cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
InComTech: Jurnal Telekomunikasi dan Komputer
ISSN : 20854822     EISSN : 25796089     DOI : -
Program Studi Magister Teknik Elektro UMB menerbitkan Jurnal InComTech sebagai wadah bagi para akademisi, praktisi dan penggiat lainnya dalam bidang telekomunikasi dan computer (Information and Communication Technology/ICT) untuk menerbitkan karya tulisnya. Bidang-bidang yang menjadi bahasan jurnal ini meliputi teknologi, bisnis dan regulasi di bidang ICT, seperti (namun tak terbatas), teknologi IP, Wireless technology, Internet of Things, Microwaves, digital broadcasting, Fiber optik, strategi bisnis ICT, sumber daya manusia ICT, perencanaan bisnis, regulasi NGN, security in ICT, cyberlaw.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 2 (2019)" : 5 Documents clear
Monitoring Sistem Infus Medis Berdasarkan ZigBee Wireless Sensor Network (WSN) Hayadi Hamuda
InComTech : Jurnal Telekomunikasi dan Komputer Vol 9, No 2 (2019)
Publisher : Department of Electrical Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/incomtech.v9i2.6470

Abstract

Infus sangat banyak kegunaan dibidang kesehatan salah satu yaitu untuk menambah cairan pada pasien terutama pada pasien yang tidak dapat mengkonsumsi makan secara langsung. Oleh sebab itu pergantian infus pada pasien tidak bisa terlambat karena keterlambatan pergantian infus sangat fatal bagi pasien yang sedang dirawat. Untuk mengatasi masalah tersebut maka perlu dibuat satu alat yang dapat memantau pemakaian infus untuk menghindari keterlambatan, dengan cara menampilkan seberapa besar sisa cairan yang terdapat pada infus yang sedang terpasang pada seseorang pasien. untuk mendeteksi tetesan cairan infus digunakan sensor photodiode, sensor infrared dan kemudian hasil pembacaan sensor tersebut dikirimkan ke ZigBee wireless sensor network (WSN) dan melihat langsung ke monitor LCD 2x16, yang memiliki fitur sangat baik sebagai berikut: Ini mengadopsi kinerja tinggi rasio harga chip yang RS232-USB terminal pra, diintegrasikan ke dalam papan sirkuit, mengambil banyak ruang. Sistem memiliki manfaat daya rendah dan gangguan anti kuat, dapat bekerja tanpa persyaratan khusus di lingkungan rumah sakit teknologi ZigBee telah digunakan untuk mencapai kontrol realtime dari beberapa titik infus, pembangunan jaringan nyaman. Sistem ini memiliki presisi kontrol yang baik dan dapat menyesuaikan parameter infus.
Feasibility Analysis of the Application of Project Loon as an Equitable Effort for Communication Infrastructure Development in Indonesia Setiyo Budiyanto; Muhammad Jamil; Fajar Rahayu
InComTech : Jurnal Telekomunikasi dan Komputer Vol 9, No 2 (2019)
Publisher : Department of Electrical Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/incomtech.v9i2.6469

Abstract

In Indonesia, urban area internet users, between villages and cities, are arranged in the villages according to 72.41%, 49.5%, and 48.3%. Following are the composition of internet users in Indonesia: Java, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Bali-Nusa Tenggara, and Maluku-Papua respectively 58.1%, 19%, 8%, 6.7%, 5.6%, and 2.5%. To overcome this problem, several attempts have been made to equalize internet access in Indonesia, and one of the efforts offered is Project Loon. Project Loon is a communication technology based on High Altitude Platform (HAPs). Research related to Project Loon feasibility testing is conducted using library study methods using SWOT analysis using strengths, weaknesses, advantages, and battles against Project Loon using various indicators such as systems, infrastructure, economy and regulation. The conclusion of this research is that Loon Project has the potential to be implemented not yet available in Indonesia. In terms of infrastructure and economy, Project Loon is quite effective and economical. However, it must still consider the population in the area to avoid operational costs.
Perancangan Manajemen Risiko Keamanan Informasi pada Penyelenggara Sertifikasi Elektronik (PSrE) Wawan Hermawan
InComTech : Jurnal Telekomunikasi dan Komputer Vol 9, No 2 (2019)
Publisher : Department of Electrical Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/incomtech.v9i2.6474

Abstract

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) merupakan Penyelenggara Sertifikasi Elektronik (PSrE) untuk instansi pemerintah. Berdasarkan Peraturan Pemerintah No.82 Tahun 2012 Penyelenggara Sertifikasi Elektronik (PSrE) BPPT dikategorikan sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik yang termasuk dalam Penyelenggara Sistem Elektronik strategis dan tinggi sehingga diwajibkan untuk memiliki sistem manajemen keamanan informasi. Dalam penelitian ini, untuk mendukung Penyelenggara Sertifikasi Elektronik (PSrE) BPPT memiliki sistem manajemen keamanan informasi maka dilakukan perancangan manajemen risiko keamanan informasi. Rancangan manajemen risiko pada Penyelenggara Sertifikasi Elektronik (PSrE) BPPT menggunakan framework ISO/IEC 27005 seperti penentuan konteks, kriteria dasar pengelolaan risiko, penentuan ruang lingkup, penilaian risiko, penanganan dan penerimaan risiko itu sendiri, aset utama dan aset pendukung pada Penyelenggara Sertifikasi Elektronik (PSrE) BPPT semua dilakukan penilaian risikonya dan untuk menghitung nilai risiko menggunakan NIST SP 800-30. Kemudian pada tahapan penanganan risiko menggunakan ISO/IEC 27002. Dari hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa terdapat terdapat 51 skenario risiko yang dilakukan pengurangan risiko (reduction) dan 10 skenario risiko yang dilakukan penerimaan risiko (accept) dengan mengaplikasikan kontrol yang direkomendasikan berdasarkan kepada ISO/IEC 27002.
Implementation of Digital Signature Using a SWOT Analysis to Improve Information Security Nanda Irya; Denny Setiawan
InComTech : Jurnal Telekomunikasi dan Komputer Vol 9, No 2 (2019)
Publisher : Department of Electrical Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/incomtech.v9i2.6473

Abstract

At present in the digitalization era, online transactions continue to grow as well as digital signatures are becoming known to the public. Renewal of research and improvements continues to be made to improve the implementation of digital signatures in Indonesia. There needs to be research to find out the differences between the providers of electronic certificates that are developing in Indonesia. Digital signatures are expected to be able to simplify the administrative process and be implemented properly at Perum LKBN Antara. The application of digital signatures is protected by Ministerial Regulation No. 11 of 2018 and Government Regulation No. 82 of 2012 concerning the implementation of systems and electronic transactions (PSTE). In this study using the SWOT analysis (Standard, Weakness, Opportunities, Threat) as a problem solving method. There are 4 criteria assessed, namely the ease, security, work system and speed of the system category. In-depth discussion using the privyID application system. The application of using privyID is classified as good at Perum LKBN Antara.
Analisa Kelayakan Capital Budgeting Jaringan Backbone Kabel Serat Optik Palapa Ring Studi Kasus : Palapa Ring Barat Nurwan Reza Fachrurrozi
InComTech : Jurnal Telekomunikasi dan Komputer Vol 9, No 2 (2019)
Publisher : Department of Electrical Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/incomtech.v9i2.6472

Abstract

Dalam rangka masyarakat Indonesia yang modern dan berbasis informasi, pemerintah bekerjasama dengan beberapa perusahaan telekomunikasi swasta menggelar mega-proyek pembangunan jaringan infrastruktur telekomunikasi berupa jaringan backbone kabel serat optik berkecepatan tinggi yang dinamakan Palapa Ring. Tujuan Palapa Ring antara lain untuk mengurangi kesenjangan digital antara Indonesia Bagian Barat & Indonesia Bagian Timur serta menyediakan akses telekomunikasi bagi masyarakat dengan tujuan pemerataan akses informasi untuk meningkatkan kesejahteraan dan mengurangi kemiskinan. Dalam perancangan jaringan ekstensi, parameter diatas ditambah lagi dengan proyeksi kapasitas jaringan yang dibutuhkan untuk beberapa tahun kedepan. Landing Stations ini terdiri dari 12 Kota Pantai beserta analisa penempatannya yang tidak semuanya sama dengan rekomendasi KMI. Untuk proyeksi kebutuhan kapasitas, didapatkan angka kebutuhan kapasitas untuk masing-masing Landing Stations sampai tahun 2033. Penelitian  ini  bertujuan  untuk  menganalisa kelayakan  dari  rencana investasi yang akan dilaksanakan PT. XXX. Rencana investasi ini berupa pembangunan proyek Palapa Ring Barat dengan total investasi sebesar Rp. 1,000,000,000,000 dengan tingkat bunga sebesar 18% & 30%. Dengan alat analisis Payback Period, Discounted Payback Period, Net Present Value, dan Internal Rate Of Return. Tiga alat analisis tersebut dipakai juga oleh PT. XXX untuk mengukur layak atau tidaknya proyek tersebut. Dari hasil analisis dan rencana proyek Palapa Ring Barat diperoleh Payback Period (PP) 3 tahun 1 bulan dan Discounted Payback Period 4 tahun 5 bulan  dari target PT. XXX yaitu 15 tahun, Net Present Value (NPV) Rp. 1,392,644,795,000 dari target yang di tentukan PT. XXX yang hasilnya positif, Internal Rate Of Return (IRR) 35 % dari 18 % & 30 % yang di targetkan oleh PT. XXX. Dan juga didapatkan hasil Subsidi KPBU dari pemerintah Rp. 1,490,772,000,000 dengan rincian simulasi pembayaran selama 15 Tahun dengan Interest 0 % sebesar Rp. 99,384,800,000 / Tahun.

Page 1 of 1 | Total Record : 5