cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
lppmsyedza@gmail.com
Editorial Address
jln Prof.Dr.Hamka No..228 Padang
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Medika Saintika
ISSN : 20878508     EISSN : 25409611     DOI : 10.30633
Core Subject : Health, Education,
Jurnal Kesehatan Medika Saintika adalah Jurnal Kesehatan berbahasa Indonesia yang diterbitkan oleh Stikes Syedza Saintika Padang dua kali setahun pada setiap bulan Juni dan Desember. Proses penyerahan naskah terbuka sepanjang tahun. Semua naskah yang dikirim akan melalui peer review ganda dan ulasan editorial sebelum diberikan penerimaan publikasi. Dikelola sebagai media informasi dan pengetahuan ilmiah, Jurnal Kesehatan Medika saintika meliputi banyak literatur, artikel penelitian, dan studi kasus yang berfokus pada bidang Kebidanan, Ilmu Keperawatan, Kesehatan Masyarakat dan Ilmu Biomedik.
Arjuna Subject : -
Articles 33 Documents
Search results for , issue "Vol 12, No 2 (2021): Desember 2021" : 33 Documents clear
Hubungan antara Health Belief Model dengan Kepatuhan Penggunaan APD pada Perawat Morgen Ekaputra Pangaila; Fatimawali Fatimawali; Wulan Kaunang
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 12, No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v12i2.1100

Abstract

Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) dalam hirarki pengendalian bahaya merupakan pilihan untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa hubungan antara konstruk Health Belief Model dengan kepatuhan penggunaan APD pada perawat. Desain penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi berjumlah 140 orang. Jumlah sampel 70 perawat diambil dengan menggunakan purposive sampling. Metode pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner yang dibagikan melalui google form. Analisis data penelitian ini menggunakan analisis univariat, analisis bivariat dengan menggunakan uji chi square dan analisis multivariat dengan menggunakan regresi logistik. Dari hasil uji chi square didapati hasil persepsi kerentanan p=0,078, persepsi keparahan p=0,014, persepsi manfaat p=0,181, persepsi hambatan p=0,555, efikasi diri p=0,002 dan stimulus untuk bertindak p=0,002. Untuk hasil uji regresi logistik didapati hasil variabel stimulus untuk bertindak memiliki OR paling besar yaitu 2,465. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu, variabel yang memiliki hubungan yang signifikan yaitu persepsi keparahan, efikasi diri dan stimulus untuk bertindak, sedangkan variabel yang tidak memiliki hubungan yang signifikan yaitu persepsi kerentanan, persepsi manfaat dan persepsi hambatan. Variabel independen yang memiliki pengaruh paling besar yaitu stimulus untuk bertindak. Pimpinan rumah sakit diharapkan selalu mengingatkan tentang aturan penggunaan APD di kalangan para perawat.
Sifat Kombinasi Ekstrak Etanol 90% Batang Sereh (Cymbopogon citratus) dengan Kulit Buah Delima (Punica granatum L.) Terhadap Bakteri Klebsiella pneumoniae Suci Ahda Novitri; Neng Fisheri Kurniati
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 12, No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v12i2.1254

Abstract

Bakteri Klebsiella pneumoniae merupakan salah satu bakteri patogen yang menginfeksi manusia. Peningkatan prevalensi infeksi akan berpotensi terjadinya resistensi terhadap antibiotik sehingga dibutuhkan mencari alternatif lain sebagai antibakteri dari bahan alam. Bahan alam yang digunakan pada penelitian ini adalah batang sereh dan kulit buah delima. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak uji (ekstrak etanol 90% batang sereh dan kulit buah delima) terhadap Klebsiella pneumoniae, serta pengaruhnya jika dikombinasikan. Penentuan nilai Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) dan Konsentrasi Bunuh Mikroba (KBM) ekstrak uji terhadap bakteri Klebsiella pneumoniae menggunakan metode mikrodilusi. Penentuan diameter hambat ekstrak uji terhadap bakteri uji menggunakan metode difusi agar. Kemudian pengujian kombinasi ekstrak uji dilakukan dengan menggunakan metode difusi agar pita kertas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak etanol 90% batang sereh dan kulit buah delima memiliki aktivitas antibakteri terhadap Klebsiella pneumoniae dengan nilai KHM secara berurutan adalah 4096 µg/mL dan 256 µg/mL dan nilai KBM kedua ekstrak uji adalah >4096 µg/mL. Kombinasi ekstrak uji terhadap bakteri  Klebsiella pneumoniae menunjukkan sifat sinergis. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ekstrak uji memiliki aktivitas antibakteri terhadap Klebsiella pneumoniae dan memiliki sifat sinergis jika dikombinasikan.
PEKERJAAN IBU DAN PRAKTEK PEMBERIAN AIR SUSU IBU (ASI) DI DAERAH PERKOTAAN SAAT PANDEMI COVID 19 Agrina Agrina; Humairah Sari Putri; Yulia Nuraini
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 12, No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v12i2.1347

Abstract

Air susu ibu (ASI) merupakan makanan terbaik bayi sejak lahir sampai usia 6 bulan. Salah satu fakor penyebab rendahnya cakupan pemberian ASI eksklusif adalah pekerjaan ibu. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis hubungan pekerjaan ibu termasuk durasi dalam bekerja dengan praktek pemberian ASI. Desain penelitian adalah deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah sebanyak 156 orang ibu yang memiliki bayi diatas 6 bulan sampai 2 tahun yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Penelitian dilakukan di 2 wilayah kerja puskesmas di kota Pekanbaru Riau. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuisioner tentang pekerjaan (jenis dan durasi) dan status menyusui.  Data dianalisa menggunakan analisa uji Chi-Square. Mayoritas responden memberikan ASI kepada bayinya 97 orang (62,2%),  pendidikan responden berada pada level pendidikan menengah sebanyak 80 orang (51,3%), 81 orang (51,9%) pekerjaan ibu mayoritas pekerja diluar rumah sedangkan ibu bekerja kebanyakan adalah karyawan sebanyak 45 orang (48,8%) dengan jam kerja adalah 7 jam. Ibu yang bekerja lebih dan sama 7 jam memiliki kecendrungan memberikan ASI non eklusif. Terdapat hubungan signifikan antara pekerjaan ibu dengan status menyusui. Perlu dipertimbangkan bagi ibu yang bekerja lebih 7 jam untuk diberi kesempatan untuk bisa memberikan ASI kepada bayinya melalui kebijakan tempat ibu bekerja agar ibu sukses memberikan ASI eklusif kepada bayinya. Kata kunci: Pekerjaan ibu; ASI eksklusif;praktek

Page 4 of 4 | Total Record : 33