cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Madania: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman
ISSN : 20883226     EISSN : 26208210     DOI : -
Core Subject : Education,
MADANIA: Jurnal-Jurnal Keislaman (ISSN Print: 2088-3226|ISSN Online: 2620-8210) adalah jurnal yang memuat tentang hasil penelitian, gagasan konseptual, review buku baru, studi naskah di bidang Keislaman, Keilmuan, dan Kemanusiaan, dengan konsentrasi pada disiplin ilmu Tarbiyah, Syari’ah, Ushuluddin, dan Dakwah. Jurnal ini terbit dua kali dalam setahun, Juni dan November.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 1 (2017): Madania" : 6 Documents clear
REAKTUALISASI NILAI-NILAI FIQIH NUSANTARA; Sebagai Solusi Problem Masyarakat Ekonomi Asean/ MEA Tas'an Tas'an
Madania: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol 7, No 1 (2017): Madania
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.209 KB) | DOI: 10.24014/jiik.v7i1.4832

Abstract

Reaktualisasi Nilai-Nilai Fiqih Nusantara Sebagai Solusi Problem MEA berangkat dari asumsi dasar bahwa fiqih nusantara adalah merupakan bentuk dari hasil dialog  pemikiran para ulama’ nusantara dengan realitas social. Oleh karenanya keberadaannya harus selalu berkembang sesuai dengan realitas zaman yang dihadapi. MEA merupakan salah satu bentuk realitas social yang berada di wilayah  nusantara, tentunya keberadaannya memiliki efek positif dan efek negative. Dan sekaligus akan memunculkan beberapa problem social baik dalam bidang ekonomi, politik maupun hukum. Munculnya problem baru akibat dari MEA seperti, kualitas produk, apakah produk yang datangnya dari Negara lain memiliki kualitas halal ? Hal tersebut  seharusnya ada jawaban yang bersifat relegius dari para  pakar ahli hukum Islam yang disebut dengan fiqih Nusantara. Dengan adanya perkembangan zaman, maka perlu adanya upaya mengaktualkan kembali nilai-nilai fiqih Nusantara sebagai bentuk jawaban terhadap semua problem social baik dalam bidang ekonomi, politik, hukum dan yang lainnya. Gagasan fiqih Nusantara telah di gaungkan oleh Prof. Dr. Hasbi Ash-Shidiqy pada tahun 1974, kemudian di segarkan lagi oleh Azzahirin, kemudian muncul gagagas fiqih social oleh KH. Sahal Mahfudz, dan akhir-akhir ini muncul gerakan melestarikan Islam Nusantara , secara tidak langsung harus muncul produk hukum Islam yang dapat berdialog dengan peradaban Nusantara
PENANAMAN SPIRITUAL QUOTIENT dan NILAI MORAL pada SISWA untuk PENGUATAN KURIKULUM PENDIDIKAN KARAKTER DI SEKOLAH Armizi Armizi
Madania: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol 7, No 1 (2017): Madania
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.519 KB) | DOI: 10.24014/jiik.v7i1.4833

Abstract

Emotional Quotient (eq) bukan merupakan lawan kecerdasan intelektual yang biasa dikenal dengan iq, namun keduanya berinteraksi secara dinamis.seseorang dikatakan sebagai guru tidak cukup “tahu” sesuatu materi yang akan diajarkan,tetapi pertama kali ia harus merupakan seseorang yang memang memiliki “kepribadian guru”.dengan kata lain untuk menjadi pendidik atau uru,seseorang harus memiliki kepribadian. Moral merupakan suatu norma yang sifatnya kesadaran atau keinsyafan terhadap suatu kewajiban melakukan sesuatu atau suatu keharusan untuk meninggalkan perbuatan-perbuatan tertentu yang dinilai masyarakat melanggar norma-norma moral. Pendidikan karakter adalah suatu sistem penanaman nilai-nilai karakter kepada warga sekolah yang meliputi komponen pengetahuan, kesadaran atau kemauan, dan tindakan untuk melaksanakan nilai-nilai tersebut, baik terhadap Tuhan Yang Maha Esa (YME), diri sendiri, sesama, lingkungan, maupun kebangsaan sehingga menjadi manusia insan kamil. Tulisan  ini bertujuan untuk bagaimana penanaman emotional quotient untuk menumbuhkan karakter pada anak, serta bagaimana penanaman nilai moral pada anak di sekolah untuk menumbuhkan karakter pada anak
PROBLEMATIKA PENDIDIKAN DI INDONESIA DALAM TELAAH ASPEK BUDAYA Mulyadi Mulyadi
Madania: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol 7, No 1 (2017): Madania
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.967 KB) | DOI: 10.24014/jiik.v7i1.4834

Abstract

Pendidikan memang tidak dapat lepas dari aspek sosial, politik, ekonomi dan budaya, menganggap pendidikan sebagai sesuatu yang berdiri sendiri tanpa ada kaitannya dengan aspek sosial yang melingkupinya akan berakibat pada keterasingan pendidikan dalam realitas dunia nyata. Dalam era Globalisasi, pendidikan menemui tantangannya, dimana harus selalu berbenah dan memegang prinsip-prinsip pendidikan sebagai wahana penyadaran diri dan proses humanisasi tanpa mengorbankan nilai-nilai kemanusiaan. Sebagai investasi jangka panjang dalam pembangunan, pendidikan harus menghindarkan dampak negatif yang ditimbulkan laju arus globalisasi. Yakni dengan menawarkan reparadigmatisasi pendidikan sebagai upaya preventif, dan harus menjadi tanggung jawab semua komponen anak bangsa di negeri ini.
PERUBAHAN PARADIGMA STUDI ISLAM KONTEMPORER ; Menjawab Tantangan Masyarakat Multikultural Nova Yanti
Madania: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol 7, No 1 (2017): Madania
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.925 KB) | DOI: 10.24014/jiik.v7i1.4830

Abstract

Paradigma sebagai “serangkaian konstalasi teori, pertanyaan, pendekatan serta prosedur yang dikembangkan dalam rangka memahami kondisi sejarah dan realitas sosial untuk memberikan konsepsi dan menafsirkan realitas sosial tersebut”. Paradigma sebagai pandangan yang mendasar dari ilmuwan tentang apa yang menjadi pokok persoalan yang semestinya dipelajari oleh suatu cabang ilmu pengetahuan. Lebih lanjut, paradigma berfungsi: 1) membantu merumuskan apa yang harus dipelajari, 2) pertanyaan-pertanyaan apa yang semestinya dijawab, 3) bagaimana selayaknya pertanyaan-pertanyaan itu diajukan, dan 4) aturan-aturan apa yang harus diikuti dalam menafsirkan informasi yang diperoleh. Berdasarkan rumusan di atas, dalam konteks pendidikan, paradigma bisa diartikan sebagai serangkaian konstalasi teori, pertanyaan, pendekatan serta prosedur yang dikembangkan dalam rangka membangun suatu sistem pendidikan yang ideal. Sistem pendidikan yang ideal dalam hal ini adalah sistem pendidikan yang Islami, yaitu sistem pendidikan yang didasarkan pada nilai-nilai Islam yang secara umum termaktub al-Qur’an dan Hadits sebagai sumber rujukan pertama umat Islam. Penggunaan nilai-nilai Islam dalam pendidikan Islam ini adalah “sebagai sudut pandang secara menyeluruh (total outlook)mengenai persoalan-persoalan yang berkaitan dengan gejala-gejala pendidikan dalam rangka membangun manusia terdidik, berkualitas dan bertaqwa kepada Allah SWT.
RETRACTED: KEARIFAN BUDAYA LOKAL; Sebagai Benteng Munculnya Konfik Agama Muhammad Alfan Sidik
Madania: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol 7, No 1 (2017): Madania
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.654 KB) | DOI: 10.24014/jiik.v7i1.4835

Abstract

RETRACTION TO:Daulay, N., & Hikmah, H. (2020). Pengaruh Motivasi dan Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan PT Poetra Jaya Sukses Mandiri Di Kota Batam. Jurnal Kajian Manajemen Bisnis, 9(1) (doi: https://doi.org/10.24036/jkmb.10806000This article has been retracted by Publisher based on the following reason:The Editor of MADANIA: Jurnal-Jurnal Keislaman  found the double publication in the article publishing due to article's content similarity published in https://journal.walisongo.ac.id/index.php/JSW/article/view/2035Sidik, M. A. (2017). Kearifan Budaya Lokal sebagai Benteng Munculnya Konflik Agama. JSW (Jurnal Sosiologi Walisongo), 1(2), 161-176.One of the conditions of submission of paper for publication in this journal is that authors declare explicitly that their work is original and has not appeared in a publication elsewhere. Re-use of any data should be appropriately cited. As such this article represents a severe abuse of the scientific publishing system. The scientific community takes a very strong view on this matter and apologies are offered to readers of the journal that this was not detected during the submission process
ANTARA BUDAYA DAN AGAMA; Menegaskan Identitas Islam Nusantara Bashori Bashori
Madania: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol 7, No 1 (2017): Madania
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.648 KB) | DOI: 10.24014/jiik.v7i1.4831

Abstract

Persinggungan antara budaya dan agama di Indonesia menjadi salah satu diskursus yang menarik untuk ditelisik lebih mendalam. Tulisan ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana persentuhan agama Islam dengan kebudayaan lokal Indonesia yang memunculkan istilah Islam Nusantara (IN). Selain itu, Islam masuk ke Indonesia tidak dalam kondisi hampa budaya. Telah ada budaya setempat yang berkembang dalam masyarakat Indonesia. Hal itu melahirkan akulturasi budaya antara ajaran Islam dan budaya masyarakat setempat. Keragaman sebagai salah satu tipologi Islam Nusantara adalah buah dari pergumulan panjang antara agama dan budaya; antara teks dengan konteks yang saling melengkapi satu sama lain sehingga menelurkan Islam yang ramah, inklusif dan fleksibel. Hadirnya agama tidak untuk menghilangkan budaya, begitu juga sebaliknya hadirnya budaya tidak untuk meniadakan agama. Keduanya saling melengkapi yaitu; bisa jadi agama menguatkan budaya, meluruskan budaya, memberikan petunjuk bagi kebudayaan yang benar dalam perspektif syari’at agama. Berangkat dari pijakan epistemologis dan historis, artikel ini mencoba menyuguhkan diskursus lama yang kembali mencuat di seputaran pertengahan tahun 2015 seiring dengan dihelatnya Muktamar NU. Hadirnya tulisan ini untuk mengeksplorasi substansi identitas Islam Nusantara di Indonesia dan bagaimana persinggungan antara agama dan budaya yang terjadi.

Page 1 of 1 | Total Record : 6