cover
Contact Name
Ahadiyat Yugi R., SP., MSi., D.Tech.Sc.
Contact Email
psi.faperta@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
ahadiyat_yugi@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
Agrin : Jurnal Penelitian Pertanian
ISSN : 14100029     EISSN : 25496786     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Agrin provides facilities for publishing articles or quality papers in the form of research results in various aspects of agriculture and agricultural commodities widely including ; agronomy, agroecology, plant breeding, horticulture, soil science, plant protection, agribusiness, agroforestry, food science and technology , agricultural techniques, agricultural innovations, agricultural models and agricultural biotechnology. This journal is published twice a year, ie the April and October. The Agrin Journal invites researchers, academics and intellectuals to contribute critical writing and contribute to the development of agricultural science.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 20, No 2 (2016): Agrin" : 10 Documents clear
PEMECAHAN DORMANSI BENIH KELAPA SAWIT DENGAN METODE DRY HEAT TREATMENT DAN PEMBERIAN GIBERELIN Nuraini, Anne; Pangaribuan, Ikhwan Fadli; Suherman, Cucu
Agrin Vol 20, No 2 (2016): Agrin
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.agrin.2016.20.2.317

Abstract

Oil palm is a plant that has a long seed dormancy period. The existence of barrier on the seed coat causesdisturbance on imbibition so the process of germination of oil palm seed is hampered. This study aimed todetermine the effect of interaction between the heat treatment by dry-heat treatment method and the submersionof growth regulator gibberellin on oil palm dormancy breaking. The experiment was conducted using a factorialrandomized block design with 2 factors, i.e. 3 levels of dry-heat treatment duration (40 days, 50 days, 60 days)and 3 levels of gibberellin concentration (0 ppm, 100 ppm, 200 ppm) and repeated 3 times. The result showed thatno interaction between the duration of dry heat treatment and concentration of gibberellin on breaking the oilpalm dormancy. Treatment of dry heat treatment of 50 and 60 days had a good effect on percentage of germination,vigor index, radicle length and plumule length. Concentration of 100 and 200 ppm gibberellin had a good effecton percentage of germination, vigor index, radicle length and plumule length. Fifty days-period of dry heattreatment and concentration of 100 ppm gibberellin gave more effective effect than other treatment.Key words : dormancy, Dry-Heat Treatment, gibberellin, oil palm ABSTRAKKelapa sawit merupakan tanaman yang memiliki masa dormansi benih yang panjang. Adanya penghalangkulit benih menyebabkan proses imbibisi menjadi terganggu sehingga proses perkecambahan benih kelapa sawitterhambat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh interaksi antara perlakuan pemanasan denganmetode dry heat treatment dan pemberian zat pengatur tumbuh giberelin terhadap pemecahan dormansi kelapasawit. Percobaan dilakukan menggunakan rancangan acak kelompok faktorial dengan 2 faktor, yaitu 3 taraf lamadry heat treatment (40 hari, 50 hari, 60 hari) dan 3 taraf konsentrasi giberelin (0 ppm, 100 ppm, 200 ppm) yangdiulang sebanyak 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat pengaruh interaksi antara lama dry heattreatment dan konsentrasi giberelin terhadap pemecahan dormansi kelapa sawit. Perlakuan lama dry heat treatment50 dan 60 hari berpengaruh baik pada variabel persentase perkecambahan dan indeks vigor serta panjang radikuladan panjang plumula. Konsentrasi giberelin 100 dan 200 ppm berpengaruh baik pada variabel persentaseperkecambahan, indeks vigor, panjang radikula dan panjang plumula. Lama dry-heat treatment 50 hari dankonsentrasi giberelin 100 ppm memberikan pengaruh paling efektif daripada kombinasi perlakuan lain.Kata kunci : dormansi, Dry-heat treatment, giberelin, kelapa sawit
RANCANG BANGUN PROTOTIPE MESIN PENYOSOH KACANG KORO (Canavalia ensiformis) GUNA PENINGKATAN HASIL PRODUKSI PASCA PANEN Listanti, Riana; Masrukhi, Masrukhi; Hidayatullah, Syarif
Agrin Vol 20, No 2 (2016): Agrin
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.agrin.2016.20.2.322

Abstract

Koro (Canavalia ensiformis) is very potential to support food security and diversification. The problem indiversification of processed Koro is in the process of stripping koro seeds that still use manual way so it takes along time. The purpose of this research is to design a prototype polished machine so that koro can be polishedfaster than using the manual method and it can be more efficient in their production process. Result of the researchshowed that as a functional and sructural design it is can be operate with dimensions are length 45 cm, width 40cm, high 80 cm. Prototype capacity of the machine is 218.25kg/h by using a 6 inches pulley shaft rotation ofpolishing and 185.17 kg / h using a 12 inches pulley shaft rotation of polishing. Comparing to manual strippingprocess using hand only gained 7.30 kg / hour. The average of polished koro is 33% of the weight of koro samplewhich polished by using a 6 inches pulley and 49% by using 12 inches. The average of the polish rendement ofPrototype polishing machine with 6 inches pulley shaft gained 68.37% and 72.67% by using a 12 inches% pulleyshaft in the polishing koroKey words: polishing machine, koro ABSTRAKKacang koro sangat potensial sebagai pendukung ketahanan pangan dan diversifikasi pangan.Permasalahan dalam upaya diversifikasi olahan koro adalah pada proses pengupasan biji koro yang masihmenggunakan cara manual sehingga membutuhkan waktu yang cukup lama. Tujuan dalam penelitian ini adalahmerancang bangun prototipe mesin penyosoh kacang koro sehingga kacang koro dapat disosoh lebih cepatdaripada menggunakan cara manual dan dapat lebih efisien dalam proses produksinya. Hasil dari penelitianmenunjukkan bahwa mesin penyosoh yang dibuat dapat berfungsi dan bekerja dengan baik tanpa ada kerusakanselama pengujian. Mesin penyosoh kacang koro yang dibuat memiliki dimensi P= 45 cm, L= 40 cm, T= 80 cm.Kapasitas Prototipe Mesin Penyosoh adalah 218,25kg/jam dengan menggunakan pulley poros putaran penyosoh 6inchi dan 185,17 kg/jam menggunakan pulley poros putaran penyosoh 12 inchi. Sedangkan proses pengupasansecara manual menggunakan tangan diperoleh 7,30 kg/jam. Kacang Koro utuh tersosoh rata-rata 33% dari bobotsampel kacang koro yang disosoh dengan menggunakan pulley 6 inchi dan 49% dengan menggunakan 12 inchi.rendemen sosoh prototipe mesin penyosoh rata-rata dengan menggunaan pulley poros penyosoh 6 inchi diperoleh68,37% dan 72,67% dengan menggunakan pulley poros penyosoh 12 inchi % pada proses penyosohan kacangkoro.Kata kunci: mesin penyosoh, kacang koro
OPTIMALISASI MEDIA PERKECAMBAHAN DALAM UJI VIABILITAS BENIH SELADA DAN BAWANG MERAH Agustin, Heny; Lestari, Dessy Indah
Agrin Vol 20, No 2 (2016): Agrin
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.agrin.2016.20.2.318

Abstract

Seed viability testing using appropriate media is important to know the proper results. The objective of thisresearch was to determine the optimum germination media in the seeds viability testing of lettuce and onion. Thisresearch was conducted in the Integrated Laboratory of Trilogy University, Jakarta from September until October2016. The experiment used was a randomized block design (RAK) with single factor which was different types ofgermination substrates consists of flannel tested, newsprint, towel tissue, cotton, stencil paper, rock wool, filterpaper on lettuce and onion seeds. The experimental results showed that all media can be used to test germinationof seed viability for germination (DB) and normal seedling dry weight (BKKN) were equally well. The use of tissuetowel was to test the viability of seeds of lettuce and onions into medium germination best shown in the speed ofgrowth (KCT) 75.18% KN/etmal, vigor index (IV) 97.33%, and the growth potential maximum (PTM) 100% in theseeds of lettuce and speed of growth (KCT) amounted to 59.35% on onion seeds.Key words: germination, speed of growth, maximum growth potential,tissue towel ABSTRAKPengujian viabilitas benih dengan media yang tepat penting diketahui guna memperoleh hasil yang sesuai.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui media perkecambahan yang optimum dalam pengujianviabilitas benih selada dan bawang merah. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Terpadu Universitas Trilogi,Jakarta pada bulan Agustus - September 2016. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) satufaktor tunggal yaitu berbagai jenis substrat perkecambahan yang terdiri atas kain flanel, kertas koran, kertassamson, tisu towel, kapas, kertas stensil, rockwool, dan kertas saring yang diujikan pada benih selada dan bawangmerah. Hasil percobaan menunjukkan bahwa seluruh media perkecambahan dapat digunakan untuk uji viabilitasbenih karena menghasilkan daya berkecambah (DB) dan bobot kering kecambah normal (BKKN) yang samabaiknya. Pemakaian tisu towel untuk uji viabilitas benih selada dan bawang merah menjadi media perkecambahanterbaik yang ditunjukkan pada kecepatan tumbuh (KCT) 75.18 % KN/etmal, indeks vigor (IV) 97.33 %, dan potensitumbuh maksimum (PTM) 100 % pada benih selada dan kecepatan tumbuh (KCT) sebesar 59.35% pada benihbawang merah.Kata kunci: daya berkecambah, kecepatan tumbuh, potensi tumbuh maksimum, tisu towel,
DAMPAK PERUBAHAN POLA CURAH HUJAN TERHADAP TANAMAN PANGAN LAHAN TADAH HUJAN DI JAWA BARAT Ruminta Ruminta; T. Nurmala
Agrin Vol 20, No 2 (2016): Agrin
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.agrin.2016.20.2.323

Abstract

Climate changes and global warming had a great impacts on rainfall patterns. The rainfall patternschanges can influence on rainfed land cropping system. In relation to that fact, study on change of rainfall patternand it’s impacts on rainfed land cropping system had been carried out at the West Java. The study based onrainfall and crop production data that was analyzsed by Adaptive Neuro-Fazzy Inference System. The resultsshowed that the pattern of rainfall at West Java region in the last 30 years has changed and tend to decline. Longrainy season becomes shorter and extreme rainfall (droughts or floods) has increase. Long rainy season changedfrom 6-7 months to 4-6 months and led to a shorter period of growing season. Early planting changed and backabout 1-2 dasarian of early planting is usually done in 14th dasarian. In the area of West Java, production of riceand corn trend to increase while soybean production tends to decline. Model production of food crops which wereanalyzed by ANFIS very accurate and can be used for projecting the production of rice, corn, and soybeans.Key words: climate change, rainfall pattern, rainfed land cropping system ABSTRAKPerubahan iklim dan pemanasan global sangat mempengaruhi perubahan pola curah hujan. Perubahan polacurah hujan tersebut berdampak pada sistem pertanian tanaman pangan lahan tadah hujan. Sehubungan dengan halitu telah dilakukan penelitian mengenai perubahan pola curah hujan dan dampaknya terhadap sistem pertaniantanaman pangan lahan tadah hujan di Jawa Barat. Penelitian menggunakan data curah hujan dan produksi tanamanpangan yang dianalisis menggunakan model Adaptive Neuro-Fazzy Inference System. Hasil penelitianmenunjukan bahwa pola curah hujan di wilayah Jawa Barat pada 30 tahun terakhir mengalami perubahan dancenderung menurun. Lama musim hujan menjadi lebih pendek dan curah hujan ekstrim (kekeringan atau banjir)semakin meningkat. Lama musim hujan berubah dari 6-7 bulan menjadi 4-6 bulan dan menyebabkan periodemasa tanam lebih pendek. Awal tanam mengalami perubahan dan mundur sekitar 1-2 dasarian dari awal tanamsebelumnya yang biasa dilakukan pada dasarian ke 14. Di wilayah Jawa Barat, produksi tanaman padi dan jagungcenderung meningkat sedangkan produksi tanaman kedelai cenderung menurun. Model produksi tanaman panganhasil analisis ANFIS sangat akurat dan dapat dipergunakan untuk memproyeksikan produksi padi, jagung, dankedelai.Kata kunci : perubahan iklim, pola curah hujan, sistem tanaman lahan tadah hujan
STUDI PERUBAHAN KUALITAS PASCAPANEN BUAH BELIMBING DENGAN BEBERAPA PENGEMASAN DAN SUHU SIMPAN Inanpi Hidayati Sumiasih; Linda Octaviani; Dessy Indah Lestari; Endah Ratna Yunita
Agrin Vol 20, No 2 (2016): Agrin
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.agrin.2016.20.2.319

Abstract

Star fruit is a type of fruit that is easily damaged and require a special postharvest handling. Some of thepostharvest handling efforts are by storing at low temperature storage and packaging. Storage at low temperaturecan extend the shelf life and maintain the quality of the star fruit. The purpose of this study is to extend the shelflife and maintain the quality of the star fruit, and to know a good packaging for the star fruit. The star fruit werepicked from the orchid in Tuban, East Java, and the treatment was conducted in the Postharvest Laboratory,University of Trilogy. The research uses randomized complete block design of two factors. The first factor is thetemperature of storage consisting of 18oC temperature and room temperature, the second factor is the packagingconsists of styrofoam + plastic wrap, plastic, foamnet and paper). The data is processed by using the scoringmethod and by collecting from the fixed-trained panelists. Data qualitatively transformed into quantitative databy using the symbol numbers. The research shows that the star fruit which is stored at a temperature of 18oC canextend the shelf life to 14 days after harvest (HSP) with the packaging by using styrofoam + plastic wrap, by usingplastics and foamnet (12 HSP) and by using paper (10 HSP). While the star fruit at room temperature storage,with the packaging by using styrofoam + plastic wrap can extend the shelf life to 8 HSP, and by using foamnet,plastics and paper to 6 HSP.Key words: horticultural commodity, shelf life, the fruit appearance Belimbing merupakan buah yang mudah mengalami kerusakan, maka diperlukan upaya untuk penangananpascapanen yang baik. Salah satu upaya penanganan pascapanen yaitu dengan cara penyimpanan dengan suhurendah dan pengemasan. Penyimpanan dengan suhu rendah dapat memperpanjang masa simpan danmempertahankan kualitas buah belimbing. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperpanjang masa simpandan mempertahankan kualitas buah belimbing serta mendapatkan cara pengemasan yang baik. Buah belimbingdipetik di kebun Tuban, Jawa Timur dan perlakuan dilaksanakan di Laboratorium Pascapanen, Universitas Trilogi.Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok dua faktor. Faktor pertama yaitu suhu simpan terdiri atas (suhu18oC dan suhu ruang), faktor kedua adalah pengemasan terdiri atas (styrofoam + plastik wrap, plastik, foamnetdan kertas). Data skor diolah menggunakan metode skoring. Metode ini dengan cara mengumpulkan dari panelistetap yang terlatih. Data secara kualitatif dirubah menjadi data kuantitatif dengan menggunakan simbol angka.Dari penelitian ini di dapatkan hasil bahwa buah belimbing yang disimpan pada suhu 18oC dapat memperpanjangmasa simpan sampai 14 hari setelah panen (HSP) dengan pengemasan styrofoam + plastik wrap, pada pengemasanplastik dan foamnet (12 HSP) dan pengemasan kertas (10 HSP). Sedangkan buah Belimbing pada penyimpanansuhu ruang, dengan pengemasan styrofoam + plastik wrap dapat memperpanjang masa simpan selama 8 HSP, danpada pengemasan foamnet, plastik dan kertas (6 HSP).Kata kunci: komoditas hortikultura, masa simpan, penampilan buah
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KETAHANAN PANGAN RUMAH TANGGA MISKIN DI WILAYAH PERKOTAAN KABUPATEN BANYUMAS Nurdiani, Ulfah; Widjojoko, Tatang
Agrin Vol 20, No 2 (2016): Agrin
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.agrin.2016.20.2.324

Abstract

Poverty and food security are two the phenomenon of being intertwined ,even could be considered havingthe relationship of cause and effect. Limited capital good resulted in poor households in urban cannot access foodfairly both in the quality and quantity .The purpose of this research is to know the condition of food security poorhouseholds in urban areas Banyumas Regency and the factors that influence it. Research methodology that is usedis a method of surveying , and techniques of the sample collection use multi stages of sampling. An analysis offood security in this research used the share of food expenditure. While the factors that affect food security usinglinear regression .The results of the study showed food security poor households in urban areas BanyumasRegency is 63,34 % did not food secure and only 36,67% household food secure. This is because household incomethose who are low namely the average Rp.1.259.041,00/ month. Factors that influence the food security poorhouseholds in urban areas Banyumas Regency are income, the education level of mothers, the number of the familymembers and oil price.Keywords: poverty, food security, share food expenditure ABSTRAKKemiskinan dan ketahanan pangan merupakan dua fenomena yang saling terkait, bahkan dapat dipandangmemiliki hubungan sebab akibat. Keterbatasan modal mengakibatkan rumah tangga miskin di perkotaan tidak bisamengakses pangan secara cukup baik dari sisi kualitas maupun kuantitas. Tujuan penelitian ini adalah mengetahuikondisi ketahanan pangan rumah tangga miskin di wilayah perkotaan Kabupaten Banyumas dan faktor-faktor yangmempengaruhinya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei, dan teknik pengambilan sampelmenggunakan Multi Stages Sampling. Analisis ketahanan pangan dalam penelitian ini menggunakan pendekatanpangsa pengeluaran pangan. Sedangkan faktor-faktor yang mempengaruhi ketahanan pangan menggunakanregresi linear model ordinary least square (OLS). Hasil penelitian menunjukan ketahanan pangan rumah tanggamiskin di wilayah perkotaan Kabupaten Banyumas adalah 63,34% tidak tahan pangan dan hanya 36,67% tahanpangan. Hal itu terjadi karena pendapatan rumah tangga responden yang tergolong rendah yaitu rata-rataRp1.259.041,00/bulan. Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap ketahanan pangan rumah tangga miskindiwilayah perkotaan Kabupateen Banyumas adalah pendapatan, tingkat pendidikan ibu, jumlah anggota keluargadan harga minyak goreng.Kata kunci : kemiskinan, ketahanan pangan, pangsa pengeluaran pangan
PERBAIKAN SIFAT KIMIA TANAH FLUVENTIC EUTRUDEPTS PADA PERTANAMAN SEDAP MALAM DENGAN PEMBERIAN PUPUK KANDANG AYAM DAN PUPUK NPK S, Mubarok; Kusumiyati1, Kusumiyati1; Zulkifli, A
Agrin Vol 20, No 2 (2016): Agrin
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.agrin.2016.20.2.320

Abstract

Polianthes tuberosa L. is a potential flowering plant to be developed in Jatinangor, but, the type of soil inJatinangor belongs to Fluventic Eutrudepts has a lower of pH, medium of available K and potential K. Newstrategy is needed to resolve these problems such as by adding the organic and an-organic fertilizer. This researchwas conducted to determine the effect of the combination organic fertilizer and NPK on soil reaction (pH),available K, Potential K, and fresh weight of tuberose (Polyanthes tuberose L.) on Fluventic Eutrudepts. Theresearch design used was Randomized Block Design (RBD) with ten treatments and three replications, consist of:without organic fertilizer + NPK (control); without organic fertilizer + recommended dosage of NPK;recommended dosage of organic fertilizer + without NPK; ½ recommended dosage of organic fertilizer + ½recommended dosage of NPK; ½ recommended dosage of organic fetilizer + recommended dosage of NPK;recommended dosage of organic fetilizer + ½ recommended dosage of NPK; without organic fertilizer + 1 ½recommended dosage of NPK; 1 ½ recommended dosage of organic fertilizer + without NPK; 1 ½ recommendeddosage of organic fertilizer + ½ recommended dosage of NPK; 1 ½ recommended dosage of organic fertilizer +recommended dosage of NPK. The results show that there were effect of soil reaction (pH), available P, potentialP, and fresh weight of tuberose from combination of organic fetilizer and NPK. Treatments of 1 ½ recommendeddosage of organic fertilizer + without NPK gives the best results of 148,6 g plant-1 with an increase 63,2%compared with no treatment.Key words: fluventic eutrudepts, tuberose, chicken fertilizer, NPK fertilizer ABSTRAKSedap malam (Polianthes tuberosa L.) merupakan tanaman hias berbunga indah yang sangat potensialdikembangkam salah satunya di Jatinagor. Tanah di Jatinangor yang termasuk ke dalam sub group FluventicEutrudepts mempunyai reaksi tanah agak masam, K-potensial sedang, K-dd sedang, dan KTK rendah, sehinggaperlu dilakukan upaya untuk meningkatkannya yang salah satunya dengan pemupukan. Percobaan dilakukan untukmengetahui pengaruh pemberian kombinasi pupuk organik dan pupuk NPK terhadap K-potensial, K-dd, KTK danbobot segar tanaman sedap malam (Polyanthes tuberosa L.) pada Fluventic Eutrudepts. Rancangan percobaanyang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktor tunggal dengan sepuluh perlakuan dan tigaulangan, yaitu terdiri dari : Tanpa pupuk organik + pupuk NPK (kontrol); Tanpa pupuk organik + dosis anjuranNPK; Dosis anjuran pupuk organik + tanpa pupuk NPK; ½ dosis anjuran pupuk organik + ½ dosis anjuran NPK;½ dosis anjuran pupuk organik + dosis anjuran NPK; Dosis anjuran pupuk organik + ½ dosis anjuran NPK; Tanpapupuk organik + 1 ½ dosis anjuran NPK; 1 ½ dosis anjuran pupuk organik + tanpa pupuk NPK; 1 ½ dosis anjuranpupuk organik + ½ dosis anjuran NPK; 1 ½ dosis anjuran pupuk organik + dosis anjuran NPK. Hasil penelitianmenunjukan terdapat pengaruh terhadap K-potensial, K-dd, KTK dan bobot segar tanaman sedap malam akibatpemberian kombinasi pupuk organik dan pupuk NPK. Perlakuan 1 ½ dosis anjuran pupuk organik + tanpa pupukNPK memberikan bobot segar tanaman sedap malam terbaik sebesar 148,6 g tanaman-1 dengan kenaikan bobotsegar 63,2% dibandingkan dengan tanpa perlakuan.Kata kunci: fluventic eutrudepts, sedap malam, pupuk kandang ayam, pupuk NPK
REGENERASI DAN ENKAPSULASI IN VITRO KEDELAI (Glycine Max (L.) MERRIL) KULTIVAR RAJABASA MELALUI BERBAGAI KOMBINASI KONSENTRASI THIDIAZURON DAN NAPHTALENE ACETIC ACID PADA MEDIA MURASHIGE & SKOOG DAN VITAMIN MEDIA B5 RNT, Perkasa; Suminar, A; Karuniawan, A
Agrin Vol 20, No 2 (2016): Agrin
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.agrin.2016.20.2.321

Abstract

In vitro seed production can be used as an alternative method in seed multiplication of superior cultivarssources, but the research concerning the use of the growth regulators to support regeneration and encapsulation inthis cultivar has never been done. The objective of this experiments is to find out the best combination of TDZ andNAA on medium MS + vitamin from medium B5 in the regeneration of embryonic axis explant and determine theencapsulation method used in this research that can encapsulate soybean cv Rajabasa in vitro. Current researchwas carried out from May to August 2014 at Tissue Culture Laboratory, Faculty of Agriculture, UniversitasPadjadjaran. The explants used in the research are embryonic axis of Rajabasa soybean cultivar. Its experimentaldesign was a Completely Randomized Design (CRD). The used medium was MS and vitamin from medium B5with the addition of growth regulators TDZ (0 mgL- 1; 0.01 mgL- 1; 0.1 mgL- 1; 1.0 mgL- 1) and NAA (0 mgL- 1;0.01 mgL- 1; 0.1 mgL- 1; 1.0 mgL- 1). Second stage of encapsulation in explants regenerated using Na-Alginate 4%+ CaCl2.2H2O 100 mM. The best treatment was obtained on combination of TDZ 0,01 mgL-1 + NAA 0 mgL-1, butthe encapsulation stage in this research has not been able to encapsulates regenerated explants in vitro.Key words : TDZ, NAA, medium MS + vitamin from medium B5, explant embryonic axis, encapsulation. ABSTRAKProduksi benih secara in vitro dapat dijadikan metode alternatif dalam perbanyakan benih sumber kultivarunggul, namun penelitian penggunaan zat pengatur tumbuh yang tepat dalam mendukung regenerasi danenkapsulasi pada kultivar ini belum pernah dilaporkan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kombinasiTDZ dan NAA pada media dasar MS dan vitamin dari media B5 terbaik dalam regenerasi eksplan embryonic axisdan menentukan apakah metode enkapsulasi yang digunakan dapat mengenkapsulasi eksplan kedelai kultivarRajabasa secara in vitro dengan baik. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Kultur Jaringan Teknologi BenihFakultas Pertanian Universitas Padjadjaran, yang berlangsung dari bulan Mei hingga Agustus 2014. Eksplan yangdigunakan adalah embrionic axis kedelai kultivar Rajabasa. Rancangan percobaan yang digunakan adalahRancangan Acak Lengkap. Media yang digunakan adalah MS dan Vitamin dari media B5 dengan penambahan zatpengatur tumbuh TDZ (0 mg L-1; 0,01 mg L-1; 0,1 mg L-1; 1,0 mg L-1) dan NAA (0 mg L-1; 0,01 mg L-1; 0,1 mg L-1; 1,0 mg L-1), kemudian tahap kedua dilakukan enkapsulasi pada eksplan hasil regenerasi menggunakan Na-Alginat 4% + CaCl2.2H2O 100 mM. Perlakuan yang terbaik diperoleh pada perlakuan TDZ 0,01 mgL-1 + NAA 0mgL-1, tetapi tahap enkapsulasi yang dilakukan belum mampu mengenkapsulasi eksplan hasil regenerasi secara invitro dengan baik.Kata kunci : TDZ, NAA, media MS + vitamin dari media B5, eksplan embrionic axis, enkapsulasi.
Cover Depan Agrin: Jurnal Penelitian Pertanian Vol. 20 Edisi 2 Jurnal Agrin, Faperta
Agrin Vol 20, No 2 (2016): Agrin
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.agrin.2016.20.2.875

Abstract

Agrin: Jurnal Penelitian Pertanian Vol. 20 Edisi 2
Cover Belakang Agrin: Jurnal Penelitian Pertanian Vol. 20 Edisi 2 Jurnal Agrin, Faperta
Agrin Vol 20, No 2 (2016): Agrin
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.agrin.2016.20.2.877

Abstract

-

Page 1 of 1 | Total Record : 10