cover
Contact Name
Masruchin
Contact Email
aldzikra@radenintan.ac.id
Phone
+6281379788639
Journal Mail Official
aldzikra@radenintan.ac.id
Editorial Address
Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Al-Dzikra: Jurnal Studi Ilmu al-Quran dan al-Hadits
ISSN : 19780893     EISSN : 27147916     DOI : 10.24042
Core Subject : Religion, Education,
Al-Dzikra: Jurnal Studi Ilmu al-Quran dan al-Hadits [ISSN 2714-7916] is peer-reviewed journal dedicated to publish the scholarly study of Quran and Hadits from many different perspectives. Particular attention is paid to the works dealing with: Quranic and Hadits Studies, Quranic and Hadits sciences, Living Quran and Hadits, Quranic and Hadits Studies accros different areas in the world (The Middle East, The West, Archipelago and other areas), Methodology of Qur’an, Tafsir and Hadits Studies. Publishes twice in a year [June and December]. by Quranic and Tafsir studies Programme at Ushuluddin Faculty, UIN Raden Intan Lampung.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 11 No 2 (2017)" : 5 Documents clear
Gejala Dan Fenomena Bahr Dalam Al-Qur’an: Relasi I’jaz Al-Qur’an Terhadap Ilmu Pengetahuan wahid, azzam nur
AL-DZIKRA: JURNAL STUDI ILMU AL-QUR'AN DAN AL-HADITS Vol 11 No 2 (2017)
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Study, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/al-dzikra.v11i2.4379

Abstract

AbstrakTulisan ini mengkaji dan meneliti seberapa jauh akurasi mufassir dalam membaca teks dan konteks terkait fenomena bahr dan temuan-temuan baru yang masih banyak menyimpan misteri. Fokus penelitian ini lebih kepada pendekatan sains terhadap korelasi ayat-ayat ilmiah terhadap penemuan modern. Dalam penelitian banyak mengkorelasikan temuan modern dengan keabsahan al-Qur’an sebagai kitab suci. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-analisis dengan kajian pustaka (library research) dalam mengungkap ayat-ayat ilmiah berdasarkan pandangan para mufassir dengan dipadukan beberapa teori ilmiah para ilmuwan modern. Prosedur penelitian ini mengambil bentuk maudhui dalam mengurai ayat-ayat ilmiah terhadap penemuan modern. Berdasarkan ayat-ayat yang dikaji, menyatakan bahwa I’jaz al-Qur’an terkait fenomena bahr menghasilkan beberapa temuan yang senada dengan persuasi al-Qur’an seperti nikmat lu’lu’ wa marjan, segala sesuatu yang hidup bermuara dari air, Maraj al-Bahraîni dalam fenomena sains.Kata Kunci: I’jaz Al-Qur’an; Fenomena sains bahr
Dimensi Balagah Sebagai Mukjizat Al-Qur’an Dalam Kitab I’rabu Al-Qur’an Al-Karim Wa Bayanuhu Muqaddam, Machin
AL-DZIKRA: JURNAL STUDI ILMU AL-QUR'AN DAN AL-HADITS Vol 11 No 2 (2017)
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Study, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/al-dzikra.v11i2.4393

Abstract

AbstrakArtikel ini mengkaji tentang keindahan sebuah ayat-ayat al-Qur’an yang di kaji dari sudut pandang ilmu balagah. Penulis ingin meneliti sebuah karya yang mengkaji tentang balagah yaitu kitab I’rābu Al-Qur’ān al-Karīm wa Bayānuhu karya Muhyiddin ad-Darwis. Dalam kitab tersebut banyak ditemukan ayat-ayat al-Qur’an yang secara khusus kajiannya tentang balagah, sehingga keindahan ayat-ayat al-Qur’an sangat terlihat dan itulah salah satu bukti bahwa kemukjizatan al-Qur’an dari aspek bahasa sangat terbukti dan belum ada yang menandinginya mulai sejak al-Qur’an turun sampai sekarang. Dan banyak yang berpendapat bahwa aspek kemukjizatan al-Qur’an terletak pada unsur kebahasaannya, selain itu pada setiap arti kata dalam ayat tersebut merupakan sebuah keindahan tersendiri yang terdapat dalam al-Qur’an, lebih-lebih hal tersebut dibahas oleh Muhyiddin ad-Darwis. Dalam artikel ini peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif (library research) yang berfokus pada kitab I’rābu Al-Qur’ān al-Karīm wa Bayānuhu sebagai kajian utamanya. Dan hasilnya bahwa keindahan dalam setiap arti kata yang terdapat dalam ayat-ayat al-Qur’an merupakan suatu keindahan tersendiri dan membuktikan bahwa itulah mukjizat al-Qur’an dari aspek balagahnya dalam bentuk tasybih, majaz dan isti’arah.Kata kunci: Keindahan, Balagah, Kebahasaan, Mukjizat. 
Interpretasi Ayat-ayat Psikologi Dalam Surat Yusuf Sofiyan, Alim
AL-DZIKRA: JURNAL STUDI ILMU AL-QUR'AN DAN AL-HADITS Vol 11 No 2 (2017)
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Study, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/al-dzikra.v11i2.4395

Abstract

AbstrakArtikel ini meneliti tentang ayat-ayat yang ada hubungannya dengan psikologis. Penelitian ini fokus dalam pembahasan terhadap emosi primer dalam surat Yusuf. Adapun ayat-ayat yang berkaitan dengan psikologis sangat banyak sekali, akan tetapi peneliti memfokuskan dalam kajian psikologis yang berkaitan dengan emosional manusia, dimana banyak ditemukan ayat-ayat yang bersentuhan langsung dengan emosi dalam surat Yusuf. Untuk memudahkan dalam penelitian ini, maka peneliti merumuskan pokok permasalahan yakni, bagaimana cara yang diajarkan Allah swt. dalam mengendalikan emosi dalam surat Yūsuf serta apa saja hikmahnya dalam surat Yūsuf. Penelitian ini termasuk dalam penelitian pustaka (library research) dengan menfokuskan pada interpretasi ayat yang berkaitan dengan psikologis, sehingga peneliti menggunakan metode content analysis dan interpretasi. Sehingga ditemukan bahwa cara mengendalikan emosi yang ada dalam Surat Yūsuf adalah dzikrullah, Al-‘Afw, dan Sabar, yang harus selalu kita pegang sebagai kunci kesuksesan dan keberhasilan serta kemenangan dalam menjalani setiap kehidupan.Kata Kunci: Emosi, Al-Qur’an, Surat Yūsuf
Ayat-ayat Kauniyyah Dalam Tafsir Imam Tantowi Dan Ar-Razi Ardiyantama, Maulidi
AL-DZIKRA: JURNAL STUDI ILMU AL-QUR'AN DAN AL-HADITS Vol 11 No 2 (2017)
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Study, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/al-dzikra.v11i2.4411

Abstract

AbstrakTulisan ini mengkaji dan meneliti penafsiran Tantawi Jauhari dan Fakhr al-Din al-Razi pada ayat-ayat yang berkaitan dengan fenomena laut dalam tafsîrnya. Fenomena yang sangat menarik ini mulai banyak temuan-temuan baru masa kini tentang lautan yang masih banyak menyimpan misteri. Dalam penelitian ini terdapat dua kajian fokus, yaitu mengenai penafsiran Tantawi Jauhari dan Fakhr al-Din al-Razi tentang fenomena laut, dengan menfokuskan pada QS. al-Rahman 19-20, QS. al-Furqan:53, QS. al-Thur: 6 serta mengkolerasikan dengan konteks masa kini. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-komparatif dengan kajian pustaka (library research) yang mengacu pada data primer Tafsîr al-Jawahir dan Tafsîr Mafatihul Ghaib. Berdasarkan ayat-ayat yang dikaji, menyatakan bahwa fenomena laut dalam penafsiran kedua tokoh sesuai dengan konteks masa kini diantaranya ialah ditemukannya perbedaan jenis flora dan fauna dan dari adanya bara api di dasar laut dapat dimanfaatkan untuk pembangkit listrik masa depan dengan memanfaatkan perbedaan temperatur laut tersebut.Kata Kunci: Kauniyyah, Laut, Tafsîr al-Jawahir, Tafsîr Mafatihul        Ghaib.
Itsmun Perspektif Tafsir Isyari Yamin, Nur
AL-DZIKRA: JURNAL STUDI ILMU AL-QUR'AN DAN AL-HADITS Vol 11 No 2 (2017)
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Study, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/al-dzikra.v11i2.4520

Abstract

AbstrakItsmun adalah istilah yang digunakan dalam al-Qur’an yang dipakai sebagai istilah dosa, yang mempunyai makna perbuatan-perbuatan yang menghambat tercapainya pahala. Itsmun dengan kata lain adalah sebutan atas tindakan yang menghambat tercapainya (terwujudnya) kebaikan. Itsmun di dalam al-Qur’an digunakan untuk menyebutkan sebuah pelanggaran yang memiliki efek negatif terhadap diri sendiri dan masyarakat. Maka itsmun dikatakan dosa apabila perbuatan tersebut merupakan perbuatan yang telah merugikan diri sendiri dan orang lain. Itsmun dalam pemaknaannya banyak disampaikan oleh kalangan sufi, khususnya dalam menafsirkan ayat-ayat yang terkait dengan Itsmun. Imam Al-Alusi merupakan tokoh mufassir klasik yang ternama, khususnya pada kalangan ulama tasawuf yang menggunakan tafsir aliran sufistik isyari. Pemikiran Al-Alusi dalam tafsir Rûh al-Ma’ânî tidak terlepas dari kiprah beliau dalam konteks idiologi beliau mengenai prihal aqidah. Adapun mengenai penafsiran beliau tentang ayat-ayat itsmun, Al-Alusi tidak terlepas dari kesufiannya dalam pemikirannya. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian pustaka (library research) dengan menggunakan metode deskriptif analitis yang pokok kajiannya pada kitab tafsir Rûh al-Ma’ânî. Dengan menggunakan metode tersebut, peneliti mendapati secara umum Al-Alusi menyatakan bahwa itsmun adalah orang yang banyak dosa, orang kafir, kebohongan, serta dalam setiap ayat mengandung makna yang melawan Allah dan Rasul, serta memiliki efek negatif terhadap diri sendiri dan orang lain. Adapun solusi yang diberikan terhadap orang yang berbuat dosa yaitu dengan cara bertaubat kembali kepada petunjuk Allah dan menjauhi semua larangannya serta tidak mengulangi perbuatan dosa lagi.Kata Kunci: Itsmun, Tafsir Isyari, Imam al-Alusi

Page 1 of 1 | Total Record : 5