cover
Contact Name
M. Maulana Masudi
Contact Email
alhikmah@um-surabaya.ac.id
Phone
+6281250614657
Journal Mail Official
alhikmah@um-surabaya.ac.id
Editorial Address
Kantor Prodi Perbandingan Agama FAI UMSurabaya,Universitas Muhammadiyah Surabaya Gedung Tauhid Lt. 4, Jl. Sutorejo 59 Surabaya, Tlp, (031) 38111966, fax (031) 3813096
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
AL-Hikmah: Jurnal Studi Agama-agama
ISSN : 24079146     EISSN : 25495666     DOI : http://dx.doi.org/10.30651/ah.v7i2.7044
Journal of Al-Hikmah: a journal of studies of religions that publishes the results of studies and original research with the latest editions in the religious and social fields from a multidisciplinary perspective. This journal aims to expand and create concepts, theories, paradigms, perspectives and methodologies in the religious and social fields. Scope of Al-Hikmah : Journal of Religious Studies 1. World religions 2. socio-religious 3. Islam 4. Religious organizations
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2015)" : 5 Documents clear
Gerakan Neomodernisme Islam Di Indonesia M. Wahid Nur Tualeka
Al Hikmah Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (442.606 KB) | DOI: 10.30651/ah.v1i1.957

Abstract

Neomodernisme ini jika dilacak asal-asulnya bersumber dari paradigma pemikiran Fazlur Rahman, adapun Neomodernisme muncul sebagai respons terhadap berbagai kelemahan yang melekat dalam gerakan pembaruan sebelumnya. Di indonesia terdapat tokoh Nurcholish Madjid dan Abdurrahman Wahid sebagai intelektual neomodernism. Gerakan pembaruan pemikiran Islam secara umum ditandai dengan pemikiran-pemikiran kritis terhadap modernisasi (Barat). Hasilnya berupa tawaran alternatif-alternatif non-Barat dalam membangun dan rnembangkitkan umat Islam dari ketertinggalannya.
Fiqh dan Ushul Fiqh: Perspektif Ibn Taymiyyah Hamzah Tualeka Zn
Al Hikmah Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (424.6 KB) | DOI: 10.30651/ah.v1i1.958

Abstract

Islam sebagai Agama yang Universal, sudah sepatutnya kita sebagai umat islam menerapkan apa-apa yang di perintahkannya. Dalam penelitian ini Ibn Taymiyyah menggunakan sebuah metode dalam penafsiran Al-Qur'an yang dipakai sebagai tolak ukur atau dasar dalam pendapat-pendapat nya mengenai sifat-sifat Allah, Akidah, Fiqh dan semua hal yang berhubungan dengan pemikiranI. Disini kita menemukan dan mengetahui bahwa corak pemikiran Ibn Taymiyyah sebagaimana para Ulama Salafi.
Kampung Inklusif: Model Toleransi Antar Agama Di Balun Lamongan Sholihul Huda
Al Hikmah Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (589.23 KB) | DOI: 10.30651/ah.v1i1.959

Abstract

Desa Balun adalah desa yang paling unik di Kabupaten Lamongan, bahkan mungkin di Indonesia. Di desa ini terdapat tiga agama yang dipeluk oleh warganya, yaitu: Islam, Hindu, dan Kristen, namun relasi kehidupan sosio-kultur dan sosio-religi relatif damai dan penuh toleransi ditengah perbedaan agama, sehingga desa ini dikenal dengan “Desa Pancasila” atau “Kampung Inklusif. Tentu fenomena ini menarik karena ditengah perbedaan agama mereka dapat membangun tata kehidupan sosio-kultur yang damai dan harmonis. Sementara di daerah lain perbedaan agama atau keyakinan menjadi legitimasi atau pemicu terjadinya konflik dan kekerasaan antar kelompok di masyarakat. Dampak dari konflik atau kekerasan agama adalah terjadinya ketidaknyamaan, ketidakamanan (incsecurity), terutama bagi kelompok minoritas, yang pada giliranya akan berpengaruh pada integrasi dan persatuan bangsa. Dari fenomena inilah, menarik untuk diteliti bagaiaman masyarakat Balun dapat mengolah perbedaan agama, sehingga mampu membina dan membangun budaya toleransi di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap paradigma, faktor dan model atau bentuk toleransi di Desa Balun, Kecamatan Turi Kabupaten Lamongan, menggunakan metode peneltian dengan pendekataan kualitatif dengan unit informan adalah komunitas (tokoh) Kristen, Hindu dan Islam serta Perangkat Desa Balun. Metode pengumpulan data mengunakan metode pengamatan (observasi), wawancara mendalam (depth interview) dengan model Snowball dan telaah kepustakaan dan FGD (Focus Group Discusion). Analisa data menggunakan multidisiplin keilmuan, artinya tergantung data yang didapat, kalau data yang didapat data agama maka analisa mengunakan studi agama dan sebagainya. Hasil penelitian, pertama paradigma masyarakat Balun dalam memahami ajaran agamanya (Islam, Hindu, Kristen) adalah paradigma subtantif-inklusif. Kedua, faktor yang melatarbelakangi budaya toleransi di Balun adalah, faktor pemahaman terhadap ajaran agamanya yang subtantif-inklusif, kebijakan politik yang pluralis, tradisi sosio-kultur yang toleran, tradisi perkawinan beda agama yang terjaga. Adapun model toleransi yang terdapat di Balun adalah, pertama, Struktur (Perangkat) Desa yang Plural. Kedua, Keluarga Multikultural (Demokratis), Ketiga, Ngaturi/Kenduri Multikultural dan Keempat, Dakwah Inklusif. Semoga model tolreansi yang terbangun di Desa Balun dapat menjadi inspirasi dan cermin bagi masyarakat Indonesia lainya yang rawan akan terjadinya konflik, sehingga harapan kita membangun Indonesia yang bersatu, toleran, maju, damai dan harmonis dapat terwujud.
Aliran Kepercayaan dan Kebatinan: Membaca Tradisi dan Budaya Sinkretis Masyarakat Jawa Jarman Arroisi
Al Hikmah Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (480.515 KB) | DOI: 10.30651/ah.v1i1.946

Abstract

Tradisi dan budaya sinkretis dalam masyarakat Jawa merupakan khazanah warisan lama agama asli Indonesia (animesme dan dinamesme) dan agama Hindu yang kemudian menyatu dengan nilai-nilai ke-Islaman. Menyatunya beberapa nilai tersebut, bukanlah berlangsung secara tiba-tiba, melainkan adanya unsure kesengajaan yang dilakukan oleh para da‟i untuk memasukkan nilai-nilai ke-Islaman, kedalam agama asli Jawa itu. Pada saat itu, para da‟i enggan menolak secara tegas tradisi dan budaya local dan juga tidak percaya diri untuk menyebarkan ajaran Islam yang asli secara langsung. Para da‟i lebih memilih jalan damai ketimbang harus bersikeras melawan arus tradisi dan budaya yang ada. Hasilanya, tidak dipungkiri, bahwa dengan kelenturan sikap tersebut, terbukti Islam secara cepat tersebar keseluruh pelosok tanah Jawa dan Indonesia secara umum. Namun yang perlu dicatat adalah Islam yang dikenalkan dan masuk ke Indonesia dan lebih khusus ke masyarakat Jawa saat itu hingga sekarang ini, merupakan Islam yang memiliki kepribadian ganda. Kendati masyarakat Jawa telah beragama Islam dan menjalankan syariatnya, akan tetapi pada saat yang sama mereka juga tidak mampu meninggalkan kebiasaan lamanya, seperti selamatan yang diwariskan oleh agama Hindu, bahkan mereka tetap semangat menguri-uri tradisi dan budaya lamanya itu hingga saat ini. Sinkretisme, akhirnya tak dapat dihindari, bahkan masih tetap berjalan sampai saat ini. Yang lebih memprihatinkan lagi, ada sebagian mereka yang dengan sengaja memprakarsai dan menghidupkan kembali tradisi sinkretis itu, dengan dalih menggali potensi tradisi dan budaya bumi pertiwi untuk meningkatkan nilai wisata religi, meskipun sesungguhnya nilai komersialnya jauh lebih tingi. Makalah ini hadir untuk membaca realitas tradisi dan budaya yang terus dilakukan oleh sebagian besar masyarakat Jawa itu dan yang senantiasa diuri-uri oleh beberapa pendukung aliran kepercayaan dan kebatinan. Selain itu, makalah ini juga menawarkan upaya yang bisa dilakukan oleh umat Islam untuk kemungkinan keluar dari tradisi dan budaya sinkretis itu.
Tasawuf Transformatif Muhammad Zuhri Solusi Problematika Masyarakat Modern Rahmad Yulianto
Al Hikmah Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (664.264 KB) | DOI: 10.30651/ah.v1i1.956

Abstract

This article discusses the relevance between Sufism and modernity in the perspective Muhammad Zuhri. This study concludes that transformative Sufism which has been initiated by Zuhri is a sort of Sufism which is grounded to the spirit and values of the fundamental teachings of Sufism, shown in accordance with the context of its time, and discussed with the problems of human beings in dealing with the dynamics of life. Modern life has led to the problem of alienation. Of course, the alienation does not merely occur within individual dimensions (self-consciousness) of human (alienation of consciousness), but it also occurs in their relationship to the nature (ecological alienation), and the relationship among human beings (social alienation). The point of relevance is how the human are subsequently able to build their self-consciousness toward the universe and their human brothers. Such awareness is then contextualized into the dimensions of the problems of modern man. The contextualization of this Sufi teaching makes the transformative Sufism not only actual, but also relevant in order to “liberate” the modern man from entanglement of various problems they deal with. The spirit of Sufism brought by Zuhri seems to be laden with social actions and communal aspects.

Page 1 of 1 | Total Record : 5