunikasi dengan dokter, mengupayakan perekrutan. Machine adalah melakukan back-up data. Faktor methode adalah membentuk tim BPJS di Rumah sakit Panti Nugroho.
Pelaksanaan Sistem Penyimpanan Rekam Medis Family Folder di Puskesmas Bayan Lombok Utara Eka Mardyawati; Akhmadi Akhmadi
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 1, No 1 (2016): Oktober
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.27474

Abstract

Latar Belakang: Ketersediaan berkas secara cepat dan tepat pada saat dibutuhkan akan sangat membantu mutu pelayanan kesehatan yang diberikan kepada pasien. Pelaksanaan pengambilan berkas rekam medis pasien di Puskesmas Bayan Lombok Utara tidak menggunakan tracer mengakibatkan berkas rekam medis sulit ditemukan serta berkas rekam medis disimpan tidak rapi sehingga sering terjadi berkas yang tidak ditemukan (missfile).Tujuan: Mengetahui bagaimana pelaksanaan sistem penyimpanan rekam medis family folder di Puskesmas Bayan Lombok Utara.Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitataif dan rancangan fenomenologis. Pengambilan data dengan wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Subyek penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah seluruh petugas rekam medis di Puskesmas Bayan Lombok Utara.Hasil: Pengambilan dan pengembalian rekam medis tidak menggunakan tracer, lokasi penyimpanan rekam medis tersentralisasi dengan sistem penyimpanan family folder. Belum terdapat prosedut tetap yang mengatur pelaksanaan sistem penyimpanan. Terdapat lima orang petugas penyimpanan rekam medis dan belum pernah mengikuti pelatihan serta bukan termasuk lulusan rekam medis. Map belum terdapat kolom untuk tempat menuliskan tahun kunjungan terakhir pasien melakukan pemeriksaan atau berobat. Map juga mudah sobek dan bentuk map tidak mempermudah petugas dalam pencarian berkas rekam medis. Rak penyimpanan berkas rekam medis di Puskesmas Bayan Lombok Utara berbentuk seperti rak sortir, sehingga dalam hal ini tidak sesuai dengan bentuk rak penyimpanan rekam medis pada umumnya. Hambatan yang ditemukan diantaranya pencarian berkas rekam medis lama, nomor rekam medis ganda, berkas rekam medis tidak ditemukan, dan kurangnya rak penyimpanan.
Analisis Kebutuhan Petugas Rekam Medis Berdasarkan Beban Kerja di Instalasi Rekam Medis RS Aisyiah Muntilan Fitria Rakhmawati; Ery Rustiyanto
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 1, No 1 (2016): Oktober
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.27446

Abstract

Latar Belakang: Berdasarkan hasil observasi, RS Aisyiah Muntilan memiliki 7 orang petugas rekam medis yang terdiri dari 4 orang petugas pendaftaran dan 3 orang petugas pengolahan data dan pelaporan. Petugas pendaftaran terbagi dalam 3 shift yaitu: pagi, siang, malam, dan hari libur. Dengan adanya poliklinik saat shift pagi, petugas pendaftaran yang hanya 1 orang merasa keteteran dalam melayani pasien. Untuk membantu petugas pendaftaran, biasanya petugas pengolahan data dan pelaporan diturunkan sehingga akan mempengaruhi beban kerja petugas pengolahan data dan pelaporan. Oleh karena itu, peneliti ingin mengetahui bagaimana beban kerja dan kebutuhan petugas rekam medis di RS Aisyiah Muntilan untuk mengetahui kebutuhan petugas secara keseluruhan dengan menggunakan metode WISN (Workload Indicator Staff Need) berdasarkan analisis problem solving yang dilakukan.Tujuan: Mengidentifikasi jumlah petugas rekam medis yang tersedia, mengidentifikasi uraian tugas petugas rekam medis, mengidentifikasi hambatan yang ada di Instalasi Rekam Medis dan solusinya, menghitung standar waktu kegiatan di Instalasi Rekam Medis, menghitung kebutuhan tenaga berdasarkan beban kerja di Instalasi Rekam MedisMetode: Jenis penelitian adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan rancangan penelitian crossectional. Sampel penelitian adalah petugas rekam medis di RS Aisyiah Muntilan dengan sampel terbatas.Hasil: Setelah dilakukan perhitungan kebutuhan petugas dengan rumus WISN ternyata tidak diperlukan penambahan petugas. Hal ini menunjukan bahwa beban kerja yang tinggi bukan karena kurangnya petugas namun karena sistem yang ada di pendaftaran dan poliklinik yang kurang baik.Kesimpulan: Penambahan petugas tidak diperlukan namun perlu perbaikan sistem yang ada.
Faktor-Faktor Penyebab Pengembalian Berkas Persyaratan Klaim BPJS Pasien Rawat Inap di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta Linda Megawati; Rita Dian Pratiwi
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 1, No 1 (2016): Oktober
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.27476

Abstract

Latar Belakang: BPJS kesehatan merupakan badan hukum pemerintah untuk menyelenggarakan program jaminan sosial. Cara penagihan terhadap biaya pelayanan yaitu dengan menggunakan sistem klaim, berkas persyaratan klaim dikirimkan kepada verifikator BPJS kesehatan. Berdasarkan hasil pengamatan terdapat permasalahan yaitu terkait pengembalian berkas klaim oleh pihak verifikator BPJS.Tujuan: Mengetahui persentase kelengkapan syarat klaim BPJS pasien rawat inap dan Mengetahui apa saja faktor penyebab dikembalikannya klaim BPJS pasien rawat inap di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta.Metode: Survey analitik dengan pendekatan case control. Pengambilan sampel merupakan seluruh berkas klaim yang dikembalikan oleh verifikator BPJS di minggu pertama bulan maret yaitu 38 sampel (perbandingan jumlah sampel case dan control adalah 1 : 1 yaitu 38 berkas kasus dan 38 berkas kontrol). Teknik pengambilan sampel menggunakan sampling jenuh.Hasil: Hasil analisis kelengkapan terdapat beberapa berkas syarat yang tidak lengkap yaitu laporan individual pasien dengan persentase ketidaklengkapan 84%. Laporan penunjang dengan persentase ketidaklengkapan 18% dan fotocopy kartu BPJS dengan persentase 7% ketidaklengkapan. Untuk mengetahui hubungan berkas tidak lengkap tersebut dengan faktor pengembalian klaim selanjutnya diuji hubungan dengan menggunakan uji statistik, dihasilkan yang memiliki p-value<0,05 berarti H0 ditolak, yaitu laporan individual pasien (p-value=2,491.10-11) dan laporan penunjang (p-value=0,0115).
Analisis Kelengkapan Pengisian Data Laporan Operasi di Rumah Sakit Umum Daerah Tidar Kota Magelang Jawa Tengah Ni Kadek Yulita Sintha Dewi; Sri Setiyarini
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 1, No 1 (2016): Oktober
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.27459

Abstract

Latar Belakang: Laporan operasi harus segera dibuat setelah pembedahan dan dimasukkan dalam rekam kesehatan. Catatan operasi yang terlalu singkat dapat mengakibatkan ketidakjelasan urutan prosedur dan hal tersebut dapat menimbulkan permasalahan serius terutama bila sampai di pengadilan. Berdasarkan pengamatan saat studi pendahuluan bulan Maret 2016 di Rumah Sakit Umum Daerah Tidar Kota Magelang, peneliti menemukan masih banyak terdapat pengisian laporan operasi yang belum lengkap.Tujuan: Mengetahui persentase kelengkapan dan ketidaklengkapan pengisian data laporan operasi di Rumah Sakit Umum Daerah Tidar Kota Magelang.Metode Penelitian: Jenis penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Rancangan Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif prospektif melalui deskriptif observasional.Hasil: Hasil penelitian yang berjudul analisis kelengkapan pengisian data laporan operasi di Rumah Sakit Umum Daeran Tidar Kota Magelang adalah kelengkapan pengisian data laporan operasi mencapai 70,08%, ketidaklengkapan mencapai 2,75% dan ketidakterisian mencapai 27,17%. Analisis kuantitatif ke 4 komponen utama yaitu kelengkapan identifikasi 74,67%, autentikasi 90%, pengisian laporan penting 70,46% dan pendokumentasian yang baik 57%. Dari hasil tersebut untuk hasil paling tinggi dan rendah pada komponen identifikasi jenis kelamin 96% dan no register 11%, komponen autentikasi tanda tangan/nama terang dokter ahli bedah 90%, komponen pengisian laporan penting laporan operasi 100% dan nama perawat 34%, pendokumentasian yang baik tanggal operasi 96% dan lama operasi berlangsung 13%.
Kejadian Misfile dan Duplikasi Berkas Rekam Medis Sebagai Pemicu Ketidaksinambungan Data Rekam Medis Destri Karlina; Imandini Anggimelya Putri; Dian Budi Santoso
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 1, No 1 (2016): Oktober
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.27477

Abstract

Latar Belakang: Penelitian ini dilatarbelakangi banyaknya kejadian misfile pada saat pelayanan rawat jalan berlangsung di Puskesmas Adipala Unit I Kabupaten Cilacap. Tingkat kejadian misfie sebesar 8,15% dan duplikasi berkas rekam medis sebesar 8,44% dari seluruh berkas rekam medis yang digunakan pada pelayanan rawat jalan. Hal tersebut mengakibatkan data pada berkas rekam medis pasien tidak berkesinambungan.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskan penyebab kejadian misfile dan duplikasi berkas rekam medis pada bagian filing Puskesmas Adipala Unit I.Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi yang dilakukan pada bulan Juni sampai dengan Juli 2016. Subjek penelitian atau informan penelitian ini terdiri dari petugas pendaftaran, filing, dan kepala TU Puskesmas Adipala Unit I yang berjumlah empat orang. Objek penelitian adalah berkas rekam medis dan pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara.Hasil: Kejadian tersebut mempengaruhi tingkat kesinambungan data rekam medis di Puskesmas Adipala Unit I, yang disebabkan oleh beberapa hal ditinjau dari aspek man, method, material, machine, dan money.Kesimpulan: Penyebab utama misfile dan duplikasi berkas rekam medis adalah regulasi yang digunakan dalam sistem penyimpanan di bagian filing. Sehingga perlu adanya pembenahan dan pembuatan kebijakan untuk menciptakan managemen rekam medis yang baik agar data dalam berkas rekam medis dapat terus berkesinambungan.

Page 1 of 1 | Total Record : 7