cover
Contact Name
Mustika
Contact Email
mustika@upi.edu
Phone
-
Journal Mail Official
agroindustri@upi.edu
Editorial Address
Jl. Dr. Setiabudhi No. 207, Bandung 40154 Jawa Barat - Indonesia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
EDUFORTECH
ISSN : 27764761     EISSN : 25414593     DOI : https://doi.org/10.17509/edufortech.v6i2
EDUFORTECH memuat artikel baik hasil penelitian ataupun review berbagai artikel yang mencakup topik: Teknologi Pengolahan dan Pengawetan Pangan Bioteknologi Pangan Teknologi pengolahan pangan fungsional keamanan pangan pendidikan teknologi hasil pertanian dan topik lain yang relevan
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2" : 8 Documents clear
APLIKASI EDIBLE COATING PADA BAKSO AYAM Firmansyah, Muhammad
EDUFORTECH Vol 5, No 2
Publisher : Program Studi Pendidikan Teknologi Agroindustri, UPI (Universitas Pendidikan Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edufortech.v5i2.28815

Abstract

Bakso sangat digemari oleh masyarakat Indonesia, karena rasanya enak dan dapat dimakan oleh berbagai kalangan masyarakat. Bakso memiliki masa simpan yang pendek yang hanya bertahan 1 hari pada suhu ruang dan 2 hari pada suhu dingin karena termasuk perishable food yang mudah terkontaminasi oleh mikrobia saat proses penyimpanan. Salah satu cara untuk memperpanjang masa simpan bakso dengan menggunakan edible coating penambahan antimikroba. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur, berupa analisis artikel ilmiah dari berbagai jurnal yang bersumber dari google scholar yang membahas edible coating pada bakso dengan penambahan anti mikroba. Hasil dari literatur review ini menunjukan bahwa subtitusi ediblecoating menggunakan agar-agar dengan penambahan ekstrak jahe sebagai antimikroba dapat mempertahankan masa simpan bakso pada suhu ruang maupun suhu dingin. Pada penambahan konsentrasi agar-agar dan ekstrak jahe semakin tinggi konsentrasi keduanya maka dapat mempertahankan masa simpan bakso lebih lama dari aspek pH maupun total mikroba.
EFFECT OF PROTEIN TYPE AND SUGAR TYPE ON CHOCHOLATE PROPERTIES Rifqi, Muhammad
EDUFORTECH Vol 5, No 2
Publisher : Program Studi Pendidikan Teknologi Agroindustri, UPI (Universitas Pendidikan Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edufortech.v5i2.28810

Abstract

This research aimed to investigate the effect of protein types (soy milk powder and skim milk powder) and sugar types (stevia and sucrose) on sensory properties of chocolate candy. The appropriate level of protein and sugar were also expected. The research performed using factorial randomized block design (RBD) with three replications. Factors namely ratio of protein type (soy milk powder, skim milk powder) and the ratio of sugar type (sucrose, stevia) were applied. Organoleptic response variables included taste, flavor, texture, and aftertaste were conducted using a hedonic test on 30 panelists. The results indicated that chocolate candy made from the ratio of soy milk with skim milk 0:1 and the ratio of sucrose and stevia of 1:1 gave the highest value of the organoleptic test. Proximate analysis showed the chocolate candy 11.05% fat, 13.44% protein, 25.28% carbohydrate, and water content of 1.17% and has a toughness test value of 1.23 mm/sec/100gram. This study revealed that alternative sugar (stevia) can be used in chocolate candy making and is expected to reduce calories contained on chocolate candy.
MEMPELAJARI KONSENTRASI PURE BUAH SEMANGKA (Citrullus lanatus) TERHADAP KARAKTERISTIK ES KRIM Efriliani Sekartini; Dewi Nur Azizah
EDUFORTECH Vol 5, No 2
Publisher : Program Studi Pendidikan Teknologi Agroindustri, UPI (Universitas Pendidikan Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edufortech.v5i2.28816

Abstract

Es krim merupakan produk olahan susu yang banyak digemari oleh masyarakat terutama anak-anak karena rasanya yang manis, teksturnya lembut, dan mempunyai nilai gizi tinggi. Es krim termasuk golongan pangan fungsional. Sejauh ini buah semangka jarang dimanfaatkan selain hanya dikonsumsi dalam bentuk segar. Oleh karena itu, diperlukan inovasi pangan fungsional, yaitu es krim pure buah semangka. Semangka memiliki warna daging buah yang merah karena adanya zat likopen dan berfungsi sebagai pewarna alami makanan serta memiliki manfaat bagi kesehatan. Berkaitan dengan hal tersebut telah dilakukan penelitian dengan tujuan mengetahui karakteristik es krim buah semangka dan konsentrasi pure buah semangka yang tepat untuk menghasilkan es krim dengan karakteristik yang baik dan disukai oleh panelis. Penelitian ini menggunakan metode percobaan secara deskriptif dengan satu faktor, yaitu konsentrasi pure buah semangka yang terdiri dari 8 perlakuan (0%, 10%, 20%, 30%. 40%. 50%, 60%, 70%, dan 80%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik es krim pure buah semangka yang dihasilkan memiliki warna merah muda, aroma semangka, tekstur kasar, dan rasa manis khas semangka serta es krim dengan penambahan pure buah semangka 60% adalah yang paling diterima oleh panelis.
MEMPELAJARI KONSENTRASI LARUTAN KAPUR TERHADAP KARAKTERISTIK MANISAN TERUNG UNGU (Solanum melongena L.) Sandi, Anggi Mutiara; Azizah, Dewi Nur
EDUFORTECH Vol 5, No 2
Publisher : Program Studi Pendidikan Teknologi Agroindustri, UPI (Universitas Pendidikan Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edufortech.v5i2.28811

Abstract

Pembuatan manisan terung sebagai inovasi pangan dengan memanfaatkan ketersediaan hasil pertanian di Indonesia yang cukup melimpah. Karakteristik terung yang tidak kokoh dan cepat busuk, maka pembuatan manisan ini dapat memperbaiki tekstur dan memperpanjang penyimpanan produk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik produk manisan terung ungu dan mengetahui konsentrasi larutan kapur yang tepat digunakan untuk menghasilkan manisan terung ungu dengan karakteristik yang baik dan disukai panelis. Metode penelitian menggunakan metode percobaan dan data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Faktor pada penelitian ini, yaitu konsentrasi larutan kapur dan ada empat perlakuan, yaitu 2%, 4%, 6%, dan 8%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manisan terung ungu yang dihasilkan memiliki karakteristik warna coklat transparan, aroma khas manisan, tekstur keras, kenyal, dan basah, serta rasa sangat manis dan sedikit asam. Hasil terbaik yang paling disukai panelis dimiliki oleh manisan terung ungu dengan konsentrasi larutan kapur 6% berdasarkan karakteristik tekstur dengan nilai rata-rata sebesar 4,50.
PARAMETER ORGANOLEPTIK NORI DAUN KELOR (Moringa oleifera) DENGAN VARIASI KONSENTRASI KAPPA KARAGENAN DAN SUHU PENGERINGAN Nazwa, Intannisa; Rahayu, Dwi Lestari
EDUFORTECH Vol 5, No 2
Publisher : Program Studi Pendidikan Teknologi Agroindustri, UPI (Universitas Pendidikan Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edufortech.v5i2.28817

Abstract

Daun kelor dapat menjadi bahan substitusi nori siap makan. Pada proses pembuatannya, penggunaan konsentrasi karagenan dan suhu pengeringan yang tepat merupakan faktor yang penting. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui hasil penilaian karakteristik organoleptik (warna, aroma, rasa dan kelenturan) nori daun kelor siap makan dengan variasi konsentrasi kappa karagenan dan suhu pengeringan. Penelitian ini menggunakan rancangan dua faktor yaitu variasi konsentrasi kappa karagenan (1.5%, 2% dan 2.5%) dan suhu pengeringan (450C, 500C dan 550C). Penilaian karakteristik organoleptik dilakukan melalui uji hedonik dan mutu hedonik pada parameter warna, aroma, rasa dan kelenturan oleh 15 panelis semi terlatih. Pada parameter rasa, nori daun kelor dengan karagenan 1.5% dan suhu pengeringan 500C dan 550C memiliki hasil uji hedonik yang lebih rendah yaitu berada pada kategori antara tidak suka dan biasa sedangkan perlakuan lainnya berada pada kategori antara biasa dan suka. Pada parameter kelenturan, nori dengan karagenan 2% dan 2.5% pada suhu pengeringan 550C berada pada kategori antara tidak suka dan biasa sedangkan pada perlakuan suhu lainnya berada pada kategori antara biasa dan suka. Hasil uji mutu hedonik parameter warna menunjukkan bahwa nori daun kelor yang dikeringkan pada suhu 450C dan 550C dinilai memiliki warna yang lebih hijau dibandingkan dengan pengeringan suhu 500C. Pada parameter aroma, nori daun kelor yang dikeringkan pada suhu 500C lebih tidak beraroma daun dibandingkan dengan penggunaan suhu lain. Pada parameter kelenturan, nori menjadi semakin tidak lentur ketika suhu pengeringan dan konsentrasi kappa karagenan yang digunakan semakin tinggi.
PERANAN WARNA, VISKOSITAS, DAN SINERESIS TERHADAP PRODUK YOGHURT Rohman, Enjang; Maharani, Shinta
EDUFORTECH Vol 5, No 2
Publisher : Program Studi Pendidikan Teknologi Agroindustri, UPI (Universitas Pendidikan Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edufortech.v5i2.28812

Abstract

Yoghurt plain merupakan yoghurt tanpa penambahan pemanis maupun flavor lain. Warna, viskositas, dan sineresis merupakan salah satu parameter karakteristik fisik yoghurt plain yang menjadi salah satu indikator karakteristik yoghurt secara keseluruhan. Warna putih kekuningan, putih terang sampai putih keruh yoghurt plain disebabkan oleh adanya pigmen karoten dan riboflavin pada basis susu. Viskositas yoghurt disebabkan oleh adanya koagulasi protein susu (kasein/misel) akibat penurunan pH karena produksi asam laktat selama proses fermentasi. Sineresis yoghurt merupakan fenomena pemisahan whey dari koagulan yoghurt karena penurunan kelarutan dan pengerutan partikel kasein. Bahan baku, proses pembuatan, dan penyimpanan yoghurt berpengaruh terhadap warna, viskositas, dan sineresis yoghurt plain. Penambahan total padatan terutama protein dan penggunaan stabiliser dapat dilakukan untuk memperbaiki viskositas dan sineresis yoghurt.
MEMPELAJARI KONSENTRASI SARI DAUN BAYAM MERAH (Amaranthus Tricolor L.) TERHADAP KARAKTERISTIK BAKSO AYAM Purnama, Fakhriyah Dipa
EDUFORTECH Vol 5, No 2
Publisher : Program Studi Pendidikan Teknologi Agroindustri, UPI (Universitas Pendidikan Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edufortech.v5i2.28813

Abstract

Bakso merupakan jenis makanan yang populer di Indonesia. Bakso dikembangkan menjadi beraneka ragam bentuk dan warna. Sementara ini pewarna buatan dikhawatirkan mengandung bahan kimia berbahaya bagi tubuh. Bayam merah memiliki pigmen antosianin yang berwarna merah keunguan. Penambahan sari bayam merah pada bakso diharapkan dapat menambahkan variasi bakso dan meningkatkan nilai ekonomis bayam merah, sehingga bayam merah tidak hanya dimanfaatkan sebagai sayuran saja, tetapi juga dapat diolah menjadi bahan lain. Faktor yang diteliti adalah konsentrasi sari daun bayam merah 0%, 15%, 20%, dan 25%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bakso ayam dengan konsentrasi sari daun bayam merah memiliki warna merah tua, aroma khas daging ayam dan bawang putih, tekstur kenyal, dan agak asin. Konsentrasi sari daun bayam merah yang tepat digunakan untuk menghasilkan bakso ayam dengan karakteristik baik dan disukai oleh panelis adalah 20% yang memiliki rata-rata peniliaian tingkat kesukaan tertinggi terhadap aroma, kekenyalan, dan rasa.
PENAMBAHAN KITOSAN PADA BIOFOAM BERBAHAN DASAR PATI Muharram, Fikri Ilyas
EDUFORTECH Vol 5, No 2
Publisher : Program Studi Pendidikan Teknologi Agroindustri, UPI (Universitas Pendidikan Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edufortech.v5i2.28814

Abstract

Biofoam berbahan dasar pati merupakan salah satu produk alternatif yang lebih ramah lingkungan daripada Styrofoam. Tetapi biofoam berbahan dasar pati memiliki beberapa kekurangan seperti memilki daya serap air yang tinggi dan kuat tarik yang rendah. Untuk memperbaiki karakteristik tersebut salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah penambahan kitosan. Kitosan merupakan biopolimer yang didapatkan dari kitin dan berpotensi dapat memperbaiki daya serap air dan kuat tarik biofoam berbahan dasar pati. Penambahan kitosan pada biofoam berbahan dasar pati terbukti mampu memperbaiki karakteristik daya serap dan kuat tarik biofoam. Semakin tinggi konsentrasi kitosan pada biofoam maka daya serap air biofoam akan berkurang dan kuat tarik biofoam akan meningkat tetapi penambahan kitosan juga dapat menimbulkan efek samping yaitu penurunan degradabilitas biofoam

Page 1 of 1 | Total Record : 8