cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Aqlam: Journal of Islam and Plurality
ISSN : 25280333     EISSN : 25280341     DOI : -
Core Subject : Social,
AQLAM: Journal of Islam and Plurality (P-ISSN 2528-0333; E-ISSN: 2528-0341) is a journal published by the Ushuluddin, Adab and Dakwah Faculty, State Islamic Institute of Manado, Indonesia. AQLAM published twice a year and focused on the Islamic studies especially the basic sciences of Islam, including the study of the Qur’an, Hadith, Islamic Philosophy, Islamic History and Culture, Theology, Mysticism, and Local Wisdom in Indonesia. It is intended to communicate original research and current issues on the subject. This journal warmly welcomes contributions from scholars of related disciplines. Every article submitted and will be published by AQLAM will review by two peer review through a double-blind review process | Address: Jl. Dr. S.H. Sarundajang Kompleks Ring Road I, Kota Manado, Sulawesi Utara, 95128 | E-Mail; aqlam@iain-manado.ac.id | Phone: +62431860616 | AQLAM has become a CrossRef Member since the year 2018. Therefore, all articles published by AQLAM will have unique DOI number.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 1 (2021)" : 6 Documents clear
ANALISIS SEMIOTIKA NAMA-NAMA TOKOH DALAM SURAH MARYAM Zainuddin Soga; Rithon Igisani
Aqlam: Journal of Islam and Plurality Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/ajip.v6i1.1584

Abstract

 تجريد البحث :تناول هذا البحث عن التحليلي السيمائي لأسماء الشخصية في سورة مريم. تمثل هذه الدراسة لونا من ألوان الدراسة المكتبية، وهي الدراسة التي تم إجراؤها عن طريق الاطلاع على مختلف المراجع أو المصادر التي لها ارتباط بما تم دراسته من مشكلات البحث . أما المدخل المتبع فيه فهو المدخل التفسيري ، بحيث يمكن تقسيم بياناته إلى قسمين: بیانات رئيسية، وبيانات ثانوية. فبياناته الرئيسية تستمد من القرآن الكريم أي سورة مريم، وأما بياناته الثانوية، فتستمد من كتب التفسير، والكتب السيميائية واللغوية. فقد تم تجميع البيانات المذكورة عن طريق الاقتباس والاقتطاف والتحليل من المراجع أو المصادر المتناسبة مع المشكلات المدروسة، ثم عرضت واستنتجت. ودلت نتائج الدراسة على أن الأسماء الشخصية التي وردت في سورة مريم تتكون عن: نبي الله زكريا, نبي الله يحيى, نبي الله عيسى, نبي الله إبراهيم, نبي الله إسماعيل من لغة أبرني. مريم من لغة أرمية يهودية. نبي الله موسى من لغة القبطية. نبي الله هارون من اللغة السريانية. و نبي الله إدريس من اللغة اليونانية.الكلمات المفتاحية : السيمائية, الشخصية, سورة مريمAbstrak: Penelitian ini membahas tentang analisis semiotika nama-nama tokoh dalam surah Maryam. Penelitian ini merupakan studi kepustakaan (library research) yaitu penelitian yang dilakukan melalui riset berbagai literatur yang berkaitan dengan masalah yang diteliti. Adapun pendekatan yang digunakan adalah pendekatan tafsir.  Sumber datanya dibagi menjadi dua yaitu data primer dan sekunder. Sumber data primer adalah Alquran (surah Maryam) dan sumber data sekunder  adalah buku-buku tafsir, semiotika dan linguistik. Adapun pengumpulan data dilakukan dengan cara mengutip, menyadur, dan menganalisis terhadap literatur yang representatif dan mempunyai relevansi dengan masalah  yang dibahas, kemudian mungulas dan menyimpulkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: nama-nama tokoh dalam surah Maryam yaitu Nabi Zakaria a.s., Nabi Yahya a.s., Nabi Isa a.s., Nabi Ibrahim a.s., Nabi Ismail a.s.  berasal dari bahasa Ibrani. Maryam berasal dari bahasa Aram-Yahudi. Nabi Musa a.s. berasal dari bahasa Koptik. Nabi Harun a.s. berasal dari bahasa Suryani. Nabi Idris a.s. berasal dari bahasa Yunani.Kata Kunci: Semiotika, Tokoh, Surah Maryam
Malcolm X : Pengaruh dan Konflik Internal dalam Gerakan Nation of Islam (NOI) di Amerika Serikat (1952-1965) Sidik Fauji
Aqlam: Journal of Islam and Plurality Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/ajip.v6i1.1572

Abstract

Abstract: This research aim to analyze the influence of Malcom X in the movement of NOI, and how it ignite internal conflict within this organization. The analyze focused on library research by using history research method. History research method requires certain procedures for instance heuristic, verification, interpretation, and historiography. As a result, there are three significant factors that triggered the violence againt Malcolm X performed by NOI perpetrators. The first factor was assumed on the popularity of Malcolm X whom gained more attention than Elijah Muhammad did. The consequences of Malcolm X’s fame initiated the jelaousy toward him. As a result there was rumour produced by Elijah Muhammad followers on the agenda of coup d’etat  against the leadership of the legal chief of NOI. The next cause of the internal conflict within NOI was the scandal of Elijah Muhammad with his female secretary. The last factor was the Malcolm X opinion on mass media toward the homicide of President Kennedy. Keywords : Influence, Internal Conflict, Malcolm X, NOI. Abstrak: Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk menjelaskan pengaruh Malcolm X dan konflik internal dalam gerakan NOI. Penelitian ini dipusatkan pada kajian pustaka dengan menggunakan metode penelitian sejarah. Langkah yang dilakukan peneliti yaitu heuristik, kritik sumber, interpretasi dan historiografi. Hasil dari penelitian ini adalah setidaknya ada tiga faktor utama yang menyebabkan konflik Malcolm X dari NOI. Pertama, Malcolm X lebih terkenal dan menjadi tokoh besar dalam gerakan NOI daripada Elijah Muhammad. Ketenarannya merangsang rasa iri dan rumor bahwa dia akan mengambil alih gerakan serta dia ingin lebih berhasil dari Elijah Muhammad. Kedua, kehidupan pribadi Elijah Muhammad yang terguncang oleh skandal perempuan. Ketiga adalah komentar Malcolm X pada pembunuhan Presiden Kennedy.Kata Kunci : Pengaruh, Konflik Internal, Malcolm X, NOI
(الأمر في سورة الكهف ( دراسة نحوية صرفية Chusnul Muhammad; Fatkhul Ulum; Sarah Noviyanti Latuconsina
Aqlam: Journal of Islam and Plurality Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/ajip.v6i1.1587

Abstract

تجريد البحث:  هذا البحث هو بحث لغوي وصفي كيفي الذي يهدف لمعرفة عدد الأمر و تحليل نوعها في سورة الكهف دراسة تحليلية نحوية صرفية وما موقع إعرابـها وبناءها. و مرحلة جمع البيانات تكون بطريقة أسلوب الخطّي وأما مرحلة تحليل البيانات وهي تكون بطريقة أغيه (Agih) أو طريقة تقسيمية. بعد جمع عدد الأمر وُجدت (29) تسعة وعشرون كلمة من الأمر في (19) تسع عشرة آية. ومن تسع عشرة آية الموجودة، قد تكرر ذكر الكلمات بعضها. توجد علامات البناء من عدة أفعال الأمر الموجودة في سورة الكهف، وهي:  أولاً، بناء على حذف حرف العلّة : وجدت (3) ثلاث كلمات. وثانياً، بناء على السكون : وجدت (12) اثنتا عشرة كلمة. وثالثاً، بناء على حذف حرف النون : وجدت (8) ثماني كلمات. كلمات مفتاحية : الأمر، دراسة نحوية صرفية، سورة الكهف Abstrak: Artikel ini membahas tentang linguistik deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mengetahui jumlah dari kata Amr (Perintah) dan menganalisis bentuk-bentuknya di dalam Quran Surah Al-Kahfi dalam tinjauan pengkajian sintaksis (I’rab/Nahwu) dan morfologi (Shorof).  Teknik pengumpulan data menggunakan teknik catat. pada teknik analisis data menggunakan metode Agih atau metode distribusional. Setelah dilakukan pengumpulan data, telah didapatkan jumlah kata Amr (perintah) dalam Quran Surah Al-Kahfi sebanyak 29 kata di dalam 19 ayat. Dari 19 ayat tersebut, ditemukan pengulangan kata Amr (perintah) yang sama di sebagian ayat yang ada. Dalam surah al-Kahfi terdapat beberapa tanda-tanda al-Bina’ dari sebagian kata-kata kerja bentuk Amr (perintah) dalam Quran Surah Al-Kahfi yaitu terhapusnya huruf ‘Ilah (vocal panjang/bukan huruf asli) dengan jumlah sebanyak 3 kata. Kemudian Kata-kerja Amr (perintah) yang berakhiran Sukun ــْ ) ( dengan jumlah sebanyak 12 kata. Dan tanda yang terakhir adalah terhapusnya huruf ( ن ) karena asal kata tersebut merupakan kata kerja yang lima (Af’ālul Khomsah) dengan jumlahnya sebanyak 8 kata. Kata Kunci: Kata Amr (Perintah), Tinjauan Pengkajian Nahwu Shorof, Quran Surah Al-Kahfi.
Kebijakan Libur Ramadhan Dan Hari Raya Di Pesantren Di Jawa Timur Pada Masa Pandemi Covid-19 Iksan Kamil Sahri
Aqlam: Journal of Islam and Plurality Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/ajip.v6i1.1573

Abstract

Abstract: When the Covid-19 pandemic was declared officially entering Indonesia in February 2020, Pesantren (Islamic boarding schools) were facing the tradition of pesantren holidays during Ramadan and Eid. When the Corona virus pandemic became more serious, the pesantren made several responses to deal with the corona pandemic. This study wants to answer how pesantren in East Java take policies regarding holidays and return to pesantren during this pandemic. This study argues that large Islamic boarding schools are more responsive to the handling of covid-19 than small pesantren. This research found at least two things; that Islamic boarding schools are advancing their Ramadan holiday schedules and postponing the schedule back to students, the second finding states that many pesantren do not meet the standards for handling covid-19 due to limited costs and pandemic literacy.Keywords: Pesantren, Policies, Covid-19Abstrak:  Saat pandemi Covid-19 dinyatakan resmi masuk ke Indonesia pada Februari 2020, Pesantren sedang menghadapi tradisi libur pesantren selama Ramadhan dan Idul Fitri. Saat pandemi virus Corona menjadi lebih serius, pihak pesantren kemudian melakukan beberapa respon untuk menghadapi pandemi corona tersebut. Penelitian ini ingin menjawab bagaimanakah pesantren di Jawa Timur mengambil kebijakan terkait masa libur dan kembali ke pesantren di masa pandemi ini.. Penelitian ini beragumen bahwa pesantren besar lebih responsif terhadap penanganan covid-19 dibanding pesantren kecil. Penelitian ini menemukan setidaknya dua hal; bahwa pesantren memajukan jadwal libur ramadhannya serta mengundurkan jadwal kembali pada santri, temuan kedua menyatakan bahwa banyak pesantren tidak memenuhi standar penanganan covid-19 karena keterbatasan biaya dan literasi pandemi.Kata kunci: Pesantren, kebijakan, Covid-19
ETIKA INDIVIDU DAN SOSIAL DALAM PEMIKIRAN THABATHABA’I Umi Hafsah
Aqlam: Journal of Islam and Plurality Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/ajip.v6i1.1582

Abstract

Abstacst: Ethics is one branch of philosophy that discusses morality. It is human action seen from the  good or bad and right or wrong’s perspective. The discussion of ethics has existed since the birth of philosophy. Therefore, almost all philosophers in every era and tradition have ethical thinking. This article explain the Islamic ethics in the contemporary era from one of the famous Islamic philosopher, that is Thabathaba’i. The basis of his ethics is the meaning of human and nature, also the way of thinking in shaping the concept of moral value. His individual ethics rests on concept of wujub and the social ethics rests on concept of istikhdam.    Key Word: Etic, Thabathaba’i, Wujub, Istikhdam.Abstrak: Etika merupakan cabang filsafat yang mengkaji tentang moralitas, yaitu perbuatan manusia dari sudut pandang baik-buruk dan benar-salah. Pembahasan mengenai etika sendiri telah ada sejak filsafat itu lahir. Oleh sebab itu, hampir semua filsuf dari setiap zaman dan tradisi memiliki pemikiran tentang etika. Hal yang difokuskan dalam artikel ini adalah etika Islam di era kontemporer dari salah satu filsuf Iran yang termasyhur, yaitu Thabathaba’i. Bangunan  etikanya berangkat dari pemaknaannya terhadap alam dan manusia juga bagaimana pikiran manusia mengkonsepkan nilai baik dan buruk dalam perbuatan. Etika individualnya bertumpu pada konsep wujub, sedangkan etika sosialnya bertumpu pada konsep istikhdam. Kata kunci : Etika, Thabathaba’i, Wujub, Istikhdam.
COVID-19 DAN IBADAH ( RESISTENSI PERUBAHAN HUKUM ISLAM DALAM MEMPERTAHANKAN RUTINITAS IBADAH) Sudirman Sudirman; Edi Gunawan; Muh Rusdi Rasyid
Aqlam: Journal of Islam and Plurality Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/ajip.v6i1.1583

Abstract

Abstract: This research examines Covid-19 and worship as a resistance to changes in Islamic law in maintaining routine worship. The study used a qualitative descriptive approach and obtained data through interviews, observation and documentation. The results showed that Covid-19 had an impact on changes in the law of worship. however, in the change in law in worship, various different practices were found. There are community groups who continue to carry out worship routines in the mosque in congregation by carrying out according to Health protocols such as maintaining distance and wearing masks. There are also people who are resistant to legal changes so that they maintain the practice of worship as before before the pandemic. There are also people who situationally follow the state of practice carried out by the local community and there are also people who completely close places of worship. from these results indicate that not all people are subject to the changes in law that occurred during the pandemic so as to maintain the routine of worship rather than submit to the new law which results in endangering themselves. Keywords: Rasistency, Legal Change, Worship, Covid-19 Abstrak: Penelitian ini mengkaji Covid-19 dan ibadah sebuah resistensi perubahan hukum islam dalam mempertahankan rutinitas ibadah. penelitian menggunakan pendekatan deskriktif  kualitatif dan memperoleh data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa C0vid-19 memberikan dampak terhadap perubahan ukum ibadah. namun dalam perubahan hukum dalam ibadah tersebut ditemukan berbagai praktik pengamalan yang berbeda. Terdapak kelompok masyarakat yang tetap menjalankan rutinitas beribadah dalam masjid secara berjamaah dengan menjalankan sesuai protokoler Kesehatan seperti menjaga jarak dan memakai masker. Juga terdapat masyarakat yang rasisten terhadap perubahan hukum sehingga mempertahankan raktik beribadah sebgaimana dulu sebelum pandemi. Juga terdapat masyarakat yang situasional mengikuti keadaan praktik yang dilakukan oleh masyarakat setempat dan juga terdapat masyarakat yang total menutup tempat ibadah. dari hasil tesebut menunjukkan bahwa tidak semua masyarakat tunduk terhadap perubahan hukum yang terjadi saat ppandemi sehingga mempertahankan rutinitas ibadah ketimbang tunduk kepada hukum yang baru yang berakibat pada membahayakan dirinya.Kata Kunci: Rasistensi, Perubahan Hukum, Ibadah, Covid-19

Page 1 of 1 | Total Record : 6