cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan)
ISSN : 24610437     EISSN : 25409131     DOI : -
Jukung adalah jurnal yang berisikan hasil-hasil penelitian ilmiah meliputi bidang rekayasa dan teknologi lingkungan yang dikelola oleh Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat. Jukung diterbitkan dua kali dalam setahun setiap bulan Maret dan September.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2017): September 2017" : 8 Documents clear
MANAJEMEN LIMPASAN AIR HUJAN DI DAERAH PERKOTAAN DENGAN RAIN GARDEN DAN MENJAGANYA DARI KEBERADAAN NYAMUK Nova Annisa; Hafiizh Prasetia
Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan) Vol 3, No 2 (2017): September 2017
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jukung.v3i2.4027

Abstract

ABSTRAKRain garden adalah salah satu praktik pembangunan berkelanjutan untuk mengatasi masalah limpasan air hujan. Rain garden sangat cocok sekali dikembangkan di daerah perkotaan dimana lahan resapan sudah mulai hilang digantikan dengan lapisan beton yang kaku. Tujuan dari kajian ini adalah mengungkapkan bagaimana model rain garden untuk daerah perkotaan dan bagaimana cara untuk menjaganya dari keberadaan nyamuk. Kajian dilakukan dengan analisis deskriptif. Berdasarkan hasil pengamatan diketahui bahwa model rain garden dapat dikembangkan untuk daerah perkotaan. Model rain garden yang satu dan yang lainnya dapat dihubungkan dengan pipa atau gorong-gorong sehingga memungkinkan rain garden berjalan optimal. Rain garden yang bagus harus tidak ada genangan lebih dari 72 jam. Hal ini bertujuan untuk menjaga dari keberadaan nyamuk yang dianggap mengganggu. Perawatan yang bagus terhadap rain garden juga mampu untuk menjaganya dari nyamuk. Kata Kunci: rain garden, nyamuk, siklus hidup  ABSTRACT Rain garden is one of sustainable development practices to overcome the problem of runoff water. Rain garden is very well suited to develop in urban areas where the recharge ground has begun to disappear replaced with a rigid concrete layer. The purpose of this study is to reveal how the rain garden model for urban areas and how to guard against the presence of mosquitoes. The study was conducted by descriptive analysis. Based on the observation, it is known that rain garden model can be developed for urban area. Rain garden models that one and the other can be connected with a pipe or culvert that allows rain garden to run optimally. A nice rain garden should have no puddle over 72 hours. It aims to keep from the presence of mosquitoes that are considered disturbing. Good treatment of rain garden is also able to keep it from mosquitoes. Keywords: rain garden, mosquitoes, life cycle
REKLAMASI LAHAN PASCA TAMBANG DI DESA BUKIT MULIA DAN SUMBER JAYA PT AKBAR MITRA JAYA KECAMATAN KINTAP KABUPATEN TANAH LAUT PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Annisa Annisa
Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan) Vol 3, No 2 (2017): September 2017
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jukung.v3i2.4032

Abstract

ABSTRAK Pembangunan berwawasan lingkungan menjadi suatau kebutuhan penting bagi setiap bangsa dan negara yang menginginkan kelestarian sumber daya alam. Oleh karena itu, sumber daya alam perlu dijaga dan diperhatikan untuk kelangsungan hidup manusia kini, maupun untuk generasi yang akan datang. Rencana pembukaan lahan untuk kegiatan penambangan selama periode 5 tahun ialah seluas 60,65 Ha. Sedangkan areal bekas tambang yang akan direklamasi ialah seluas 60,65 Ha untuk mengembalikan peruntukan fungsi lahan sebelumnya yaitu kebun kelapa sawit. Reklamasi lahan bekas tambang dilakukan secara bertahahap dengan pengaturan kembali bentuk morfologi seperti rona awal dan revegetasi sesuai dengan jenis tanaman semula. Pengaturan permukaan tanah dibuat dengan kemiringan lereng 10%-20%, ketebalan tanah pucuk (top Soil) antara 0,5 – 1 meter dan revegatasi menggunakan tanaman kelapa sawit. Metode penimbunan tanah penutup dilakukan dengan teknik backfilling yaitu dengan menimbunkan kembali sebagian material tanah penutup (overburden) pada lubang bukaan bekas tambang dimana bahan galian tambang tersebut telah selesai diambil atau ditambang sehingga lahan bekas tambang tersebut dapat dimanfaatkan kembali untuk keperluan reklamasi. Rencana reklamasi dilaksanakan pada tahun kedua karena sudah terdapat lahan bekas bukaan tambang (Pit). Pelaksanaan reklamsi yang akan dilakukan pada bekas bukaan tambang (Pit) tahun 2016  : 12,65 Ha, tahun 2017 hingga 2020 masing-masing 12 Ha/Tahun. Kata kunci: Reklamasi, backfilling, kemiringan lereng, tambang. ABSTRACT Environmental-oriented development becomes an essential necessity for every nation and country that aspires to the preservation of natural resources. Therefore, natural resources need to be maintained and taken care of  the survival of human life, as well as for future generations. The plan for land clearing for mining activities over a 5 year period is 60.65 Ha. While the former mine area to be reclaimed is 60.65 Ha to restore the previous land use function of palm oil plantation. The reclamation of ex-mining land is done in stages with the re-arrangement of morphological forms such as baseline and revegetation in accordance with the original plant species. Soil surface setting is made with 10% -20% slope, Soil thickness (top Soil) between 0.5 - 1 meter and revegatation using oil palm plantation. The method of backfill landfilling is done by re-stocking some of the overburden material in the ex-mining openings where the mining material has been taken or mined so that the former mine can be reused for reclamation purposes. The reclamation plan is implemented in the second year because there is already ex-mining land (Pit). Implementation of reclamation will be done on the former of mining openings (Pit) in 2016: 12,65 Ha, year 2017 until 2020 each 12 Ha / Year. Keywords: Backfilling, mining, reclamation, slope. 
PERBANDINGAN KINERJA MEDIA BIOFILTER ANAEROBIC BIOFILTER DALAM PENURUNAN TSS, BOD, COD PADA GREY WATER Arlini Dyah Radityaningrum; Maritha Nilam Kusuma
Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan) Vol 3, No 2 (2017): September 2017
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jukung.v3i2.4024

Abstract

ABSTRAK  Limbah domestik air bekas cucian (grey water) dari rumah tangga sebagian besar belum diolah, namun dibuang langsung ke badan air penerima. Konsentrasi bahan organik dalam grey water yang terakumulasi dalam badan air penerima berpotensi terhadap pencemaran dan penurunan kualitas badan air penerima. Pengolahan grey water dapat meningkatkan kualitas badan air penerima. Satu dari pengolahan grey water adalah anaerobic biofilter. Penelitian ini bertujuan untuk (i). menentukan efisiensi penurunan Total Suspended Solid (TSS), Biogeochemical Oxygen Demand (BOD) dan Chemical Oxygen Demand (COD) dalam grey water dengan pengolahan anaerobic biofilter, (ii). mengidentifikasi jenis media biofilter dalam anaerobic biofilter yang menghasilkan penurunan TSS, BOD, COD paling baik. Penelitian ini dilakukan dalam skala laboratorium dengan reaktor kontinyu. Variasi yang digunakan adalah jenis media biofilter dalam anaerobic biofilter, yaitu botol yakult dari bahan plastik Poly Stirene (PS) dan botol aqua dari bahan plastik Poly Ethylene Terephthalate (PET). Hasil penelitian menunjukkan bahwa efisiensi penurunan TSS, BOD, COD efluen grey water dengan pengolahan anaerobic biofilter adalah 68%, 64% dan 31% untuk jenis media biofilter botol yakult dan 84%, 79%, 57% untuk media biofilter botol aqua. Jenis media biofilter botol aqua menghasilkan efisiensi penurunan TSS, BOD dan COD lebih baik dari jenis media biofilter botol yakult. Kata kunci: grey water, anaerobic biofilter, BOD, TSS, COD. ABSTRACT  Grey water from several households has not been treated yet and is directly disposed to receiving water bodies. Organic matter of the grey water accumulated to the water bodies is potential to the water pollution, leading to deterioration of the water bodies. Grey water treatment improves the quality of the receiving water bodies. The treatment is able to conduct through anaerobic biofilter. This research aimed to (i) determined the efficiency of TSS, BOD, COD removal from grey water treatment using anaerobic biofilter, (ii) identified the media of biofilter with the best performance removing TSS, BOD, COD. This research was conducted within laboratory scale based using continuous reactor. The plastic derived from Poly Stirene (PS) and Poly Ethylene Terephthalate (PET) were used as media of biofilter. The result showed that the removal efficiency of TSS, BOD, COD from the anaerobic biofilter was 68%, 64% and 31% for media of PS plastic and 84%, 79%, 57% for media of PET plastic. The media of PET plastic resulted to the best performace of TSS, BOD, COD removal compared to the media of PS plastic.  Keywords: grey water, anaerobic biofilter, BOD, TSS, COD.
EVALUASI DAN ANALISIS POLA SEBARAN SISA KLOR BEBAS PADA JARINGAN DISTRIBUSI IPA SUNGAI LULUT PDAM BANDARMASIH Elma Sofia; Rony Riduan
Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan) Vol 3, No 2 (2017): September 2017
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jukung.v3i2.4023

Abstract

ABSTRAK Disinfektan yang sering sekali digunakan adalah senyawa klor. Dari khlorinasi air mengakibatkan adanya residu dari klor. Residu klor terdapat dalam 2 bentuk yaitu residu klor terikat, dan residu klor bebas. Menurut Permenkes No.492/Menkes/PER/IV/2010 tentang persyaratan kualitas air minum, keberadaan senyawa klor bebas dalam distribusi jaringan  yang diperbolehkan adalah 0,2 – 0,5 mg/l. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh letak posisi injeksi, dosis serta waktu injeksi klor terhadap sebaran sisa klor bebas , mengidentifikasi pola distribusi sebaran sisa klor selaras dengan persepsi masyarakat Sungai Lulut dan menyusun model yang dapat mempresentasikan simulasi lokasi,dosis dan waktu injeksi klor. Penelitian dilakukan dengan melakukan analisis kuisioner dan simulasi dengan menggunakan software EPAnet. Analisis kuisioner menggunakan analisis diskriptif. Simulasi dilakukan beberapa kali dengan skenario yang berbeda-beda sehingga mendapatkan simulasi yang dapat mempresentasikan letak posisi injeksi, dosis serta waktu injeksi klor yang tepat. Dari hasil simulasi kondisi eksisting dapat disimpulkan bahwa letak injeksi klor berpengaruh terhadap sisa klor yang diterima pelanggan.Semakin jauh pelanggan dari letak injeksi klor semakin sedikit sisa klor yang didapat, begitupula dosis injeksi klor. Hasil persepsi masyarakat juga selaras dengan hasil sampling dimana saat pengambilan samping dirumah pelanggan yang jaraknya jauh dari tempat injeksi klor, terdapat keluhan-keluhan tantang air yang mereka terima.Untuk hasil simulasi yang tepat adalah penambahan injeksi dengan jarak 1464 m dari injeksi awal. Kata Kunci : Disinfektan, konsentrasi injeksi klor, sisa klor bebas, jarak distribusi air, waktu injeksi klor ABSTRACT A disinfectant that is often used is chlorine compound. From chlorination of water resulted in the presence of residue from chlorine. Chlorine residual contained in two forms, namely are bound chlorine residue and free chlorine residue. According to Minister of Health No.492/Menkes/PER/IV/2010 regarding terms quality of drinking water requirements, the presence of free chlorine in the distribution network that is allowed is 0.2-0.5 mg/l. This study aims to analyze the influence of position of injection, dose and time of chlorine injection on the distribution of free chlorine residual , identify the distribution patterns of chlorine residue in tune with perception of Sungai Lulut society and arrange a model that can present a location simulation, dose and time of chlorine injection.The research was conducted by analyzing the questionnaire and simulation using EPAnet software. Questionnaire analysis using descriptive analysis. The simulation was done in several times with different scenarios so get the simulation that can present the position of injection, dose and time of chlorine injection in appropriate.Based on the simulation results of the existing conditions, it can be conclude that the location of chlorine injection can affect the remaining chlorine received by customer. The further the customer from the location of chlorine injection, the less chlorine residual obtained,  as well as dose of chlorine injection. The results of society perceptions are also aligned with sampling results which when taking side of the customer house is far from where the injection of chlorine, there are complaints about water they receive. For proper simulation results is the addition of injection with a distance of 1464 m from initial injection. Keywords : Disinfectant, concentration of chlorine injection, free chlorine residue, distance of water distribution, time of chlorine injection. 
ANALISIS KESESUAIAN LAHAN PERKEBUNAN SAWIT SWADAYA DAN FAKTOR PEMBATAS BAGI TANAMAN SAWIT DI KABUPATEN SERUYAN, KALIMANTAN TENGAH Hafiizh Prasetia; Nova Annisa
Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan) Vol 3, No 2 (2017): September 2017
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jukung.v3i2.4025

Abstract

ABSTRAK Berdasarkan data dari Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Seruyan Pada Tahun 2015 tercatat bahwa perkebunan sawit swadaya mempunyai luasan sekitar 14.273 hektar dengan jumlah petani sebanyak 5.311 jiwa. Perkembangan yang pesat ini diperlukan adanya persiapan manajemen lahan sehingga menunjang keberlanjutan usaha dibidang ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kesesuaian lahan perkebunan sawit swadaya dan faktor pembatas bagi tanaman sawit di Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey dan pemeriksaan terhadap kualitas tanah dilakukan di laboratorium. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa Kabupaten Seruyan memiliki lahan yang sangat sesuai untuk perkebunan sawit karena lahan perkebunan sawit tersebut telah memenuhi segala aspek yang berkaitan dengan persyaratan tumbuh tanaman sawit. Adapun faktor pembatas untuk pertumbuhan tanaman sawit di daerah ini adalah kondisi tanah yang miskin unsur hara. Kata Kunci: kesesuaian lahan, faktor pembatas, tanaman sawit  ABSTRACT Based on data from the Department of Forestry and Plantation Seruyan Regency In the Year 2015 noted that oil palm plantations have an area of 14.273 hectares with the number of farmers as many as 5.311 inhabitants. This rapid development required the preparation of land management so as to support the continuity of business in this field. This study aims to analyze the suitability level of smallholder oil palm plantations and barrier factors for oil palm in Seruyan Regency, Central Kalimantan. The research method used is survey method and examination on soil quality done in laboratory. Based on the results of the research, it is known that Seruyan Regency has a very suitable land for oil palm plantations because the plantation has fulfilled all aspects related to the requirement of oil palm plantation. The barrier factor for the growth of oil palm plantations in this area is the poor soil condition of nutrients. Keywords: land suitability, barrier factor, oil palm plant
EMISI GAS RUMAH KACA (GRK) KARBON DIOKSIDA (CO2) KEGIATAN PENGELOLAAN SAMPAH KECAMATAN GENTENG KOTA SURABAYA Fina Binazir Maziya
Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan) Vol 3, No 2 (2017): September 2017
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jukung.v3i2.4022

Abstract

ABSTRAKTimbulan sampah menghasilkan berbagai emisi Gas Rumah Kaca (GRK), khususnya parameter karbondioksida (CO2) yang dilepas ke udara. Karbondioksida yang diemisikan dari kegiatan transportasi dan proses operasi pengelolaan sampah perkotaan merupakan komponen penting yang berkontribusi pada fenomena pemanasan global. Kota Surabaya dihuni oleh 3 juta jiwa dan menghasilkan sampah perkotaan sebanyak 1600 ton setiap hari. Hal tersebut menyebabkan tingginya beban Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Benowo dalam menerima input sampah. Pengambilan sampel dilakukan di beberapaTempat Penampungan Sementara (TPS) dengan metode purposive random sampling berdasarkan kebutuhan data yang mewakili area penelitian. Pengambilan sampel sampah dilakukan berdasarkan  Standar Nasional Indonesia (SNI) 19-3964-1994. Perhitungan emisi dari data timbulan sampah yang telah diperoleh dilakukan dengan metode pendekatan Intergovernmental Panel on Climate Change  (IPCC). Emisi GRK ditentukan berdasarkan kondisi eksisting sistem pengelolaan sampah di Kecamatan Genteng  Kota Surabaya. Sampah direduksi di sumber sampah melalui dua upaya, yaitu pengomposan dan partisipasi masyarakat dalam program bank sampah. Selanjutnya sampah juga direduksi di TPS oleh sector informal yang dalam hal ini merupakan pemulung di sekitar wilayah TPS. Hasil perhitungan emisi CO2 sektor persampahan di Kecamatan Genteng sebesar 1270 Ton/tahun. Hasil tersebut dari kegiatan penanganan sampah sebesar 1120 Ton/Tahun untuk sampah di TPA setelah dilakukan upaya minimalisasi. Selain itu juga dari emisi pengangkutan sampah menuju bank sampah (pengolahan) dan TPA sebesar 150 Ton/Tahun. Kata Kunci : Emisi, GRK, karbondioksida,sampah. ABSTRACTThe waste is generates a variety of greenhouse gas emissions (GHG), especially carbon dioxide (CO2) released into the air. Carbon dioxide emitted from transportation activities and urban waste management processes is an important component that contributes to the phenomenon of global warming. The city of Surabaya had 3 million people and produces 1600 tons of urban waste every day. It has impact in the high burden of Benowo Final Processing Place (TPA) in receiving waste input. Sampling was conducted in several Temporary Shelter Sites (TPS) with purposive random sampling method based on the data requirement that represented the research area. Waste sampling had been done based on Indonesian National Standard (SNI) 19-3964-1994. The emission calculation of waste generation data is using Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) approach. GHG emission is determined based on the existing condition of waste management system in Kecamatan Genteng Kota Surabaya. Waste is reduced in waste sources through two efforts, composting and community participation in waste bank programs. Furthermore, waste is also reduced in TPS by the informal sector which in this case is a scavenger around the TPS area. The calculation of CO2 emissions from waste sector in Kecamatan Genteng is 1270 Ton / year. The result is from waste handling activity of 1120 Ton / Year for waste in TPA after minimization efforts. In addition, from waste transport emissions to waste banks (processing) and landfill of 150 Ton / Year. Keywords : Carbondioxside, emission, greenhousegases,waste.
KAJIAN BEBAN EMISI SO2 DAN NOx DARI KEGIATAN INDUSTRI DI KAWASAN INDUSTRI SIER SURABAYA Rachmanu Eko Handriyono; Martiha Nilam Kusuma
Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan) Vol 3, No 2 (2017): September 2017
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (116.592 KB) | DOI: 10.20527/jukung.v3i2.4026

Abstract

ABSTRAK Peningkatan konsumsi energi dari kegiatan industri di perkotaan berpotensi menyebabkan penurunan kualitas udara. Gas buang SO2 dan NOx dari kegiatan industri menimbulkan emisi yang dapat menurunkan kualitas udara di Kota Surabaya. Penelitian ini menghitung beban emisi SO2 dan NOx dari kegiatan industri di Kawasan Industri SIER Surabaya. Tujuan penelitian ini adalah inventarsisasi emisi untuk evaluasi status kualitas udara di perkotaan. Penelitian ini mengambil 12 sampel lokasi industri berupa konsumsi energi atau penggunaan bahan bakar dan peralatan pengendali emisi di Kawasan Industri SIER Surabaya. Hasil penelitian menunjukkan total beban emisi SO2 dari kegiatan industri di Kawasan Industri SIER Surabaya adalah 382,48 ton/tahun sedangkan NOx sebesar 155,32 ton/tahun. Konsumsi energi dari kegiatan industri berupa penggunaan batu bara merupakan penghasil emisi SO2 dan NOx terbesar di kawasan industri SIER Surabaya yaitu SO2 sebesar 195,05 ton/tahun dan NOx sebesar 90,27 ton/tahun.      Kata kunci: beban emisi, konsumsi energi, kualitas udara ABSTRACT Increased energy consumption from industrial activities in urban areas has the potential to cause a decrease in air quality. SO2 and NOx exhaust gases from industrial activities generate emissions that can make air quality decrease in Surabaya. This study calculates SO2 and NOx emission load from industrial activities in industrial area of SIER Surabaya. The purpose of this study is the inventory of emissions for air quality status evaluation in urban areas. This study took 12 samples of industrial sites in the form of fuel use and emission treatment equipment in industrial area of SIER Surabaya. The result shows that total SO2 emission load from industrial activity in industrial area of SIER Surabaya is 382,48 ton/year while NOx equal to 155,32 ton/year. The energy concumption by use of coal is the largest SO2 and NOx emitter in the industrial area of SIER Surabaya ie SO2 of 195.05 ton/year and NOx of 90.27 ton/year.  Keywords: air quality, emission load, energy consumption  
PENGARUH PROSES HIBRID KOAGULASI DUA TAHAP DAN MEMBRAN ULTRAFILTRASI POLISULFON TERHADAP PENYISIHAN BAHAN ORGANIK ALAMI AIR GAMBUT Raissa Rosadi; Mahmud Mahmud; Chairul Abdi
Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan) Vol 3, No 2 (2017): September 2017
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (981.011 KB) | DOI: 10.20527/jukung.v3i2.4031

Abstract

ABSTRAK Penyisihan kandungan bahan organik alami (BOA) pada air gambut dengan menggunakan membran ultrafiltrasi polisulfon mempunyai kendala berupa terjadinya fouling membran. Proses hibrid koagulasi satu tahap dan ultrafiltrasi diketahui hanya mampu menyisihkan kandungan BOA yang bersifat hidrofobik dan sebagian kandungan hidrofilik. Penggunaan koagulasi dua tahap diduga mampu mengurangi potensi fouling pada membran, serta lebih baik dalam menyisihkan kandungan BOA hidrofobik dan hidrofilik. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis dan tekanan optimum pada proses hibrid koagulasi dua tahap dan UF-PSf dalam menyisihkan kandungan BOA air gambut, serta mengetahui pengaruh praperlakuan koagulasi dua tahap terhadap perubahan nilai fluks pada membran UF-PSf. Proses koagulasi menggunakan alat jar test dengan koagulan Al2(SO4)3. Sistem filtrasi pada membran UF-PSf menggunakan sistem aliran dead-end. Kondisi operasi optimum pada proses hibrid koagulasi dua tahap dan UF-PSf didapatkan pada dosis 175 mg/L dan tekanan filtrasi 3 bar dengan besar penyisihan BOA zat organik KMnO4 dan UV254 berturut-turut sebesar 97,32% dan 96,02%%. Praperlakuan koagulasi dua tahap memberikan pengaruh terhadap nilai fluks yang semakin besar pada proses hibrid koagulasi dua tahap dan UF-PSf. Nilai fluks pada tekanan optimum 3 bar yaitu sebesar 154,84 L/m2.jam. Kata kunci:   Air gambut, bahan organik alami,  fouling membran, koagulasi dua tahap, membran ultrafiltrasi polisulfon. ABSTRACT  Removal of natural organic matter (NOM) on peat water by Polysulfone ultrafiltration membrane (UF-PSf) have some of promblem, namely membrane fouling. Hybrid process of one-stage coagulation and UF-PSf can remove hydrophobic and some hydrophilic content of NOM. Two stage coagulation was allegedly able to decrease membrane fouling, and better to remove hydrophobic and hydrophilic content of NOM. The purpose of this reseach is to find the optimum dose and pressure on two stage coagulation and UF-PSf hybrid process to remove NOM in peat water, and to known the effect of two stage coagulation pretreatment towards flux value changes on UF-PSf membranes. The coagulation process using jar test instrument with Al2(SO4)3 coagulant. The filtration system on the UF-PSf membrane using dead-end flow system. The optimum dose and pressure on hybrid process of two stage coagulation and UF-PSf is 175 mg/L and 3 bar with BOA removal of organic subtances KMnO4 and UV254 respectively amounted to 97,32% and 96,02%. Two stage coagulation pretreatment giving icreasing the flux value on two stage coagulation and UF-PSf hybrid process. The flux value of optimum pressure at 3 bar is 154,84L/m2.hours.  Keywords:    peat water, natural organic matter (NOM), fouling membrane, two stage coagulation,           polysulfone ultrafiltration membrane.

Page 1 of 1 | Total Record : 8