cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN INDONESIA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 16 Documents
Search results for , issue " Vol 6, No 1: APRIL 2014" : 16 Documents clear
ENINGKATAN KETERAMPILAN GURU MENGANALIS TES PILIHAN GANDA MELALUI SUPERVISI KOLABORATIF DI SMA NEGERI 1 MERLUNG DAN SMA NEGERI 4 MERLUNG Siagian, Marta G.S
JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN INDONESIA Vol 6, No 1: APRIL 2014
Publisher : JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian tindakan sekolah yang bertujuan untuk membantu guru Matematika meningkatkan keterampilan menganalisis tes pilihan ganda . Analisis kualitatif melihat kesesuaian soal dengan tiga aspek yang ditentukan yaitu aspek materi, aspek konstruksi dan aspek bahasa yang menggunakan lembar telaah soal.Sedangkan analisis kuantitatif, melakukan perhitungan terhadap aspek validitas butir tes, reliabilitas tes, tingkat kesukaran, daya pembeda dan kualitas pengecoh. Berdasarkan hasil analisis kualitatif dan analisis kuantitatif soal semester 1 pada siklus I, tidak ada soal yang sesuai dengan kaidah pada setiap aspek (0%) pada kedua sekolah. Pada analisis kualitatif di siklus II, soal yang sesuai dengan kaidah pada aspek materi meningkat menjadi 85% di SMA Negeri 1 Merlung dan 87,5% di SMA Negeri 4 Merlung dari 40 soal yang disusun. Demikian halnya pada aspek konstruksi, soal yang sesuai dengan kaidah meningkat menjadi 87,5% dan 97,5% untuk masing-masing jurusan. Hasil analisis kuantitatif juga mengalami peningkatan, yaitu 87,5% (35 soal) untuk jurusan IPA dan 82,5% (33 soal) untuk jurusan IPS di SMA Negeri 1 Merlung. Soal yang diterima untuk jurusan IPA di SMA Negeri 4 Merlung sebanyak 82,5% (33 soal) untuk jurusan IPS dan 80% (32 soal) untuk jurusan IPS.Keterampilan guru pada kedua sekolah dalam menganalisis tes pilihan ganda melalui supervisi kolaboratif meningkat dari nilai 77,8 pada siklus I menjadi 90 pada siklus II (analisis kualitatif). Pada analisis kuantitatif juga terjadi peningkatan dari nilai 33,3 menjadi 86,7. Berdasarkan hasil penelitian di atas dapat disimpulkan bahwasupervisi kolaboratif dapat meningkatkan keterampilan guru menganalisis tes pilihan ganda di SMA Negeri 1 Merlung dan SMA Negeri 4 Merlung.Kata Kunci : analisis kualitatif, analisis kuantitatif, supervisi kolaboratif
UPAYA PENINGKATAN KINERJA GURU Simanjuntak, Rivai M
JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN INDONESIA Vol 6, No 1: APRIL 2014
Publisher : JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kinerja guru adalah hasil yang ditunjukkan oleh guru dalam kesediaannya melakukan pekerjaan yang relevan dengan keterampilannya dalam bidang pengajaran meliputi: (1) quality of work atau kualitas hasil kerja; (2) capability atau kemampuan; (3) initiative atau prakarsa/inisiatif; (4) communication. Kepuasan kerja guru adalah sikap guru terhadap pekerjaan yang menimbulkan perasaan senang terhadap pekerjaannya yang meliputi: (1)Need fulfillment (pemenuhan kebutuhan); (2) discreppancies (perbedaan); (3) value attainment (pencapaian nilai); (4) equity (keadilan); dan (5) dispositional/genetic components (komponen genetik). Budaya organisasi dapat diartikan sebagai pola dasar yang telah diciptakan dan dikembangkan dalam proses memecahkan masalah dalam pengambilan keputusan ketika mengelola integrasi internal beradabtasi dengan lingkungan eksternal yang meliputi : (1) mekanisme primer/utama berupa, a) perhatian, b) reaksi terhadap krisis, c) pembuatan model peran, d) alokasi penghargaan, e) kriteria untuk seleksi dan pemberhatian; dan (2) mekanisme sekunder, yaitu : a) rancangan sistem dan prosedur, b) rancangan struktur organisasi, c) rancangan fasilitas, d) cerita, legenda dan mitos, dan e) pernyataan formal. Kecerdasan emosional dapat diartikan sebagai kemampuan penilaian untuk mengenali diri sendiri dan orang lain serta mengintegrasikannya sehingga dapat mengelola emosi terhadap diri sendiri dan emosi terhadap orang lain meliputi: (1) kemampuan penilaian untuk mengenali diri terdiri dari : a)kesadaran diri, b) manajemen diri, dan c) motivasi diri; dan (2) kemampuan penilaian untuk mengenali diri orang lain terdiri dari : a) empaty, dan b) keterampilan sosial.Kata Kunci : Kinerja Guru, Budaya Organisasi, Kecerdasan Emosional, Kepuasan Kerja
PENINGKATAN KEMAMPUAN GURU MENYUSUN SILABUS DAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) MELALUI SUPERVISI AKADEMIK TEKNIK WORKSHOP (LOKAKARYA) PADA SMA DI KABUPATEN NIAS SELATAN Telaumbanua, Martinus
JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN INDONESIA Vol 6, No 1: APRIL 2014
Publisher : JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah melalui supervisi akademik teknik workshop (lokakarya) dapat meningkatkan kemampuan guru mata pelajaran ekonomi menyusun silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran pada SMA di Kabupaten Nias Selatan. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan sekolah. Penelitian tindakan ini terdiri dari empat rangkaian kegiatan yaitu : (a) perencanaan, (b) tindakan, (c) pengamatan, (d) refleksi. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 30 orang guru mata pelajaranekonomi yang ditentukan dengan cara random sampling. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan lembar instrumen penilaian silabus, lembar instrumen penilaian rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), dan instrumen APKG 1. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh beberapa kesimpulan sebagai berikut : (1) Pada siklus pertama, tidak ada guru yang memiliki skor penyusunan Silabus dalam kategori baik, 93,33% atau 28 orang guru memilikiskor dalam kategori cukup baik, 6,67% atau 2 orang guru memiliki skor dalam kategori kurang baik. Dan skor penyusunan RPP tidak ada guru yang memiliki skor dalam kategori baik, 63,33% atau 19 orang guru memiliki skor dalam kategori cukup baik, 36,67% atau 11 orang guru memiliki skor dalam kategori kurang baik.Sedangkan skor kemampuan guru merencanakan pembelajaran 6,67% atau 2 orang guru memiliki skor dalam kategori baik, 93,33% atau 28 orang guru memiliki skor dalam kategori cukup baik, (2) Pada siklus kedua, 100% atau 30 orang guru yang memiliki skor penyusunan Silabus dalam kategori baik. Dan skor penyusunan RPP 90% atau 27 orang guru memiliki skor dalam kategori baik, 10% atau 4 orang guru memiliki skor dalam kategori cukup baik. Sedangkan skor kemampuan guru merencanakan pembelajaran 86,67% atau 26 orang guru memiliki skor dalam kategori baik, 13,33% atau 4 orang guru memiliki skor dalam kategori cukup baik. Penelitian ini menemukan bahwa melalui supervisi akademik teknik workshop dapat meningkatkan kemampuan guru menyusun silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) secara lengkap sesuai standar proses pendidikan.Kata Kunci : Silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, Supervisi Akademik Teknik Workshop
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGAJAR GURU KIMIA MELALUI SUPERVISI AKADEMIK MODEL ILMIAH DI SMA NEGERI KOTA TAKENGON N, Rosmawati
JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN INDONESIA Vol 6, No 1: APRIL 2014
Publisher : JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak.Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mengajar guru kimia melalui supervisi akademik model ilmiah di SMA Negeri si Kota Takengon. Penelitian ini merupakan penelitian tindakansekolah (action research) yang melibatkan 4 orang guru kimia yang ditentukan dengan menggunakan teknik sampling purposive. Instrumen penelitian adalah berupa lembar observasi, yang terdiri atas dua parameter pengukuran, yaitu observasi terhadap kemampuan mengajar guru dan tampilan RencanaPelaksanaan Pembalajaran sebagai produk yang dihasilkan guru. Data awal penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata pada pra siklus sebesar 66,72 dan setelah dilakukan tindakan supervisi akademikmodel ilmiah meningkat menjadi 76,51 pada siklus I, kemudian meningkatsecara signifikan menjadi 91,04 pada siklus II. Adapun setelah dilakukan tindakan pada siklus I terjadi peningkatan kemampuan mengajar guru kimia sebesar 25%, danberanjak dari refleksi yang dilakukan di siklus I, maka pada siklus II diberikan tindakan yang optimal maka diperoleh 100% guru meningkat kemampuan mengajarnya dengan indicator jika semua guru kimia mencapai nilai ≥ 80 maka penelitian ini dianggap tuntas.Berdasarkan hasil akhir penelitian maka dapat disimpulkan bahwa melalui supervisi akademik model ilmiah mampu meningkatkan kemampuan mengajar guru kimia. Diharapkan agar supervisi akademik model ilmiah dapat diimplementasikan oleh supervisor dalam membina guru khususnya guru kimia.Kata Kunci.Kemampuan mengajar, supervisi akademik, model ilmiah
MENINGKATKAN KEMAMPUAN GURU KIMIA MENERAPKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW MELALUI SUPERVISI KLINIS Simanjuntak, Haholongan
JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN INDONESIA Vol 6, No 1: APRIL 2014
Publisher : JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan kemampuan guru kimia dalam menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw melalui supervisi klinis. Metode penelitian ini adalah kualitatif atau penelitian tindakan sekolah. Subyek penelitian adalah guru kimia SMA sebanyak empat orang. Obyek penelitian adalah penerapan supervisi klinis untuk meningkatkan kemampuan guru kimia dalam menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah instrumen telaah RPP dan lembar observasi kemampuan guru menerapkan model kooperatif tipe jigsaw. Hasil penelitian menunjukkan: (1) siklus pertama rata-rata nilai kemampuan guru kimia dalam merencanakan pembelajaran adalah 79,86 dalam kategori cukup dan menerapkan model pembelajaran koperatif tipe jigsaw adalah 78,98 dalam kategori cukup; (2) siklus kedua rata-rata nilai kemampuan guru dalam merencanakan pembelajaran adalah 96,30 dalam kategori amat baik dan menerapkan model pembelajaran koperatif tipe jigsaw adalah 94,31 dalam kategoriamat baik. Hasil temuan peneliti menemukan bahwa supervisi klinis dapat meningkatkan kemampuan guru kimia dalam menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw.Kata Kunci. Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw, Supervisi Klinis
PELATIHAN BERBASIS SIMULASI DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN GURU MENERAPKAN COOPERATIVE LEARNING TIPE TWO STAY TWO STRAY Gulo, Parlinus
JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN INDONESIA Vol 6, No 1: APRIL 2014
Publisher : JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui apakah pelatihan berbasis simulasi dapat meningkatkanketerampilan guru Matematika menerapkan model cooperative learning tipe two stay two stray.Penelitianini merupakan penelitian tindakan sekolah yang dilaksanakan dalam 2 siklus dan diawali dengan observasipra siklus terhadap 10 guru matematika. Untuk mengumpulkan data, digunakan instrumen yaitu: (1)penilaian keterlaksanaan tindakan pada pelatihan berbasis simulasi; (2) telaah RPP; dan (3) lembarpengamatan terhadap guru dalam menerapkan model cooperative learning tipe two stay two stray. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa: (1) rata-rata persentase keterampilan guru dalam penyusunan RPP denganmodel cooperative learning tipe two stay two stray pada pra siklus sebesar 72,13% (cukup), pada siklus I sebesar 92,53% (amat baik) dan pada siklus II sebesar 95,87% (amat baik); (2) Rata-rata persentase keterampilan guru menerapkan model cooperative learning tipe two stay two stray pada pra siklus sebesar 10,00% (amat kurang), pada siklus I sebesar 68,75% (kurang) dan pada siklus II sebesar 85,42% (baik). Jadi tindakan dikatakan berhasil setelah dilaksanakan siklus II.Kesimpulan penelitian yaitu pelatihanberbasis simulasi dapat meningkatkan keterampilan guru matematika menerapkan model cooperative learning tipe two stay two stray.Kata Kunci:Twostay two stray, cooperative learning, keterampilan guru, simulasi, pelatihan
IMPLEMENTASI DAN PENANAMAN NILAI KARAKTER KEHORMATAN DALAM MENINGKATKAN KUALITAS KEPEMIMPINAN Purba, Sukarman
JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN INDONESIA Vol 6, No 1: APRIL 2014
Publisher : JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karakter kehormatan adalah hal penting untuk melihat serta mengetahui nilai di dalam diri kita dan orang lain. Upaya yang dapat dilakukan untuk menanamkan nilai kehormatan dilakukan melalui pendidikan dalam keluarga, pengintegrasialan dalam proses belajar mengajar dan penididikan multikultural. Upaya yang dilakukan orangtua untuk menanmkan rasa hormat pada anaknya adalah dengan memberikan contoh, tidak berbohong, menunjukkan kasih sayang, berterus terang, memberikan hak anak dan mauminta maaf. Untuk meningkatkan kualitas kepemimpinan dapat dilakukan dengan menghormati, menghargai dan melihat segala sesuatu dengan cara yang positif. Dalam merepresentasikan keunggulan seorang pemimpin yang baik dan kuat dapat dilihat dari keseluruhan proses kepemimpinan, yaitu memiliki rasa hormat dan berkarakter.Keyword: karakter, kehormatan, kepemimpinan, multikultural
ANALISIS EKSISTING SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN KOTA MEDAN Darwin, Darwin
JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN INDONESIA Vol 6, No 1: APRIL 2014
Publisher : JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan data BPS tahun 2014 ternyata lulusan Sekolah menengah kejuruan (SMK) menjadi penyumbang terbesar dalam pengangguran terbuka yaitu 11,21%, kemudian diikuti oleh lulusan SMA sebanyak 9,72%. Hal ini mengindikasikan bukan lapangan pekerjaan yang tidak tersedia, akan tetapi telah terjadi kesenjangan antara kualitas lulusan dengan kriteria kebutuhan pasar kerja. Oleh karena itu, pada tahap awal sangat penting dilakukan penelitian tentang analisis eksisting Sekolah menengah kejuruan berkaitan dengan keberadaan bidang keahlian dan program studi. Penelitian yang dilakukan melalui metode analitis deskriptif ini dilaksanakan pada tahun 2014 menghasilkan bahwa (1) Di Kota Medan terdapat sebanyak 150 SMK, 14 (9,33%) diantaranya negeri dan 136(90,67%) SMK swasta. Sedangkan proporsi ditingkat nasional 25,87% negeri dan 74,13% swasta. Artinya, Pemerintah Kota Medan masih perlu mengembangkan atau membuka SMK negeri baru jika ingin menyesuaikan dengan proporsi tingkat nasional. (2) Dari keseluruhan SMK di Kota Medan, terdapat 5 bidang keahlian, 22program studi keahlian dan 45 kompetensi keahlian. (3) Konstribusi positif masyarakat terhadap penyelenggaraan SMK swasta sangat tinggi. Hal ini terlihat dari 90,67% SMK di Kota Medan merupakan swasta bentukan masyarakat. Bahkan banyak program studi dan kompetensi keahlian yang diselenggarakan di SMK Swasta yangtidak terdapat di Sekolah menengah kejuruan Negeri. (4) Konstribusi positif masyarakat kalangan Lembaga Pemerintahan, Dunia Usaha dan Industri sangat dirasakan keberadaannya, terutama dalam hal penyelenggaraan praktek kerja lapangan / praktek kerja industri. Konstribusi ini masih dapat ditingkat terhadap peran dan bentukkerjasama yang lebih luas dan relevan.Kata Kunci: eksisting, Sekolah menengah kejuruan, bidang keahlian, kontribusi masyarakat
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGAJAR GURU KIMIA MELALUI SUPERVISI AKADEMIK MODEL ILMIAH DI SMA NEGERI KOTA TAKENGON N, Rosmawati
JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN INDONESIA Vol 6, No 1: APRIL 2014
Publisher : JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak.Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mengajar guru kimia melalui supervisi akademik model ilmiah di SMA Negeri si Kota Takengon. Penelitian ini merupakan penelitian tindakansekolah (action research) yang melibatkan 4 orang guru kimia yang ditentukan dengan menggunakan teknik sampling purposive. Instrumen penelitian adalah berupa lembar observasi, yang terdiri atas dua parameter pengukuran, yaitu observasi terhadap kemampuan mengajar guru dan tampilan RencanaPelaksanaan Pembalajaran sebagai produk yang dihasilkan guru. Data awal penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata pada pra siklus sebesar 66,72 dan setelah dilakukan tindakan supervisi akademikmodel ilmiah meningkat menjadi 76,51 pada siklus I, kemudian meningkatsecara signifikan menjadi 91,04 pada siklus II. Adapun setelah dilakukan tindakan pada siklus I terjadi peningkatan kemampuan mengajar guru kimia sebesar 25%, danberanjak dari refleksi yang dilakukan di siklus I, maka pada siklus II diberikan tindakan yang optimal maka diperoleh 100% guru meningkat kemampuan mengajarnya dengan indicator jika semua guru kimia mencapai nilai ≥ 80 maka penelitian ini dianggap tuntas.Berdasarkan hasil akhir penelitian maka dapat disimpulkan bahwa melalui supervisi akademik model ilmiah mampu meningkatkan kemampuan mengajar guru kimia. Diharapkan agar supervisi akademik model ilmiah dapat diimplementasikan oleh supervisor dalam membina guru khususnya guru kimia.Kata Kunci.Kemampuan mengajar, supervisi akademik, model ilmiah
MENINGKATKAN KEMAMPUAN GURU KIMIA MENERAPKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW MELALUI SUPERVISI KLINIS Simanjuntak, Haholongan
JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN INDONESIA Vol 6, No 1: APRIL 2014
Publisher : JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan kemampuan guru kimia dalam menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw melalui supervisi klinis. Metode penelitian ini adalah kualitatif atau penelitian tindakan sekolah. Subyek penelitian adalah guru kimia SMA sebanyak empat orang. Obyek penelitian adalah penerapan supervisi klinis untuk meningkatkan kemampuan guru kimia dalam menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah instrumen telaah RPP dan lembar observasi kemampuan guru menerapkan model kooperatif tipe jigsaw. Hasil penelitian menunjukkan: (1) siklus pertama rata-rata nilai kemampuan guru kimia dalam merencanakan pembelajaran adalah 79,86 dalam kategori cukup dan menerapkan model pembelajaran koperatif tipe jigsaw adalah 78,98 dalam kategori cukup; (2) siklus kedua rata-rata nilai kemampuan guru dalam merencanakan pembelajaran adalah 96,30 dalam kategori amat baik dan menerapkan model pembelajaran koperatif tipe jigsaw adalah 94,31 dalam kategoriamat baik. Hasil temuan peneliti menemukan bahwa supervisi klinis dapat meningkatkan kemampuan guru kimia dalam menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw.Kata Kunci. Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw, Supervisi Klinis

Page 1 of 2 | Total Record : 16