cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. grobogan,
Jawa tengah
INDONESIA
EPIGRAPHE: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kristiani
ISSN : 26147203     EISSN : 25799932     DOI : -
EPIGRAPHE: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kristiani merupakan wadah publikasi hasil penelitian teologi yang berkaitan dengan pelayanan Kristiani, dengan nomor ISSN: 2579-9932 (online), ISSN: 2614-7203 (print), diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Teologi Torsina Surakarta.
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 8 No 2: November 2024" : 12 Documents clear
Iman yang Mendialogkan Firman dalam Ruang Perjumpaan Multidimensional di Sekolah Ompusunggu, Rusli; Sinambela, Rolan Sucipto; br. Sinaga, Riamin; Situmorang, Lerita; Damanik, Dapot
EPIGRAPHE (Jurnal Teologi dan Pelayanan Kristiani) Vol 8 No 2: November 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Torsina Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33991/epigraphe.v8i2.425

Abstract

This study examines the dynamic relationship between faith and scriptural dialogue within the multidimensional encounter spaces of educational institutions. The research explores how faith communities navigate the complexities of engaging with sacred texts while fostering meaningful dialogue across diverse theological, cultural, and pedagogical perspectives. Through qualitative analysis of educational practices, this study examines the methodological approaches used in creating inclusive spaces where the Word addresses contemporary educational challenges. The research reveals that effective faith-based dialogue requires sophisticated hermeneutical frameworks that honor both textual integrity and contextual relevance. Schools emerge as critical venues where traditional religious discourse meets modern educational paradigms, creating opportunities for transformative encounters. The findings demonstrate that the successful implementation of faith dialogue depends on establishing authentic relationships, maintaining theological depth while ensuring accessibility, and developing pedagogical strategies that respect diversity. This study contributes to understanding how educational institutions can serve as bridges between sacred traditions and contemporary learning environments, offering practical insights for educators seeking to integrate faith perspectives within pluralistic academic settings.   Abstrak Penelitian ini mengkaji hubungan dinamis antara iman dan dialog Firman dalam ruang perjumpaan multidimensional di institusi pendidikan. Studi ini mengeksplorasi bagaimana komunitas beriman menavigasi kompleksitas keterlibatan dengan teks suci sambil memupuk dialog bermakna lintas perspektif teologis, budaya, dan pedagogis yang beragam. Melalui analisis kualitatif praktik pendidikan, penelitian ini menyelidiki pendekatan metodologis yang digunakan dalam menciptakan ruang inklusif di mana Firman berjumpa dengan tantangan pendidikan kontemporer. Penelitian mengungkapkan bahwa dialog berbasis iman yang efektif memerlukan kerangka hermeneutis yang menghormati integritas tekstual dan relevansi kontekstual. Sekolah muncul sebagai tempat kritis di mana wacana religius tradisional bertemu paradigma pendidikan modern, menciptakan peluang perjumpaan transformatif. Temuan menunjukkan bahwa implementasi dialog iman yang berhasil bergantung pada pembentukan hubungan autentik, mempertahankan kedalaman teologis sambil memastikan aksesibilitas, dan mengembangkan strategi pedagogis yang menghormati keberagaman. Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman bagaimana institusi pendidikan dapat berfungsi sebagai jembatan antara tradisi sakral dan lingkungan pembelajaran kontemporer.  
Konstruksi Nilai-Nilai Teologi Universal Berdasarkan Keluaran 20:1-17 Yanti, Maria Evvy; Wahyudi, Donny; Supita, Surya
EPIGRAPHE (Jurnal Teologi dan Pelayanan Kristiani) Vol 8 No 2: November 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Torsina Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The relationship between Israel and its exclusivism among nations invites new understanding with archaeological discoveries about the history of the nation's plurality. The meaning of the discovery of the history of pluralism is understood as the early history of the nation of Israel. There is also an understanding that the influence of the context of Israelite life (religious, social, economic, political and legal) occurred in the midst of pluralism. Similarly, based on the context of Israel's life recorded in Exodus 20:1-17, it is understood to have been formed by the process of assimilation and adaptation of various elements of Canaanite culture and religion around it. The purpose of writing this article is to discover the universal theological values of Exodus 20:1-17. The method used is the redaction analysis of social history. The result of this article's research is that the universal theological values of Exodus 20:1-17are: The ideology of living together in the midst of plurality, the legal foundation that became the regulation for Israel to establish relations with God and others and live in harmony with plurality, Abstrak Hubungan antara Israel dengan eksklusivismenya di antara bangsa-bangsa mengundang pemahaman baru dengan adanya penemuan arkeologi tentang sejarah kemajemukan bangsa tersebut. Pemaknaan dari penemuan sejarah kemajemukan itu dipahami sebagai sejarah awal bangsa Israel. Ada juga pemahaman bahwa pengaruh konteks hidup bangsa Israel (keagamaan, sosial, ekonomi, politik dan hukum) terjadi di tengah kemajemukan. Demikian pula berdasarkan Konteks hidup Israel yang tercatat dalam Kel.20:1-17 dipahami terbentuk atas proses asimilasi dan adaptasi dari berbagai unsur budaya dan agama Kanaan di sekitarnya. Tujuan dari penulisan artikel ini ialah untuk menemukan nilai-nilai teologis universal dari Kel.20:1-17. Metode yang digunakan adalah analisis redaksi sejarah sosial. Hasil dari penelitian artikel ini bahwa nilai-nilai teologis universal dari Kel.20:1-17 adalah: Ideologi kehidupan bersama di tengah kemajemukan, fondasi hukum yang menjadi regulasi bagi Israel untuk menjalin relasi dengan Allah dan sesama dan hidup rukun di tengah pluralitas,

Page 2 of 2 | Total Record : 12