cover
Contact Name
Ahmad Nimatullah Al-Baarri, PhD
Contact Email
redaksi@ift.or.id
Phone
-
Journal Mail Official
redaksi@ift.or.id
Editorial Address
-
Location
,
INDONESIA
Articles 4 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 1 (2014): Februari 2014" : 4 Documents clear
Total Bakteri Asam Laktat, pH, Keasaman, Citarasa dan Kesukaan Yogurt Drink dengan Penambahan Ekstrak Buah Belimbing Ahmad Ni'matullah Al-Baarri
Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan Vol 3, No 1 (2014): Februari 2014
Publisher : Indonesian Food Technologists

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (146.044 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis total bakteri asam laktat (BAL), pH, keasaman, citarasa, dan kesukaan pada yogurt drink dengan penambahan ekstrak buah belimbing. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah susu skim, kultur starter Bakteri Asam Laktat (BAL) (Lactobacillus bulgaricus, Streptococcus thermophilus, Lactobacillus acidophilus, dan Bifidobacterium longum ATCC 15707), dan ekstrak buah belimbing. Perlakuan yang diberikan yaitu T0= tanpa penambahan ekstrak buah belimbing (kontrol); T1= penambahan ekstrak buah belimbing 1% (v/v); T2= penambahan ekstrak buah belimbing 2% (v/v); dan T3= penambahan ekstrak buah belimbing 3% (v/v). Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin besar penambahan ekstrak buah belimbing pada yogurt drink dapat menurunkan total BAL dan pH, serta meningkatkan keasaman. Yogurt drink dengan penambahan ekstrak buah belimbing cenderung agak disukai dengan citarasa cenderung asam. Penambahan ekstrak buah belimbing pada yogurt drink yang optimal dilihat dari total BAL, pH, keasaman, citarasa dan kesukaan terdapat pada perlakuan penambahan ekstrak buah belimbing 2%.
Formulasi Serbuk Flavour Makanan dari Minyak Atsiri Tanaman Kesum (Polygonum minus Huds) sebagai Penyedap Makanan Rumayati Rumayati; Nelvira Sumartini; Afghani Jayuska; Syaiful Syaiful; Harliya Harliya
Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan Vol 3, No 1 (2014): Februari 2014
Publisher : Indonesian Food Technologists

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.962 KB)

Abstract

Kesum merupakan tanaman endemik Kalimantan Barat yang memiliki aroma khas sehingga oleh masyarakat memanfaatkan sebagai bumbu masakan khususnya bubur pedas. Minyak atsiri dapat disalut menggunakan metode enkapsulasi, untuk flavor kesum yang mudah menguap, terlindungi dari perubahan destruktif (penguapan) dalam masa penyimpanan yang lama, dan mudah digunakan dalam aplikasi makanan. Minyak atsiri daun kesum diperoleh menggunakan destilasi uap air. Bahan 1,5 kg kesum segar dimasukkan ke dalam ketel uap, minyak yang di peroleh sekitar 1 ml dan diperoleh rata-rata rendemennya 0,042325%. Minyak kesum hasil destilasi dianalisis menggunakan GC-MS, selanjutnya dienkapsulasi dengan metode freez drying. Bahan penyalutnya yaitu Maltodekstrin dikombinasikan dengan gum arab dan tween 80 sebagai emulsifier. Komposisi maltodekstrin-gum arab (2:1), (1:2), dan (1:1). Berdasarkan hasil analisis GC-MS senyawa mayor minyak atsiri kesum yaitu: n-dodekanal 31 %, n-dekanal 16,88%, n-dodekanol 6, 12%, 8-bromo tetrametil naftalen 4,63 %, Trans-(β)-caryopilen 3, 37%. Hasil enkapsulasi minyak atsiri kesum formulasi penyalutan minyak atsiri kesum dengan variasi bahan penyalut Gum arab: maltodestrin ( 2:1; 1:1; 1:2 ) menghasilkan karakteristik dari fisik serbuk kesum yang berbeda. Karekteristik fisik serbuk kesum yang dihasilkan dari perbandingan 1:1 memiliki kristal yang paling baik dengan warna putih dan ketiga varian tidak mengeluarkan aroma ketika disalut, artinya minyak atsiri kesum terbungkus kedalam penyalut oleh karena itu minyak atsiri tidak menguap dan tidak teroksidasi. Ketiga varian tersebut dilarutkan kedalam air. Perbandingan 2:1 mengeluarkan aroma yang paling kuat ketiga dilarutkan dibandingkan kedua varian yang lain. Serbuk hasil mikroenkapsulasi perbandingan 2:1 juga menghasilkan larutan yang paling kental dan lebih mudah kering saat dilakukan frezz dryer dibandingkan variasi 1:1 dan 1:2.
Produksi dan Karakterisasi Enzim Pektinase oleh Bakteri Pektinolitik dalam Klarifikasi Jus Jeruk Manis (Citrus cinensis) Esti Widowati; Rohula Utami; Edhi Nurhartadi; M.A.M. Andriani; Ambar Wuri Wigati
Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan Vol 3, No 1 (2014): Februari 2014
Publisher : Indonesian Food Technologists

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.034 KB)

Abstract

Senyawa pektin dapat menyebabkan jus jeruk tampak keruh dan berkabut. Klarifikasi dengan enzim pektinase dapat dilakukan untuk menghilangkan kekeruhan tersebut. Enzim pektinase diisolasi dari bakteri pektinolitik yang diperoleh dari limbah kulit jeruk. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengisolasi dan mengkarakterisasi bakteri pektinolitik dari limbah kulit jeruk, menentukan karakter enzim pektinase (pH optimum, suhu optimum, KM dan Vmaks) dan mengetahui pengaruh enzim pektinase dalam klarifikasi jus jeruk manis. Hasil pewarnaan Gram dan pewarnaan endospora menunjukkan bahwa semua isolat bakteri yang didapatkan termasuk bakteri Gram negative dan tidak menghasilkan spora. Dari sepuluh isolat bakteri dipilih tiga isolat yang menghasilkan enzim yang terbaik dalam proses klarifikasi jus jeruk manis yaitu isolat 2, 3 dan 9. Isolat dipilih berdasarkan pada nilai viskositas yang rendah, nilai total padatan terlarut yang tinggi dan nilai transmitansi yang tinggi. Karakter enzim ditentukan berdasarkan pH optimum, suhu optimum, kestabilan pH dan suhu, nilai KM dan Vmaks. Isolat 2, 3 dan 9 optimum pada pH 4,0, Isolat 2 optimum pada suhu 450C, Isolat 3 dan 9 optimum pada suhu 500C. Isolat 2, 3 dan 9 stabil pada kisaran pH 3,0-4,0 dan suhu 30-500C. Nilai KM isolat 2, 3 dan 9 berturut-turut yaitu 0,0246; 0,0199; 0,0170 mg/ml, sedangkan nilai Vmaks berturut-turut yaitu 0,0402; 0,0393; 0,0386 U/ml.
Bioteknologi Pangan: Sejarah, Manfaat dan Potensi Risiko Pramashinta, Alice
Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan Vol 3, No 1 (2014): Februari 2014
Publisher : Indonesian Food Technologists

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (143.257 KB)

Abstract

Genetic Engineering (rekayasa genetika) pangan adalah ilmu yang melibatkan modifikasi genetik tumbuhan dan hewan. Hal ini telah lama dipraktekkan oleh petani sejak awal sejarah yang yang telah dikembangkan menggunakan teknologi pada saat ini. Beberapa makanan yang dikonsumsi saat ini ada yang berasal dari modifikasi rekayasa genetik atau mengandung bahan yang telah mengalami modifikasi gen. Rekayasa genetik pangan memiliki beberapa manfaat, namun teknologi ini diikuti dengan berbagai kontroversi. Beberapa potensi resiko yang muncul dari rekayasa genetik pagan antara lain perubahan kualitas gizi makanan, potensi toksisitas, kemungkinan resistensi antibiotik dari tanaman GM, potensi alergenitas dan carcinogenicity karena mengkonsumsi makanan GM, pencemaran lingkunagn, tidak sengaja transfer gen pada tanaman liar, adanya kemungkinan penciptaan racun dan virus baru, ancaman terhadap keragaman genetik tanaman, kontroversi agama, budaya, dan etika. Manfaat yang diberikan rekayasa genetika pangan adalah perbaikan masa simpan dan organoleptik sayuran dan buah, peningkatan kualitas gizi dan manfaat kesehatan dalam makanan, meningkatkan protein dan karbohidrat makanan, meningkatkan kualitas lemak, meningkatkan kualitas dan kuantitas daging, susu, dan ternak, meningkatkan hasil panen yang tahan terhadap serangga, hama, penyakit, dan cuaca. Dalam review ini akan dibahas mengenai sejarah perkembangan ilmu bioteknologi untuk pangan serta manfaat dan potensi risiko yang mungkin ditimbulkan dari penggunaan teknologi ini.

Page 1 of 1 | Total Record : 4