cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
InComTech: Jurnal Telekomunikasi dan Komputer
ISSN : 20854822     EISSN : 25796089     DOI : -
Program Studi Magister Teknik Elektro UMB menerbitkan Jurnal InComTech sebagai wadah bagi para akademisi, praktisi dan penggiat lainnya dalam bidang telekomunikasi dan computer (Information and Communication Technology/ICT) untuk menerbitkan karya tulisnya. Bidang-bidang yang menjadi bahasan jurnal ini meliputi teknologi, bisnis dan regulasi di bidang ICT, seperti (namun tak terbatas), teknologi IP, Wireless technology, Internet of Things, Microwaves, digital broadcasting, Fiber optik, strategi bisnis ICT, sumber daya manusia ICT, perencanaan bisnis, regulasi NGN, security in ICT, cyberlaw.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2009)" : 5 Documents clear
Pergantian Sink pada Jaringan Sensor Nirkabel berbasis ZigBee dengan Prioritas Formasi Tree Mochammad Zuliansyah; Giva Andriana Mutiara
InComTech : Jurnal Telekomunikasi dan Komputer Vol 1, No 1 (2009)
Publisher : Department of Electrical Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/incomtech.v1i1.244

Abstract

Perkembangan teknologi wireless akhir-akhir ini semakin pesat, hal ini dibuktikan dengan munculnya suatu teknologi wireless baru yang dikenal dengan ZigBee (IEEE 802.15.4). ZigBee adalah suatu protokol pada jaringan wireless yang dikhususkan untuk perangkat sensor, sehingga hanya memerlukan power dan data rate yang rendah tetapi mempunyai jangkauan yang luas serta tingkat keamanan yang tinggi. Pada umumnya, satu jaringan ZigBee hanya mempunyai satu koordinator yang dinamakan sink. Tetapi dimungkinkan terjadi kondisi bahwa sink tersebut tidak dapat menjalankan fungsinya dengan baik, sehingga harus ditentukan sink baru agar fungsi jaringan dapat dipertahankan. Penelitian ini mencoba menyelesaikan permasalahan yang ada dengan melakukan analisis terhadap algoritma Multi-Tree Construction With The High-Weightfirst Property (MT-HW) dan algoritma Multi-Tree Construction With The Edge-Overlap-First Property (MT-EO) sebagai pembanding. Algoritma yang diusulkan pada penelitian ini disebut dengan Priority Based Sink Assignment (PBSA). Pemodelan jaringan Zigbee (IEEE 802.15.4) menggunakan NS-2 (Network Simulator 2) dalam implementasi topologi tree.
Effects of Antenna Characteristics in RFID Systems for Positioning Purposes Alaydrus, Mudrik; Eibert, Thomas
InComTech : Jurnal Telekomunikasi dan Komputer Vol 1, No 1 (2009)
Publisher : Department of Electrical Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/incomtech.v1i1.247

Abstract

Radio Frequency Identification (RFID) is a wireless system designed to identify the presence of objects attached by tags. In recent times, RFID is also used for positioning purposes. We show a scenario of wireless propagation observed by eight antennas with different polarization located in different positions. In this way, the antenna characteristics, i.e. the polarization and diagram radiation of the antennas will play a significant role in producing electromagnetic field in the region. In this work we will use the fingerprinting procedure, with this we produce some data bases containing the electric field received by RFID readers if we located the RFID tag in certain position in region of interest. In this work, two cost functions are proposed, which are to be minimized for determining the position of the tag.
Evolusi Teknologi Wireless Seluler menuju HSDPA Rahmad Hidayat
InComTech : Jurnal Telekomunikasi dan Komputer Vol 1, No 1 (2009)
Publisher : Department of Electrical Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/incomtech.v1i1.246

Abstract

Teknologi data dalam keluarga GSM meliputi GPRS, EDGE, UMTS/WCDMA dan HSDPA. Berbagai teknologi ini menyediakan banyak kemampuan dan efisiensi spektrum. Implementasinya meningkatkan potensi pendapatan dan keuntungan serta pemenuhan kebutuhan bagi komunitas ICT (Information and Communication Technology). Evolusi dari GPRS menuju HSDPA memberikan jawaban terhadap kebutuhan coverage yang luas, throughput data yang tinggi, quality-of-service (QoS) dan efisiensi spektrum. Efisiensi spektrum secara khusus merupakan perhatian utama karena merupakan interpretasi throughput rata-rata yang lebih tinggi bagi lebih banyak user aktif di suatu coverage area. HSDPA menghasilkan kecepatan puncak 14 Mbps dan meningkatkan kecepatan throughput rata-rata menjadi 1 Mbps. Suatu peningkatan kinerja 2,5 sampai 3,5 kali relatif terhadap teknologi 3G.
Perencanaan Bisnis Provider Transaksi Pembayaran berbasis RFID pada Hypermarket Makro Sudarmanto Sudarmanto
InComTech : Jurnal Telekomunikasi dan Komputer Vol 1, No 1 (2009)
Publisher : Department of Electrical Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/incomtech.v1i1.245

Abstract

RFID (Radio-Frequency IDentification) merupakan sebuah teknologi compact wireless yang diunggulkan untuk mentransformasi dunia komersial. Sebagai suksesor dari barcode, RFID dapat melakukan kontrol otomatis untuk banyak hal. RFID adalah sebuah teknologi yang memanfaatkan frekuensi radio untuk identifikasi otomatis terhadap obyekobyek atau manusia. Kenyataan bahwa manusia amat terampil dalam mengidentifikasi obyek-obyek dalam kondisi lingkungan yang berbedabeda menjadi motivasi dari teknologi ini. Sistem pembayaran dengan menggunakan teknologi RFID dapat dilakukan secara swalayan dengan mudah dan cepat. Penggunaan teknologi ini dapat memudahkan dan mempercepat transaksi pembelian dan dilakukan oleh pembeli itu sendiri. Mereka hanya mendekatkan semua barang yang dibeli kepada alat reader RFID, dan setelah selesai mereka menekan tombol total dan diakhiri dengan mendekatkan kartu pembayaran (sejenis kartu debit atau kartu kredit). Dengan didekatnya kartu yang telah diberikan mikro chip sebagai alat pembayaran tersebut, maka saldo uang pembeli yang berada di kartu tersebut berkurang. Transaksi ini menjadi cepat dan mudah karena tidak diperlukannya uang pengembalian dan dapat dilakukan secara mandiri oleh pembeli.
Digital Dividend pada Migrasi TV Analog ke TV Digital – Prospek dan Dilema Mudrik Alaydrus
InComTech : Jurnal Telekomunikasi dan Komputer Vol 1, No 1 (2009)
Publisher : Department of Electrical Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/incomtech.v1i1.243

Abstract

Tuntutan adanya akses yang menawarkan kapasitas data yang tinggi dan mobilitas mendorong dibukanya spektrum-spektrum frekuensi yang baru. Migrasi televisi analog ke digital menawarkan suatu opsi yang sangat menarik, yaitu sistim yang lebih efisien dalam menggunakan frekuensi. Efisiensi dari penggunaan sistim TV digital (Digital Video Broadcasting, DVB) ditandai dengan menjadi kosongnya sebagian tempat di frekuensi UHF. Digital Dividend ini dimanfaatkan otoritas telekomunikasi untuk memenuhi kebutuhan spectrum untuk aplikasi broadband di atas. Masalah interferensi dengan munculnya layanan baru ini merupakan tema menarik sebelum layanan ini direalisasikan.

Page 1 of 1 | Total Record : 5