cover
Contact Name
Ahmad Nimatullah Al-Baarri, PhD
Contact Email
redaksi@ift.or.id
Phone
-
Journal Mail Official
redaksi@ift.or.id
Editorial Address
-
Location
,
INDONESIA
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2012): Mei 2012" : 7 Documents clear
THE EFFECT OF DIFFERENT RATIO OF BACTERIA (LACTOBACILLUS BULGARICUS + STREPTOCOCCUS THERMOPHILUS AND BIFIDOBACTERUM LONGUM. ATCC15707) ON CHARACTERISTICS OF YOGURT AT DIFFERENT STORAGE PERIOD M Sabbah; anang legowo; Y Pramono
Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan Vol 1, No 2 (2012): Mei 2012
Publisher : Indonesian Food Technologists

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (149.704 KB)

Abstract

The main purpose of this research is to provide information about the effect of Bifidobacterium longum ATCC15707 on the characteristics of yogurt during different of storage period. The B.longum was obtained from Laboratory of Food and Nutrition Collection Culture Gadjah Mada University and a S.thermophillus + L.bulgaricus (1:1) was obtained from a commercial yogurt (Milkuat). This research was performed in Laboratory of Animal Science and Dairy Milk Processing Industry, Gadjah Mada University, used 8 L fresh milk cow, yogurt sample were stored at 4 ºC for 28 days.  Research using Completely Randomized Design with Factorial pattern A x B (4 x 2). Factor A is the ration between yogurt starter ST+Lb and BL (T1 is control 4% from yogurt starter, T2 1:3 (v/v), T3 2:2 (v/v), T4 3:1(v/v)). Factor B is the storage period (1 and 21 days) for chemical, physical and organoleptic analyses and (1, 14, 21 and 28) for microbial. Parameters measured are microbiology (total lactic acid bacteria), chemistry (acidity, pH, total solids, fat, protein and lactose), physical (viscosity) and organoleptic quality (color, texture, taste, performance, sweetness, acidity, bitterness and rancidity). If there is a real effect of treatment was followed by Duncan Multiple Test and LSD test for organoleptic quality. Microbial counts were log transformed and statistically evaluated. The result indicated that the yogurt produce with 3% (S.thermophillus and L. delbrueckii subsp. bulgaricus) and 1% B.longum ATCC15707 during storage period (1 and 21 days) at 4 ºC effected significantly to increase acidity and total solid of yogurt more than other treatment, decrease pH value significantly different. Also this ratio between starter bacteria obtained the high score in the taste and texture from the panelists.
DAYA IKAT AIR, TINGKAT KEKENYALAN DAN KADAR PROTEIN PADA BAKSO KOMBINASI DAGING SAPI DAN DAGING KELINCI D C Kusnadi; V P Bintoro; A N Al-Baarri
Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan Vol 1, No 2 (2012): Mei 2012
Publisher : Indonesian Food Technologists

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (103.473 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya ikat air, tingkat kekenyalan dan kadar protein pada kombinasi bakso daging sapi dengan daging kelinci. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Teknologi Hasil Ternak Fakultas Peternakan serta Laboratorium Teknologi Hasil Perikanan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro Semarang. Materi penelitian yang digunakan adalah daging sapi, daging kelinci, tepung tapioka, merica, bawang putih, garam dan es batu. Peralatan yang digunakan dalam pembuatan bakso antara lain mesin penggiling daging. Variabel daya ikat air diuji dengan metode Hamm, tingkat kekenyalan diuji dengan Instrument LLOYD Tekstur Analyser dan uji kadar protein dengan metode kjedahl. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap dengan 5 perlakuan 5 ulangan dengan perlakuan T1, T2, T3, T4 yang masing-masing terdiri dari kombinasi daging sapi dan daging kelinci dengan rasio 80:20, 50:50, 20:80 dan 0:100. Bakso daging sapi digunakan sebagai kontrol (T0). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi daging sapi dan daging kelinci memiliki pengaruh nyata (P<0,05) terhadap daya ikat air, tingkat kekenyalan dan tidak memiliki pengaruh nyata (P>0,05) terhadap kadar protein. Nilai rata-rata dari T0, T1, T2, T3 dan T4 pada bakso kombinasi untuk daya ikat air masing-masing sebesar 18,20; 24,06; 34,22; 37,56 dan 38,46%, tingkat kekenyalan masing-masing sebesar 8,66; 6,02; 12,33; 9,79 dan 9,79 N, sedangkan kadar protein masing-masing sebesar 12,38; 12,09; 12,16; 12,48 dan 12,53%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kombinasi antara daging sapi dengan daging kelinci berpengaruh terhadap kenaikan daya ikat air dan kenaikan tingkat kekenyalan dan namun tidak berpengaruh nyata terhadap perubahan kadar protein.
KUALITAS EKSTERNAL TELUR AYAM PETELUR YANG MENDAPAT RANSUM DENGAN PENAMBAHAN TEPUNG IKAN FERMENTASI MENGGUNAKAN ISOLAT PRODUSER ANTIHISTAMIN Elly Tugiyanti; N Iriyanti
Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan Vol 1, No 2 (2012): Mei 2012
Publisher : Indonesian Food Technologists

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (108.792 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan kualitas telur yang baik dengan menggunakan tepung ikan fermentasi dan Non Starch Polisakarida (NSP) dalam Pakan ayam petelur. Penelitian menggunakan metode ekperimental dengan rancangan percobaan berupa Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri dari 5 perlakuan dan 4 ulangan serta uji lanjut dengan uji Duncan. Materi penelitian menggunakan ayam petelur sebanyak 65 ekor, umur 18 minggu yang dipelihara secara intensif selama enam bulan. Perlakuan meliputi : R0 = kontrol;  R1 = R0 + tepung ikan fermentasi (TIF)  2 %;  R2 = R0 + TIF 4 % ; R3 = R0 + TIF 6 %;  R4 = R0 + TIF 8 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bobot telur berpengaruh nyata (P<0,05), sedangkan bobot kuning telur, bobot kerabang, indek telur dan % HDA tidak berpengaruh nyata (P>0,05).  Bobot telur berkisar antara 54,03-58,55 g; bobot kuning telur berkisar 12,31-13,39 g; bobot kerabang : 6,26-7,22 g, indek telur sebesar 77,22-89,66; HDA : 41,67-63,06%; kekuatan kerabang 52,13-59,13 mm pascal, dan HU : 70,41-77,34 mm pascal. Kesimpulan penelitian adalah penambahan tepung ikan fermentasi dapat digunakan dalam pakan ayam petelur sampai level 8% tanpa mengganggu produksi telur.
KADAR SERAT KASAR, DAYA IKAT AIR, DAN RENDEMEN BAKSO AYAM DENGAN PENAMBAHAN KARAGINAN A B Kurniawan; Ahmad Ni&#039;matullah Al-Baarri; Kusrahayu Kusrahayu
Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan Vol 1, No 2 (2012): Mei 2012
Publisher : Indonesian Food Technologists

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (126.171 KB)

Abstract

Penggunaan boraks sebagai bahan pengenyal bakso dapat menimbulkan efek yang buruk bagi kesehatan sehingga harus dicari bahan alternatif lain yang lebih aman. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan karaginan pada bakso ayam sebagai alternatif pengenyal terhadap kadar serat kasar, daya ikat air, dan rendemen. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni 2011 di Laboratorium Teknologi Hasil Ternak dan Laboratorium Ilmu Makanan Ternak Fakultas Peternakan Universitas Diponegoro Semarang. Perlakuan yang diterapkan dalam penelitian ini adalah bakso ayam tanpa penambahan karaginan (T0), bakso ayam dengan penambahan karaginan 1,5% (T1), bakso ayam dengan penambahan karaginan 2% (T2), bakso ayam dengan penambahan karaginan 2,5% (T3), bakso ayam dengan penambahan karaginan 3% (T4). Data yang diperoleh diolah secara statistik dengan menggunakan analisis ragam dan untuk uji lanjut menggunakan Uji Wilayah Ganda Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan karaginan pada bakso ayam memberikan pengaruh yang nyata terhadap kadar serat kasar dan rendemen, sedangkan pada pengujian daya ikat air tidak terdapat pengaruh secara nyata dari penambahan karaginan. Penambahan karaginan pada bakso ayam terbukti dapat meningkatkan kadar serat kasar dan rendemen sedangkan nilai daya ikat air pada bakso ayam cenderung meningkat walaupun tidak signifikan.
PENGARUH KOMBINASI SUSU DENGAN AIR KELAPA TERHADAP TOTAL BAKTERI ASAM LAKTAT (BAL), TOTAL GULA DAN KEASAMAN DRINK YOGHURT Kardina Enny Dian Kumalasari; Nurwantoro Nurwantoro; S Mulyani
Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan Vol 1, No 2 (2012): Mei 2012
Publisher : Indonesian Food Technologists

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (136.735 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi susu dengan air kelapa terhadap total BAL, total gula dan keasaman drink yoghurt. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober-November 2011 di Laboratorium Teknologi Hasil Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Diponegoro, Semarang. Bahan yang digunakan adalah susu segar encer (BK 8,42%) sebanyak 10 liter, kultur starter (L. bulgaricus dan S. thermophillus), air kelapa dengan ketebalan daging buah 0,8 sampai 1,0 cm. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 5 perlakuan dengan 4 ulangan. Data yang diperoleh dianalisis dengan sidik ragam pada taraf 5% dan dilanjutkan dengan Uji Wilayah Ganda Duncan. Hasil sidik ragam menunjukkan perlakuan kombinasi susu dengan air kelapa menunjukkan pengaruh yang nyata (P<0,05) terhadap total BAL, total gula dan keasaman. Total BAL drink yoghurt menurun dari T0 sampai T4 dengan nilai rerata antara 5,7 × 106 CFU/ml s.d. 1,6 × 106 CFU/ml; total gula meningkat dari T0 sampai T4 dengan nilai rerata antara 3,174% s.d. 4,005% dan keasaman menurun dari T0 sampai T4 dengan nilai rerata antara 0,761% s.d. 0,682%. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa semakin besar kombinasi susu dengan air kelapa pada drink yoghurt maka semakin rendah total BAL dan keasaman serta total gula yang semakin meningkat.
PENGARUH PENAMBAHAN BUAH DURIAN (DURIO ZIBETHINUS MURR.) TERHADAP KADAR AIR, TEKSTUR, RASA, BAU DAN KESUKAAN KARAMEL SUSU KAMBING Oktavia R Puspitarini; V P Bintoro; S Mulyani
Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan Vol 1, No 2 (2012): Mei 2012
Publisher : Indonesian Food Technologists

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (113.027 KB)

Abstract

Susu kambing merupakan salah satu jenis susu yang tersedia cukup banyak namun kurang termanfaatkan dengan baik karena adanya bau prengus (“goaty flavor”). Oleh karena itu, sangat diperlukan usaha pemanfaatan susu kambing agar lebih disukai masyarakat. Salah satunya adalah mengolah susu kambing menjadi karamel dengan penambahan buah durian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar air, tekstur, rasa, bau dan kesukaan karamel susu kambing yang ditambah durian. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan yang diterapkan yaitu karamel susu kambing  tanpa dan dengan penambahan buah durian sebanyak 5%, 10%, 15%, 20%. Variabel yang diamati adalah kadar air, tekstur, rasa, bau dan kesukaan. Data yang diperoleh dianalisis dengan sidik ragam pada taraf 5% dan dilanjutkan dengan Uji Wilayah Ganda Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengolahan susu kambing menjadi karamel secara nyata dapat menurunkan intensitas prengus dan meningkatkan nilai kesukaan. Penambahan buah durian dapat secara nyata meningkatkan kadar air (2,96~9,99%), menambah skor tekstur (sangat keras-keras ~ keras-tidak keras), dan meningkatkan kesukaan (dan kesukaan karamel susu kambing. Namun penambahan buah durian ternyata tidak memberi pengaruh terhadap aroma prengus.
NILAI PH, KADAR AIR, DAN TOTAL ESCHERICHIA COLI DAGING SAPI YANG DIMARINASI DALAM JUS BAWANG PUTIH Nurwantoro Nurwantoro; V P Bintoro; A M Legowo; A Purnomoadi; L D Ambara; A Prakoso; S Mulyani
Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan Vol 1, No 2 (2012): Mei 2012
Publisher : Indonesian Food Technologists

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (95.87 KB)

Abstract

Penelitian dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh marinasi daging sapi dengan metode perendaman dalam jus bawang putih terhadap  nilai pH, kadar air, dan total bakteri Escherichia coli telah dilakukan.  Penelitian  menggunakan rancangan acak lengkap, dengan perlakuan: T0 (tanpa marinasi), T1, T2, T3, dan T4 masing-masing marinasi  selama 5, 10, 15, dan 20 menit dalam jus bawang putih pada suhu ruang (25˚C). Masing-masing perlakuan diulang 4 kali. Pengujian variabel penelitian dilakukan setelah 8 jam penyimpanan pada suhu ruang. Pengolahan data menggunakan analisis ragam, apabila ada pengaruh perlakuan dilanjutkan dengan uji wilayah ganda Duncan.  Hasil penelitian menunjukkan, bahwa marinasi daging sapi dalam jus bawang putih tidak berpengaruh  (P>0,05) terhadap terhadap nilai pH, tetapi berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap kadar air, dan total bakteri E. coli.  Kesimpulan,  marinasi daging sapi dalam jus bawang putih dapat menurunkan  kadar air dan total bakteri E. coli, tetapi tidak dapat menurunkan nilai pH.

Page 1 of 1 | Total Record : 7