cover
Contact Name
Masruchin
Contact Email
aldzikra@radenintan.ac.id
Phone
+6281379788639
Journal Mail Official
aldzikra@radenintan.ac.id
Editorial Address
Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Al-Dzikra: Jurnal Studi Ilmu al-Quran dan al-Hadits
ISSN : 19780893     EISSN : 27147916     DOI : 10.24042
Core Subject : Religion, Education,
Al-Dzikra: Jurnal Studi Ilmu al-Quran dan al-Hadits [ISSN 2714-7916] is peer-reviewed journal dedicated to publish the scholarly study of Quran and Hadits from many different perspectives. Particular attention is paid to the works dealing with: Quranic and Hadits Studies, Quranic and Hadits sciences, Living Quran and Hadits, Quranic and Hadits Studies accros different areas in the world (The Middle East, The West, Archipelago and other areas), Methodology of Qur’an, Tafsir and Hadits Studies. Publishes twice in a year [June and December]. by Quranic and Tafsir studies Programme at Ushuluddin Faculty, UIN Raden Intan Lampung.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 4 Documents
Search results for , issue "Vol 20 No 1 (2026)" : 4 Documents clear
Return of Goods in Online Buying and Selling Transactions (E-Commerce) on the Shopee Marketplace: A Hadith Perspective
AL-DZIKRA: JURNAL STUDI ILMU AL-QUR'AN DAN AL-HADITS Vol 20 No 1 (2026)
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Study, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/al-dzikra.v20i1.28508

Abstract

Abstract Buying and selling is a primary and inseparable activity in human life. Along with the development of the times and increasing needs, business transaction methods have also undergone changes, marked by the emergence of online markets or marketplaces as digital buying and selling platforms. The convenience offered by online buying and selling is indeed very appealing; however, in practice, negligence and deviations that have the potential to harm one party still frequently occur. Although return policies exist as a form of protection for consumer and seller rights, in reality, various irregularities are still found in their implementation. This research is a library study conducted to directly examine the practice of product returns in online buying and selling transactions on the Shopee platform, viewed from the perspective of hadith. The data collection method used documentation techniques. The primary sources for this research come from hadith literature, while supplementary data were obtained from secondary references such as books, scientific journals, theses, articles, and information from online media. The findings of this research indicate that product returns in online transactions on Shopee are clearly regulated, and from the perspective of hadith, it is permissible in Islam if the goods are not as described or are defective, provided that honesty, justice, and mutual consent between the seller and buyer are prioritized. Keywords: Market Place; Online Buying and Selling; Return of Goods.   Abstrak Jual beli merupakan aktivitas utama dalam kehidupan manusia yang tidak dapat dipisahkan. Seiring dengan perkembangan zaman dan meningkatnya kebutuhan, metode transaksi bisnis juga mengalami perubahan, yang ditandai dengan hadirnya pasar online atau marketplace sebagai sarana jual beli digital. Kemudahan yang ditawarkan oleh jual beli online memang sangat menarik, namun dalam praktiknya, masih sering terjadi kelalaian dan penyimpangan yang berpotensi merugikan salah satu pihak. Meskipun terdapat kebijakan retur sebagai perlindungan hak konsumen dan penjual, kenyataannya masih ditemukan berbagai penyimpangan dalam penerapannya. Penelitian ini merupakan studi kepustakaan (library research) yang dilakukan untuk mendalami secara langsung praktik pengembalian barang dalam transaksi jual beli daring di platform Shopee, ditinjau dari perspektif hadis. Metode pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi. Sumber utama dalam penelitian ini berasal dari literatur-literatur hadis, sementara data pelengkap diperoleh dari referensi sekunder seperti buku, jurnal ilmiah, skripsi, artikel, serta informasi dari media daring. Temuan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa return barang dalam transaksi online  Shopee telah diatur secara jelas  dan dalam persfektif hadis diperbolehkan dalam ilam jika barang tidak sesuai atau mengalami kecacatan  dengan mengutamakan kejujuran, keadilan dan kerelaa kedua belah pihak antara penjual dan pembeli. Kata Kunci: Jual Beli Online; Marketplace; Pengembalian Barang.
Critique of Repetition in ʿUlūm al-Qurʾān Studies: Between Classical Tradition and Academic Stagnation
AL-DZIKRA: JURNAL STUDI ILMU AL-QUR'AN DAN AL-HADITS Vol 20 No 1 (2026)
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Study, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/al-dzikra.v20i1.29142

Abstract

Abstract This paper examines the problem of repetition in classical ʿUlūm al-Qurʾān studies and its implications for the development of contemporary scholarship. Repetition rooted in authoritative works such as al-Burhān by al-Zarkashī and al-Itqān by al-Suyūṭī initially functioned as a mechanism of knowledge preservation. However, in later developments, uncritical repetition gave rise to epistemological stagnation and restricted the space for ijtihād. The problem became more complex with the sacralization of classical works, which led academic discourse into the canonization of old narratives. This study employs a qualitative library research method with a descriptive-analytical approach to analyze both classical and contemporary literature. The analysis reveals that repetition in ʿUlūm al-Qurʾān has contributed to the creation of an academic comfort zone, where curricula and discourses remain focused on old issues without the courage to adapt to modern challenges. The paper concludes that revitalizing ʿUlūm al-Qurʾān requires methodological courage to break free from the cycle of repetition. It highlights the contemporary approach of Ma‘na Cum Maghza as a constructive offer to restore ʿUlūm al-Qurʾān as a dynamic, critical, and relevant discipline for contemporary human concerns. Keywords: ʿUlūm al-Qurʾān; Repetition; Revitalization; Sacralization; Stagnation.   Abstrak Artikel ini mengkaji persoalan pengulangan dalam kajian ʿUlūm al-Qurʾān klasik serta implikasinya terhadap perkembangan khazanah keilmuan kontemporer. Pengulangan yang berakar pada karya otoritatif seperti al-Burhān karya al-Zarkashī dan al-Itqān karya al-Suyūṭī awalnya berfungsi sebagai mekanisme pelestarian pengetahuan. Namun, dalam perkembangan selanjutnya, pengulangan yang tidak kritis melahirkan stagnasi epistemologis dan mempersempit ruang ijtihād. Persoalan kian kompleks dengan menguatnya sakralisasi terhadap karya klasik, yang menjerumuskan wacana keilmuan ke dalam kanonisasi narasi lama. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis untuk menganalisis literatur klasik dan kontemporer. Hasil analisis menunjukkan bahwa pengulangan dalam ʿUlūm al-Qurʾān telah berkontribusi pada terciptanya zona nyaman akademik, di mana kurikulum dan wacana masih berkutat pada persoalan-persoalan lama tanpa keberanian untuk beradaptasi dengan tantangan kekinian. Artikel ini menyimpulkan bahwa revitalisasi ʿUlūm al-Qurʾān memerlukan keberanian metodologis untuk keluar dari siklus pengulangan. Pendekatan kontemporer Ma‘na Cum Maghza disoroti sebagai tawaran konstruktif untuk mengembalikan ʿUlūm al-Qurʾān sebagai disiplin ilmu yang dinamis, kritis, dan relevan dengan keprihatinan manusia masa kini. Kata Kunci: Pengulangan; Revitalisasi; Sakralisasi; Stagnasi; ʿUlūm al-Qurʾān.
Interpretation of Hadith Regarding Ihtikar (Monopoly) In the Perspective of Contemporary Sharia Economic Law
AL-DZIKRA: JURNAL STUDI ILMU AL-QUR'AN DAN AL-HADITS Vol 20 No 1 (2026)
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Study, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/al-dzikra.v20i1.29772

Abstract

Abstract The current global economy faces serious challenges in market mechanisms, including the dominance of large corporations, supply chain distortions, price manipulation, and distribution control by certain entities. This phenomenon bears substantive similarity to the concept of ihtikar in Islam, namely the act of withholding goods to create scarcity and raise prices, thereby causing hardship for the community. Prophetic traditions (ḥadīth) such as "lā yaḥtakiru illā khāṭi'" and "man dakhala fī siʿrinā liyughliyahu 'alaynā fahuwa minnā laysa minnā" affirm a clear prohibition against practices that disrupt market equilibrium. Through a qualitative-descriptive approach and comparative analysis, this study examines the views of classical scholars such as al-Nawawī, Ibn Taymiyyah, and Ibn Ḥajar, and then connects them to contemporary thought on maqāṣid al-sharī'ah, particularly the values of justice ('adl), public interest (al-maṣlaḥah al-'āmmah), and the protection of property (ḥifẓ al-māl). The findings indicate that the essence of the prohibition of ihtikar is highly relevant to the principles of modern price policies such as competition law, anti-trust regulation, and market oversight. Islamic teachings align with the objectives of contemporary regulations to prevent market exploitation, maintain price stability, and protect consumers from economic distortion. Thus, the ḥadīth prohibiting ihtikar possess not only moral and spiritual dimensions but also provide a normative framework for formulating just, inclusive, and public welfare-oriented modern economic policies. Keywords: Ihtikar; Maqashid Syariah; Contemporary Sharia economic Law.   Abstrak Ekonomi global saat ini menghadapi tantangan serius pada mekanisme pasar, berupa dominasi korporasi besar, distorsi rantai pasok, manipulasi harga, dan penguasaan distribusi oleh entitas tertentu. Fenomena ini memiliki kemiripan substantif dengan konsep ihtikar dalam Islam, yaitu tindakan menahan barang untuk menciptakan kelangkaan dan menaikkan harga sehingga menimbulkan kesulitan bagi masyarakat. Hadis-hadis seperti "lā yaḥtakiru illā khāṭi'" dan "man dakhala fī siʿrinā liyughliyahu 'alaynā fahuwa minnā laysa minnā" menegaskan larangan tegas terhadap praktik yang merusak keseimbangan pasar. Melalui pendekatan kualitatif-deskriptif dan analisis komparatif, penelitian ini menelaah pandangan ulama klasik seperti al-Nawawi, Ibn Taymiyyah, dan Ibn Hajar, kemudian menghubungkannya dengan pemikiran kontemporer mengenai maqāṣid al-syarī'ah, terutama nilai keadilan ('adl), kemaslahatan umum (al-maslahah al-'āmmah), dan perlindungan harta (ḥifẓ al-māl). Temuan penelitian menunjukkan bahwa substansi larangan ihtikar sangat relevan dengan prinsip-prinsip kebijakan harga modern seperti competition law, anti-trust regulation, dan pengawasan pasar. Ajaran Islam sejalan dengan tujuan regulasi kontemporer untuk mencegah eksploitasi pasar, menjaga stabilitas harga, serta melindungi konsumen dari distorsi ekonomi. Dengan demikian, hadis-hadis tentang larangan ihtikar tidak hanya memiliki dimensi moral dan spiritual, tetapi juga menyediakan kerangka normatif bagi perumusan kebijakan ekonomi modern yang adil, inklusif, dan berorientasi pada kesejahteraan publik. Kata Kunci: Ihtikar; Maqashid Syariah; Hukum ekonomi Syariah Kontemporer.
The Urgency of Understanding Service Contractual Framework (Kafalah and Wakalah): A Fiqh Analysis Through Tafsir Al-Munir
AL-DZIKRA: JURNAL STUDI ILMU AL-QUR'AN DAN AL-HADITS Vol 20 No 1 (2026)
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Study, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/al-dzikra.v20i1.29889

Abstract

Abstract Service-based contracts such as kafalah and wakalah play a significant role in contemporary Islamic financial transactions and business activities. However, their practical application often emphasizes contractual mechanisms that are not firmly grounded in normative foundations derived from the Qur'an and Hadith. This gap requires further understanding. This paper aims to analyze the urgency of understanding the contractual framework of kafalah and wakalah services through a fiqh-oriented interpretive lens, specifically the works of Wahbah Al-Zuhaili and relevant Prophetic traditions. This study employs a qualitative normative method using textual analysis of Qur'anic verses, classical and contemporary hadith and Wahbah Al-Zuhaili's fiqh-based approach complemented by contemporary Islamic legal literature on service contracts. The findings indicate that kafalah and wakalah are not merely technical legal instruments but embody ethical responsibility (Amanah) and social solidarity (Taawun), and trust as emphasized in the interpretation. Understanding kafalah and wakalah through the perspective of tafsir and hadith strengthens their ethical and jurisprudential dimensions for the application of contemporary Islamic economic practices and strengthens them in modern service-based transactions. Keywords: Akad; Contract; Business; Kafalah; Wakalah.   Abstrak Kontrak berbasis jasa seperti kafalah dan wakalah memainkan peran penting dalam transaksi keuangan dan aktivitas bisnis islam kontemporer. Namun, penerapan praktisnya seringkali menekankan mekanisme kontraktual belum kuat dalam landasan normatif yang berasal dari Al-Quran dan Al Hadis. Kesenjangan ini memerlukan pemahaman yang lebih. Jurnal ini bertujuan untuk menganalisis urgensi pemahaman kerangka kontraktual jasa kafalah dan wakalah melalui lensa interpretative berorientasi fiqh khususnya karya Wahbah Al-Zuhaili dan tradisi Nabi yang relevan. Penelitian ini menggunakan metode normative kualitatif dengan menggunakan analisis tekstual ayat-ayat Al-Qur;an, hadits klasik dan kontemporer dan pendekatan berbasis fiqh Wahbah Al Zuhaili dilengkapi dengan literatur hukum islam kontemporer tentang kontrak jasa. Hasil temuan menunjukkan bahwa kafalah dan wakalah bukan hanya instrument hukum teknis tetapi mewujudkan tanggung jawab etis (Amanah) dan solidaritas social (taawun), dan kepercayaan sebagaimana ditekankan dalam penafsiran. Memahami kafalah dan wakalah melalui perspektif tafsir dan hadis memperkuat dimensi etis dan yurisprudensialnya bagi penerapan praktik ekonomi islam kontemporer dan memperkuat dalam transaksi berbasis jasa modern. Kata Kunci: Akad; Jasa; Kafalah; Wakalah; Tafsir

Page 1 of 1 | Total Record : 4