cover
Contact Name
Didik Supriyanto
Contact Email
didiksupriyanto21@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalmodeling@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. mojokerto,
Jawa timur
INDONESIA
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI
ISSN : 24423661     EISSN : 2477667X     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 33 Documents
Search results for , issue "vol. 12 no. 3 (2025): september" : 33 Documents clear
Pendidikan Agama Islam sebagai Fondasi Pembentukan Karakter Religius Siswa Sekolah Dasar Zahro, Nur Fatimatuz
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol. 12 No. 3 (2025): September
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69896/modeling.v12i3.3062

Abstract

Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran strategis dalam membentuk karakter religius siswa Sekolah Dasar (SD) sebagai fondasi perkembangan kepribadian pada jenjang pendidikan selanjutnya. Karakter religius tidak hanya berkaitan dengan aspek kognitif keagamaan, tetapi juga mencakup sikap, perilaku, dan kebiasaan yang mencerminkan nilai-nilai ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Pendidikan Agama Islam sebagai fondasi pembentukan karakter religius siswa Sekolah Dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka (library research) melalui analisis berbagai buku, jurnal ilmiah, dan dokumen kebijakan pendidikan yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa Pendidikan Agama Islam berkontribusi signifikan dalam internalisasi nilai-nilai keimanan, ketakwaan, akhlak mulia, dan moderasi beragama pada siswa SD. Implementasi PAI yang efektif ditentukan oleh kompetensi guru, strategi pembelajaran yang kontekstual, serta dukungan lingkungan sekolah dan keluarga. Dengan demikian, Pendidikan Agama Islam perlu dikelola secara sistematis dan berkelanjutan agar mampu menjadi fondasi kokoh dalam pembentukan karakter religius siswa Sekolah Dasar
Internalisasi Nilai-Nilai Religius dalam Pembentukan Kesehatan Mental: Perspektif Ilmu Jiwa Agama Sudirman, Sudirman
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol. 12 No. 3 (2025): September
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69896/modeling.v12i3.3108

Abstract

Psychology of religion is a branch of psychology that examines the relationship between religious experiences and human psychological conditions. This study aims to analyze the role of religious values in shaping mental health from the perspective of psychology of religion. The research method used is qualitative research with a library research approach. Data were obtained from various literature sources such as books, scientific journals, and other academic references related to the psychology of religion. The results show that the internalization of religious values can provide inner peace, strengthen self-control, and enhance psychological resilience in facing life challenges. Religious values such as faith, patience, and trust in God significantly contribute to emotional stability and mental well-being. Therefore, the integration of psychological approaches and religious values is essential in promoting psychological welfare in society. Abstrak Ilmu jiwa agama merupakan cabang kajian psikologi yang mempelajari hubungan antara pengalaman keagamaan dengan kondisi psikologis manusia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran nilai-nilai religius dalam pembentukan kesehatan mental individu melalui perspektif ilmu jiwa agama. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research). Data diperoleh dari berbagai literatur berupa buku, jurnal ilmiah, serta sumber akademik yang relevan dengan kajian psikologi agama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi nilai-nilai religius mampu memberikan ketenangan batin, memperkuat kontrol diri, serta meningkatkan ketahanan psikologis individu dalam menghadapi berbagai tekanan kehidupan. Nilai-nilai religius seperti keimanan, kesabaran, dan tawakal memiliki kontribusi signifikan dalam membentuk stabilitas emosional dan kesehatan mental seseorang. Dengan demikian, integrasi antara pendekatan psikologis dan nilai-nilai keagamaan menjadi penting dalam membangun kesejahteraan psikologis masyarakat.
Rekonstruksi Filsafat Pendidikan Islam dalam Menghadapi Tantangan Pendidikan Modern Syahid, Nur
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol. 12 No. 3 (2025): September
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69896/modeling.v12i3.3109

Abstract

Islamic education currently stands at a crossroads between preserving classical traditions and responding to the currents of modernity dominated by secularism and digital disruption. This article aims to formulate a reconstruction of Islamic educational philosophy that is adaptive to contemporary challenges without neglecting its spiritual roots. The research method employed is discursive-transformative analysis through library research, where educational thoughts are deconstructed and resynthesized with contemporary realities. The findings indicate that reconstruction must occur at three primary levels: ontological (strengthening monotheistic values), epistemological (integration of knowledge or wahdatul ulum), and axiological (repositioning the role of educators as murabbi). In conclusion, the reconstruction of Islamic educational philosophy offers a holistic educational model that synergizes technological proficiency with ethico-religious maturity as a solution to the humanitarian crisis in the modern era. Abstrak Pendidikan Islam saat ini berada pada persimpangan jalan antara mempertahankan tradisi klasik dan merespons arus modernitas yang didominasi oleh sekularisme serta disrupsi digital. Artikel ini bertujuan untuk merumuskan rekonstruksi filsafat pendidikan Islam yang adaptif terhadap tantangan zaman tanpa mengabaikan akar spiritualitasnya. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis diskursif-transformatif melalui studi kepustakaan, di mana pemikiran pendidikan didekonstruksi dan disintesiskan kembali dengan realitas kontemporer. Hasil kajian menunjukkan bahwa rekonstruksi perlu dilakukan pada tiga level utama: ontologis (penguatan nilai tauhid), epistemologis (integrasi ilmu atau wahdatul ulum), dan aksiologis (reposisi peran pendidik sebagai murabbi). Kesimpulannya, rekonstruksi filsafat pendidikan Islam mampu menawarkan model pendidikan yang holistik, yang menyinergikan kecakapan teknologi dengan kematangan etis-religius sebagai solusi atas krisis kemanusiaan di era modern.

Page 4 of 4 | Total Record : 33