cover
Contact Name
Manpan Drajat
Contact Email
Manpan Drajat
Phone
-
Journal Mail Official
alafkarjurnal@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
al-Afkar, Journal For Islamic Studies
ISSN : 26144883     EISSN : 26144905     DOI : -
Core Subject : Social,
al-Afkar, Journal for Islamic Studies is published by Association of Secondment Lecturers (Asosiasi Dosen DPK) UIN Sunan Gunung Djati Bandung Indonesia. Focus of al-Afkar, Journal for Islamic Studies is on publishing original empirical research articles and theoretical reviews of Islamic Studies, it covers various issues on the Islamic studies within such number of fields as Islamic Education, Islamic thought, Islamic law, political Islam, and Islamic economics from social and cultural perspectives and content analysis from al-Qur’an and Hadist. In other than forementioned field in Islamic Studies, al-Afkar, Journal for Islamic Studies also accepts articles which cover the topic on the cross section between Islam Studies and other scientific field, such as sociology, law, economics, and others.
Arjuna Subject : -
Articles 17 Documents
Search results for , issue "Vol. 4, No. 1, January 2021" : 17 Documents clear
MANAJEMEN PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS AGAMA, BUDAYA, DAN SOSIOLOGI Zaenal Abidin
al-Afkar, Journal For Islamic Studies Vol. 4, No. 1, January 2021
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (800.751 KB) | DOI: 10.31943/afkarjournal.v4i1.167

Abstract

Manajemen peningkatan mutu pendidikan karakter sangat dibutuhkan dalam dunia pendidikan , ia merupakan seni dan sekaligus ilmu dalam mengelola sumberdaya pendidikan karakter untuk mencapai tujuan pendidikan secara efektif dan efisien. Apabila tata kelola sebuah lembaga pendidikan menggunakan sistem manajemen yang baik, maka akan menghasilkan mutu pendidikan yang baik dan siap bersaing dengan lembaga lain. Para stakeholder pendidikan sangat berharap adanya pendidikan atau lembaga pendidikan yang bermutu. Hal ini harus terus menerus diupayakan oleh semua pihak, baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, pengusaha, lembaga pendidikan,para guru, dosen, tenaga kependidikan, dan masyarakat akademis lainnya yang peduli terhadap dunia pendidikan. Di sisi lain, lembaga pendidikan harus dapat memberikan pelayanan yang baik dan bermutu agar tidak ditinggalkan, dan dengan cara inilah lembaga pendidikan akan tetap eksis dan dapat bertahan hingga akhir zaman. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi sejatinya diimbangi dengan penguatan nilai-nilai agama, budaya, dan sosiologi. Karena tujuan pendidikan pada hakikatnya bukan hanya mencerdaskan anak didik secara intelek saja. Akan tetapi juga nilai-nilai apektif dan psikomotorik jangan dilupakan. Oleh karena itu, pendidikan karakter yang berbasis agama, budaya, dan sosiologi mutlak diperlukan, karena untuk mengimbangi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat cepat dan menggelobal ke semua penjuru dunia tanpa kecuaili Indonesia.
KONSEP INTERNALISASI NILAI-NILAI MODERASI BERAGAMA BAGI GENERASI MILENIAL BERBASIS AL-QUR’AN Apri Wardana Ritonga
al-Afkar, Journal For Islamic Studies Vol. 4, No. 1, January 2021
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1036.33 KB) | DOI: 10.31943/afkarjournal.v4i1.170

Abstract

Sikap moderat merupakan karakter yang harus tertanam bagi umat Islam di tengah keberagaman agama, suku dan ras di Indonesia, melalui Al-Qur’an sebagai sumber utama ilmu pengetahuan. Kajian ini ingin mengeksplorasi nilai-nilai moderasi yang terkandung dalam Al-Qur’an bagi kalangan milenial sebagai generasi penerus bangsa. Penelitian ini menggunakan metode library research, dimana data bersumber dari buku, artikel, laporan ilmiah yang relevan dengan rumusan masalah. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan teknik deskriptif analysis. Kajian ini menunjukkan bahwa konsep moderasi beragama dalam Al-Qur’an dikembangkan melalui empat aspek, yaitu pesan adil, bersikap pertengahan, menjadi umat terbaik dan berwawasan keilmuan yang luas. Penelitian ini menyatakan pentingnya menerapkan sikap moderasi di tengah kemajemukan untuk terwujudnya kedamaian antar umat beragama. Melihat pembahasan ini yang hanya mengungkapkan nilai-nilai moderasi dalam Al-Qur’an, maka perlu dilakukan penelitian lanjutan mengenai pesan moderasi beragama dalam media sosial, dimana generasi milenial sebagai konsumen terbesar.
PEMIKIRAN MUHAMMAD RASYID RIDHO TENTANG KRITIK MATAN HADIS NABI MUHAMMAD Nur Kholis
al-Afkar, Journal For Islamic Studies Vol. 4, No. 1, January 2021
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1115.151 KB) | DOI: 10.31943/afkarjournal.v4i1.172

Abstract

Tulisan ini membahas tentang pemikiran Muhammad Rasyid Rida tentang kritik matan Hadis Nabi Saw. Dia lebih dikenal sebagai tokoh tafsir dan pemikiran Islam dibandingkan tokoh hadis dan ilmu hadis. Tetapi pemikirannya tentang kritik matan hadis yang terdokumentasi, khususnya, dalam Majalah al-Manar dan Tafsir al-Manar sangat menarik. Pemikirannya tentang kritik matan hadis beberapa ada yang sama tetapi juga ada yang berbeda dengan tokoh-tokoh hadis, khususnya tentang kreteria otentisitas matan hadis. sekalipun tidak secara sistematis, berdasarkan kajian penulis, Muhammad Rasyid Rida memberikan kreteria otentisitas sebuah matan bisa dinyatakan sahih atau tidak, yaitu; pertama, hadis tersebut tidak bertentangan dengan al-Qur’an. Kedua, hadis tersebut dipastikan merupakan hadis yang mutawatir. Dia tidak serta merta menerima hadis jika hadis tersebut adalah hadis ahad, karena dalam pandangannya tentang hadis ahad, bahkan hadis ahad yang diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim sekalipun akan beliau komentari jika bertentangan dengan akal rasio. Ketiga, suatu hadis dapat dihukumi sahih jika tidak bertentangan akal rasio. Keempat, hadis tersebut tidak bertentangan dengan fakta-fakta sejarah. Sedangkan pendekatan yang digunakan dalam memahami hadis adalah kontekstual-historis-logis.
PENGARUH BIMBINGAN ORANG TUA TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA DALAM MENGIKUTI PENDIDIKAN DINIYAH TAKMILIYAH AWALIYAH Ujang Nurjaman Ujang
al-Afkar, Journal For Islamic Studies Vol. 4, No. 1, January 2021
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1001.887 KB) | DOI: 10.31943/afkarjournal.v4i1.178

Abstract

Pendidikan keagamaan berfungsi mempersiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang memahami dan mengamalkan nilai-nilai ajaran agamanya dan/atau menjadi ahli ilmu agama. Pendidikan keagamaan bertujuan untuk terbentuknya peserta didik yang memahami dan mengamalkan nilai-nilai ajaran agamanya dan/ atau menjadi ahli ilmu agama yang berwawasan luas, kritis, kreatif, inovatif, dan dinamis dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa yang beriman, bertakwa dan berakhlak mulia. Tetapi di dalam kenyatannya, anak-anak didalam mengikuti kegiatan belajar mengajar banyak mengalami kesulitan-kesulitan, sehingga menghambat perolehan belajar yang diharapkan. Hal ini sering dijumpai oleh para orang tua dan para guru. Anak-anak yang demikian jelas sulit memperoleh prestasi yang baik karena tidak dapat mengikuti pelajaran dengan baik, hal ini disebabkan kurangnya bimbingan dari orang tua. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif deskriptif inferensialdengan pengumpulan data yang dilakukan di lapangan melalui observasi, wawancara, angket dan studi dokumentasi, guna memperoleh data yang jelas. Analisis korelasional digunakan untuk mengetahui pengaruh antara Bimbingan Orang Tua (variabel X) dan Motivasi Belajar Siswa (variabel Y). Uji korelasi ini dilakukan dengan uji korelasi Rank Spearman. Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh thitung = 5,37 dan ttabel = 2,074 yang mana jika thitung lebih besar dari ttabel maka dapat disimpulkan bahwa terdapat korelasi/ hubungan yang signifikan antara bimbingan orang tua (variabel x) dengan motivasi belajar siswa dalam mengikuti pendidikan diniyah takmiliyah awaliyah (variabel Y). Dengan demikian, H0 yang menyatakan tidak adanya hubungan yang signifikan antara bimbingan orang tua dengan motivasi belajar siswa dalam mengikuti pendidikan diniyah takmiliyah awaliyah ditolak danH1 diterima
PENGEMBANGAN MUTU DOSEN DI PERGURUAN TINGGI Apip Arfiandy
al-Afkar, Journal For Islamic Studies Vol. 4, No. 1, January 2021
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (68.827 KB) | DOI: 10.31943/afkarjournal.v4i1.179

Abstract

UU 14/2005 tentang Guru dan Dosen PP 37/2009 tentang Dosen menyebutkan bahwa dosen sebagai pendidik profesional dan ilmuwan mempunyai fungsi, peran, dan kedudukan yang sangat strategis dalam menghasilkan manusia Indonesia yang bermutu melalui penyelenggaraan pendidikan yang bermutu di perguran tinggi yang bermutu dengan pemenuhan dan pelampauan mutu dalam SN-Dikti. Namun demikian fakta menunjukkan masih adanya beberapa masalah krusial terkait mutu dosen akibat kurangnya pemahaman stakeholders tentang pengembangan mutu dosen, antara lain masih adanya dosen yang belum teregistrasi nasional, belum memenuhi kualifikasi pendidikan, belum memiliki jabatan akademik, belum banyak yang berpangkat guru besar, dan rendahnya publikasi ilmiah dosen, padahal hadirnya era revolusi industri 4.0 saat ini menuntut cepatnya perubahan, globalisasi, dan kompleksitas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengembangan mutu dosen perguruan tinggi. Dalam penelitian ini pendekatannya adalah kualitatif dengan metode studi kepustakaan, teknik pengumpulan datanya adalah dokumentasi, dan analisis datanya adalah reduksi data dan penyajian data serta penarikan kesimpulan/verifikasi. Penelitian ini menemukan bahwa dalam pengembangan mutu dosen perguruan tinggi perlu dicermati kembali secara seksama empat poin kunci yaitu nomor registrasi dosen, tugas pokoknya, kompetensinya, dan cara pengembangannya sehingga dapat memenuhi dan melampaui SN-Dikti. Temuan penelitian ini menunjukkan urgennya pengembangan mutu dosen secara berkelanjutan, baik oleh pribadi dosen sendiri maupun oleh stakeholders perguruan tinggi.
KARAKTERISTIK PEMBELAJARAN PAI DALAM PENDIDIKAN FORMAL Hafsah
al-Afkar, Journal For Islamic Studies Vol. 4, No. 1, January 2021
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (621.181 KB) | DOI: 10.31943/afkarjournal.v4i1.180

Abstract

In the Ministry of National Education's Curriculum Center, the purpose of Islamic education is to foster and increase the faith of students through the provision and cultivation of knowledge, appreciation, this research uses a literature study approach. The results of the research show that we all certainly know Islam, but the problem is, what kind of Islam we know it, is actually still an issue that needs to be discussed further. For example, knowing Islam in the portrait presented by Iqbal with its philosophical and mystical nuances. Likewise, Islam is displayed by thoughts from Iran such as Ali Shariaati, Sayyed Hussein Nasr, Murthadha Motahhari, these Islamic thinkers from Iran seem to have mastered the thoughts of Modern Philosophy and social sciences from the west.
SIKAP KRITIS TERHADAP PENGUASA DALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN: STUDI ANALISIS SURAT THAHA Muhamad Aroka Fadli Fadli
al-Afkar, Journal For Islamic Studies Vol. 4, No. 1, January 2021
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (924.329 KB) | DOI: 10.31943/afkarjournal.v4i1.184

Abstract

Penguasa yang mengatur suatu wilayah tertentu (penguasa) yang berdaulat adalah salah satu syarat berdirinya sebuah negara, selain dari wilayah, penduduk/rakyat dan pengakuan dari negara lain. Penguasa daerah adalah seseorang atau sekelompok orang yang menguasai suatu wilayah tertentu untuk mengatur dan memerintah wilayah kekuasaannya. Oleh karena itu mentaati para pengasa yang mengatur negara merupakan perintah agama, akan tetapi karakter penguasa pasti berbed. Ada yang adil ada pula yang zalim, salah satu contoh penguasa yang zalim adalah Fir’aun. Di antara kezaliman Fir’aun adalah menganiaya rakyat, membunuh bayi laki-laki, sombong, sewenang-wenang, dan lain-lain. Dalam surat Thaha ayat 24-79 berisi kisah antra nabi Musa, nabi Harun dan Fir’aun yang diapat dijadikan pelajaran tentang sikap mengkritik penguasa dengan cara ucapan yang lemah lembut, dialog dan menunjukkan argumentasi yang benar, kemudian pergi meninggalkan tempat tinggal jika dalam keadaan terancam.

Page 2 of 2 | Total Record : 17