cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Buletin Farmatera
ISSN : 2528410X     EISSN : 2528410X     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2017)" : 6 Documents clear
Pengaruh Pemberian Jus Nanas (Ananas comosus l.merr) terhadap Penurunan Kadar Trigliserida pada Tikus Putih Jantan (Rattus novergicus l.) yang Diinduksi Monosodium Glutamate Tosy Arna Dalimunthe; Ilham Hariaji
Buletin Farmatera Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (57.017 KB) | DOI: 10.30596/bf.v2i2.1025

Abstract

Pengaruh Pemberian Jus Nanas (Ananas comosus l.merr) terhadap Penurunan Kadar Trigliserida pada Tikus Putih Jantan (Rattus novergicus l.) yang Diinduksi Monosodium GlutamateAbstrak: Penyakit jantung koroner (PJK) paling sering disebabkan karena sumbatan plak ateroma pada arteri koroner yaitu aterosklerosis yang terdapat penimbunan lemak dan zat-zat lain yang membentuk plak pada dinding arteri. Nanas (Ananas comosus L.Merr) memiliki serat (Dietary fiber) yang berasal dari dinding sel buah-buahan yang mengandung zat kimia polimer lignin, gumi dan mucilage yang mampu menurunkan kadar trigliserida darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian jus nanas terhadap kadar trigliserida darah tikus yang diinduksi MSG. Metode: Jenis penelitian adalah true experiment dengan pretest-posttest with control group design. Subjek penelitian adalah 24 tikus putih jantan (Rattus novergicus L.), dibagi menjadi 4 kelompok. Pemberian jus nanas dosis 1,5ml dan 2,5ml. Hasil: Ada penurunan kadar trigliserida setelah pemberian jus nanas pada kelompok-3 sebesar 44,16 mg/dl; kelompok-4 sebesar 51 mg/dl. Hasil uji T berpasangan adanya perbedaan rerata kadar trigliserida (p < 0,05) pada kedua kelompok. Kesimpulan: Pemberian jus nanas pada dosis 1,5ml dan 2,5 ml dapat menurunkan kadar trigliserida darah pada tikus jantan putih.Kata kunci: aterosklerosis, jus nanas (Ananas comosus L.Merr), trigliserida, tikus putih jantan (Rattus novergicus L.)    The Effectiveness of Pineapple Juice to Triglycerides in Rats with induced by Monosodium Glutamate Abstract: Coronary heart disease (CHD) is most often caused by a blockage in a coronary artery atheroma plaque namely atherosclerosis, which are the accumulation of fat and other substances that form plaque in the artery wall. Pineapple (Ananas comosus L.Merr) has dietary fiber derived from the cell walls of fruits that contain chemicals lignin polymer, gumi and mucilage that can reduce blood triglyceride levels. This study aimed to determine the effect of pineapple juice on blood triglyceride levels of rats induced MSG. Methods: The study is true experiment with pretest-posttest control group design. The subjects were 24 male white rats (Rattus novergicus L.), divided into 4 groups. Giving pineapple juice dose 1,5ml and 2,5ml. Results: There was a decrease in triglyceride levels after administration of pineapple juice on a group-3 is 44.16 mg / dl; Group-4 is 51 mg / dl. Paired T test result of differences in mean triglyceride levels (p <0.05) in both groups. Conclusion: Delivery of pineapple juice at a dose of 2.5 ml 1,5ml and can lower blood triglyceride levels in male white rats. Keywords: Atherosclerosis, pineapple juice (Ananas comosus L.Merr), high triglycerides, male white rats (Rattus novergicus L.)
Uji Efektivitas Pemberian Minyak Jintan Hitam (nigella sativa l.) terhadap Kadar Gula Darah Mencit Diabetes Melitus yang Diberi Aloksan Yenita Yenita
Buletin Farmatera Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.982 KB) | DOI: 10.30596/bf.v2i2.1067

Abstract

Uji  Efektivitas Pemberian Minyak Jintan Hitam (Nigella sativa l.) terhadap Kadar Gula Darah Mencit  Diabetes Mellitus yang Diberi AloksanAbstrak: Minyak jintan hitam diduga mempunyai efek hipoglikemi karena mengandung thymoquinone serta asam lemak tak jenuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pemberian minyak jintan hitam terhadap kadar glukosa darah pada mencit diabetes melitus yang diberi aloksan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan rancangan post test with control group design. Penelitian ini menggunakan mencit jantan (Mus musculus L.) strein DD Webster dewasa sebanyak 25 ekor yang dibagi ke dalam 5 kelompok secara random. Kelompok K-, diberi diet standar selama 18 hari; K+, disuntikkan aloksan 100ml/kgBB; P1, P2, dan P3 disuntikkan alloxan 100ml/kgBB dan minyak jintan hitam pada hari ke 5 dengan dosis 0,0117ml/20grBB/hari; 0,0234ml/20grBB/hari; dan 0,0468ml/20grBB/hari.Kadar gula darah pada hari ke 12 menunjukkan perbedaan yang signifikan antara kelompok K- dengan K+, P1, P2, dan P3. Pada hari ke-11 tidak ditemukan perbedaan yang signifikan antara kelompok perlakuan. Sedangkan pada hari ke-18, kadar gula darah pada kelompok K+, P2 dan P3 lebih tinggi dibandingkan dengan kadar gula darah kelompok K- dan P1. Terdapat perbedaan kadar gula darah antar kelompok yang ditunjukkan pada uji Kruskal Wallis. Terdapat perbedaan signifikan antarkelompok K- dengan K+ dan P3 yang ditunjukkan dengan test Mann-Whitney. Minyak jintan hitam yang diberikan pada mencit diabetes melitus berpengaruh terhadap penurunan kadar gula darah.Kata kunci: diabetes, glukosa darah, mencit, minyak jintan hitam,  The Effect of Black Cumin Oil in Male Mice’s Blood Glucose with induced by Alloksan.Abstract. Black cumin oil is expected has hypoglychemic effect due to the thymoquinone and unsaturated/monosaturated fatty acid. This research objected to find out the effect of giving black cumin oil to the male mice’s level of blood glucose given alloksan. This research was an experimental research with post-test control group design. This research used 25 male mice (Mus musculus L.) strein DD Webster divided randomly into 5 groups. Groups K-, was given a 18 days diet; K+, was given alloxan 100ml/kg weight; P1, P2, and P3 was given alloxan 100ml/weight and 0,0117ml/20gr weight/day; 0,0234 ml/20gr weight/day; and 0,0468 ml/20grBB/day black cumin oil on the 5th day.On the 4th day, the blood glucose level showed a significant difference intergroup K- with K+, P1, P2, and P3. On the 11th day, significant differences couldn’t be found among the treated group. While on the 18th day, the blood glucose level of group K+, P2 and P3 was higher than the blood level glucose of group K- and P1. There was a significant difference of blood glucose level intergroups shown at the Kruskal Wallis test. There was a significant differences intergroup of  K- with K+ and P3 shown by applying Mann Whitney test. There was a significant differences intergroup of  K- with K+ and P3 shown by applying Mann Whitney test. Black cumin oil given to the mice suffer from diabetes mellitus affected the lowering of the blood glucose level.Key words: black cumin oil, blood glucose, mice, diabetes
High-Grade Endometrial Stromal Sarcoma Humairah Medina Liza Lubis
Buletin Farmatera Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (134.115 KB) | DOI: 10.30596/bf.v2i2.937

Abstract

High-Grade Endometrial Stromal SarcomaAbstrak: High-grade endometrial stromal sarcoma merupakan tumor yang agresif dan pada kebanyakan kasus, kematian sering terjadi tiga tahun setelah histerektomi.Ditandai dengan ketiadaan diferensiasi spesifik dan gambaran histologis yang tidak menyerupai stroma endometrium. Insidensinya diperkirakan sekitar 10% dari keseluruhan tumor mesenkim uterus dan hanya 0,2% dari seluruh keganasan uterus. Sering ditemukan pada korpus uterustetapi dapat meluas ke ekstrauterus.Umumnya keluhan berupa perdarahan pervaginam, nyeri panggul dan pada pemeriksaan fisik terkadang menunjukkan pembesaran uterus atau penonjolan tumor melewati cervical os. Kami melaporkan satu kasus yang ditemukan di praktek swasta dokter spesialis Patologi Anatomi dan RSUP H. Adam Malik Medan pada seorang wanita berumur 27 tahun dengan keluhan perdarahan pervaginam sejak 6 tahun yang lalu. Dilakukan STAH dan BSO di rumah sakit daerah dan beberapa bulan kemudian dilakukan biopsi serviks. Pemeriksaan histopatologi pada endometrium dan serviks didapatkan gambaran yang sama berupa komponen sarcomatous yang diduga berasal dari stroma endometrium. Imunohistokimia menggunakan marker S-100 protein, Vimentin, Desmin, SMA dan CD10, dengan komponen mesenkim yang positif pada Vimentin, Desmin dan SMA, sedangkan komponen epitelial negatif dengan S-100 protein. Kemudian untuk membedakannya dengan limfoma Non Hodgkin dipakai marker CD10 dengan hasil negatif.Sehingga dapat disimpulkan sebagai kasus High-Grade Endometrial Stromal Sarcoma pada endometrium dan serviks.Kata kunci: high-grade endometrial stromal sarcoma, low-grade endometrial stromal sarcoma, stroma endometrium, imunohistokimia. High-Grade Endometrial Stromal Sarcoma Abstract: High-grade endometrial stromal sarcoma is an aggressive tumor, and death occurs from tumor dissemination within three years after hysterectomy in most cases. A high grade endometrial sarcoma that lacks specific differentiation and bears no histological resemblance to endometrial sarcoma. Represent approximately10% of all uterine mesenchymal tumors. Most occurs in corpus uterine and adjacent to extra uterine. The patient had vaginal bleeding, pelvic pain and on physical examination findings uterine enlargement throughout cervical os. We report an unusual case of ESS arising in a-27-year-old woman had vaginal bleeding since 6 years previously. She had undergone subtotal hysterectomy and bisalphyngoovorectomy previously and a few months ago had cervical biopsy. On histological findings, sarcomatous component was suspectly endometrial stromal origin. Immunostaining showed that mesenchymal component were vimentin, desmin, and SMA-positive, whereas epithelial component were S-100 protein-negative. Distinction ESS from Non Hodgkin lymphoma was usedCD10 antigen, and the result was stained negative for CD10. The conclusion for this case was High-Grade endometrial stromal sarcoma on endometrial and cervical uterine.Keywords: High-Grade Endometrial Stromal Sarcoma, Low-Grade Endometrial Stromal Sarcoma, endometrial stromal, imunohistochemistry
Nilai Prognostik Parameter Fibrinogen dan Uji Reliabilitas terhadap Outcome Stroke Iskemik Akut Kiking Ritarwan; Yenita Yenita
Buletin Farmatera Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (86.726 KB) | DOI: 10.30596/bf.v2i2.1064

Abstract

Nilai Prognostik Parameter Fibrinogen dan Uji Reliabilitas terhadap Outcome Stroke Iskemik AkutAbstrak: Fibrinogen merupakan protein fase akut dimana kadarnya akan meningkat sebagai respon terhadap terjadinya infeksi, peradangan, stress, tindakan bedah, trauma dan nekrosis jaringan, akibat peningkatan kadar fibrinogen ini akan menyebabkan peningkatan viskositas plasma dan peningkatan aggregasi trombosit serta aggregasi eritrosit. Fibrinogen pada stroke iskemik akut dijumpai kadarnya akan meningkat terutama pada pria, usia muda dan genetik. Tujuan penelitian ini adalahuntuk melihat nilai rata-rata kadar fibrinogen plasma dan kesepakatan penilaian outcome pada dua pengamat.Metode Penelitian ini adalah studi rancangan  kohort yangdilakukan sejak April 2013 hingga Agustus 2013 di Rumah Sakit Umum Adam Malik Medan. Dilakukan pemeriksaan darah rutin di instalasi gawat darurat (IGD) dan pengukuran kadar fibrinogen dengan mengunakan metode Clauss.Outcome stroke diukur dengan menggunakan  Modified Ranking Scale (mRS).Analisa statistik dilakukan secara bivariat dengan menggunakan uji Wilcoxon. Dari136 pasien stroke iskemik akut yang diteliti, diperoleh seimbang kelompok usia muda dan usia tua sebanyak 50%.  Perempuan lebih banyak dari laki-laki sebanyak 55.1%. Nilai rerata umur subyek penderita stroke iskemik akut pada penelitian sekitar 56.85 ( SE 1.123); dengan umur terendah 24 tahun dan tertinggi umur 84 tahun.Nilai reliabilitas kappa yang dilakukan pada dua pengamat adalah  0,566 yang artinya dijumpai moderate agreement pada kedua pengamat.Terdapat perbedaan yang bermakna antara hari pertama kadar fibrinogen plasma sebelum pemakaian aspirin dan hari ke sembilan puluh setelah pemakaian aspirin ( p< 0,005).Kata kunci: fibrinogen, fase akut stroke iskemik, outcomestroke Prognostic Value of Fibrinogen and Reliability Test of Acute Ischemic Stroke Outcome Abstract: Fibrinogenis an acute phase protein which levels will rise in response to infection, inflammation, stress, surgery, trauma and tissue necrosis, due to an increase in the fibrinogen level will cause an increase in plasma viscosity and increased platelet aggregation and erythrocytea ggregation. Fibrinogen in acute iscemic stroke found levels will rise, especially in men, young age and genetic. The objective of this research was to see the average value of plasma fibrinogen levels and outcome assessment agreement on two observers. Cohort design study was conducted from April 2013 to August 2013 at the Adam Malik General Hospital. Routine blood examination in  emergency department (ED)instalation and measured levels of fibrinogen using the Clauss method. Outcome of stroke was measured using the modified Ranking Scale (MRS). Bivariate statistical analyzes were performed using the Wilcoxon test. There are 136 acute ischemic stroke patients studied obtained a balanced group of young and old age as much as 50%. More women than men as much as 55.1%. Mean age value of the subject of acute ischemic stroke patients in the study approximately 56.85 (SE 1,123), with the lowest age of 24 years and age 84 years. Highest value of reliability kappa conducted on two observers was 0.566, which means moderate agreement found in both observers. There was difference significantly between the first day of plasma fibrinogen levels before the used of aspirin and ninety days after the used of aspirin (p <0.005).Keyword:  fibrinogen, acute phase of iscemic stroke, outcome stroke
Hubungan Indeks Massa Tubuh Anak Kurang Gizi Terhadap Kolesterol dan Lipoprotein Wajdi, Muhammad Anis Fikhry; Andina, Meizly
Buletin Farmatera Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (62.982 KB) | DOI: 10.30596/bf.v2i2.1062

Abstract

Hubungan Indeks Massa Tubuh Anak Kurang Gizi terhadap Kolesterol dan LipoproteinAbstrak: Masalah gizi kurang pada umumnya disebabkan oleh kemiskinan, kurangnya persediaan pangan, kurang baiknya kualitas lingkungan, kurangnya pengetahuan masyarakat tentang gizi, menu seimbang, kesehatan dan adanya daerah miskin gizi. Penilaian status gizi merupakan suatu tindakan evaluasi dalam menilai status gizi, termasuk pemeriksaan fisik, antropometri, dan biokimia.Pemeriksaan biokimia yang sering digunakan adalah lipid serum, protein serum dan vitamin. Manfaat lemak dan kolesterol untuk menghasilkan energi, memudahkan penyerapan vitamin, membantu pengaturan suhu, kolesterol membentuk rangkaian lipoprotein. Lipoprotein sendiri, dibedakan menjadi HDL, LDL, dan VLDL. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan indeks massa tubuh pada anak kurang gizi terhadap kadar kolesterol dan lipoprotein darah. Jenis penelitian ini observasional analitik dengan desain cross sectional.Analisa untuk melihat ada tidaknya hubungan kemaknaan antara dua variabel menggunakan uji korelasi Spearman. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa tidak terdapat hubungan yang bermakna antara indeks massa tubuh anak kurang gizi dengan kadar kolesterol dan LDL (p > 0.05). Namun terdapat hubungan yang bermakna antara indeks massa tubuh anak kurang gizi dengan kadar HDL p = 0.032 (p < 0.05).Sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan kadar kolesterol dan LDL denganindeks massa tubuh anak kurang gizi, tetapi terdapat hubungan kadar HDL dengan indeks massa tubuh anak kurang gizi.Kata kunci: kolesterol, kurang gizi, lipoprotein. Correlation Between Body Mass Index, Cholesterol and Lipoproteins in Children with Low Nutrition Status Abstract :The problem of malnutrition is generally caused by poverty, lack of food supplies, lack of quality of food, lack of public knowledge about nutrition, a balanced diet and health. The valuation of nutritional status is an action of evaluation in assessing nutritional status, include physical examination, anthropometry, and biochemistry. Biochemical examination that often used are serum lipids, serum proteins and vitamins. The benefits of fat and cholesterol are to produce energy, to ease the absorption of vitamins, regulation temperature. Cholesterol forms a series lipoprotein. Lipoprotein, divided into HDL, LDL, and VLDL. This research isto find out the relationship of body mass index in malnourished childrenagainst cholesterol and lipoprotein levels.Analytic observational study with cross-sectional design was used and analyze using methods Spearman Somers’d Gamma. The result showed that there was no significant relationship between body mass index of malnourished children with cholesterol and LDL (p >0.05). But there is a significant relationship between body mass index of malnourished children with HDL levelsp = 0.032 (p < 0.05).Cholesterol and LDL levels have no correlation with body mass index of malnourished children. But HDL levels has a relationship with a body mass index of malnourished children.Keywords: cholesterol, lipoproteins, malnutrition 
Penghambat Aktifitas Proliferasi Sel dan Perubahan Histopatologi Epitelial Jaringan Paru dengan Pemberian Ekstrak Buah Pare ( Momordica charantia ) Muhammad Zulfikar Karim Chan; Isnaini Ulfa; Muhammad Farouq Hilmi Harahap; Tania Mulia Utami; Rizkitha Martono Putri; Humairah Medina Liza Lubis
Buletin Farmatera Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (136.171 KB) | DOI: 10.30596/bf.v2i2.1063

Abstract

Penghambat Aktifitas Proliferasi Sel dan Perubahan Histopatologi Epitelial Jaringan Paru dengan Pemberian Ekstrak Buah Pare ( Momordica Charantia )                                                   Abstrak: Indonesia  merupakan  negara  tropis  yang  mempunyai  dua  iklim,  yaitu musim panas dan musim hujan. Hal ini menyebabkan perkembangan nyamuk di Indonesia  semakin  meningkat,  terutama  selama  musim  pancaroba. Hal ini dimanfaatkan oleh produsen obat nyamuk terutama obat nyamuk bakar oleh karena daya beli masyarakat yang kurang. Padahal obat nyamuk jenis ini sangat berbahaya bagi kesehatan paru. Banyak tanaman herbal yang sudah diteliti untuk kesehatan manusia, salah satunya adalah tanaman pare yang memiliki kandungan antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh  pemberian  ekstrak buah pare (Momordica charantia) terhadap aktifitas proliferasi sel dan perubahan histopatologi epitelial jaringan paru tikus Wistar yang diinduksi obat nyamuk bakar. Penelitian ini terdiri dari dua perlakuan yaitu kelompok kontrol dan kelompok yang dipapar asap obat nyamuk selama 6 jam perhari. Nekropsi untuk pengambilan sampel dilakukan setelah 1 bulan perlakuan pada tikus dan dibuat sediaan histopatologi. Analisis berupa nekrosis, perdarahan, peradangan dan kongesti yang dilakukan dengan pengamatan histopatologi jaringan dibawah mikroskop dengan pembesaran 100x dan 400x pada empat lapangan pandang. Data hasil penelitian ditabulasi, diskoring,dan dianalisis dengan menggunakan uji non parametrik Kruskal-Wallis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan nyata antara skor nekrosis, perdarahan, peradangan dan kongesti antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Dapat disimpulkan bahwa terdapat perbaikan pada gambaran histopatologi parenkim paru.Kata kunci: aktifitas proliferasi sel, ekstrak buah pare,, epithelial jaringan paru, histopatologi, obat nyamuk bakar. The Effect of Giving Pare Extract (momordica charantia) to Cell Proliferation Activity and Epistastial Histopathological Changes of Wistar Lung Tissue Abstract: Indonesia is a tropical country that has two climates, namely summer and rainy season. This causes the development of mosquitoes in Indonesia is increasing, especially during the transition season. It is utilized by mosquito repellent manufacturers, especially mosquito coils, because of the poor people's purchasing power. Though this type of mosquito repellent is very dangerous for lung health. Many herbs that have been studied for human health, one of them is a pare that has antioxidant content. This study aimed to determine the effect of giving pare extract (Momordica charantia) to cell proliferation activity and epistastial histopathological changes of Wistar lung tissue. This study consisted of two treatments, namely control group and the group that exposed the smoke of mosquito coil exposed for 6 hours per day. Necropsy for sampling was performed after 1 month of treatment in mice. Sample organ taken in the right and left lung for histopathology making process. Analysis of necrosis, bleeding, inflammation and congestion is done by histopathological observation of tissue under a microscope with 400x and 1000x magnification with four field of view. The research data was tabulated, diskored, and analyzed using non parametric Kruskal-Wallis test. The results showed that there were significant differences between necrosis score, bleeding, inflammation and congestion between treatment group and control group. It can be concluded that there are improvements in the histopathology of the pulmonary parenchyma.Keyword: cell proliferative activity, histopathology, pulmonary tissue epithelial, smoke of mosquito coil.

Page 1 of 1 | Total Record : 6