Claim Missing Document
Check
Articles

THE EFFECT OF RED SWEET POTATO (Ipomoea batatas L.) SUBSTITUTION ON SKIM MILK AS PREBIOTIC ON SYNBIOTIC DRINK POWDER CHARACTERISTIC Edhi Nurhartadi, Ratih Nawangwulan, Rohula Utami,
Proceeding of International Congress 2014: Challenges of Biotechnological Research in Food and Health
Publisher : Proceeding of International Congress

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.657 KB)

Abstract

Red sweet potato (Ipomoea batatas L.) is known as a source of prebiotic because it contains oligosaccharideraffinose. Usage of prebiotic along with probiotic known as synbiotic. Powdered fermented synbioticdrink is one of the fermented drink diversification. The aim of this research was to study the effect of formulationratio of red sweet potato filtrate (RSPF) and skim milk (SM) on probiotic bacterial count, physicochemicaland sensory characteristic of synbiotic drink powder that dried using spray dryer.Formulation ratio of RSPF:SM = 75%:25% (F1), 50%:50% (F2), and 25%:75% (F3). Formulation ratio of RSPFand SM showed effect on pH, microencapsulation efficiency, solubility, and sensory properties. Lowest pHvalue (4.55), highest microencapsulation efficiency (4.47%) obtained from the formulation of 75% RSPFand 25% SM. Highest solubility obtained from the formulation of 50% RSPF and 50% SM. Based on sensoryanalysis, formulation of 75% RSPF and 25% SM had the highest sensory properties with ‘neutral’aroma (3.20); ‘neutral’ flavor (3.3); and ‘like’ overall (3.50).Keywords: fermented drink, raffinose, red sweet potato, spray drying, synbiotic
PENGARUH BUBUK CENGKEH (Syzygium aromaticum) TERHADAP SELAI NANAS SEBAGAI ANTIMIKROBA ALAMI DAN ANTIOKSIDAN Utami, Rohula; Kawiji, Kawiji; Parwitasari, Shintanova
Jurnal Teknologi Hasil Pertanian Vol 3, No 2 (2010)
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (161.837 KB) | DOI: 10.20961/jthp.v0i0.13644

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan bubuk cengkeh terhadap total mikroba,Aw, pH, padatan terlarut, aktivitas antioksidan, dan pengujian mutu hedonik selai nanas. Penelitian inimenggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan berdasar perbedaan konsentrasi bubukcengkeh. Adapun perlakuan tersebut yaitu : P1 (kontrol/tanpa penggunaan bubuk cengkeh), P2 (bubuk cengkeh0,2 %), P3 (bubuk cengkeh 0,4 %), dan P4 (bubuk cengkeh 0,6 %). Penelitian menggunakan enam macamanalisa yang terdiri dari analis total plate count (TPC), Aw, pH, padatan terlarut, aktivitas antioksidan, dan ujimutu hedonik. Analisa aktivitas antioksidan dan uji mutu hedonik dilakukan terhadap sampel selai nanas tanpapenyimpanan, namun untuk analisa TPC, Aw, pH, dan padatan terlarut dilakukan pada selai nanas denganpenyimpanan hari ke 0, 1, 2, 3, dan 4. Penyimpanan selai nanas pada cup plastik dengan kondisi tutup gelasdiberi lubang yang bertujuan untuk mempercepat kerusakan selai. Analisis data secara statistik dengan ANOVApada α = 5% serta dilanjutkan dengan uji Tukey apabila terdapat beda nyata. Penggunaan bubuk cengkeh dapatmengurangi jumlah mikroba total yang terdapat pada selai nanas, sehingga umur simpan selai nanas menjadilebih lama. Semakin besar penggunaan bubuk cengkeh, maka semakin sedikit jumlah total mikroba yangterdeteksi pada selai nanas. Sedangkan nilai Aw, pH, dan padatan terlarut selai nanas meningkat seiring denganpeningkatan konsentrasi bubuk cengkeh. Aktivitas antioksidan pada selai nanas secara berurutan dari yangpaling kecil adalah sampel tanpa penggunaan bubuk cengkeh, bubuk cengkeh 0,2%, bubuk cengkeh 0,4%, danbubuk cengkeh 0,6%. Hasil uji mutu hedonik menunjukkan bahwa konsentrasi 0,2% merupakan konsentrasimaksimun penggunaan bubuk cengkeh terhadap selai nanas. Penggunaan bubuk cengkeh diatas 0,2% dapatmenurunkan mutu warna, aroma, aftertaste, dan kemudahan oles selai nanas
PENGARUH OLEORESIN DAUN JERUK PURUT PADA EDIBLE COATING TERHADAP KUALITAS SOSIS BEKU Utami, Rohula; Khasanah, Lia Umi; Utami, Annisa Widia
Jurnal Teknologi Hasil Pertanian Vol 7, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.171 KB) | DOI: 10.20961/jthp.v0i0.13020

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan berbagai konsentrasi oleoresin daun jeruk purut dua tahap terhadap karakteristik mikrobiologis (TPC) dan fisiko-kimia (warna, pH, TBA, dan TVB) sosis daging sapi selama penyimpanan pada suhu -10±2 o C. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor yaitu konsentrasi oleoresin daun jeruk purut dua tahap pada edible coating sebesar 0%; 0.01%; dan 0.075%. Pengamatan dilakukan pada bulan ke 0, 1, 2, 3, dan 4. Dari hasil penelitian diketahui bahwa dengan penambahan oleoresin daun jeruk purut dua tahap pada edible coatingmempengaruhi kerusakan mikrobiologis dan oksidatif sosis daging sapi. Dengan penambahan oleoresin daun jeruk purut (Citrus hystrix DC) dua tahap maka terjadi penghambatan pertumbuhan mikroba pada sosis daging sapi, serta peningkatan nilai TVB sebagai parameter kesegaran dapat ditekan. Adanya sitronelal pada oleoresindaun jeruk purut dua tahap mempengaruhi nilai TBA. Sedangkan nilai pH dan warna dapat dipertahankan selama penyimpanan. Penambahan oleoresin daun jeruk purut dua tahap pada edible coating dapat meningkatkan umur simpan sosis daging sapi.Kata kunci: Citrus hystrix DC, daun jeruk purut, edible coating, pembekuan, sosis daging sapi 
KAJIAN FISIKOKIMIA DAN SENSORI SNACK BARS TEMPE BAGI PENDERITA AUTIS Atmaka, Windi; Parnanto, Nur Her Riyadi; Utami, Rohula
Jurnal Teknologi Hasil Pertanian Vol 6, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.918 KB) | DOI: 10.20961/jthp.v0i0.13528

Abstract

Kegiatan penelitian ini dilakukan dengan beberapa tahap yaitu tahap pembuatan tepung tempe, tahappembuatan buah kering, tahap pembuatan snack bars tempe, serta tahap analisa fisikokimia dan sensori. Formulasnackbars terdiri dari 3 variasi yaitu perbandingan antara tepung tempe dan buah kering sebesar 40:60, 50:50 dan60:40. Buah kering yang digunakan adalah mangga dan salak. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwatingkat kekerasan tekstur snack bars semakin tinggi dengan semakin besarnya proporsi tepung tempe. Kadar airsnack bars semakin rendah dengan semakin besarnya proporsi tepung tempe kecuali snack bars dengancampuran buah salak. Kadar abu snack bars semakin tinggi dengan semakin besarnya proporsi tepung tempe.Kadar protein snack bars semakin besar dengan semakin besarnya proporsi tepung tempe. Kadar lemak snackbars semakin besar dengan semakin besarnya proporsi tepung tempe. Kadar karbohidrat snack bars semakinrendah dengan semakin besarnya proporsi tepung tempe. Kadar serat dan total fenol snack bars tidak berbedanyata antar variasi sampel. Aktivitas antioksidan snack bars semakin besar dengan semakin besarnya proporsitepung tempe. Total kalori snackbars semakin besar dengan semakin besarnya proporsi tepung tempe.Berdasarkan parameter overall, snack bars yang mendapatkan penilaian tertinggi dari panelis adalah snack barsdengan campuran mangga 40:60 dan salak 60:40.
PENGARUH PERLAKUAN PENDAHULUAN DAN VARIASI METODE DESTILASI TERHADAP KARAKTERISTIK MUTU MINYAK ATSIRI DAUN KAYU MANIS (C. Burmanii) Nugraheni, Krisnawati Setyaningrum; Khasanah, Lia Umi; Utami, Rohula; Anandhito, Baskara Katri
Jurnal Teknologi Hasil Pertanian Vol 9, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (754.04 KB) | DOI: 10.20961/jthp.v9i2.17466

Abstract

This study aims to determine the effect of pretreatment (drying, drying and sun drying) and distillation method (distillation of water and vapor distillation) to the quality characteristics of cinnamon leaf oil. Characteristics of quality of essential oil of cinnamon leaves, essential oil of selected cinnamon leaves from vapor distillation with dry treatment of wind has the highest yield of 0.10161%. Specific gravity, viscosity,refractive index, and solubility in 70% ethanol range from 0.91 - 0.96 g / ml, 0.0023 N.s / m2, 1.48-1.51 and 1: 0.8 - 1: 1.5, respectively. Water vapor distillation with dry wind treatment has a solubility value in the smallest 70% alcohol. The active compounds contained in the volatile oil of leaf from the distillation of water vapor with dry treatment of wind are L-Linalool 34,40%, 1,8-Cineole 18,18%, α-Pinene 13,96% and β-Pinene 9.30%.
FERMENTASI WHEY LIMBAH KEJU UNTUK PRODUKSI KEFIRAN OLEH KEFIR GRAINS Nursiwi, Asri; Utami, Rohula; Andriani, Martina; Sari, Ayu Purnama
Jurnal Teknologi Hasil Pertanian Vol 8, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.799 KB) | DOI: 10.20961/jthp.v0i0.12794

Abstract

Kefiran merupakan eksopolisakarida (EPS) yang bisa dihasilkan oleh bakteri asam laktat yang terdapat dalam biji kefir (kefir grains). Kefiran bisa diaplikasikan sebagai pengental, penstabil, pengemulsi, gelling agent, serta dapat pula dibuat menjadi film. Whey keju merupakan limbah produksi keju yang bisa dimanfaatkan sebagai sumber karbon oleh mikrobia karena mengandung laktosa dalam jumlah yang tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah karakterisasi kimia whey limbah keju, enumerasi total bakteri, bakteri asam laktat (BAL) dan yeast yang ada dalam kefir grains, serta mengetahui perubahan berat biomassa, kadar asam laktat, nilai pH , kadar laktosa, dan rendemen kefiran setelah fermentasi limbah whey keju oleh kefir grains. Fermentasi dilakukakn pada suhu ruang dan suhu 37 C selama 72 jam, tiap 24 jam dilakukan analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa whey keju mempunyai kadar air 93,42%, kadar abu 0,46%, kadar asam 0,22%, kadar protein 0,76%, kadar laktosa 5,4%, dan nilai pH 4,60. Jumlah populasi total bakteri dalam kefir grains adalah 8,6 x 10 8  CFU/g, bakteri asam laktat sebesar 1,2 x 107CFU/g, dan yeast sebesar 1,9 x 10 8 CFU/g. Selama proses fermentasi perubahan berat biomassa kefir grains tidak signifikan. Kadar asam laktat meningkat, disertai dengan penurunan pH dan penurunan kadar laktosa. Rendemen kefiran mengalami penurunan dengan semakin lamanya waktu fermentasi. Kata kunci : kefiran, eksopolisakarida, kefir grains, whey keju 
KAPASITAS ANTIOKSIDAN DAN KEMAMPUAN ANTIMIKROBIA PADA DAUN KIRINYUH (Eupatorium odoratum) SELAMA PENYIMPANAN IKAN TONGKOL (Euthynnus affinis) PADA SUHU DINGIN Parnanto, Nur Her Riyadi; Setyowati, Rini; Utami, Rohula
Jurnal Teknologi Hasil Pertanian Vol 6, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (608.569 KB) | DOI: 10.20961/jthp.v0i0.13504

Abstract

Penelitian ini mempelajari penggunaan ekstrak daun kirinyuh pada proses pengawetan ikan tongkol(Euthynnus affinis) selama penyimpanan suhu rendah (0oC). Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahuikapasitas antioksidan daun E. odoratum, mengetahui pengaruh perendaman ekstrak daun E. odoratum terhadapvariabel dependen yang diamati meliputi pH, aW, TVB, TPC, kapasitas antioksidan,dan tekstur), mengetahuikonsentrasi ekstrak E. odoratum yang terbaik dalam mempertahankan mutu ikan tongkol dan mengetahuikapasitas antioksidan dalam ikan tongkol selama penyimpanan pada suhu 0°C. Rancangan percobaanmenggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor yaitu perbedaan konsentrasi ekstrak daunkirinyuh (E.odoratum) yaitu kontrol; 0,25%; 0,5% dan 0,75%. Dari hasil penelitian diketahui bahwa denganperendaman 0,75% ekstrak E.odoratum memberikan hasil terbaik untuk semua uji.
KARAKTERISASI HIDROSOL KULIT BATANG KAYU MANIS (Cinnamomum burmannii) PADA BERBAGAI VARIASI BUKAAN VALVE DESTILASI UAP SKALA PILOT PLAN Khasanah, Lia Umi; Utami, Rohula; Kawiji, Kawiji; Manuhara, Godras Jati
Jurnal Teknologi Hasil Pertanian Vol 14, No 1 (2021): Februari
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (837.306 KB) | DOI: 10.20961/jthp.v14i1.38064

Abstract

Cinnamon is one of the natural flavor commodities that has not been utilized optimally. One of its derivatives product is essential oil. Essential oils are obtained through the distillation process. The by-product of the distillation process is hydrosol. Hydrosol is an emulsion from essential oil which is bound by water molecules. The hydrosol used in this research was a by-product of processing of cinnamon bark essential oils using Pilot Plan-scale steam distillation. The Pilot Plant-scale steam distillation is using 50 % of destilation tank capacity, with a variety of valve openings (¼, ½, and ¾). The study aimed determine characterization of cinnamon bark hydrosols including total phenol, antioxidant activity of reducing power method, antioxidant activity of radical scavenging (DPPH) method, total flavonoids, and antimicrobial activity against Pseudomonas fluorosence; Aspergillus niger; Bacillus plantarum; Staphylococcus aureus; and E.coli. The results showed that variety of valve openings effected the chemical characteristics of cinnamon bark hydrosols including total phenol, total flavonoids, antioxidant activity (reducing power and DPPH methods). The hydrosols of ¾ valve openings treatment showed antimicrobial activity against Escherichia coli, Staphylococcus aureus, and Pseudomonas fluorescens. All hydrosol samples showed no antimicrobial activity against Aspergillus niger and Lactobacillus plantarum. This hydrosol characterization will be used for further recommendations related to the use of hydrosols in the food.
Karakterisasi bakteri pektinolitik dari limbah kulit jeruk dan karakterisasi pektinase yang dihasilkan serta studi aplikasinya untuk penjernihan sari buah Jeruk Pontianak Esti Widowati; Rohula Utami; Edhi Nurhartadi; Fenny Fenny
Journal of Tropical AgriFood Volume 2, Nomor 1, Tahun 2020
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35941/jtaf.2.1.2020.3937.34-44

Abstract

PKejernihan merupakan salah satu parameter penting kualitas sari buah. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengkarakterisasi bakteri pektinolitik dari limbah kulit jeruk. Dilakukan pula karakterissasi enzim pektin hidrolase ekstraseluler yang dihasilkan meliputi kondisi optimum untuk aktivitas dan kestabilannya, nilai KM dan Vmax. Pengaruh penambahan enzim pektin hidrolase ekstraseluler terhadap kekeruhan, viskositas, dan total padatan terlarut sari buah jeruk Pontianak juga diamati. Hasil dari penelitian didapatkan 10 isolat bakteri dengan karakter semua isolat bakteri merupakan Gram negatif, endospora negatif, dan katalase positif. Pada penjernihan sari buah jeruk Pontianak terpilih 3 isolat bakteri untuk karakterisasi enzim yaitu isolat A, H, dan I. Karakter enzim ditentukan berdasarkan pH optimum, suhu optimum, kestabilan pH dan suhu, serta nilai KM dan Vmaks. Enzim isolat A optimum pada pH 4 dan stabil pada pH 4-5; enzim isolat H optimum pada pH 4 dan stabil pada pH 3-4; enzim isolat I optimum pada pH 4-4,5 dan stabil pada pH 3-5. Ketiga enzim isolat optimum pada suhu 50oC dan stabil pada suhu 30-50oC. Nilai KM enzim isolat A, H dan I berturut-turut adalah 0,022; 0,011; 0,017 mg mL-1 dan nilai Vmaks berturut-turut adalah 0,041; 0,038; 0,039 U mL-1. Enzim pektin hidrolase ekstraseluler dari ketiga isolat tersebut dapat diaplikasikan pada penjernihan sari buah jeruk Pontianak.
PENGARUH MADU TERHADAP KARAKTERISTIK FISIK, KIMIA, DAN MIKROBIOLOGI VELVA JAMBU BIJI MERAH (Psidium guajava L.) PROBIOTIK (Lactobacillus acidophilus IFO 13951) Mandasia Pangastuti; Dwi Ishartani; Rohula Utami; M. Zukhrufuz Zaman
AGROINTEK Vol 14, No 2 (2020)
Publisher : Agroindustrial Technology, University of Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agrointek.v14i2.6166

Abstract

This study was processed pink guava becomes probiotic’s velva as a functional food which safe to be consumed by lactose intolerance. The use of honey as a substitute for sucrose is expected to minimize calorie content, increase functional value, and maintain the viability of LAB in velva. The aim of this study was to determine the effect of honey on velva’s characteristics (total soluble solids, overruns, melting rate, and total calories), to determine the effect of honey on velva’s characteristics (pH, titratable acidity, and total LAB) during storage, and to determine the effect of honey on velva’s vitamin C levels and antioxidant activity after 6 weeks storage. There were 4 treatments which consist of F0 25% sucrose (control), F1 15% honey, F2 20% honey, and F3 25% honey. This study used Randomized Block Design. Data was analyzed using One Way ANOVA. The results showed that variations in honey concentrations significantly affect the characteristics of the velva (total soluble solids, overruns, melting rate, and total calories), affecting the pH value and total LAB during storage, and affecting vitamin C levels and antioxidant activity after storage. The higher the concentration of honey, the higher the value of total soluble solids, melting rate, total calories, vitamin C levels, antioxidant activities, and was effective at preserving the viability of LAB, while the value of overrun, and pH is lower.
Co-Authors Adhitya Pitara Sanjaya Agrizka Armunanta Putri Alifa Sekar Jannah Ambar Wuri Wigati Andriani, M.A.M Andriyani, Titin A. Arifah Rahayu Arsella Erstya Nugraheni Asri Nursiwi Asri Nursiwi Asri Nursiwi Asri Nursiwi, Asri Bambang Sigit Amanto Bara Yudhistira Baskara Katri Anandhito Baskara Katri Anandhito Baskara Katri Anandito CHANDRA DEWI Choiroel Anam Christina Winarti Cylvia Arinta Agustaningrum Danar Praseptiangga Dea Widyaastuti Dedy Indianto Desintya Dwi Herdiana, Desintya Dwi Dewi Kurniasari Dian Rachmawanti Affandi, Dian Rachmawanti Dwi Ishartani Dyah Ayu Ashari Dyah Ayu Ashari Edhi Nurhartadi Edwi Mahadjoeno Esti Widowati Esti Widowati Esti Widowati Esti Widowati Esti Widowati Esti Widowati Esti Widowati, Esti Feliatra Fenny Fenny Firdaus, Rachmad Abraham Godras Jati Manuhara Godras Jati Manuhara Gusmaini Gusmaini Hanif, Zainuri Haradito, Aditya Hasim Ashari Himawan, Erwin Nur Husnawati Fatihah Habibie Ibrahim, Hasan Aji Ikarini, Imro'ah Ikrimah Nur Laily Kamil, Annisa Katut Kompi Yuniter Kawiji Kawiji Kawiji Kawiji Kawiji Kawiji Kawiji, Kawiji Kendri Wahyuningsih Kendri Wahyuningsih Khusniati, Tatik Lela Fitri Hariyati Lia Umi Khasanah Lintang Sawitri Nugraheni Lulus Nurmaya M, Godras Jati M.A.M. Andriani MA Martina Andriani MAM Andriani MAM Andriani Mandasia Pangastuti Martina Andriani Martina Andriani Martina Andriani Muhammad Faizul Umam, Muhammad Faizul Muslika Kurniasih Nanda Ayu Hapsari Nausika Estetia Putri Jatmiko Noreka Destiana Novita Try Aryani Nugraheni, Krisnawati Setyaningrum Nur Her Riyadi Parnanto Parwitasari, Shintanova Prasetyaningrum Prasetyaningrum, Prasetyaningrum Pratiwi, Reny Fajri Qurothul Uyun R. Baskara Katri Anandito R.Baskara Katri Anandito, R.Baskara Katri Rachmah, Ulfianiza Rahayu, Endang Sutriswati Rini Setyowati, Rini Rizki Amalia Sakinah Ummu Zahroh Sari, Ardhea Mustika Sari, Ayu Purnama Sigit Raharjo Siswanti Siswanti Sri Handajani Sri Yuliani Suparmo Suparmo Syafri Dwiananta Tanalyna Hasna Titiek Rachmawaty Tyas Utami Utami, Annisa Widia Widayani, Erina Windi Atmaka Windi Atmaka, Windi Yoga Meidiantoro Aji Yuli Wijayanti Purwandari Yuniani, Devi Rizky Zaman, M. Zukhrufuz Zoraya A Putri Zoraya A Putri