cover
Contact Name
Wahana Forestra
Contact Email
redaksi.wahanaforesta@gmail.com
Phone
+6281280542624
Journal Mail Official
redaksi.wahanaforesta@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Kehutanan Universitas Lancang Kuning Jl. Yos Sudarso Km. 08 Rumbai Pekanbaru
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
Wahana Forestra: Jurnal Kehutanan
ISSN : 18584209     EISSN : 2548608X     DOI : 10.31849/forestra.v17i2.10650
Core Subject : Agriculture,
Wahana Forestra: Jurnal Kehutanan is periodic scientific covering all aspects of forest planning, forestry policy, forest ecology, forest resource utilization, forest inventory, silviculture, forest product processing, forest resource conservation, forest socio-economics and evironment.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 10 No. 1 (2015)" : 7 Documents clear
KEANEKARAGAMAN JENIS BURUNG DI HUTAN KOTA, KOTA BANGKINANG Riswan, Riswan; Hadinoto, Hadinoto; Ikhwan, Muhammad
Wahana Forestra: Jurnal Kehutanan Vol. 10 No. 1 (2015)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/forestra.v10i1.609

Abstract

Berkurangnya Hutan Kota di Kota Bangkinang dikhawatirkan mengakibatkan penurunan biodiversitas burung dan ketidakseimbangan ekologis. Oleh karena ituperlu dilakukan kajian tentang keanekaragaman jenis burung pada Hutan Kota di Kota Bangkinang dalam rangka upaya pelestarian. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung keanekaragaman jenis burung yang ada di Hutan Kota, Kota Bangkinang dan mengidentifikasi potensi habitat burung tersebut. Analisis vegetasi dengan membuat petak ukur menggunakan kombinasi metode jalur dan garis berpetak. Petak ukur semai (2mx2m), pancang (5mx5m), tiang (10mx10m) dan pohon (20mx20m). Data burung diambil dengan menggunakan metode titik hitung (point count) berdiameter ±40 m. Pengamatan dilakukan selama 20 menit di setiap titik pada pukul 06.00-08.00 WIB, 12.00-14.00 WIB dan 16.00-18.00WIB. Pada Hutan Kota, Kota Bangkinang didapatkan vegetasi tingkat pohon terdiri dari 17 suku, 21 jenis dan 133 individu. Untuk burung didapatkan 16 suku, 24 jenis dan 434 individu dengan jenis yang terbanyak adalah Cucak Kutilang (Pycnonotus aurigaster) sebanyak 53 individu. Suku Columbidae dan Pycnonotidae memiliki jumlah jenis paling banyak (3 jenis). Analisis keanekaragaman jenis burung dikategorikan keanekaragaman sedang (2,91). Indeks kemerataan jenis burung di kedua habitat yang diamati cukup tinggi (0,92).Strata IV merupakan strata yang paling banyak dimanfaatkan oleh burung. Jenis burung yang memanfaatkan paling banyak strata vegetasi adalah Cucak Kutilang (Pycnonotus aurigaster), Merbah Cerukcuk (Pycnonotus goiavier) dan Cinenen Kelabu (Orthotomus ruficeps). Kata kunci : burung, hutan kota, vegetasi
KETERSEDIAAN JENIS TUMBUHAN SUMBER PAKAN Wiyono, Slemet; Suhesti, Eni; Hadinoto, Hadinoto
Wahana Forestra: Jurnal Kehutanan Vol. 10 No. 1 (2015)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/forestra.v10i1.610

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menginventarisasi ketersediaan jenis-jenis tanaman sumber pakan lebah madu Apis cerana di SMK Kehutanan Negeri Pekanbaru.Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April - Juni 2014. Metode penelitian meliputi pembuatan petak contoh, inventarisasi tanaman di dalam petak contoh, penetapan jenis tanaman sumber pakan lebah dan penentuan kalender pembungaan. Plot-plot pengamatan berbentuk lingkaran seluas 0,10 ha yang dibuat secara sistematis dalam dua garis lurus yang berpotongan tegak lurus sehingga membentuk empat arah Selatan- Utara-Timur-Barat dimana titik potongnya merupakan titik penempatan salah satu koloni lebah madu yang ada di areal SMK Kehutanan Negeri Pekanbaru. Pada setiap arah mata angin dibangun empat plot dengan jarak antar plot 175 m, sehingga ada 16 plot untuk mewakili luas jelajah terbang optimum + 1,54 ha ( radius +700m). Semua jenis pohon yang ada di dalam plot dihitung dan diidentifikasi statusnya sebagai sumber pakan lebah atau bukan. Sedang inventarisasi untuk jenis rerumputan dilakukan dalam sub plot seluas 0,5 m x 0,5 meter. Hasil penelitian menemukan 39 jenis tanaman pakan lebah dengan jumlah 301 individu, terdiri dari 9 jenis tanaman kehutanan, 21 jenis tanaman perkebunan/holtikultura, 9 jenis tumbuhan bawah/rerumputan. Berdasarkan keragaman jenis, jumlah dan musim pembungaan yang berbeda maka di SMK Kehutanan Negeri Pekanbaru tersedia tanaman sebagai sumber pakan lebah sepanjang tahun. Kata Kunci : Sumber pakan, lebah madu, Apis cerana, SMK Kehutanan NegeriPekanbaru
PEMETAAN AREAL POTENSI KONFLIK IZIN USAHA PEMANFAATAN HASIL HUTAN KAYU HUTAN TANAMAN (IUPHHK HT) BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) PADA PT. RAPP ESTATE MANDAU Mulyono, Budi; Ikhwan, Muhammad; Sadjati, Emy
Wahana Forestra: Jurnal Kehutanan Vol. 10 No. 1 (2015)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/forestra.v10i1.611

Abstract

PT. RAPP Estate Mandau,memiliki areal yang berkonflik pada konsesi adalah seluas + 6.339 ha dari areal konsesi seluas + 23.800 ha. Berdasarakan informasi tersebut diperlukan penanganan dan pengelolaan areal konflik dan areal potensi konflik. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan daerah potensial konflik pada Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu Hutan Tanaman (IUPHHK -HT) PT. RAPP Estate Mandau. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis overlay dengan menggunakan teknologi sistem informasi geografis. Dalam penelitian ini dilakukan perhitungan komponen – komponen Jarak dari Jalan, Jarak dari Pemukiman, Tata Batas dan Penutupan Lahan. Hasil perhitungan tersebut kemudian diklasifikasikan terhadap tingkat potensial konflik yang terjadi dan dilakukan pemet aan wilayah terhadap tingkat potensial konflik yang debedakan berdasarkan warna dengan menggunakan Sistem Informasi Geografis. Hasil penelitian ini adalah bahwa tingkat potensial konflik di IUPHHK -HT PT RAPP Estate Mandau didominasi oleh kelas tidak potensial dengan luas 12.499,87 Ha (71,59%), untuk kelas potensial dengan luas 3.047,43 Ha (17,45%) dan untuk kelas sangat potensial seluas 1.913,70 Ha (10,96%) . Kata Kunci : konflik, sig, tutupan lahan.
POTENSI KARBON DI SUAKA ALAM ALAHAN PANJANG BLOK MANGGANI PROVINSI SUMATERA BARAT Chandra, Edi; Hadinoto, Hadinoto; Ratnaningsih, Ambar Tri
Wahana Forestra: Jurnal Kehutanan Vol. 10 No. 1 (2015)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/forestra.v10i1.615

Abstract

Indonesia berperan dalam mengurangi emisi gas rumah kaca karena mempunyai hutan luas yang mampu menyerap dan menyimpan karbon dalam biomassa hutan cukup besar. Penelitian ini bertujuan untuk menduga potensi karbon yang terdapat di Suaka Alam Alahan Panjang Nagari Koto Tinggi Provinsi Sumatera Barat. Penelitian dilaksanakan pada plot ukuran 20 m x 100 m sebanyak tujuh buah plot pengukuran dengan intensitas sampling sebesar 0,056 % dari luas total luas kawasan hutan yaitu 2.500 ha. Pada setiap plot pengukuran diambil data diameter pohon ≥ 5 cm < 30 cm dan diameter pohon ≥ 30 cm serta pengambilan tumbuhan bawah pada plot ukuran 1 m x 1 m. Dan pengambilan serasah kasar dan serasah halus dengan ukuran plot 0,5 m x 0,5 m. Selanjutnya dilakukan pendugan potensi karbon dengan persamaan Allometrik : B = 0,118 x D 2,53. Setelah menghitung karbon dengan rumus C = 50% dari total biomassa. CO2 yang diabsorsi digunakan rumus CO2 = C x 3,67. Dari hasil penelitian jumlah vegetasi yang diameter ≥ 30 cm berjumlah 98/1,4 ha = 70 vegetasi/ha, dengan rata-rata diameter 45,67 cm. Vegetasi yang berdiameter ≥ 5 cm < 30 cm berjumlah 163 vegetasi/0,14 ha = 1.164/ha. Total simpanan karbon dari komponen tegakan pohon sebesar 182 ton/ha, tumbuhan bawah sebesar 2,6 ton/ha, serasah kasar sebesar 10,139 ton/ha, serasah halus sebesar 34,8 ton/ha. Sehingga total karbon di Suaka Alam Alahan Panjang Blok Manggani sebesar yaitu 114,769 ton/ha. Jumlah CO2 yang diabsorsi sebesar yaitu 3 x 114,769 ton/ha = 421,204 ton/ha. Kata kunci : biomassa, karbon, vegetasi
RENDEMEN KAYU KARET RAKYAT DAN SENGON PADA PRODUKSI VENEER CORE PLYWOOD Asmunriyan, Raja; Yanti, Rina Novia; Ratnaningsih, Ambar Tri
Wahana Forestra: Jurnal Kehutanan Vol. 10 No. 1 (2015)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/forestra.v10i1.616

Abstract

Suplai bahan baku industri plywood pada saat ini terbatas karena kondisi hutan alam yang tidak memungkinkan lagi untuk memenuhinya. Salah satu upaya yang ditempuh untuk memenuhi kebutuhan bahan baku adalah mencari sumber bahan baku yang berasal dari hutan tanaman, hutan rakyat ataupun perkebunan diantaranya tanaman Karet rakyat dan Sengon yang dimanfaatkan sebagai bahan baku veneer core. Perbedaan jenis bahan baku veneer core akan menghasilkan perbedaan rendemen. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan rendemen kayu karet rakyat dan sengon dalam pembuatan veneer core di industri plywood PT. Ewan Superwood yang terletak di Propinsi Riau dan menentukan faktor-faktor yang mempengaruhi rendemen . Populasi penelitian ini adalah kayu karet rakyat dan sengon dengan mengambil sampel sebanyak 60 batang yang terdiri dari 30 batang kayu karet rakyat dan 30 batang kayu sengon yang diambil secara acak. Rata -rata nilai rendemen veneer core yang berasal dari Kayu Karet Rakyat adalah 66,63 %. Rata -rata nilai rendemen veneer core yang berasal dari Kayu Sengon adala h 74,65 %. Faktor yang mempengaruhi rendemen veneer core pada kayu karet adalah Kondisi bahan baku ,diameter, keselindrisan dan cacat kayu yang disebabkan oleh bekas sadapan. Sedangkan pada kayu sengon dipengaruhi oleh adanya empelur yang rapuh. Kata kunci : Rendemen, plywood, vener core, kayu karet, kayu sengon
POTENSI DAN PEMANFAATAN ROTAN PENGHASIL JERNANG Jufri, Jufri; Suhesti, Eni; Ningsih, Ambar Triratna
Wahana Forestra: Jurnal Kehutanan Vol. 10 No. 1 (2015)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/forestra.v10i1.617

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis, pola penyebaran danpemanfaatan rotan penghasil jernang oleh masyarakat di Dusun Bengayauan DesaRantau Langsat Kecamatan Batang Gangsal Kabupaten Indragiri Hulu Propinsi Riau.Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli 2013. Metode penelitian dilakukan secarasurvey pada kawasan hutan yang ditumbuhi oleh rotan penghasil jernang. Adapundata yang diambil meliputi jenis rotan penghasil jernang, jumlah rumpun dan individu,pemanfaatan oleh masyarakat, cara pemanenan, sarana pemanenan, kearifan lokaldalam pengelolaan rotan penghasil jernang. Dari penelitian yang dilakukan di ZonaPemanfaatan Dusun Bengayauan terdapat 3 (tiga) spesies Rotan Penghasil Jernangyaitu : Daemonorops draco, Daemonorops propinqua, dan Calamus oxleyanus, yangtermasuk kedalam 2 marga (Daemonorops dan Calamus). Ditemukan 83 rumpun dan1099 individu yang terdiri dari Daemonorops draco sebanyak 77 rumpun dan 1019individu, Daemonorops propinqua sebanyak 4 rumpun dan 66 individu dan Calamusoxleyanus sebanyak 2 rumpun dan 14 individu. Kerapatan (Daemonorops draco)84,916 individu/ha (92,721 %), (Daemonorops propinqua) 5,5 individu/ha (6,005 %),(Calamus oxleyanus) 1,66 individu/ha (1,274 %). Pola penyebaran rotan penghasiljernang Daemonorops draco yaitu penyebaran secara acak, Daemonorops propinquapenyebarannya secara mengelompok, sedangkan untuk Calamus oxleyanuspenyebarannya secara seragam. Dalam pemanfaatan rotan penghasil jernang,masyarakat adat mematuhi suatu kearifan lokal untuk menjaga kelestarian tumbuhantersebut. Pemanfaatan rotan penghasil jernang oleh masyarakat antara lain : Manfaatekonomi, sebagai bahan pewarna, bahan ramuan obat-obatan, dupa dan ritual, sertamagis.Kata Kunci : Jernang, rotan, Taman Nasional Bukit Tigapuluh
POTENSI DAN PEMANFAATAN MATA AIR SIKUMBANG DESA PULAU SARAK PADA KAWASAN HUTAN LARANGAN ADAT RUMBIO KAMPAR-RIAU Hidayat, Taufik; Sadjati, Emy; Insusanty, Enny
Wahana Forestra: Jurnal Kehutanan Vol. 10 No. 1 (2015)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/forestra.v10i1.619

Abstract

Hutan Larangan Adat Rumbio memiliki sumber mata air bersih yang dikenal dengan sebutan mata air Sikumbang yang dimanfaatkan masyarakat Desa Pulau Sarak dalam bentuk usaha penjualan air. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi dan manfaat mata air Sikumbang yang ada di Desa Pulau Sarak pada Kawasan Hutan Larangan Adat Rumbio, serta untuk mengetahui kelembagaan dan pengelolaan mata air Sikumbang yang ada di Desa Pulau Sarak. Metode penelitian menggunakan metode survei dengan melakukan wawancara dan kuisioner. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 8 (delapan) pengelola mata air Sikumbang yang berjumlah 41 kran dengan total debit air sebesar 8,992 liter/detik. Dari semua pengelola itu bisa menjual 103.500 jerigen air perbulan, dan tiap jerigennya bervolume 30 liter air. Kelembagaan dalam pemanfaatan mata air Sikumbang di Desa Pulau Sarak be lum ada dilakukan secara formal. Sampai saat ini untuk pemanfaatan dan pengelolaan mata air Sikumbang masih dilakukan secara individu. Dalam pengelolaan mata air Sikumbang, belum ada diterapkannya peraturan oleh pemerintah Desa Pulau Sarak maupun dari tokoh adat. Hasil kesepakatan antara pengelola dengan pemerintah Desa Pulau Sarak, setiap pengelola diwajibkan memberikan sumbangan Rp.125.000,- tiap bulannya. Pembeli air diharuskan memberi sumbangan sebesar Rp.4000,- sekali jalan untuk kenderaan angkutan mobil dan Rp.2000,- untuk kendaraan berjenis becak. Hasil sumbangan yang diberikan kepada Desa Pulau Sarak akan digunakan untuk pembangunan insfrastruktur desa. Kata kunci : Mata air, potensi, Hutan Adat, Rumbio.

Page 1 of 1 | Total Record : 7