cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Mikologi Indonesia
ISSN : 25798766     EISSN : 25798766     DOI : -
Jurnal Mikologi Indonesia (JMI) adalah jurnal nasional tentang diversitas Fungi di Indonesia yang mempublikasi artikel penelitian, review, metodologi, dan artikel-artikel taksonomi seperti monograf, jenis baru, catatan baru, checklist yang terkait dengan diversitas dan penyebaran Fungi, termasuk Lichen. Bahasa resmi yang digunakan adalah bahasa Indonesia. JMI akan mempublikasi setiap manuskrip sesegera mungkin setelah diterima oleh editor dan melalui proses peer review.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2018): Juni 2018" : 6 Documents clear
Jamur Makro Di Pulau Saktu Kepulauan Seribu Jakarta Utara dan Potensinya Noverita Noverita; Nabilah Nabilah; F Y Siti; Yudistari Yudistari
Jurnal Mikologi Indonesia Vol 2, No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Perhimpunan Mikologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46638/jmi.v2i1.38

Abstract

Pulau Saktu merupakan salah satu pulau yang berada dalam gugusan Kepulauan Seribu, terletak di desa Pulau Kelapa, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta. Luas pulau berdasarkan analisis citra satelit adalah 0,172 km2, dan hampir ¾ dari luas pulau tersebut berupa hutan konservasi. Pulau ini sebelumnya dijadikan tempat wisata, dan sekarang hanya dihuni oleh penjaga rumah peristirahatan. Kondisi lingkungan basah dan lembab, serta banyak naungan sangat cocok bagi pertumbuhan banyak organisme, termasuk jamur makro. Penelitian dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui spesies jamur makro yang ditemukan dari kawasan Pulau Saktu serta potensinya. Metode dalam penelitian ini adalah metode jalur dan plot, dengan mencatat karakter morfologi tubuh buah jamur makro disepanjang jalur penelitian. Diperoleh sebanyak 71 spesimen dari kawasan penelitian ini, 14 spesimen merupakan jamur yang termasuk sebagai bahan pangan, diantaranya Auricularia auricula, Volvariella volvacea, Lentinus sajor-cajo, Schizophyllum commune, 32 spesimen sebagai bahan obat, diantaranya Ganoderma applanatum, Daldinia concentrica, Stereum sp., Xylaria sp., Microporus xantophus.
KARAKTERISASI MORFOLOGI JAMUR ENTOMOPATOGEN DI HUTAN MANDIANGIN BANJARBARU, KALIMANTAN SELATAN N Halimah; Witiyasti Imaningsih; Mariana Mariana
Jurnal Mikologi Indonesia Vol 2, No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Perhimpunan Mikologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46638/jmi.v2i1.39

Abstract

Jamur entomopatogen merupakan jamur yang hidup sebagai patogen pada serangga. Jamur ini menginfeksi serangga dengan cara masuk kedalam tubuh serangga inang melalui kutikula, saluran pencernaan dan spirakel. Selain itu mampu menginfeksi hampir semua ordo serangga. Keragaman jamur ini di Indonesia belum banyak diketahui, khususnya di kawasan hutan Mandiangin, Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi dan mengkarakterisasi genus jamur entomopaten di hutan Mandiangin. Sampel diambil sebanyak enam kali pada bulan Mei-Juli 2017. Sampel yang diambil berupa jamur yang berasosiasi dengan serangga serta menunjukkan struktur reproduksi jamur dengan ciri morfologi makroskopis memiliki bentuk stroma maupun sinema. Sampel yang berhasil diperoleh kemudian diidentifikasi secara morfologi. Sebanyak empat genera jamur entomopatogen diperoleh dari hutan Mandiangin Banjarbaru,yaitu Ophiocordyceps, Hypocrella dan Cordyceps yang ditemukan pada fase seksual serta Aschersonia ditemukan pada fase aseksual.
Keanekaragaman Makrofungi di Arboretum Inamberi Lisna Khayati; H Warsito
Jurnal Mikologi Indonesia Vol 2, No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Perhimpunan Mikologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46638/jmi.v2i1.30

Abstract

Jamur makro merupakan salah satu keanekaragaman hayati yang penting di hutan tropis Indonesia. Jamur makro memiliki peran penting dalam siklus biogeokimia tanah, siklus hara, pendekomposer sehingga membantu proses dekomposisi bahan organik dalam ekosistem hutan. Penelitian ini bertujuan untuk identifikasi jamur makro yang tumbuh di kawasan Arboretum Inamberi dan dapat memberikan informasi tentang potensi keanekaragaman yang ada di kawasan tersebut yang diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai sumber pangan, obat, dan pendekomposer. Metode pengumpulan jamur makro yang dilakukan adalah dengan menggunakan metode jelajah (Cruise Method) pada bulan Agustus-September 2016. Identifikasi jenis makrofungi dilakukan dengan menggunakan ciri morfologi. Hasil survey menunjukkan terdapat 34 jenis dari 17 famili yang termasuk kedalam 2 divisi makrofungi. cendawan yang banyak ditemukan berasal dari divisi Basidiomikota dengan jumlah spesies sebanyak 31 spesies dan yang paling sedikit dari divisi Askomikota dengan jumlah 3 spesies. Sebagian besar cendawan Basidiomikota yang ditemukan berada pada pohon mati/kayu lapuk dan serasah daun/tanah.
Efektivitas Ekstrak Daun Pepaya (Carica papaya L.) untuk Mengendalikan Penyakit Antraknosa yang Disebabkan oleh Jamur Colletotrichum sp.pada Cabai (Capsicum annuum L.) Yulianty Yulianty; M L Lande; T T Handayani
Jurnal Mikologi Indonesia Vol 2, No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Perhimpunan Mikologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46638/jmi.v2i1.40

Abstract

Cabai merupakan salah satu komoditas tanaman yang sangat penting dan banyak dibutuhkan oleh masyarakat. Namun produksi buah cabai menurun karena serangan penyakit yang disebabkan oleh jamurColletotrichum sp.. Salah satu cara untuk mengendalikan penyakit ini yaitu dengan menggunakan ekstrak daun tumbuhan seperti Carica papaya L. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh getah papaya yang berasal dari daun dalam mengendalikan penyakit antraknosa yang disebabkan oleh jamur Colletotrichum sp.dan menentukan konsentrasi yang optimum dari daun papaya dalam menekan pertumbuhan dan perkembangan jamur Colletotrichum sp. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 6 perlakuan yaitu konsentrasi ekstrak daun pepaya : 0%, 1%, 2%, 3%, 4%, dan 5%. Selanjutnya dilakukan analisis ragam dan dilanjutkan dengan Uji BNT 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi ekstrak daun pepaya 5% mampu memperlambat munculnya gejala serta mampu menurunkan intensitas serangan dan susutnya bobot buah cabai
Medium Tapioka untuk Preservasi Kapang yang Bermanfaat untuk Veteriner Riza Zainudin Ahmad
Jurnal Mikologi Indonesia Vol 2, No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Perhimpunan Mikologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46638/jmi.v2i1.36

Abstract

Preservasi mempunyai arti penting bagi kelestarian jamur khususnya kapang. Pemilihan media preservasi umumnya bergantung kepada tujuannya. Tujuan dari percobaan ini untuk menguji tapioka sebagai komponen utama preservasi kapang yang bermanfaat, khususnya untuk veteriner. Kapang yang digunakan dalam penelitian ini adalah Duddingtonia flagrans dan Purpureocillium lilacinum. Percobaan dilakukan selama 15 bulan, di Laboratorium Mikologi Balai Besar Penelitian Veteriner Bogor. Disiapkan 72 tabung, diisi dengan 4 gram tapioka dan 2 mL air, lalu diinokulasikan kapang yang berisi 1 × 105 spora. Setiap bulan secara berurutan satu tabung dibuka hingga tabung ke-12. Uji ini dilakukan sebanyak 3 ulangan, dengan 2 isolat kapang di atas. Hasil percobaan menunjukkan bahwa D.flagrans dapat dipreservasi hingga 12 bulan, dan P.lilacinus selama 8 bulan.
Uji Simbiosis Kapang Endofit pada Tanaman Chinese cabbage (Brassica rapa) dan Cabai (Capsicum annuum) R Hapipah; Gayuh Rahayu; Iman Hidayat
Jurnal Mikologi Indonesia Vol 2, No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Perhimpunan Mikologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2052.378 KB) | DOI: 10.46638/jmi.v2i1.37

Abstract

Kapang endofit berperan membantu tanaman inang beradaptasi pada lingkungan yang kurang mendukung, dan membantu penyerapan nutrisi sehingga memperbaiki pertumbuhan inang melalui berbagai mekanisme.Penelitian ini bertujuan untuk menguji potensi simbiosis lima kapang endofit akar koleksi IPBCC (IYT11, IYT23, IYT42, IYT72, dan IYT84) dengan tanaman chinese cabbage dan cabai. Simbiosis diuji pada media Oat Meal Agar (OMA) dan zeolit selama 3 minggu. Potensi simbiosis diamati melalui kolonisasi akar dan respon tumbuh tanaman (tinggi tajuk, panjang akar, jumlah daun, dan bobot kering biomassa tanaman). Kolonisasi akar diamati menggunakan teknik pewarnaan biru tripan 0,005%. Hasil uji menunjukkan bahwa kelima isolat tidak mengkolonisasi akar chinese cabbage, namun mampu mengkolonisasi akar cabai pada medium OMA. Hasil uji pada medium zeolit menunjukkan bahwa isolat Leohumicola sp. IYT23 and Hortea sp. IYT42 mampu mengkolonisasi akar tanaman cabai, tetapi tidak meningkatkan pertumbuhan tanaman.

Page 1 of 1 | Total Record : 6