cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banjarbaru,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Naditira Widya
ISSN : 14100932     EISSN : 25484125     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 6 No 1 (2012): April 2012" : 10 Documents clear
ARTEFAK NEOLITIK DI PULAU WEH: BUKTI KEBERADAAN AUSTRONESIA PRASEJARAH DI INDONESIA BAGIAN BARAT Ketut Wiradnyana
Naditira Widya Vol 6 No 1 (2012): April 2012
Publisher : Balai Arkeologi Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (430.363 KB) | DOI: 10.24832/nw.v6i1.79

Abstract

Abstrak. Hinga kini peninggalan artefak masa neolitik di Indonesia bagian barat sangat sulit ditemukan, sehinggasejumlah ahli arkeologi meragukan adanya aktivitas pendukung budaya Austronesia di kawasan ini. Namun, kapakbatu yang ditemukan di situs Loyang Mendale dan Loyang Ujung Karang menunjukkan karakteristik morfologis danteknologi alat batu neolitik. Berdasarkan jenisnya yang berupa kapak lonjong, kapak persegi dan belincungmenunjukkan aktivitas kebudayaan prasejarah Austronesia pernah berlangsung di Pulau Weh. Fakta tersebutmenguatkan asumsi adanya migrasi masyarakat pendukung budaya Austronesia ke Pulau Weh. Oleh karenamasih terbatasnya data pembabakan kronologis prasejarah di Pulau Weh, maka penelitian ini dilakukan denganmembandingkan karakteristik kapak batu yang ditemukan di kawasan Indonesia bagian barat lainnya. Hasil kajianini menunjukkan bahwa Pulau Weh memiliki posisi geografis strategis yang potential sebagai daerah kunjungan danlingkungan yang menguntungkan untuk lokasi pemukiman. Di lain pihak, kapak batu Pulau Weh menunjukkankarakteristik yang khas berupa perkawinan morfologi dan teknologi antara kapak lonjong dan kapak persegi.
TRADISI DAYAK LEBO DAN BUDAYA ROCK-ART DI KALIMANTAN TIMUR Bambang Sugiyanto
Naditira Widya Vol 6 No 1 (2012): April 2012
Publisher : Balai Arkeologi Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (523.596 KB) | DOI: 10.24832/nw.v6i1.80

Abstract

Abstrak. Di kawasan karst Sangkulirang telah ditemukan sejumlah gua yang menyimpan gambar cadas. Penemuantersebut menunjukkan bahwa budaya gambar cadas tidak hanya berkembang di kawasan Indonesia bagian timur.Saat ini, di sekitar kawasan karst Sangkulirang berdiam masyarakat Lebo yang memiliki budaya penguburan didalam gua. Berdasarkan data lingkungan, tradisi, dan etnohistori masyarakat Lebo, tulisan ini membahas identitasmasyarakat Lebo dan hubungan tradisinya dengan budaya gambar cadas di kawasan karst Sangkulirang. Hasilkajian menunjukkan bahwa lokas hunian dan tradisi masyarakat Lebo yang masih memiliki anasir prasejarahmengarahkan dugaan adanya ‘pewarisan budaya’ dan proses budaya yang berlanjut di kawasan Sangkulirang.
SITUS YOMOKHO DI DISTRIK SENTANI TIMUR, KABUPATEN JAYAPURA Hari Suroto
Naditira Widya Vol 6 No 1 (2012): April 2012
Publisher : Balai Arkeologi Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (374.886 KB) | DOI: 10.24832/nw.v6i1.81

Abstract

Abstrak. Penelitian situs Yomokho ditujukan untuk mengungkapkan bentuk kehidupan manusia melalui materibudaya yang terkandung di dalam tanah. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan studi pustaka, survei, danekskavasi. Data yang terjaring dari survei adalah konsentrasi himpunan cangkang moluska pada sejumlah bagianbukit, tonggak hunian, dan struktur jajaran batu. Data ekskavasi berupa fragmen gerabah, manik-manik, cangkangmoluska, arang, tulang binatang dan manusia, serta lapisan budaya yang tebal. Hasil analisis artefaktual memberigambaran perilaku dan pemanfaatan situs oleh masyarakat masa perundagian, sedangkan analisis kontekstualmemperkuat dugaan bahwa situs tersebut merupakan bekas pemukiman.
SURAT-SURAT MELAYU BERILUMINASI DI ABAD KE-18 DAN KE-19 DI SUMATRA: INSPIRASI SENI MOTIF DAN RAGAM HIAS PERSURATAN PENTING DI MASA KINI Deni Sutrisna
Naditira Widya Vol 6 No 1 (2012): April 2012
Publisher : Balai Arkeologi Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1001.018 KB) | DOI: 10.24832/nw.v6i1.82

Abstract

Abstrak. Iluminasi merupakan istilah khusus dalam ilmu pernaskahan untuk menyebut gambar dalam naskah ataugambar dalam persuratan. Kajian dengan metode pendekatan penelitian kualitatif dan penalaran induktif inimenghasilkan informasi bahwa pada dasarnya iluminasi persuratan Melayu di Sumatera pada abad ke-18 dan ke-19 Masehi memiliki persamaan. Aspek yang sama adalah adanya unsur yang berulang-ulang yang memperlihatkankekhasan struktur surat. Iluminasi sebagai penghias surat diletakkan di bagian sisi-sisi surat, sedangkan teks suratsebagai inti pesan diletakkan pada bagian tengah halaman muka. Iluminasi memiliki dua bingkai, yaitu bingkaipembatas bidang dalam dan bingkai teks. Bingkai dibuat dengan dua garis ganda yang di dalamnya dihias denganberbagai motif. Selain makna estetika, persuratan Melayu mengandung nilai-nilai spiritual pengaruh agama Islam.Motif dan ragam hiasan persuratan Melayu yang sarat kreasi itu juga telah menginspirasi bentuk-bentuk iluminasipersuratan penting masa kini.
SITUS-SITUS KEAGAMAAN DI KALIMANTAN Bambang Sakti Wiku Atmojo
Naditira Widya Vol 6 No 1 (2012): April 2012
Publisher : Balai Arkeologi Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4208.849 KB) | DOI: 10.24832/nw.v6i1.83

Abstract

Abstrak.Situs-situs keagamaan di Kalimantan merupakan bukti bahwa wujud budaya bendawinya senafas denganagama-agama yang berkembang di kawasan tersebut. Pada umumnya, warisan budayan religius tersebut berupatempat peribadatan dan makam. Kajian ini dilakuan dengan pengamatan langsung di lapangan. Hasilnyamenunjukkan bahwa empat agama besar telah berkembang di keempat provinsi di Kalimantan dan memperlihatkanelemen-elemen akulturasi dengan kebudayaan setempat. Selain itu, terdapat persamaan yang menarik pada situssituskeagamaan tersebut, yaitu keletakannya yang relatif dekat aliran sungai, yang merefleksikan kesinambunganbudaya dari masa sebelumnya dalam pemilihan lokasi sakral.
RAGAM HIAS NON-CERITA PADA RELIEF CANDI UNTUK PERKEMBANGAN MOTIF BATIK KONTEMPORER T M Rita Istari
Naditira Widya Vol 6 No 1 (2012): April 2012
Publisher : Balai Arkeologi Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (662.707 KB) | DOI: 10.24832/nw.v6i1.84

Abstract

Abstrak. Ragam hiasan merupakan sarana komunikasi untuk menyampaikan suatu pesan kepada masyarakatluas. Proses penciptaannya tidak lepas dari pengaruh lingkungan dan berperan sebagai media untuk memperindahsuatu karya seni manusia. Kemunculan ragam hiasan di Indonesia dimulai sejak masa prasejarah. Kemudian,ragam hiasan mengalami perkembangan dari masa ke masa sampai dengan masuknya kebudayaan Hindu-Buddha ke Indonesia. Tulisan ini membahas sejumlah ragam hias relief candi yang mempunyai makna magisreligiusdan diaplikasikan sebagai motif pada kain batik. Dengan demikian, metode yang dipakai untuk kajian iniadalah deskriptif-eksplanatif dengan penalaran induktif, sedangkan pengumpulan data dilakukan dengan studipustaka dan pengamatan langsung di lapangan. Hasil kajian menunjukkan masyarakat di Nusantara memiliki localgenius dalam menciptakan identitas baru yang sesuai dengan kebudayaannya dari hasil perkawinan budaya lokaldan Hindu-Buddha. Gagasan semacam ini diharapkan dapat meningkatkan inspirasi dan mendorong inovasikreasi-kreasi baru, tetapi tetap memperlihatkan karakteristik khas warisan budayanya.
COVER DEPAN NADITIRA WIDYA VOLUME 6 NOMOR 1 APRIL 2012 Naditira Widya
Naditira Widya Vol 6 No 1 (2012): April 2012
Publisher : Balai Arkeologi Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/nw.v6i1.288

Abstract

PREFACE NADITIRA WIDYA VOUME 6 NOMOR 1 APRIL 2012 Naditira Widya
Naditira Widya Vol 6 No 1 (2012): April 2012
Publisher : Balai Arkeologi Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.813 KB) | DOI: 10.24832/nw.v6i1.289

Abstract

APPENDIX NADITIRA WIDYA VOLUME 6 NOMOR 1 APRIL 2012 Naditira Widya
Naditira Widya Vol 6 No 1 (2012): April 2012
Publisher : Balai Arkeologi Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (483.416 KB) | DOI: 10.24832/nw.v6i1.290

Abstract

COVER BELAKANG NADITIRA WIDYA VOLUME 6 NOMOR 1 APRIL 2012 Naditira Widya
Naditira Widya Vol 6 No 1 (2012): April 2012
Publisher : Balai Arkeologi Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/nw.v6i1.291

Abstract

Page 1 of 1 | Total Record : 10


Filter by Year

2012 2012


Filter By Issues
All Issue Vol 17 No 1 (2023): Naditira Widya Volume 17 Nomor 1 Tahun 2023 Vol 16 No 2 (2022): Naditira Widya Volume 16 Nomor 2 Tahun 2022 Vol 16 No 1 (2022): Naditira Widya Volume 16 Nomor 1 Tahun 2022 Vol 15 No 2 (2021): NADITIRA WIDYA VOLUME 15 NOMOR 2 OKTOBER 2021 Vol 15 No 1 (2021): NADITIRA WIDYA VOLUME 15 NOMOR 1 APRIL 2021 Vol 14 No 2 (2020): NADITIRA WIDYA VOLUME 14 NOMOR 2 OKTOBER 2020 Vol 14 No 1 (2020): NADITIRA WIDYA VOLUME 14 NOMOR 1 APRIL 2020 Vol 13 No 2 (2019): NADITIRA WIDYA Vol 13 No 1 (2019): NADITIRA WIDYA Vol 13, No 1 (2019): NADITIRA WIDYA Vol 12, No 2 (2018): Naditira Widya Volume 12 Nomor 2 Oktober Tahun 2018 Vol 12 No 2 (2018): Naditira Widya Volume 12 Nomor 2 Oktober Tahun 2018 Vol 12, No 1 (2018): NADITIRA WIDYA VOLUME 12 NOMOR 1 TAHUN 2018 Vol 12 No 1 (2018): NADITIRA WIDYA VOLUME 12 NOMOR 1 TAHUN 2018 Vol 11 No 2 (2017): Naditira Widya Volome 11 Nomor 2 Oktober 2017 Vol 11, No 2 (2017): Naditira Widya Volome 11 Nomor 2 Oktober 2017 Vol 11, No 1 (2017): Naditira Widya Vol. 11 No. 1 April 2017 Vol 11 No 1 (2017): Naditira Widya Vol. 11 No. 1 April 2017 Vol 10, No 2 (2016): Naditira Widya Vol. 10 No. 2 Oktober 2016 Vol 10 No 2 (2016): Naditira Widya Vol. 10 No. 2 Oktober 2016 Vol 10, No 1 (2016): Naditira Widya Vol. 10 No. 1 Tahun 2016 Vol 10 No 1 (2016): Naditira Widya Vol. 10 No. 1 Tahun 2016 Vol 9 No 2 (2015): OKtober 2015 Vol 9, No 2 (2015): OKtober 2015 Vol 9 No 1 (2015): April 2015 Vol 9, No 1 (2015): April 2015 Vol 8, No 2 (2014): Oktober 2014 Vol 8 No 2 (2014): Oktober 2014 Vol 8 No 1 (2014): April 2014 Vol 8, No 1 (2014): April 2014 Vol 7, No 2 (2013): Oktober 2013 Vol 7 No 2 (2013): Oktober 2013 Vol 7 No 1 (2013): April 2013 Vol 7, No 1 (2013): April 2013 Vol 6 No 2 (2012): Oktober 2012 Vol 6, No 2 (2012): Oktober 2012 Vol 6, No 1 (2012): April 2012 Vol 6 No 1 (2012): April 2012 Vol 5 No 2 (2011): Oktober 2011 Vol 5, No 2 (2011): Oktober 2011 Vol 5, No 1 (2011): April 2011 Vol 5 No 1 (2011): April 2011 Vol 4 No 2 (2010): Oktober 2010 Vol 4, No 2 (2010): Oktober 2010 Vol 4, No 1 (2010): April 2010 Vol 4 No 1 (2010): April 2010 Vol 3 No 2 (2009): Naditira Widya Vol. 3 No.2 Vol 3, No 2 (2009): Naditira Widya Vol. 3 No.2 Vol 3 No 1 (2009): Naditira Widya Vol. 3 No.1 Vol 3, No 1 (2009): Naditira Widya Vol. 3 No.1 Vol 2 No 2 (2008): Naditira Widya Vol. 2 No.2 Vol 2, No 2 (2008): Naditira Widya Vol. 2 No.2 Vol 2, No 1 (2008): Naditira Widya Vol. 2 No.1 Vol 2 No 1 (2008): Naditira Widya Vol. 2 No.1 Vol 1, No 2 (2007): Naditira Widya Volume 1 Nomor 2 Tahun 2007 Vol 1 No 2 (2007): Naditira Widya Vol. 1 No.2 Vol 1, No 1 (2007): Naditira Widya Vol. 1 No.1 Vol 1 No 1 (2007): Naditira Widya Vol. 1 No.1 No 16 (2006): Naditira Widya Nomor 16 Oktober 2006 No 16 (2006): Naditira Widya Nomor 16 Oktober 2006 More Issue