cover
Contact Name
Tri Kurniawati
Contact Email
-
Phone
+62811313559
Journal Mail Official
pedagogi@um-surabaya.ac.id
Editorial Address
Jl. Sutorejo No. 59 Surabaya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
PEDAGOGI
ISSN : 25990438     EISSN : 2599042X     DOI : -
Core Subject : Education,
PEDAGOGI merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Guru Anak Usia Dini Universitas Muhammadiyah Surabaya. Jurnal ini memfokuskan pada publikasi hasil penelitian, kajian dan telaah ilmiah kritis dan komprehensif dalam bidang ilmu murni anak usia dini dan pendidikan anak usia dini
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 2 (2020): AGUSTUS" : 8 Documents clear
Meningkatkan Kemampuan Bahasa Reseptif Anak Melalui Metode Bercerita Kelompok B RA Roudlotul Ulum Pasuruan Sari, Fika Septiana
Pedagogi : Jurnal Anak Usia Dini dan Pendidikan Anak Usia Dini Vol 6, No 2 (2020): AGUSTUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/pedagogi.v6i2.4362

Abstract

ABSTRAKSebagaimana dalam kurikulum 2004 diungkapkan bahwa kompetensi dasar dari pengembangan bahasa untuk anak usia dini yaitu anak mampu mendengar, berkomunikasi, memiliki perbendaharaan kata dan mengenal simbol-simbol yang melambangkannya. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemmpuan berbahasa reseptif anak melalui metode bercerita .Subjek dalam penelitian ini adalah anak-anak kelas B RA Roudlotul Ulum Tembero Tanggulangin Kejayan yang berjumlah 19 orang, terdiri dari 15 orang laki-laki dan 4 orang perempuan, rentang usia subjek antara 5-6 tahun. Penelitian tindakan kelas ini dilakukan dua siklus dan setiap siklus dilakukan dua kali pertemuan. Hasil penelitian membuktikan bahwa melalui metode bercerita dapat meningkatkan kemampuan berbahasa reseptif anak usia dini. Ini terbukti dengan meningkatnya hasil perhitungan setiap aspek disetiap pertemuan, yaitu kemampuan menyimak, kemampuan berbicara dan kemampuan membaca. Kesimpulan dari penelitian tindakan kelas ini bahwa: melalui metode bercerita dapat meningkatkan kemampuan berbahasa reseptif anak kelompok B RA Roudlotul Ulum Tembero Tanggulangin Kejayan.Kata kunci: Bahasa Reseptif, Bercerita ABSTRACTThis research aimed to improve the receptive language skills of children trough storytelling. The subjects in this study were children kindergarten class B Roudlotul Ulum Tembero Tanggulangin Kejayan totaling 19 people, comprosing 15 men and 4 women, with an age range between 5-6 years old. This classroom action research was done in two cycles and each cycle is done with two meeting. This research show that trough storytelling can enhace early childhood receptive language skills. This proven by the increasing calculation result every aspect in every meeting, that is ability correct reading, ability converse and ability read. The conclusion of this research study that the class action: Through storytelling method can improve the receptive language skills of children in group B Roudlotul Ulum Tembero Tanggulangin Kejayan.Keywords: receptive language, storrytelling
Pengaruh Pola Asuh Permisif Terhadap Kemandirian Anak Usia Dini Azizah Muthi Nuryatmawati
Pedagogi : Jurnal Anak Usia Dini dan Pendidikan Anak Usia Dini Vol 6, No 2 (2020): AGUSTUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/pedagogi.v6i2.5286

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pola asuh permisif terhadap kemandirian anak usia dini. Penelitian ini termasuk pada kategori penelitian kualitatif (field research). Kemudian jika ditinjau dari segi sifatnya maka penelitian ini termasuk penelitian kualitatif dengan metode studi kasus yaitu metode untuk mempelajari keadaan dan perkembangan seseorang secara lengkap dan mendalam dengan tujuan memahami individualitas dengan baik dan membantunya dalam perkembangan selanjutnya. Dengan demikian tentunya penulis mendeskripsikan sebagaimana adanya yang terjadi di lapangan dan tanpa adanya penyimpangan data, sehingga semua data yang diteliti sesuai dengan fakta-fakta sebenarnya. Hasil penelitian adalah Pola asuh permisif tidak selalu menghasilkan kemandirian anak yang kurang baik apabila diimbangi dengan lingkungan yang baik. Kemandirian sendiri juga dapat dipengaruhi oleh faktor lingkungan. Apabila faktor lingkungan baik, serta orangtua dapat menerapkan perilaku yang baik pula agar dicontoh oleh anaknya, maka kemandirian bisa berhasil diterapkan dalam segala aspek pola asuh. Jadi, pola asuh permisif tidak sepenuhnya memberikan dampak kemandirian anak yang kurang. Akan tetapi faktor lingkungan juga perlu diperhatikan.
Implementasi Budaya Antri Dalam Melatih Kesabaran Anak Usia 4-5 Tahun Melalui Kegiatan Pembiasaan Putri Ismawati
Pedagogi : Jurnal Anak Usia Dini dan Pendidikan Anak Usia Dini Vol 6, No 2 (2020): AGUSTUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/pedagogi.v6i2.4412

Abstract

Studi ini mengangkat bagaimana implementasi budaya antri dalam melatih kesabaran anak usia dini khususnya anak usia 4-5 tahun  melalui kegiatan pembiasaan. Budaya antri adalah suatu hal dan sifat yang harus ditanamkan sejak dini, karena pada saat ini sering kita sering melihat di beberapa kesempatan masyarakat tidak mau lagi mengantri. Semua ingin selalu mendahului dan berada di posisi depan. Sedangkan untuk anak usia dini membutuhkan stimulus yang tepat, tentunya dengan metode yang sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan anak. Melalui pembiasaan yang berulang-ulanh dapat menjadikan anak tersebut terbiasa dengan kegiatan itu. Pendidikan anak usia dini sangatlah penting untuk mengembangkan dan menstimulus potensi anak, dimana anak usia dini berada dalam tahap pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat, baik fisik maupun mental. Maka tepatlah bila usia dini dikatakan sebagai usia emas, dimana anak dapat berpotensi mempelajari banyak hal dengan cepat. Pada saan inilah merupakan saat yang paling tepat untuk menerapkan pondasi dasar anak untuk mengembangkan kemampuan fisik motoric, kognitif, bahasa, soaial emosional, moral agama, dan juga kemampuan seni.
Stimulasi Kecerdasan Kinestetik Anak Melalui Penggunaan Lagu Di Taman Kanak-Kanak Usia 5-6 Tahun Indra Yeni; Vivi Anggraini
Pedagogi : Jurnal Anak Usia Dini dan Pendidikan Anak Usia Dini Vol 6, No 2 (2020): AGUSTUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/pedagogi.v6i2.5535

Abstract

Artikel ini membahas stimulasi kecerdasan kinestetik melalui penggunaan lagu siswa TK berusia 5-6 tahun. Metode penelitian ini menggunakan penelitian dan pengembangan yang dilakukan pada siswa kelompok B di kota Padang. Penelitian ini memiliki langkah-langkah sebagai berikut: (1) analisis kebutuhan, (2) membuat model desain, (3) pengembangan model, (4) tahap uji coba 1, (5) model revisi 1, (6) tahap uji coba model 2, (7) model revisi 2, (8) uji coba lapangan, (9) revisi dan finalisasi. Hasil berdasarkan studi ahli, pengujian kelompok kecil, dan uji coba kelompok besar menggambarkan bahwa kegiatan dansa pendidikan berfokus pada aspek keseimbangan gerak, koordinasi otot kasar, kelenturan gerak dan kelincahan gerakan, sehingga dapat menstimulasikecerdasan kinestetik anak usia dini.
Pemahaman Pendidik PAUD Terkait Kompetensi Pedagogik Menurut Konsep Ki Hadjar Dewantara Fikriyah Nurul Mufidah; Kuswanto Kuswanto
Pedagogi : Jurnal Anak Usia Dini dan Pendidikan Anak Usia Dini Vol 6, No 2 (2020): AGUSTUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/pedagogi.v6i2.4929

Abstract

Abstract: The educator is a very important person in the world of education where the learning process with students will determine the future they will live. Especially PAUD educators who will instill various aspects of the foundation in learning to their students. Therefore, the understanding of educators related to one of the competencies that must be possessed, namely pedagogical competence is needed to support good education as professional educators. The pedagogical competence itself is inseparable from an important figure in education, namely Ki Hajar Dewantara who is a well-known figure in the world of education who came to be known as the Father of Indonesian Education who gave birth to a concept of momong, among, and ngemong who until now had an influence in the world. education in Indonesia. The purpose of this study was to find out about educators' understanding of pedagogical competencies according to the Ki Hajar Dewantara concept. By using descriptive analytical qualitative methods by taking various journals and books as a reference. The results obtained are still very lack of understanding of early childhood educators related to pedagogical competence. Which is caused by the lack of PAUD educator insight on teacher competency standards, as well as the lack of implementation of the training or training that he has participated in. Therefore, it is very important for PAUD educators to be able to understand pedagogical competency standards to be able to become professional educators who can educate a qualified generation according to the Ki Hajar Dewantara concept.
Pembelajaran Gerak Dan Lagu Untuk Meningkatkan Kecerdasan Kinestetik Anak Usia Dini Ria Octa Viana; Jauhari Jauhari
Pedagogi : Jurnal Anak Usia Dini dan Pendidikan Anak Usia Dini Vol 6, No 2 (2020): AGUSTUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/pedagogi.v6i2.5538

Abstract

Pembelajaran gerak dan lagu adalah salah asatu cara yang dilakukan guru dalam menyajikan materi pembelajaran dalam tema. Hal tersebut memudahkan peserta didik dalam mengingat tema dalam pembelajaran. Penelitian ini  bertujuan untuk  mendeskripsikan pembelajaran gerak dan lagu untuk meningkatkan kecerdasan kinestetik anak. Metode penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan studi kasus. Pengambilan data dilakukan melalui wawancara dan dokumentasi. Analisis data menggunakan teknik reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Sedangkan keabsahan data dengan menggunakan trianggulasi teknik dan sumber. Berdasarkan penelitian didapatkan bahwa perencanaan pembelajaran gerak dan lagu untuk meningkatkan kecerdasan kinestetikanak dengan mengadakan rapat kerja yang sudah diprogramkan diawal sebelum pembelajaran berlangsung untuk membahas program tahunanm semester gdan harian dan tema, model, media apa yang tepat untuk dilakukan dalam pembelajaran. pelaksanaan pembelajaran gerak dan lagu, guru melakukan tiga pelaksanaan yaitu pembukaan, inti, penutup. evaluasi yang dilakukan dengan menggunakan catatan anekdot, ceklis, dan hasil karya, dengan melihat perkembangan dan kemajuan yang dicapai individual anak. Kata Kunci: Pembelajaran, gerak dan lagu, kecerdasan kinestetik
Mengelola Efektivitas Emosi, Sikap, dan Stres Aktifitas Pegawai di Institusi Wahono Wahono; Niswatul Imsiyah
Pedagogi : Jurnal Anak Usia Dini dan Pendidikan Anak Usia Dini Vol 6, No 2 (2020): AGUSTUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/pedagogi.v6i2.5713

Abstract

Pegawai yang puas cenderung menghasilkan pelanggan yang lebih bahagia dan lebih loyal. Kepuasan kerja cenderung menempatkan pegawai dalam suasana hati (emosi) yang positif, dan menampakkan suasana hati yang lebih alami dan ramah. Efeknya saling menguntungkan pelanggan yang bahagia membuat pegawai lebih bahagia yang dapat mengarah pada siklus positif emosi positif dalam pelayanan sebuah institusi. Pegawai yang bersikap profesional mampu memahami hubungan dan relasi, tahu tugas dan tanggung jawab, serta bisa fokus dan konsisten terhadap urusan pekerjaan. Dengan memiliki sikap yang seperti itu, dampak positif akan dialami oleh institusi organisasi tempat seseorang bekerja dan juga untuk pribadi pegawai itu sendiri. Stres juga menghasilkan berbagai konsekuensi psikologis seperti ketidakpuasan kerja, kemurungan, depresi, dan komitmen organisasi yang lebih rendah. Cara lain yang penting bagi institusi adalah menghilangkan stres dengan memfasilitasi keseimbangan kerja dan kehidupan yang lebih baik. Inisiatif keseimbangan kerja dan kehidupan meminimalkan konflik antara pekerjaan dan tuntutan non kerja pegawai. Lima dari prakarsa keseimbangan pekerjaan paling umum adalah waktu kerja yang fleksibel dan terbatas, pembagian pekerjaan, komunikasi, hak cuti pribadi, dan dukungan perawatan anaknya.Kata kunci : Emosi,Sikap, Stres
Membedah Pemikiran Maria Montessori Pada Pendidikan Anak Usia Dini Dinda Nur Afifah; Kuswanto Kuswanto
Pedagogi : Jurnal Anak Usia Dini dan Pendidikan Anak Usia Dini Vol 6, No 2 (2020): AGUSTUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/pedagogi.v6i2.4950

Abstract

Artikel ini mengkaji tentang pendidikan anak usia dini berdasarkan pemikiran Montessori. Biografi, kurikulum, metode, lingkungan kelas Montessori menjadi pembahasan dalam artikel ini. Hasil penelitian studi literatur menunjukkan bahwa Montessori merupakan seorang wanita pertama Italia lulusan kedokteran. Montessori tertarik pada studi tentang penyakit mental dan gangguan psikologis terhadap anak. Ia membuka sebuah sekolah dengan murid-muridnya yang cacat mental, hingga ia meneliti bagaimana metode pendidikan untuk anak cacat mental. Montessori berkeyakinan bahwa metode yang telah dilakukannya pada anak cacat mental bisa dilakukan juga pada anak-anak normal. Menurut Montessori rentang usia anak 0 sampai 3 tahun merupakan usia dibawah sadar, dan rentang usia 4 sampai 6 tahun mengalami peningkatan ke usia sadar. Kurikulum Montessori terdiri dari tiga bagian yaitu lingkungan praktis, latihan sensorik motorik, dan perkembangan bahasa. Kebebasan, lingkungan yang terstruktur dan teratur merupakan elemen penting dalam metode Montessori. Dan lingkungan kelas Montessori yang terdiri dari prinsip kebebasan, ketertiban, kenyataan dan alam, suasana dan keindahan, bahan-bahan Montessori dan pengembangan kehidupan masyarakat.

Page 1 of 1 | Total Record : 8