cover
Contact Name
Darnoto
Contact Email
darnoto@unisnu.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
tarbawi@unisnu.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. jepara,
Jawa tengah
INDONESIA
Tarbawi : Jurnal Pendidikan Islam
ISSN : 20883102     EISSN : 2548415X     DOI : -
Core Subject : Education,
Tarbawi : Jurnal Pendidikan Islam p-ISSN: 2088-3102; e-ISSN: 2548-415X is an journal published by the Faculty of Tarbiyah and Education Science Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara. The journal focuses its scope on the issues of Islamic education. We invite scientists, scholars, researchers, as well as profesionnals in the field of Islamic education to publish their researches in our Journal.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 11, No 1 (2014)" : 7 Documents clear
PENDIDIKAN KEBERAGAMAN SEBAGAI BASIS KEARIFAN LOKAL Mashudi Mashudi
Tarbawi : Jurnal Pendidikan Islam Vol 11, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34001/tarbawi.v11i1.356

Abstract

Pluralitas menjadi kunci keberagaman agama-agama samawi maupun ardli, sebagai hak yang sangat asasi bagi kehidupan manusia. Fitrah keberagaman (baik horizontal maupun vertikal) harus dipahami dan dibina, bukan dalil untuk menyulut api konflik dan perpecahan. Problem sekularisasi religiusitas (baik obyektif maupun subyektif) perlu segera diatasi dengan bingkai kultural-teologis. Sedangkan kearifan lokal diperlukan kehadirannya untuk mewujudkan kerukunan dan toleransi- bertanggungjawab demi kemaslahatan bersama.  Kata kunci : pendidikan keberagaman, kearifan lokal. Kerukunan   Plurality is the diversity key of religions either samawi or ardhi, becomes a very basic rights for human life. The nature of diversity (both horizontal and vertical) must be understood and nurtured, not postulate to ignite the flames of conflict and discord. Religion problem secularization (both objective and subjective) needs to be addressed with the cultural- theological frame. While the presence of local knowledge is required to realize the harmony and tolerance-responsible for the sake of the common good.  Keyword : Diversity Education, Local Wisdom, Harmony
PENDIDIKAN KEBERAGAMAN SEBAGAI BASIS KEARIFAN LOKAL (Gagasan Kerukunan Umat Beragama) Mashudi Mashudi
Tarbawi : Jurnal Pendidikan Islam Vol 11, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (136.178 KB) | DOI: 10.34001/tarbawi.v11i1.188

Abstract

ABSTRAKPluralitas menjadi kunci keberagaman agama-agama samawi maupun ardli, sebagai hak yang sangat asasi bagi kehidupan manusia. Fitrah keberagaman (baik horizontal maupun vertikal) harus dipahami dan dibina, bukan dalil untuk menyulut api konflik dan perpecahan. Problem sekularisasi religiusitas (baik obyektif maupun subyektif) perlu segera diatasi dengan bingkai kultural-teologis. Sedangkan kearifan lokal diperlukan kehadirannya untuk mewujudkan kerukunan dan toleransi- bertanggungjawab demi kemaslahatan bersama.Kata kunci : pendidikan keberagaman, kearifan lokal. Kerukunan ABSTRACTPlurality is the diversity key of religions either samawi or ardhi, becomes a very basic rights for human life. The nature of diversity (both horizontal and vertical) must be understood and nurtured, not postulate to ignite the flames of conflict and discord. Religion problem secularization (both objective and subjective) needs to be addressed with the cultural- theological frame. While the presence of local knowledge is required to realize the harmony and tolerance-responsible for the sake of the common good.Keyword : Diversity Education, Local Wisdom, Harmony
COMPUTER SUPPORTED COLLABORATIVE LEARNING IN THE TEACHING WRITING Husni Mubarok
Tarbawi : Jurnal Pendidikan Islam Vol 11, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (95.274 KB) | DOI: 10.34001/tarbawi.v11i1.189

Abstract

ABSTRACTThis paper seeks to investigate  the effectiveness of computer supported collaborative learning in teaching writing. The discussion is begun with the use of computer supported collaborative learning, the nature of collaborative learning, and will be ended by discussing overviews of writing in general. The main focus of this discussion is the effectiveness of CSCL in teaching writing. In fact, students have low motivation and participation in writing. This is caused by the traditional method that is used by teacher in classroom. By presenting collaborative learning, students will motivate to write. The problem statement above will be analyzed in the term of how is CSCL able to support and enhance students?? language development especially in writing skill. The conclusion is drawn in the form of applying CSCL in teaching writing and teacher role in the classroom.Keywords: Computer supported collaborative learning, collaborative learning, and teaching writingABSTRAKTulisan ini dimaksudkan untuk mengetahui efektivitas komputer didukung pembelajaran kolaboratif dalam pengajaran menulis. Diskusi dimulai dengan penggunaan komputer didukung pembelajaran kolaboratif, sifat pembelajaran kolaboratif, dan akan diakhiri dengan membahas ikhtisar penulisan secara umum. Fokus utama dari diskusi ini adalah  efektivitas CSCL dalam pengajaran menulis. Bahkan, siswa memiliki motivasi yang rendah dan partisipasi secara tertulis. Hal ini disebabkan oleh metode tradisional yang digunakan oleh guru di kelas. Dengan menghadirkan pembelajaran kolaboratif, siswa akan memotivasi untuk menulis. Pernyataan masalah di atas akan dianalisis dalam jangka bagaimana CSCL mampu mendukung dan meningkatkan perkembangan bahasa siswa terutama dalam keterampilan menulis. Kesimpulan itu diambil dalam bentuk penerapan CSCL dalam mengajar menulis dan peran guru di kelas.Kata Kunci: Pembelajaran kolaborasi yang didukung dengan komputer, pembelajaran kolaboratif, dan pengajaran menulis
COMPARING COMMUNICATIVE TECHNIQUE WITH EXPLANATION TECHNIQUE IN TEACHING GRAMMAR Haryanto Haryanto
Tarbawi : Jurnal Pendidikan Islam Vol 11, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.994 KB) | DOI: 10.34001/tarbawi.v11i1.190

Abstract

ABSTRACT:There are some techniques of teaching grammar (English Grammar. Two of them are communicative and explanation techniques. Both communicative technique and explanation one can be used to present the materials likes poems, songs, poetry, map, and picture. Each has strength and weakness. By using communicative one the class becomes interesting and the student will not get bored. Whereas, by using the explanation one the student will get bored as well the teacher. However, it is the matter of the fact that based on the data of test result by the students, the result of explanation technique is better than communicative one.Key Words: Grammar, communicative, explanation, technique, teachingABSTRAK:Ada beberapa cara (teknik) pengajaran tata bahasa (English Grammar). Dua dianataranya adalah teknik komunikatif dan teknik penjelasan. Baik teknik komunikatif maupun penjelasan dapat digunakan untuk menyampaikan bahan tentang permainan, lagu, puisi, petadaan gambar. Masing-masing cara tadi memiliki kelemahan dan kelebihan Dengan teknik yang komunikatif kelas menjadi menyenangkan dan mahasiswa tidak bosan. Sedangkan dengan teknik menerangkan mahasiswa akan cepat merasa bosan, begitu juga dengan dosennya. Tetapi berdasarkan hasil data test mahasiswa, teknik menerangkan lebih bagus daripada teknik komunikatif.Kata kunci: Grammar, komunikatif, penjelasan, teknik, pengajaran
PENDIDIKAN BERWAWASAN FEMINISME ; DALAM QS. AL-AHZAB (33): 53, 59 DAN AN-NUR (24): 31 Muhammad Nashrul Haqqi
Tarbawi : Jurnal Pendidikan Islam Vol 11, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.385 KB) | DOI: 10.34001/tarbawi.v11i1.191

Abstract

ABSTRAK Tulisan ini berupaya menemukan suatu pembacaan yang holistik dan proporsional terhadap QS. al-Ahzab (33): 53, 59 dan an-Nur (24): 31, yang ditujukan untuk mengurai indikasi ketidaksesuaian (mismatch) di  antara ketiga ayat tersebut atas eksistensi perempuan. Tidak hanya dalam aras pemahaman atau pengungkapan nilai-nilai objektif, tetapi juga pada aspek penerapan dalam realitas dan berbagai konteks yang melingkupi. Dalam upaya   itu   terungkap   bahwa    platform   etika    atau  moralitas  serta perlindungan  bagi  laki-laki  dan  perempuan   secara berimbang dalam segala bentuk interaksinya adalah nilai fundamental QS. al-Ahzab (33): 53, 59 dan an-Nur  (24): 31, yang dapat diterapkan sesuai dengan  norma, budaya dan tradisi yang ada. Seharusnya perempuan dapat lebih memiliki hak kebebasan dan perlindungan untuk mengaktualisasikan dirinya dalam berbagai aspek kehidupan. Namun di sisi lain,  ketimpangan, kekerasan dan pelecehan seksual masih terjadi karena  kompleksitas kondisi yang tidak hanya terkait dengan pelaku dan   korbannya, melainkan juga melibatkan  keluarga,  lingkungan,  masyarakat,  pendidikan  dan  kondisi sosial-ekonomi  yang  melingkupi.  Di sanalah adagium universalitas  al- Qur??an sebagai basis yang melandasi pendidikan Islam itu kemudian diuji, karena jika dipahami secara holistik, QS. al-Ahzab (33): 53, 59 dan an-Nur (24):  31 itu  justru menegaskan upaya pembebasan  terhadap  segala bentuk belenggu terhadap perempuan.Kata Kunci: al-Qur??an, feminisme, ketimpangan, pendidikanABSTRACTThis paper attempts to read QS. al-Ahzab (33): 53, 59 and an-Nur (24): 31 holistic and proportionate. The goal is to parse indication of a  mismatch between the verses in contemporary women??s reality. Not only in the area of understanding or disclosure of objective values, this paper also attempt to uncover aspects of the application of these verses in reality and various sorrounding contexts. In that effort, it was revealed that the platform of ethics or morality as well as protection for both men and women equally in all forms of interaction is a fundamental value of QS. al-Ahzab (33): 53, 59 and an-Nur (24): 31. The values can be applied in accordance  with the norms, culture and traditions. It should be more women have the right to freedom and protection to actualize herself in various contexts of life. But on other hand, inequality, violence and sexual harrasment still occur due the complexity of the condition which is not  only related to the offender and the victim, but also involves to the family, neighborhood, community, education and socio-economic conditions. That??s where the universality of al-Qur??an as the basic of  Islamic education was tested, because if It is understood in a holictic manner, It actually confirms QS. al-A hzab (33): 53, 59 and an-Nur (24): 31 leberation efforts against all forms of shackles on women.Keywords: al-Qur??an, feminism, imbalance, education
SYEIKH NAWAWI AL-BANTANI AL-JAWI ILMUAN SPESIALIS AHLI SYARAH KITAB KUNING Ali Muqoddas
Tarbawi : Jurnal Pendidikan Islam Vol 11, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (138.122 KB) | DOI: 10.34001/tarbawi.v11i1.186

Abstract

ABSTRAKTulisan ini akan mengkaji karakteristik kitab kuning karangan syekh Nawawi al-Bantani. Tulisan ini juga mencoba untuk membuktikan apakah benar atau tidak bahwa menurut beberapa pakar seperti Martin Van Bruinessen, kitab-kitab karya al-Bantani itu khusus men- syarah/menjelaskan kitab-kitab karya ulama??-ulama?? besar lainnya. Kajian ini menggunakan pendekatan sejarah. Kajian ini  melihat kronologi publikasi karya-karya al-Bantani dan juga melihat isinya. Hasil kajian menunjukkan bahwa al-Bantani memang benar-benar menggunakan corak syarah dalam menulis kitab-kitabnya. Bahkan semua kitabnya menggunakan karakteristik ini. Ulama Islam asli Jawa ini juga sangat cemerlang dalam men-syarah kitab karya ulama??-ulama?? besar sebelumnya.Kata Kunci: Ulama?? Islam, Nawawi al-Bantani, syarah, Kitab Kuning. ABSTRACTThis writing would study the characteristics of the books (kitab kuning) by syeikh Nawawi al-Bantani. It also try to verify whether it is true or not that based on many experts like Martin Van Bruinessen, the books of al-Bantani are special in paraphrasing (syarh) other Islamic scholars?? books. This study uses the approach of history. It sees the chronology of publication of al-Bantani??s masterpieces and sees their content too. The result shows that al-Bantani indeed used the motive of paraphrase in writing his books. Even all of his books have  this characteristic.  This Javanese Islamic scholar was very brilliant in paraphrasing other great scholars?? books.Keywords: Islamic scholar, Nawawi al-Bantani, paraphrase, Kitab Kuning.
REVITALISASI DAN OPTIMALISASI MANAJEMEN MADRASAH SEBAGAI PENDIDIKAN ISLAM MENUJU PENDIDIKAN ALTERNATIF Nur Khoiri
Tarbawi : Jurnal Pendidikan Islam Vol 11, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.035 KB) | DOI: 10.34001/tarbawi.v11i1.187

Abstract

ABSTRAKPendidikan Islam tidak hanya sekedar proses alih budaya atau alih pengetahuan, tetapi sekaligus sebagai proses alih nilai. Secara konseptual dapat dikatakan bahwa tujuan pendidikan Islam adalah untuk membentuk manusia bertaqwa, yakni manusia yang mampu meraih kesuksesan, baik di dunia dan di akhirat.Guna mewujudkan tujuan tersebut, madrasah yang memiliki; a) Penerapan Manajemen Mutu Terpadu (TQM), b) Peningkatan Mutu dan Relevansi Pendidikan, c) Pemberdayaan Kelembagaan Pendidikan Madrasah, seharusnya menaruh perhatian setidaknya pada tiga hal, yakni peningkatan kualitas, pengembangan inovasi dan kreativitas, dan membangun jaringan.Kebijakan program untuk meningkatkan mutu dan relevansi pendidikan meliputi empat aspek; kurikulum, tenaga kependidikan, sarana pendidikan dan kepemimpinan unit pendidikan. Hal-hal tersebut berarti bahwa pengembangan kurikulum berkelanjutan di semua jenjang  dan jenis pendidikan harus ada. Pembinaan profesionalisme dan kesejahteraan guru harus  selalu dipantau dan ditingkatkan. Selain itu, harus dipastikan dilaksanakannya pengadaan dan pemakaian sarana dan prasarana pendidikan. Dengan melaksanakan strategi-strategi di atas, madrasah akan menjadi lembaga pendidikan alternatif bagi masyarakat. Pada gilirannya, madrasah akan menjadi institusi yang mampu membuat tujuan pendidikan Islam menjadi kenyataan.Kata Kunci: manajemen, Madrasah, pendidikan, peningkatan.ABSTRACTIslamic education is not only a transfer of culture or transfer of knowledge but also a transfer of value. Conceptually, it can be said that the aim of Islamic education is to mold pious men, namely the men who could reach success in this world and in the hereafter.In order to make the aim come  true,  madrasah which  has;  a) Implementation  of  Integrated Quality Management in Madrasah, b) Improvement of Quality and Relevance of Education and c) Institutional Empowerment of Madrasah Education, should have concern on at least three domains, namely quality improvement, development of innovation and creativity, and network building.Program policy to improve the quality and relevance of education includes four aspects; curriculum, educational personnel, educational facilities and leadership of education units. Those mean the development of ongoing curriculum should exist at all levels and types of education. Professionalism guidance and the welfare of teachers should always be monitored and be improved. Besides, there has to be the procurement and utilization of educational infrastructure. By doing those strategies, madrasah will be alternative education for people. In turn, it will be the institution which brings the aim of Islamic education into reality.Keywords: management, Madrasah, education, improvement

Page 1 of 1 | Total Record : 7