Inovasi : Jurnal Ekonomi, Keuangan, dan Manajemen
INOVASI: Jurnal ekonomi, keuangan dan manajemenis a scientific journal in the field of economics and management published twice a year (in April & October).
Articles
18 Documents
Search results for
, issue
"Vol 16, No 1 (2020): Mei"
:
18 Documents
clear
Analisis persepsi konsumen terhadap 212 mart guna meningkatkan kualitas menggunakan metode fuzzy servqual
Ismu Kusumanto;
Ekie Gilang Permata;
Tegie Gama Tehniko;
Nofirza Nofirza;
Muhammad Ihsan Hamdy
INOVASI Vol 16, No 1 (2020): Mei
Publisher : Faculty of Economics and Business Mulawarman University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30872/jinv.v16i1.6630
Kualitas pelayanan adalah hal utama bagi minimarket untuk memuaskan harapan konsumen. 212 Mart merupakan pesaing baru dalam bisnis ritel, oleh karena itu 212 Mart harus memberikan pelayanan yang sesuai dengan harapan konsumen agar konsumen merasa puas terhadap kualitas 212 Mart. Untuk mengukur kualitas pelayanan maka dilakukan penelitian terhadap persepsi dan harapan konsumen terhadap kualitas 212 Mart di Kota Pekanbaru. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisafaktor yang memepengaruhi persepsi konsumen terhadap 212 Mart dan bagaimana cara merancang pelayanan agar sesuai dengan harapan konsumen. Populasi dalam penelitian ini adalah konsumen yang berbelanja di 212 Mart, sampel yang diambil adalah 100 orang. Data dari 100 sampel akan di uji menggunakan uji reliabilitas serta validitas agar data valid dan reliabel. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Fuzzyservqual. Berdasarkan hasil pengolahan dan analisis diketahui dimensi yang memiliki nilai gap paling tinggi adalah dimensi Assurance  (-1.5175), sedangkan dimensi tangibles (-1,37), releability (-0,318), responsiveness (-0,176) dan empathy (0,315). Dari hasi nilai gap dapat disimpulkan bahwa dimensi assurance adalah dimensi yang harus ditingkatkan dengan melakukan 1) Menambah fasilitas pendingin ruangan agar konsumen merasa nyaman, 2) Mempekerjakan petugas keamanan atau menggunakan CCTV di area parkir 212 Mart.
Mengukur efektifitas program pengendalian inflasi pada hari besar keagamaan (idul fitri, natal dan tahun baru) di kota tegal
Tulus Tulus;
Abdul Aziz Ahmad;
Suharno Suharno
INOVASI Vol 16, No 1 (2020): Mei
Publisher : Faculty of Economics and Business Mulawarman University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30872/jinv.v16i1.7013
Dapat dipahami, bahwa setiap menjelang hari besar keagamaan terjadi kenaikan harga barang dan jasa hampir diseluruh daerah di Indonesia, tidak terkecuali di Kota Tegal. Upaya pengendalian inflasi daerah yang dilakukan olehTim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) yang dilakukan tidak lebih sebagai kegiatan rutin sehingga seringkali tidak efektif dalam mencapai sasaran pengendalian inflasi yang diharapkan. Sebagai bagian manajemen risiko pengendalian inflasi di Kota Tegal, maka perlu dilakukan inventarisir komoditas-komiditas apa saja yang berkontribusi baik secara frekuensi maupun andil mempengaruhi inflasi di Kota Tegal dalam setiap momentum hari besar keagamaan nasional, sehingga penanganan inflasi yang dilakukan lebih effektif dan terukur. Penulis mengambil data inflasi pada momentum hari besar keagamaan Idul Fitri, Natal dan Tahun baru  4 (empat) tahun dari tahun 2015-2018 yang diolah secara sederhana menggunakan program microsof excel dan dipetakan melalui 4 (empat) kuadaran yaitu kuadran I, II, III, dan IV yang menunjukkan frekuensi dan andil 10 (sepuluh) komoditas yang sering muncul dalam inflasi di moment idul fitri. Selanjutnya dipilih prioritas komoditas paling besar frekuensi dan andil yang terdapat di kuadran I untuk dilakukan treatment melalui perumusan strategis hal-hal yang perlu dilakukan.
Analisis peran aktor dalam keberhasilan implementasi teknologi pengolahan pakan ternak sapi
Radot Manalu
INOVASI Vol 16, No 1 (2020): Mei
Publisher : Faculty of Economics and Business Mulawarman University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30872/jinv.v16i1.6364
Ketersediaan bahan baku pakan ternak menjadi salah satu aspek penting untuk keberhasilan dan keberlanjutan pembibitan ternak sapi di Kabupaten Siak, Provinsi Riau. Sebelumnya bahan baku pakan ternak sapi sulit dipenuhi karena rumput hijau di sekitar perkebunan semakin langka terutama pada musim kemarau panjang. Untuk mengantisipasi hal tersebut telah diterapkan teknologi pengolahan pakan ternak sapi dari pelepah sawit agar pakan dapat tersedia sepanjang waktu. Implementasi teknologi pengolahan pakan ternak sapi tersebut dapat mengatasi masalah ketersediaan bahan baku pakan ternak sapi sehingga stok pakan ternak dapat tersedia sepanjang tahun karena pakan olahan dapat disimpan dan bertahan dalam jangka waktu satu tahun. Namun demikian, keberhasilan implementasi teknologi tersebut tidak terlepas dari peran para aktor dari lembaga litbang sebagai penyedia teknologi dan Pemda Kabupaten Siak dalam mendukung ketersediaan infrastruktur seperti bantuan mesin pencacah (chopper)dan melakukan pengawasan dan pengendalian sehingga implementasi teknologi pengolahan pakan di Kabupaten Siak dapat berhasil dan berkelanjutan.
Model daya tarik kuliner lokal sebagai pendorong daya tarik wisata kuliner
Heri Setiawan;
Abd. Hamid;
Ummasyroh Ummasyroh;
Jusmawi Bustan
INOVASI Vol 16, No 1 (2020): Mei
Publisher : Faculty of Economics and Business Mulawarman University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30872/jinv.v16i1.6230
Pengembangan destinasi wisata khususnya wisata kuliner tidak terlepas dari pemberdayaan dan pemanfaatan makanan tradisional menjadi simbol unik bagi wisatawan untuk datang dan menikmatinya. Model daya tarik kuliner lokal sebagai pendorong wisatawan untuk datang ke destinasi wisata kuliner dikembangkan untuk penelitian ini. Metode purposive sampling digunakan untuk menentukan jumlah sampel penelitian, dimana sampel penelitian diperoleh sebanyak 200 responden. Perangkat AMOS 22.0 dan SPSS 23.0 digunakan sebagai alat analisis data dan pengujian hipotesis penelitian. Hasil analisis data mendeskripsikan bahwa keterlibatan wisatawan dengan kuliner lokal berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap daya tarik kuliner lokal. Pengetahuan wisatawan tentang kuliner lokal berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap daya tarik kuliner lokal. Pengalaman wisatawan dengan kuliner lokal berpengaruh positif dan signifikan terhadap daya tarik kuliner lokal. Daya tarik kuliner lokal berpengaruh positif dan signifikan terhadap daya tarik wisata kuliner. Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai referensi bagi pihak pengelola destinasi wisata kuliner dan peneliti lain
Peran kebijakan fiskal terhadap trade-off antara ketimpangan dan kemiskinan di indonesia
Fajrin Hardinandar
INOVASI Vol 16, No 1 (2020): Mei
Publisher : Faculty of Economics and Business Mulawarman University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30872/jinv.v16i1.6108
Hipotesis teoritis kami mencurigai adanya trade-off antara ketimpangan dan kemiskinan akibat dari ketergantungan terhadap dana transfer pusat oleh Provinsi-provinsi di Indonesia. Kami menggunakan metode AB-GMM dengan pendekatan Koyck untuk mendeteksi hal tersebut pada 32 provinsi di Indonesia sejak tahun 2010-2018. Hasil penelitian menunjukan kapasitas fiskal dan dana transfer meningkatkan output perekonomian dan mengurangi ketimpangan di pedesaan. Sementara output perekonomian merupakan determinan pengentasan kemiskinan. Namun dana bagi hasil pajak meningkatkan ketimpangan di perkotaan dan menurunkan kemiskinan di pedesaan juga perkotaan. Kemudian, pendapatan asli daerah dan dana alokasi umum memperburuk kemiskinan di pedesaan. Sebaliknya, peran dana alokasi umum menurunkan angka kemiskinan di perkotaan. Dalam jangka panjang, 50 persen dari peningkatan output baru dapat dicapai setelah 10 periode. Sementara itu, perubahan jangka panjang pada ketimpangan jauh lebih cepat dibandingkan penurunan kemiskinan. Kami mengusulkan kebijakan silang dua arah dengan mengurangi eksplorasi sumber dana bagi hasil pajak di perkotaan dan meningkatkannya di pedesaan. Sebaliknya, jika tekanan fiskal di pedesaan lemah, maka dapat dimanfaatkan eksplorasi basis pendapatan asli daerah di perkotaan untuk mengurangi efek ketimpangan di pedesaan melalui distribusi silang.
Kondisi penyerapan tenaga kerja akibat kenaikkan upah minimum
Andhika Bhagaskara;
Muhammad Iqbal Herdiyansyah;
Muhammad Afandi;
Rahadian Yoga Christie
INOVASI Vol 16, No 1 (2020): Mei
Publisher : Faculty of Economics and Business Mulawarman University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30872/jinv.v16i1.6693
Indonesia diproyeksikan di tahun 2020 memiliki jumlah penduduk sebesar 269,6 juta jiwa atau sekitar 3,50% dari total populasi di dunia (Badan Pusat Statistik, 2018). Jumlah tersebut terdiri atas kategori usia belum produktif sebanyak 66,1 juta jiwa, usia produktif sebesar 185,3 juta jiwa, dan usia sudah tidak produktif sebesar 18,2 juta jiwa. Jumlah penduduk tersebut meningkat dari tahun 2019, di mana populasi Indonesia saat ini sebanyak 267 juta jiwa. Dengan semakin meningkatnya jumlah penduduk atau terjadi pertumbuhan penduduk tersebut, Indonesia masih memiliki persoalan sosial dan ekonomi. Persoalan yang sangat berkaitan dengan semakin meningkatnya populasi yang ada dan mengingat terus meningkatnya jumlah penduduk usia produktif, masalah ketenagakerjaan menjadi persoalan pokok yang terjadi di Indonesia. Dalam beberapa literatur, pertumbuhan ekonomi dan bagaimana kebijakan upah minimum rupanya menjadi faktor penting dalam persoalan masih belum terserapnya tenaga kerja yang ada. Tujuan dari tulisan ini adalah untuk mengetahui dampak dari kenaikkan upah minimum terhadap penyerapan tenaga kerja di Indonesia. Metode penelitian dalam tulisan ini adalah metode analisa pendekatan deskriptif dengan menggunakan kajian literatur. Hasil yang dapat disimpulkan, bahwa di Indonesia penetapan upah minimum ditetapkan berdasarkan tingkat harga dibanding dengan produktivitas tenaga kerja. Selain itu, penetepan kenaikkan upah minimum menyebabkan terjadi ketidakadilan di dalam pasar tenaga kerja yang seringkali menyebabkan berpindahnya pekerja sektor primer ke sekunder (pertanian ke industri).
Analysis of factors affecting car purchasing decision
Bagus Randhyartha Gumilar;
Ujang Sumarwan;
Bagus Sartono
INOVASI Vol 16, No 1 (2020): Mei
Publisher : Faculty of Economics and Business Mulawarman University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30872/jinv.v16i1.7289
The sales of Mitsubishi Xpander have successfully penetrated the Low MPV car market after 13 years won by its competitors in first-year sales of 2017. The purpose of this study is to analyze the characteristics of Mitsubishi Xpander consumers, the effects of the marketing mix and brand awareness on purchasing decisions, and strategies to increase purchasing decisions. Primary data were obtained from 300 respondents who had bought a Mitsubishi Xpander. Furthermore, the data were analyzed by using the SEM method. The results show the price, product, and location positively and significantly influenced purchasing decisions. Promotion and brand awareness variables have positive but not significant influences on purchasing decisions. The company needs to evaluate the price range of the product, maintain quality, and increase dealer location points on Google Maps. In addition, companies can conduct promotional and branding activities adjusted to the middle-class consumer segment.
Kondisi struktur ketenagakerjaan di jawa timur dalam rangka mempersiapkan permintaan sektor lapangan usaha
Ilham Robbi
INOVASI Vol 16, No 1 (2020): Mei
Publisher : Faculty of Economics and Business Mulawarman University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30872/jinv.v16i1.6580
Pemerintah provinsi telah mencangkan program pendidikan vokasi pada tahun 2017. Penelitian ini bertujuan melihat kondisi tenaga kerja di Jawa Timur. Hasil estimasi regresi logistic menunjukkan semakin tingginya pendidikan angkatan kerja peluang untuk mendapatkan pekerjaan 1, 0357 kali dari yang tidak sekolah. Sedangkan angkatan kerja yang pernah mengikuti pelatihan / kursus probabilitas 1,54 kali untuk bekerja akan semakin tinggi daripada yang tidak pernah ikut pelatihan / kursus.
Bekerja, baik atau buruk bagi kesehatan anak?
Dina Mardiyanti;
Dwini Handayani
INOVASI Vol 16, No 1 (2020): Mei
Publisher : Faculty of Economics and Business Mulawarman University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30872/jinv.v16i1.7070
Pekerja anak merupakan permasalahan yang belum terselesaikan sampai saat ini. Mereka merupakan komunitas anak yang cukup besar dengan berbagai masalah kompleks yang belum dapat diatasi hingga kini. Masa kanak-kanak seharusnya diisi dengan belajar dan bermain agar proses tumbuh kembang berlangsung optimal. Namun pada sebagian anak, mereka terpaksa harus bekerja dan dihadapkan pada berbagai risiko yang dapat membahayakan kesehatan dan tumbuh kembang mereka. Cukup banyak bahaya yang harus mereka hadapi. Berkurangnya partisipasi mereka dalam pendidikan karena harus bekerja, risiko mengalami kecelakaan lalu lintas, polusi udara, jam kerja panjang, paparan terhadap perilaku sosial yang tidak baik, secara fisik, maupun emosional; merupakan potensi dampak negatif. Penelitian ini bertujuan meneliti pengaruh bekerja terhadap kesehatan anak. Data yang dipakai adalah data IFLS tahun 2014. Ada dua model yang dikembangkan dalam penelitian ini, model pertama dengan sampel anak bekerja dan dan tidak bekerja, didapat hasil yang mempengaruhi kesehatan anak adalah variabel  jam kerja dan pendapatan. Model kedua dengan sampel anak yang bekerja, didapat hasil yang mempengaruhi kesehatan anak yang bekerja adalah variabel umur, pendidikan ibu, tempat tinggal dan pendapatan.
Valuasi ekonomi dan penilaian kerusakan kawasan ekosistem mangrove di pulau tanakeke kabupaten takalar
Auliansyah Auliansyah;
Tridoyo Kusumastanto;
Agus Sadelie;
Yesi Aprianti;
Andra Sulindrina;
Nurfadillah Nurfadillah
INOVASI Vol 16, No 1 (2020): Mei
Publisher : Faculty of Economics and Business Mulawarman University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30872/jinv.v16i1.7331
Penebangan mangrove di Pulau Tanakeke menyebabkan penurunan luas ekosistem mangrove secara signifikan. Selama 41 tahun luas mangrove yang terdegradasi mencapai 1.545,55 ha atau 61,90% dari total 2.496.66 ha. Hasil analisis citra Landsat_TM perekaman bulan Juli 2017 menunjukkan mangrove mangrove yang tersisa mencapai 1.009,39 ha. Mangrove ditebang untuk bahan baku produksi Arang, kayu bakar, tiang jaring sero/jermal dan rumput laut, serta dialihfungsikan menjadi lahan tambak. Tujuan penelitian ini adalah menentukan nilai ekonomi ekosistem mangrove yang masih tersisa, manentukan dampak apa saja yang dirasakan oleh masyarakat akibat kerusakan ekosistem mangrove, mengestimasi kerugian ekonomi akibat kerusakan ekosistem mangrove serta menentukan alternatif kebijakan pengelolaan ekosistem mangrove di Pulau Tanakeke. Penelitian ini menggunakan metode survei, pengambilan contoh dipilih secara purposive sampling. Analisis yang digunakan adalah formula nilai ekonomi total (total economic value/TEV), willingnes to accept (WTA), dan analisis regresi logistik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai ekonomi total kawasan ekosistem mangrove di Pulau Tanakeke dengan luas 1.009,39 ha adalah sebesar Rp. 211.994.227.103/thn atau Rp. 210.022.119/ha/thn. Estimasi nilai kerugian ekonomi total kawasan mangrove sebesar Rp. 15.894.750.000/thn.