cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Aqlam: Journal of Islam and Plurality
ISSN : 25280333     EISSN : 25280341     DOI : -
Core Subject : Social,
AQLAM: Journal of Islam and Plurality (P-ISSN 2528-0333; E-ISSN: 2528-0341) is a journal published by the Ushuluddin, Adab and Dakwah Faculty, State Islamic Institute of Manado, Indonesia. AQLAM published twice a year and focused on the Islamic studies especially the basic sciences of Islam, including the study of the Qur’an, Hadith, Islamic Philosophy, Islamic History and Culture, Theology, Mysticism, and Local Wisdom in Indonesia. It is intended to communicate original research and current issues on the subject. This journal warmly welcomes contributions from scholars of related disciplines. Every article submitted and will be published by AQLAM will review by two peer review through a double-blind review process | Address: Jl. Dr. S.H. Sarundajang Kompleks Ring Road I, Kota Manado, Sulawesi Utara, 95128 | E-Mail; aqlam@iain-manado.ac.id | Phone: +62431860616 | AQLAM has become a CrossRef Member since the year 2018. Therefore, all articles published by AQLAM will have unique DOI number.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2017)" : 5 Documents clear
Sejarah dan Bahasa Figuratif dalam Tradisi Katoba pada Masyarakat Muna Hadirman Hadirman
Aqlam: Journal of Islam and Plurality Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1382.817 KB) | DOI: 10.30984/ajip.v2i1.510

Abstract

Masyarakat Muna memiliki salah satu tradisi, yakni katoba. Secara historis, keberadaan tradisi katoba di Muna terkait dengan awal masuknya Islam di Muna pada 1629-1665 M, yakni masa pemeritahan La Ode Abdul Rahman (bergelar Sangia La Tugho). Sejak masa pemerintahan Sangi La Tugho, hingga saat ini perkembangan tradisi katoba masih cukup kuat karena telah melembaga dalam sistem kebudayaan Muna. Tradisi ini dilaksanakan pada anak yang berusia (7-11 tahun) yang dipandu oleh seorang imamu (imam) desa. Dalam proses pelaksanaan tradisi katoba terjadi interaksi verbal antara imamu dan anak. Interaksi verbal tersebut, selain tercermin melalui bahasa sehari-hari anak, hadir pula kemasan bahasa figuratif (figurative language). Pemakaian bahasa figuratif tersebut, selain untuk memudahkan pemahaman anak terhadap nasihat/pesan katoba yang disampaikan, juga untuk memberikan makna khusus atau efek tertentu.Kata kunci: sejarah, bahasa figuratif, tradisi katoba, masyarakat MunaThe people of Muna has a tradition called Katoba. Historically, the existence of this tradition was related with the earlier penetration of Islam in Muna at 1629-1665 AD, during the ruling period of La Ode Abdul Rahman (titled Sangia La Tugho). Since the ruling period of Sangia La Tungo until today, the Katoba tradition has been growing stronger as it has institutionalised in the Muna Cultural System. The tradition is performed on to children aged 7 to 11 and guided by a village imam (imamu). During the procession, verbal interaction happens between the imamu and the child. The verbal interaction, while reflecting the child‘s everyday language, also shows occurances of figurative language expressions. The reason in using figurative language is to help children to better understand the messages and advices of Katoba and to give special meaning or certain effects.Keywords: history, figurative language, Katoba tradition, the Muna people
Sejarah Farmasi Islam dan Hasil Karya Tokoh-Tokohnya Sri Sudewi; Sri Mardikani Nugraha
Aqlam: Journal of Islam and Plurality Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1382.701 KB) | DOI: 10.30984/ajip.v2i1.511

Abstract

Pada zaman global ini, orang menganggap bahwa kemajuan ilmu farmasi berasal dari Barat. Padahal kemajuan yang dicapai Barat tersebut tidak lepas dari zaman sebelumnya, yakni dunia Islam. Para ilmuwan farmasi Muslim selain menguasai riset-riset ilmiah di bidang farmasi, mereka juga berhasil membuat komposisi, dosis, tata cara penggunaan, dan efek dari obat-obatan (baik obat sederhana maupun obat campuran). Masa kejayaan Islam merupakan masa di mana ilmu farmasi mencapai puncaknya. Tokoh-tokoh ilmu farmasi seperti Jabir bin Ibnu Hayyan, Ibnu Masawayh,  Al-Kindi, Sabur Ibnu Sahl, At-Tabari, Ar-Razi, Al-Zahrawi, Ibnu Sina, Al-Biruni, Al-Ghafiqi, Ibnu Zuhr, Ibnu Thufayl, Ibnu Rusyd, dan Ibnu Al-Baythar menjadi orang-orang di barisan terdepan bahkan beberapa karya mereka masih dijadikan rujukan dalam ilmu farmasi dan kedokteran hingga abad modern baik di negara Timur maupun di negara Barat.Kata kunci: Sejarah, farmasi Islam, hasil karya tokoh-tokoh farmasi Islam.In this global era, people see that development of the Pharmaceutical Science has come from the West. In fact, the progress achieved by the West is closely related to the previous time, that is Islamic world. The Muslim pharmaceutical scientists not only dominated scientific research in the pharmaceutical field but also determined compositions, dosages, ways of administering, and effect of drugs (both the simple and the combination). The glorious era of Islam is the peak of pharmaceutical sciences. Some of the figures known as seperti Jabir bin Ibnu Hayyan, Ibnu Masawayh,  Al-Kindi, Sabur Ibnu Sahl, At-Tabari, Ar-Razi, Al-Zahrawi, Ibnu Sina, Al-Biruni, Al-Ghafiqi, Ibnu Zuhr, Ibnu Thufayl, Ibnu Rusyd, dan Ibnu Al-Baythar were frontiers and even their research pieces are still being used as references in modern pharmaceutical and medical study both in the Eastern and Western countries.Keywords: History, Islamic pharmacy, research pieces of the Islamic pharmaceutical figures.
SEJARAH PEMBENTUKAN DAN PEMBARUAN HUKUM KELUARGA ISLAM DI NUSANTARA Ahmad Rajafi
Aqlam: Journal of Islam and Plurality Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1382.739 KB) | DOI: 10.30984/ajip.v2i1.507

Abstract

Sejarah pembentukan dan pembaruan hukum keluarga Islam di Indonesia tidak pernah bisa terlepas dari dialektika evolusi budaya hukum yang terjadi dari waktu ke waktu. Model utama dari penggerak evlousi tersebut ada pada semangat penyebar Islam yang menerapkan teori inkulturasi namun tereduksi dengan semangat akulturasi yang melahirkan arabisasi Islam. Pada fase akulturasi inilah terjadi stagnasi pembaruan hukum keluarga dan bahkan mazhab asy-syafi'iyyah menjadi pegangan utama dalam menerapkan hukum keluarga. Semangat pembaruan baru muncul kembali di era 50-an dengan melahirkan istilah Fiqh Indonesia dan Kewarisan Bilateral. Semangat ini berlanjut di era reformasi dengan lahirnya CLD-KHI sebagai pembanding KHI dan diharapkan menjadi UU Perkawinan yang baru. Namun gerakan tersebut kembali stagnan karena begitu mengakarnya hasil pembentukan hukum keluarga Islam berbasis akulturasi di Nusantara. Kata Kunci: Sejarah pembentukan, pembaruan, hukum keluarga Islam, nusantara The History of the Establishment and Improvement of the Islamic Family Law in the Archipelago of Indonesia The history of the establishment and improvement of the Islamic family law in Indonesia can never be separated from law cultural evolution discourse that occurs from time after time. The first model of the evolution motor laid on the spirit of the Islam spreaders who applied inculturation brought forth the Arabization of Islam. In the acculturation phase, the improvement of family law is paused and make the mazhab asy-syafiiyyah as the main base in family law enforcement. The call for improvement reemerged in the 1950s by introducing Indonesian Fiqh and bilateral inheritance. The course continued to the reform era noted by the introduction of CLD-KHI as a counter to KHI and expected to the new marriage regulation. However, the movement was halted again since acculturation has rooted in the development of Islamic family law. Keywords: the history of establishment, improvement, Islamic family law.
ISLAMISASI DAN DAKWAH ALKHAIRAAT DALAM MASYARAKAT MAJEMUK DI KOTA MANADO TAHUN 1947-1960 Lisa Aisyiah Rasyid
Aqlam: Journal of Islam and Plurality Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1410.823 KB) | DOI: 10.30984/ajip.v2i1.508

Abstract

Penelitian ini berusaha menjelaskan proses Islamisasi di Manado di mana dakwah Alkhairaat sebagai objeknya, karena dianggap memiliki peran penting dalam proses Islamisasi tersebut, terutama dalam mengimbangi dan membendung arus missionaris pada masa kolonial. Penelitian ini merupakan penelitian sejarah yang dibatasi dari tahun 1947-1960. Pembatasan ini dikarenakan pada tahun 1947 pendidikan dan dakwah Akhairaat mulai menjamur dan turut mewarnai semaraknya penggunaan ruang di Manado pascakolonial. Pada tahun 1960, dakwah Alkhairaat semakin terlihat dengan didirikannya pesantren Alkhairaat, yang terletak di Komo Luar, sebagai pesantren pertama di Manado. Penggunaan metode sejarah: heuristik, verifikasi, interpretasi dan historiografi, tentunya menjadi keharusan dalam penelitian ini guna mendapatkan karya ilmiah yang bersifat sejarah kritis. Hasil penelitian kemudian menunjukkan proses Islamisasi dan perkembangan Islam di Manado pada pertengahan abad ke-20, tidak terlepas dari peran penting Alkhairaat di bidang dakwah dan pendidikan. Sejak tahun 1947 mcgf eadrasah Alkhairaat telah menjamur di Manado, hingga pada tahun 1960 berdirilah pesantren Alkhairaat pertama di Komo Luar Manado. Pada rentan waktu yang bersamaan juga terjadi perubahan sosial-budaya masyarakat Islam Manado yang menonjolkan sikap tawasuth (moderat), tasammuh (toleransi), tawazzun (seimbang), dan ta’addul (adil), yang kesemuanya mencerminkan nilai-nilai agama.    Kata Kunci: Islamisasi, dakwah Alkhairaat, masyarakat majemuk, Kota ManadoIslamization and Al-Khairat Da’wah in Compound Society in the city of Manado between 1947-1960This research tries to explain the process of Islamization in Manado where the Alkhairaat Da’wah as the object, as it is viewed to have important role in the process, especially to offset and stem the missionary during the colonial era. This research is a historical one limited to the 1947-1960 period of time. The limitation is due to the fact that in 1947, the Alkhairat education and da’wah started blossoming and put color in public spaces in the postcolonial Manado. In 1960, the Alkhairaat da’wah became more visible for the establishment of their pesantren located in  Komo Luar as the first pesantren in Manado. Heuristics, verification, interpretation, and historiography are essential methods in order to achieve a critical history. The research finding then shows that Islamization process and Islamic progress in Manado in mid 20 AD can be separated from the important role of Alkhairaat in da’wah and education. In the same period of time, Socio-cultural changes occur among Islamic society in Manado that promote views of tawasuth (moderat) tasammuh (tolerant), tawazzun (balance), and taaddul (fair) which reflect the religion views.Keywords: the Alkhairaat da’wah, Ccompound society, the City of Manado
SEJARAH TRANSFORMASI UANG DALAM ISLAM Ressi Susanti
Aqlam: Journal of Islam and Plurality Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1382.898 KB) | DOI: 10.30984/ajip.v2i1.509

Abstract

Artikel ini ditulis untuk memberikan gambaran tentang sejarah uang dalam Islam. Guna memperoleh data yang dimaksud, penulis melakukan kajian kepustakaan. Sistem Ekonomi Islam berbeda dengan sistem ekonomi kapitalisme, sosialisme, ekonomi campuran, komunisme dan sistem ekonomi tradisional. Salah satu perbedaannya adalah pandangan tentang fisik uang. Fisik uang dalam sejarah Islam bertransformasi sesuai keinginan para pemimpin Islam yang bekuasa, dari mulai emas, perak, hingga uang kertas. Penjabaran tentang uang pada dimensi sejarah menjadi sangat penting karena munculnya geliat komunitas uang dirham saat ini, di mana kuasa uang kertas sudah sangat menggurita di seluruh dunia.Kata Kunci: Sejarah Uang, Islam

Page 1 of 1 | Total Record : 5