cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
ARKAVI [Arsip Kardivaskular Indonesia)
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 76 Documents
Peranan Telemedicine Pada Penatalaksanaan Penyakit Jantung Koroner Akut Omar, Hamed
ARKAVI [Arsip Kardiovaskular Indonesia) Vol 2 No 2 (2017): Arkavi: Arsip Kardiovaskular Indonesia
Publisher : UHAMKA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (406.984 KB)

Abstract

The role of telemedicine in reducing morbidity, mortality and Coronary heart  disease has proven on a few qualified research, both in developing countries and in developed countries. by uploading electrocardiograph while coronary attack, like Acute myocardial Infarction to central data in the hospital, the patient or family can be quickly directed to the emergency room and at the same time operators, nurses and doctors at the hospital have prepared therapy and plans further medical help. Keywords: Telemedicine, Interval of intervention, Thrombolysis, Myocardial Infarction
Pemantauan Kateterisasi Jantung Pada Tindakan Percutaneous Transluminal Coronary Angioplasty Terhadap Pasien Coronary Artery Disease Pratiwi, Fuji
ARKAVI [Arsip Kardiovaskular Indonesia) Vol 3 No 1 (2018): Arkavi: Arsip Kardiovaskular Indonesia
Publisher : UHAMKA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.857 KB) | DOI: 10.22236/arkavi.v3i1.3686

Abstract

Coronary Artery Disease (CAD) merupakan kondisi dimana terjadi penumpukan plak pada arteri koroner yang menyebabkan arteri koroner menyempit. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh terkumpulnya kolestrol sehingga membentuk plak pada dinding arteri dalam jangka waktu yang cukup lama yang disebut aterosklerosis. CAD dapat menyebabkan otot jantung melemah, dan menimbulkan komplikasi seperti gagal jantung dan gangguan irama jantung. Percutaneous Transluminal Coronary Angioplasty (PTCA) atau dikenal juga dengan sebutan Percutaneous Coronary Intervention (PCI) adalah tindakan minimal invasif dengan melakukan pelebaran dari pembuluh darah koroner yang menyempit dengan balon dan dilanjutkan dengan pemasangan stent (gorong-gorong) agar pembuluh darah tersebut tetap terbuka. Tindakan dilakukan dengan hanya insisi kulit (Percutaneous) yang kecil, kemudian dimasukkan kateter ke dalam pembuluh darah (Transluminal) sampai ke pembuluh koroner dan dilakukan tindakan intervensi dengan inflasi balon dan pemasangan stent (Coronary Angioplasty) agar melebarkan pembuluh darah koroner kembali. Penelitian ini merupakan studi deskriptif dari laporan kasus seorang pasien dengan usia 70 tahun, laki ? laki dengan diagnosa pasien CAD. Pengambilan data angiografi dilakukan langsung dari ruang Kateterisasi Jantung Rumah Sakit. Berdasarkan hasil tindakan Percutaneous Coronary Intervantion (PCI) telah mampu membuka aliran darah yang mengalami penyempitan untuk dapat menyalurkan darah ke otot jantung. Aliran pembuluh darah diperlihatkan dari hasil Angiografi. Hasil gambaran Angiorgrafi menunjukan perbedaan perubahan penyempitan pada pembuluh darah arteri koroner pasca PCI. Kata Kunci : CAD, PTCA, PCI
Tindakan Percutaneous Coronary Intervention Pada Pasien Stenosis Arteri Koroner Kanan Harselia, Suci
ARKAVI [Arsip Kardiovaskular Indonesia) Vol 3 No 1 (2018): Arkavi: Arsip Kardiovaskular Indonesia
Publisher : UHAMKA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.956 KB) | DOI: 10.22236/arkavi.v3i1.3687

Abstract

Penyakit Jantung Koroner (PJK) merupakan penyakit nomor satu di dunia yang menyebabkan kematian. Proses ateroskelrosis pada PJK yang berbahaya sehingga menimbulkan kejadian penyempitan pada arteri koroner kanan maupun arteri koroner kiri. Tindakan Percutaneous Coronary Intervention (PCI) dan Coronary Arteri Bypass Graft (CABG) merupakan pengobatan yang paling akurat dalam mengobati PJK baik pada stenosis arteri koroner kanan maupun arteri koroner kiri. Tindakan PCI merupakan terapi pilihan selain CABG untuk pelebaran dan penyempitan arteri koroner kanan maupun kiri. Agar mendapatkan hasil yang baik, penentuan pemasangan stent harus diperhatikan panjang stent dan tekanan yang dibutuhkan untuk pengembangan stent tersebut harus sesuai panjang lesi dan keras lesi. Penelitian ini merupakan laporan kasus seorang pasien Rumah Sakit. Kasus yang diambil pada pasien yang dilakukan tindakan PCI. Tujuannya adalah mendapatkan gambaran proses tindakan dan hasil dari kasus PCI. Gambaran karakteristik adalah pasien usia tua, terjadinya stenosis RCA di daerah distal sebelum percabangan sebesar 95%. Stenosis RCA di bagian distal sebelum percabangan dilakukan pemasangan stent secara langsung. Hasil tindakan PCI tidak terdapat komplikasi dengan kondisi pasien dikembalikan ke ruangan dengan keadaan umum baik. Kata Kunci: PJK, Tindakan PCI, Stenosis Arteri Koroner Kanan
Tindakan Percutaneous Coronary Interventio Pada Penilaian Grade Disfungsi Diastolik dan Tekanan Pengisian Ventrikel Kiri pada Pasien Gagal Jantung Chumairoh, Siti
ARKAVI [Arsip Kardiovaskular Indonesia) Vol 3 No 1 (2018): Arkavi: Arsip Kardiovaskular Indonesia
Publisher : UHAMKA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.657 KB) | DOI: 10.22236/arkavi.v3i1.3688

Abstract

Gagal jantung merupakan kumpulan gejala kompleks yang dihasilkan dari gangguan struktural atau fungsional dari pengisian ventrikel kiri atau pemompaan ventrikel kiri. Disfungsi diastolik mempunyai pengaruh besar pada status keluhan, kapasitas fungsional, terapi, dan prognosis baik pada gagal jantung diastolik maupun gagal jantung sistolik terlepas dari etiologi dasar. Variabel kunci yang direkomendasikan untuk penilaian kelas disfungsi diastolik ventrikel kiri yaitu rasio E/A, rasio E/e? dan Left Atrial Volume Indeks (LAVI). Penulisan menggunakan metode deskriptif. Dengan total jumlah 100 pasien gagal jantung sistolik dan diastolik. Berdasarkan total pasien, didapatkan 83% pasien dengan Heart Failure with reduced Ejection Fraction (HFrEF) EF < 50% dan 17% pasien dengan Heart Failure with perserved Ejection Fraction (HFpEF) EF ? 50%. Pada HFrEF 19.3% pasien dikategorikan grade I, 7.2% pasien grade II, 30.1% pasien dengan grade III, dan 42.2% pasien mengalami disfungsi diastolik. 80% pasien mengalami peningkatan pengisian ventrikel kiri dan 20% pasien dengan pengisian ventrikel kiri normal. Sedangkan pada HFpEF 17.5% pasien grade I, 23.5% pasien grade II, 6% pasien grade III, dan 53% pasien disfungsi diastolik. 47% pasien dengan pengisian ventrikel kiri normal dan 53% pasien dengan pengisian ventrikel kiri meningkat. Sebanyak 99% pasien mengalami disfungsi diastolik, dan 75% pasien mengalami peningkatan pengisian ventrikel kiri. KataKunci: Gagal Jantung, Disfungsi Diastolik, Tekanan Pengisian Ventrikel Kiri, Ekokardiografi
Kehamilan Dengan Penyakit Jantung: Penghalang atau Tantangan Izza Suraya
ARKAVI [Arsip Kardiovaskular Indonesia) Vol. 1 No. 1 (2016): Arkavi: Arsip Kardiovaskular Indonesia
Publisher : UHAMKA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (738.293 KB)

Abstract

ABSTRACT The changing of lifestyle on young women lead to the increasing of their heart disease prevalence. Once upon the time, those women will be pregnant and bring-changes to their cardiovascular system. Therefore, the pregnancy has probability to worse woman’s heart condition. A systematic review describe about 123 up to 943 per 100,000 childbirth happened to, women with heart disease. Meanwhile, Stangl et.al report that 12.9 % pregnant women with heart disease had suffered with heart abnormalities during their pregnancy. However, that complication can be decreased with pre conception counselling, ante natal care, intrapartum care, and post partum care. Keywords : Heart, Pregnancy, Pregnant Women, and Women ABSTRAK Perubahan gaya hidup menyebabkan prevalensi penyakit jantung pada wanita usia muda meningkat. Pada masanya, wanita tersebut akan memasuki fase kehamilan yang membuatnya mengalami perubahan pada sistem kardiovaskular. Dengan demikian, kehamilan memiliki peluang memperburuk kondisi jantung wanita tersebut. Hasil systematic review memaparkan bahwa 123 sampai dengan 943 per 100.000 persalinan terjadi pada ibu dengan penyakit jantung. Sementara Stangl dan kawan-kawan melaporkan bahwa sebesar 12, 9 % ibu hamil dengan penyakit jantung mengalami kejadian penyakit jantung selama kehamilannya. Walaupun demikian, komplikasi tersebut dapat diperkecil dengan melakukan pemeriksaan pre konsepsi, selama kehamilan, saat persalinan, dan setelahnya. Kata Kunci: Jantung, Kehamilan, Ibu Hamil, Wanita
Teknik Penilaian Hipertrofi Ventrikel Kiri pada Pemeriksaan Uji Latih Jantung Beban Dengan Diagnosa Hipertensi Putri Rizkiawati; Bety Samara Laksmi
ARKAVI [Arsip Kardiovaskular Indonesia) Vol. 1 No. 1 (2016): Arkavi: Arsip Kardiovaskular Indonesia
Publisher : UHAMKA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (683.968 KB)

Abstract

ABSTRACT Hypertension is one of the main risk factors of cardiovascular diseases; one of the example is Left Ventricular (LV) Hypertrophy. To identified LV Hypertrophy, non-invasive diagnostic supportive observation can be done. One of them is exercise treadmill test. The test result will depict the Electrocardiogram (ECG) pictures that show the presence of LV Hypertrophy. Furthermore, the assessment techniques using sokolowlyon and cornell methods will be done. Both methods have different appraisal for the ECG result. The research used Descriptive method with case report design, taking a male patient diagnosed with hypertension in RSUD …... Based on the examination result of the patient, LV Hypertrophy was found on the ECG record. The assessment of LV Hypertrophy was using sokolowlyoncriteria. One of the LV Hypertrophy criteria is the emergence of LV Strain. Left Ventricular (LV) Strain description is similar to ST segment depression (sign of ischaemia) but in LV Hypertrophy case, the emergence of ST depression cannot be concluded as the presence of ischaemia or coronary constriction. In the LV Hypertrophy cases, LV Strain description, which are similar to ST segment depression, are usually appear. However, the emergence of ST segment depression cannot be inferred that there is coronary constriction (ischaemia). In other word, every result suspected DT depression will be meaningless to the LV Hypertrophy criteria. Keywords: Treadmill, ECG, Left Ventricular Hypertrophy assessment technique ABSTRAK Hipertensi merupakan salah satu faktor resiko utama penyakit kardiovaskular, salah satunya Hipertrofi Ventrikel Kiri. Untuk mengetahui adanya Hipertrofi Ventrikel Kiri dapat dilakukan pemeriksaan penunjang diagnostik non invasif salah satunya adalah Uji Latih Jantung Beban. Dari hasil ULJB akan terlihat gambaran EKG yang menunjukan adanya Hipertrofi Ventrikel Kiri, dari sanalah dilakukan teknik penilaian dengan metode sokolow lyon dan cornell. Keduanya memiliki penilaian yang berbeda untuk hasil EKG. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan rancangan laporan kasus, mengambil satu data pasien yang sudah ada dengan diagnosa hipertensi, di RSUD. Berdasarkan hasil pemeriksaan pada satu pasien laki-laki, didapatkan adanya Hipertrofi Ventrikel Kiri pada rekaman EKG. Dan penilaian Hipertrofi Ventrikel Kiri dilakukan dengan kriteria sokolow lyon. Salah satu kriteria Hipertrofi Ventrikel Kiri adalah timbulnya Left Ventricular Strain. Gambaran Left Ventricularstrain memang menyerupai depresi segmen ST (adanya iskemi) namun pada kasus HVKi timbulnya gambaran depresi ST tidak dapat disimpulkan adanya iskemik atau penyempitan pada koroner. Pada kasus Hipertrofi Ventrikel Kiri biasanya akan timbul Left Ventricular Strain, gambaran Left Ventricular Strain memang menyerupai depresi segmen ST. Namun pada kasus Hipertrofi Ventrikel Kiri adanya depresi ST tersebut tidak dapat disimpulkan adanya penyumbatan korener (iskemik). Dengan kata lain setiap hasil yang diduga depresi ST tidak akan bermakna pada kriteria Hipertrofi Ventrikel Kiri. Kata Kunci : Treadmill, EKG, Ventrikel, Jantung
Delima, Apel, Tomat, dan Penyakit Jantung Retno Mardhiati
ARKAVI [Arsip Kardiovaskular Indonesia) Vol. 1 No. 1 (2016): Arkavi: Arsip Kardiovaskular Indonesia
Publisher : UHAMKA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (544.887 KB)

Abstract

ABSTRACT Fruit consumption will decrease cardiovascular heart disease risk. Some fruits have the ability to prevent cardiovascular heart disease namely pome, apple, and tomato. Those fruits are containing antioxidants, especially flavonoid. The working mechanism of bioactive substances contained in the fruits can prevent heart disease. Some of the working mechanisms of bioactive substances are decreasing of blood cholesterol level, preventing blood clotting and preventing plaque deposit on blood vessel. The attempt in introducing and promoting the benefit of fruit forheart disease prevention to society is done continually through many kind of information media so fruits benefit to health can spread widely. Keywords: Fruit, Heart, Cholesterol, Cardiovascular ABSTRAK Konsumsi buah akan menurunkan risiko penyakit jantung. Beberapa buah memiliki kemampuan untuk mencegah penyakit jantung. Buah yang memiliki kemampuan mencegah penyakit jantung antara lain delima, apel, dan tomat. Buah-buah tersebut mengandung zat antioksidan, terutama kandungan flavonoid. Mekanisme kerja zat bioaktif yang terkandung dalam buah-buahan dapat mencegah penyakit jantung. Beberapa mekanisme kerja zat bioaktif yang ada antara lain penurunan kadar kolesterol darah, mencegah penggumpalan darah, dan mencegah timbunan plak pada pembuluh darah. Upaya pengenalan dan promosi untuk masyarakat tentang manfaat buah sebagai pencegahan penyakit jantung, dilakukan secara kontinyu melalui berbagai media informasi, sehingga informasi khasiat buah utuk kesehatan semakin luas. Kata Kunci : Buah, Jantung, Kolesterol,kardiovaskular
Penilaian Tricuspid Aannular Plain Systolic Excursion (TAPSE) pada Pasien Pra dan Pasca Bedah Pintas Koroner Santi Wijayanti; Erna Wati
ARKAVI [Arsip Kardiovaskular Indonesia) Vol. 1 No. 1 (2016): Arkavi: Arsip Kardiovaskular Indonesia
Publisher : UHAMKA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (562.189 KB)

Abstract

ABSTRACT Coronary heart disease (CHD) is one of cardiovascular diseases caused by constriction of coronary artery, due to either the process of atherosclerosis or spasm or the combination of both. One of the coronary heart disease treatments is Coronary Artery Bypass Grafting (CBAG) surgery. It is an alternative therapy to the patients with constriction in some locations of coronary artery (multi vessel) particularly left main coronary artery. Echocardiography observation is required to be done to the patient before and after CBAG surgery in order to evaluate patient's heart condition. Echocardiography observation can assess both ventricles function, wall segmental motion and heart valves condition and diagnose the presence of pericardial effusion. All the time, the left ventricle function received more attention than the right one. In fact, the impact of CBAG surgery to the right ventricle function is decreasing. The assessment of right ventricle systolic function can be done using Right Ventricular Index of Myocardial Performance (RVMPI) Tricuspid Annular Plain Systolic Excursion (TAPSE), Right Ventricular Fractional Area Change (RVFAC), danTissue Doppler tricuspid lateral annular systolic velocity (S′) parameters. Among those echocardiography observation mentioned, right ventricle systolic function assessment using TAPSE is considered quite accurate, easy, affordable, and safe. Thus, it is commonly sed in daily clinic. Keywords : Coronary, Systolic, Heart, TAPSE ABSTRAK Penyakit Jantung Koroner (PJK) adalah penyakit jantung yang disebabkan karena penyempitan arteri koroner, akibat proses aterosklerosis atau spasme atau kombinasi keduanya. Salah satu penanganan PJK adalah Bedah Pintas Koroner. Bedah pintas koroner merupakan terapi pilihan pada pasien dengan penyempitan di beberapa lokasi arteri koroner (multi vessel), terutama yang menyangkut arteri koroner utama kiri (left main coronary artery). Pada pasien pra dan pasca Bedah Pintas Koroner diperlukan pemeriksaan ekokardiografi untuk mengevaluasi kondisi jantung pasien. Ekokardiografi dapat melakukan penilaian fungsi kedua ventrikel, gerakan segmental dinding, maupun kondisi katup katup jantung dan adanya efusi perikard. Selama ini fungsi ventrikel kiri lebih mendapat perhatian lebih daripada fungsi ventrikel kanan. Padahal dampak bedah pintas koroner terhadap fungsi ventrikel kanan mengalami penurunan. Penilaian fungsi sistolik ventrikel kanan dapat dilakukan dengan menggunakan parameter Right Ventricular Index of Myocardial Performance (RVMPI), Tricuspid Annular Plain Systolic Excursion (TAPSE), Right Ventricular Fractional Area Change (RVFAC), dan Tissue Doppler tricuspid lateral annular ststolic velocity (S′). Diantara beberapa pemeriksaan ekokardiografi tersebut di atas, penilaian fungsi sistolik ventrikel kanan dengan TAPSE dianggap cukup akurat, mudah, murah dan aman, sehingga banyak dipakai dalam kegiatan klinik sehari-hari. Kata Kunci : Koroner, Sistolik, Jantung, Tapse
Wanita dan Risiko Kardiovaskular Dian Kholika
ARKAVI [Arsip Kardiovaskular Indonesia) Vol. 1 No. 1 (2016): Arkavi: Arsip Kardiovaskular Indonesia
Publisher : UHAMKA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (534.012 KB)

Abstract

ABSTRACT Heart disease is the number one cause of death in the world and the third cause of death among fertile women, in this case the heart disease has complicated the process of pregnancy.. Eventhough women's death rates caused by cardiovascular disease has been decreasing, heart disease still play a significant role in pregnant women mortality. Naturally, pregnant woman will experience physiological and anatomical changes in some organ systems due to hormonal changes such as in cardiovascular system. However, it will be a problem if the changes were caused by another factor that leads to cardiovascular disease. Those factors are preeclampsia, intrauterine growth restriction, premature birth, miscarriage and diabetes mellitus. These factors will harden the condition of the pregnant women which eventually will cause morbidity and mortality risk to the mother and the fetus. Keywords: heart, women, death, cardiovascular ABSTRAK Penyakit jantung adalah penyebab kematian nomor satu di dunia dan merupakan penyebab utama ketiga kematian pada wanita usia subur, dalam hal ini penyakit jantung telah mempersulit proses kehamilan. Meskipun angka kematian ibu yang terkait dengan kardiovaskular telah mengalami penurunan namun penyakit jantung masih berperan signifikan dalam mortalitas ibu hamil. Secara alami pada wanita yang sedang hamil akan mengalami perubahan fisiologi dan anatomi pada berbagai sistem organ yang berhubungan dengan kehamilan akibat perubahan hormonal dan salah satu perubahan itu adalah sistem kardiovaskular. Namun akan menjadi masalah ketika hadir faktor lain yang menjadi penyebab kejadian penyakit kardiovaskular. Beberapa faktor tersebut diantaranya adalah faktor preeklampsia, pertumbuhan janin yang terhambat, kelahiran prematur, keguguran, diabetes melitus serta paritas yang tinggi. Faktor-faktor ini akan mempersulit keadaan ibu hamil yang pada akhirnya akan menyebabkan risiko morbiditas dan mortalitas pada ibu dan janinnya. Kata Kunci : Wanita, Kehamilan, Kematian, Kardiovaskular
Gambaran Angiografi pada Penyumbatan Pembuluh Darah Koroner Pasien Usia Muda Difa Raisa
ARKAVI [Arsip Kardiovaskular Indonesia) Vol. 1 No. 2 (2016): Arkavi: Arsip Kardiovaskular Indonesia
Publisher : UHAMKA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3204.095 KB)

Abstract

Abstak Penyakit jantung koroner tidak saja ditemukan pada orang tua saja tetapi pada usia muda pun mulai terjadi. Saat ini orang-orang muda pun memilki risiko penyakit jantung koroner sama besarnya dengan oran tua. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui gambaran angiografi penyempitanpembuluh darah pada usia muda. Metode penulisan adalah deskriptif dengan studi kasus dan studi pustaka. Hasil yang didapatkan dari seorang pasien usia 27 tahun, laki-laki, dengan diagnosa masuk ACS STEMI Anterior. Faktor risiko pasien merokok dan riwayat dislipedemia. Angiografi koroner memperlihatkan gambaran total oklusi dipembuluh darah LAD bagian proksimal. Telah dilakukan PCI dengan hasil baik. Kesimpulan dari studi kasus ini adalah penyakit jantung koroner yang menyerang usia muda mengenai pembuluh darah LAD. Faktor risiko usia muda ini adalah laki-laki, merokok serta dislipedemia. Kata Kunci : Angiografi, Koroner, PJK, usia muda