cover
Contact Name
Darnoto
Contact Email
darnoto@unisnu.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
tarbawi@unisnu.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. jepara,
Jawa tengah
INDONESIA
Tarbawi : Jurnal Pendidikan Islam
ISSN : 20883102     EISSN : 2548415X     DOI : -
Core Subject : Education,
Tarbawi : Jurnal Pendidikan Islam p-ISSN: 2088-3102; e-ISSN: 2548-415X is an journal published by the Faculty of Tarbiyah and Education Science Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara. The journal focuses its scope on the issues of Islamic education. We invite scientists, scholars, researchers, as well as profesionnals in the field of Islamic education to publish their researches in our Journal.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 11, No 2 (2014)" : 7 Documents clear
TRANSCENDENTAL URGENCY OF LITERATURE Taufiqurrohman Taufiqurrohman
Tarbawi : Jurnal Pendidikan Islam Vol 11, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (86.825 KB) | DOI: 10.34001/tarbawi.v11i2.219

Abstract

ABSTRACTThis study is aimed at socializing the importance of using literature. Due to the fact that Indonesian people hold tightly on religion, so this study uses the explanation of literature in transcendental things. The explanation here uses two samples as the topics of transcendental things. Those are literature in Al-Qur'an and in Sufi poems. Result of study on Al-Qur'an shows that God uses literature method. Poem is in every part of Surahs. Prose also exists in many parts of it. Result of study on Sufi poems shows that Sufis love to express their spiritual experiences through poetry. It is proved by the existence of so many Sufi poets in the world throughout history have written poems to express their personal experiences. It is also the fact that they write poems as their medium to get closer to their God. The conclusion can be drawn here is that both Al-Qur'an and religious magnate use method of literature in conveying the teaching. That's why it is urgent for our society to more advance literature.Keywords: Transcendental, Literature, Al-Qur'an, Sufi Poetry.ABSTRAKKajian ini bertujuan untuk mensosialisasikan pentingnya penggunaan sastra. Berkaitan dengan fakta bahwa orang-orang Indonesia yang menempatkan agama sebagai sesuatu yang paling penting dalam kehidupan mereka, maka kajian ini menggunakan pendekatan transendental dalam menjelaskan pentingnya sastra. Penjelasan dalam kajian ini menggunakan dua sampel topik transendental. Dua topik tersebut adalah sastra dalam AJ-Qur'an dan dalam puisi-puisi Sufi. Hasil kajian akan topik Al-Qur'an menunjukkan bahwa Tuhan menggunakan po/a sastra dalam menurunkan wahyu. Puisi terdapat di semua surat dalam Al-Qur'an. Prosa juga ada di banyak bagian surat. Hasil kajian terhadap puisi Sufi menunjukkan bahwa para Sufi suka mengekspresikan pengalaman spiritual mereka melalui puisi. Hal ini bisa dibuktikan dari112 I Jurnal Tarbawl Vol. II. No. 2. Jull - Desember 2014adanya banyak tulisan puisi Sufi yang terbentang sepanjang sejarah. Kesimpulan yang bisa diambil adalah bahwa Tuhan /ebih memilih sastra untuk menurunkan Al-Qur'an. Selain itu, para tokoh Sufi juga menggunakan po/a puisi dalam berbagi pengalaman spiritual. Dua ha/ tersebut menunjukkan betapa pentingnya penggunaan sastra bagi manusia dalam kehidupannya.Kata-kata Kunci: Transendental, Literatur, Al-Qur'an, Puisi Sufi.
URGENSI PENDIDIKAN HOLISTIK DALAM MEMBENTUK INSAN KAMIL Sukarman Sukarman
Tarbawi : Jurnal Pendidikan Islam Vol 11, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (107.456 KB) | DOI: 10.34001/tarbawi.v11i2.213

Abstract

ABSTRAKPendidikan Islam mengalami tantangan yang semakin berat seiring dengan perkembangan dan tuntutan zaman. Masyarakat memaknai pendidikan secara parsial. Padahal pada hakikatnya manusia dan kehidupan adalah sesuatu hal yang kompleks. Kehidupan manusia membutuhkan beragam solusi atas keunikan dan kompleksitasnya. Dengan demikian pendidikan yang visioner diharapkan mampu melayani kebutuhan dan tuntutan tersebut. Visi, metode, strategi dan konsep-konsep pemikiran baru diperlukan dalam menunjang inovasi baru dalam bidang pendidikan. Tulisan ini mengkaji fenomena pendidikan Islam, yang keberadaannya pada era ini terdapat paradigma tentang dikotomi pendidikan, sedangkan manusia hidup dengan segala keunikan dan kompleksitasnya. Selain itu manusia secara kodrat juga memiliki beberapa fitrah yang kesemuanya harus terpenuhi.secara seimbang. Tulisan ini menawarkan satu konsep yang diharapkan memberi jalan keluar atas permasalahan yang ada.Kata kunci :Pendidikan holistik, lnsan kamil.ABSTRACKIslamic Education experiencing increasing challenges with the development and the demands of the times. Partially interpret community education. Whereas in human nature and life is something that is complex. Human life requires a variety of solutions to the uniqueness and complexity. Thus visionary education is expected to seNe the needs and demands. Vision, methods, strategies and concepts of new thinking is needed to support new innovations in the field of education. This paper examines the phenomenon of Islamic education, whose presence in this era there is a dichotomy paradigm of education, while human life with all its uniqueness and complexity. Besides human nature also has some nature terpenuhi.secara all of which must be balanced. This paper offers a concept that is expected to provide a solution to the existing problems.Key words : holistic education, perfect man.
PENDIDIKAN BERBASIS KARAKTER Saifurrohman Saifurrohman
Tarbawi : Jurnal Pendidikan Islam Vol 11, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (74.517 KB) | DOI: 10.34001/tarbawi.v11i2.215

Abstract

ABSTRAKPendidikan karakter adalah suatu sistem penanaman nilai-nilai karakter kepada warga sekolah yang meliputi komponen pengetahuan, kesadaran atau kemauan, dan tindakan untuk melaksanakan nilai-nilai tersebut, baik terhadap Tuhan Yang Maha Esa (YME). diri sendiri, sesama, lingkungan, maupun kebangsaan sehingga menjadi manusia insan kamil. Tujuan penelitian ini, diharapkan dalam pendidikan karakter di sekolah, semua komponen (stakeholders) harus dilibatkan, termasuk komponen-komponen pendidikan itu sendiri, yaitu isi kurikulum, proses pembelajaran dan penilaian, kualitas hubungan, penanganan atau pengelolaan mata pelajaran, pengelolaan sekolah, pelaksanaan aktivitas atau kegiatan ko-kurikuler, pemberdayaan sarana prasarana, pembiayaan, dan ethos kerja seluruh warga dan lingkungan sekolah. Metode yang dipakai adalah menggunakan studi in deep kepustakaan dengan menggunakan analisis induktif deduktif sekaligus komparasi literatur; temuan akhir dari penelitian ini didapat bahwa lulusan yang memiliki keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, berkarakter mulia, kompetensi akademik yang utuh dan terpadu, sekaligus memiliki kepribadian yang baik sesuai norma-norma dan budaya Indonesia. Pada tataran yang lebih luas, pendidikan karakter nantinya diharapkan menjadi budaya sekolahKata kunci : Pendidikan karakter, Kurikulum, Pengelolaan SekolahABSTRACTCharacter education is a system of cultivation of character values to the school community, which includes knowledge, awareness or volition, and actions to implement these values, both of the Almighty God (Almighty), ourselves, others, the environment, and national so that the perfect man to be human. The purpose of this study, expected in character education in the schools, all the components (stakeholders) should be involved, including educational components themselves, ie the content of the curriculum, learning and assessment, the quality of relationships, handling or management subjects, school management, the implementation of activities or co-curricular activities, empowerment infrastructure, financing,46 I Jurnal Tarbawl Vol. II. No. 2. Jull - Desember 2014and working ethos of the whole school community and environment used method is to use a deep study in the literature by using inductive deductive analysis of comparative literature at the same time; the findings of this study found that have the faith and devotion to God Almighty, noble, noble character, academic competence and integrated whole, and a/so have a good personality fit the norms and culture of Indonesia. At a broader level, character education into school culture is expectedKeywords: Character education, Curriculum, School of Management
PERSPEKTIF ISLAM TENTANG DEMOKRATISASI PENDIDIKAN Noor Rohman
Tarbawi : Jurnal Pendidikan Islam Vol 11, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (112.19 KB) | DOI: 10.34001/tarbawi.v11i2.216

Abstract

ABSTRAKSebagaimana diyakini oleh umat Islam, bahwa Islam adalah agama yang sarat dengan ajaran yang bernilai dan bermanfaat bagi kehidupan manusia dan kelangsungannya, sebagai bagian dari rahmatan lil-'alamien. Di antara yang terpenting adalah komitmen Islam terhadap pelaksanaan pendidikan. Berkaitan dengan upaya peningkatan aspek pendidikan, secara rasional, tidak seorangpun di dunia ini yang tidak menyetujui, mulai lapisan masyarakat kelas bawah hingga ke lapisan yang paling tinggi, yakni para pemegang pemerintahan.Perhatian Islam secara serius terhadap aspek pendidikan dapat diketahui secara pasti dalam lembaran-lembaran perjalanan sejarahnya. Hal ini dapat diketahui dari adanya kegiatan-kegiatan pembelajaran dari sejak munculnya Islam di Madinah di masa Nabi Muhammad SAW. Tradisi keilmuan ini berlanjut secara estafet mulai dari generasi Nabi-Sahabat, Tabi'ien, Tabi'it-Tabi'ien dan seterusnya. Di antara yang paling menonjol dan dicatat oleh tinta emas para sejarawan adalah kegiatan keilmuan (pendidikan) di zaman Kekhalifahan Abbasiyah di Timur (Baghdad) dan Kekhalifahan Islam di Barat (Spanyol). Pada masa-masa ini lahirlah banyak ilmuwan, seperti lbnu Sina, lbnu Rusyd dan lain-lainnya. Mengapa gerakan keilmuan (pendidikan) pada masa itu dapat berlangsung sedemikian hebat? Tentu banyak jawaban yang dapat dikemukakan. Di antaranya ialah karena adanya perintah mencari ilmu atas setiap muslim, baik yang tersirat maupun yang tersurat, yang termaktub dalam Kitab Suci Al-Qur'an dan al-Hadits. Hal ini, secara sadar yang didasari dengn keimanan yang kuat, telah diterjemahkan oleh para penguasa pemerintahan Islam dengan menyuruh setiap warga negaranya, tanpa diskriminasi, untuk belajar dan mereka (para penguasa) dengan penuh komitmen menyediakan berbagai kemudahan untuk para pembelajar.Kata kunci : Islam, Demokratisasi, Pendidikan56 IJurnal Tarbawi Vol. II. No. 2. Juli - Desember 2014ABSTRACTAs believed by Muslims, that Islam is a religion that is loaded with valuable teachings and beneficial to human life and its sustainability, as part of rahmatan lil-'alamien. Among the most important teachings is the Islamic commitment to the implementation of education. In connection with efforts to improve the educational aspect, rationally, no one in this world who does not approve, starting from the lower class to the highe ststratum, namely the rulers of government.The very serious concern of Islam to the educational aspect can be known with certainty in the pages of its history. It can be seen from the presenceof the teaming activities since the advent of Islam in Medina at the time of Prophet Muhammad SAW. The scientific tradition then continued in estafette from the generation of Prophet-Companions, Tabi'ien (the followers), Tabi'it-Tabi'ien (the followers of the followers) and so on. Among the most prominent and recorded by historians in gold ink is the scientific activities (education) at the time of the Abbasid Caliphate in the East (Baghdad) and the Islamic Caliphate in the West (Spain). In this period many scientists emerged, such as lbn Sina (Avicenna), lbn Rushd (AvetTOes) and others.Why movement of science (education) at that time could take place so great? Certainly there are a lot of answers that can be proposed. Among them is because of the religious command on every Muslim to seek knowledge, either expressed or implied, as contained in the Holy Book (Al-Qur'an) and Hadith. It is, consciously based with strong faith, has been translated by the rulers of the Islamic governments by asking every citizen, without discrimination, to team, and they (the authorities) with a full commitment to provide various facilities for learners.Keyword: Islam, Democratization, Education
KURIKULUM VISIONER BAHASA ARAB (MAHAROH KALAM) UNISNU JEPARA Muhammad Natsir
Tarbawi : Jurnal Pendidikan Islam Vol 11, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.619 KB) | DOI: 10.34001/tarbawi.v11i2.217

Abstract

ABSTRAKBahasa Arab IV (kompetensi kepribadian/Religius) adalah salah satu mata kuliah pada program studi Pendidikan Agama Islam, substansi mata kuliah ini adalah melatih kemahiran berbicara Bahasa Arab. Tetapi dalam prakteknya kurikulum belum diimplementasikan secara maksimal, sehingga perlu untuk dievaluasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui substansi dan sistematika kurikulum Bahasa Arab IV Prodi PAI di Unisnu Jepara dan untuk mengukur validitas implementasi kurikulum Bahasa Arab IV Prodi PAI di UNISNU Jepara. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, jenis rancangan penelitian berupa studi kasus. Peneliti berusaha mencari data, menganalisis, memotret, dan mengkonstruksi situasi sosial yang diteliti menjadi lebih jelas dan bermakna. Pengumpulan data bersifat triangulasi, yaitu menggunakan berbagai teknik pengumpulan data secara gabungan/simultan. Analisis data bersifat induktif berdasarkan fakta-fakta yang ditemukan di lapangan kemudian dikonstruksikan menjadi hipotesis atau teori. Setelah data terkumpul, diteliti dan dianalisa kemudian dievaluasi dan selanjutnya kurikulum dikembangkan dan disusun menjadi kurikulum Visioner. Selanjutnya agar tujuan dan target dari kurikulum tersebut dapat dicapai maka seharusnya didukung dengan perangkat kurikulum dan pirantinya yang sesuai dan representatif.Kata kunci : Substansi, Sistematika, Kurikulum Visioner, Bahasa ArabABSTRACTArabic IV (personaVReligious competence) is one of the subjects in the study program of Islamic education, the substance of this course is to train the skill to speak Arabic. But in practice, the curriculum has not been implemented maximally, so it needs to be evaluated. The purpose of this study is to determine the substance and systematic of the Arabic IV70 I Jurnal Tarbawi Vol. II. No. 2. Juli - Desember 2014curriculum of Islamic Education UNISNU Jepara and to measure the validity of the Arabic language curriculum which is implemented in UNISNU Jepara. This study used a qualitative descriptive approach; case study research design. Researchers was trying to find data, analyze, and construct a social situation under study becomes more clear and meaningful. The collection of data is triangulation, which uses a variety of data collection techniques. Inductive data analysis is based on the facts that found in the field and then constructed a hypothesis or theory. Once the data is collected, researched and analyzed then evaluated and further developed and structured curriculum into the curriculum Visionary. Furthermore, for the goals and targets of the curriculum can be achieved then it should be supported by the curriculum and appropriate appliancesand representative.Keyword: substance, systematic, visionary curriculum ,Arabic
PENDIDIKAN KARAKTER SISWA MELALUI PENDEKATAN BEHAVIORAL MODEL OPERANT CONDIT/ON/N6 Sunan Baedowi
Tarbawi : Jurnal Pendidikan Islam Vol 11, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (106.641 KB) | DOI: 10.34001/tarbawi.v11i2.218

Abstract

Pendidikan karakter di sekolah merupakan cerminan dari tabiat siswa, semakin baik pendidikan karaktemya, maka akan semakin baik pula perilaku siswa tersebut. Pendekatan yang bisa dilakukan dalam proses pendidikan karakter oleh para pendidik bisa bermacam-macam. Salah satu pendekatan yang bisa digunakan adalah behavioral model operant conditioning. Proses aplikasi model operant conditioning ini adalah melalui beberapa strategi, diantaranya yaitu dengan menentukan jadwal penguatan (schedule of reinforcement), pembentukan (shaping), kemudian stimulant aversif, serta modifikasi perilaku (behavior modification). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana cara mengimplementasikan pendidikan karakter siswa melalui pendekatan behavioral model operant conditioning. Pendekatan yang dipakai dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Sedangkan teknik pengumpulan datanya menggunakan observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan behavioral model operant conditioning dapat diterapkan dalam pendidikan karakter siswa dengan menggunakan beberapa strategi yang bisa dilakukan antara lain: penentuan jadwal penguatan (schedule of reinforcement) dengan cara memberikan penguatan positif seperti contoh memberikan penghargaan kepada siswa setiap siswa mengerjakan tugas dengan benar. Kemudian shaping dapat diaplikasikan pada pembentukan sikap berani kepada siswa dengan cara melatihnya secara kontinyu untuk presentasi di depan kelas. Selanjutnya stimulan aversif seperti contoh tidak memberikan nilai apabila siswa tidak mengumpulkan tugas. Strategi modifikasi perilaku (behavior modification) seperti memperketat lingkungan sekolah agar siswa yang sering membolos menjadi tidak bisa membolos lagi.Kata Kunci: Pendidikan Karakter, Behavioral, Operant Conditioning98 I Jurnal Tarbawi Vol. II. No. 2. Juli - Desember 2014ABSTRACTCharacter education in schools is a reflection of the nature of the student, good educational character, it will make good behavior. The approach, could be in the process of character education, can vary. One approach that can be used is a model of operant conditioning behavioral. The application process operant conditioning models are through several strategies, among which the decisive reinforcement schedule, shaping, then stimulant aversive, and modification of behavior. The purpose of this study was to determine how to implement character education through a behavioral approach; operant conditioning models. The approach used in this study is a qualitative approach. While the data collections, which were used, were observation and documentation. The results showed that the model of operant conditioning behavioral approach can be applied in character education by using several strategies that can be done include:determination of reinforcement schedule by providing positive reinforcement as an example of giving awards to students properly . Then shaping can be applied to the formation of bold attitude to students in a way to train continuously for presentation to the class. Furthermore aversive stimuli such examples do not provide value if the student does not collect duties. Behavior modification strategies as tighten the school environment so that students can often become truant again.Keywords: Character Education, Behavioral, Operant Conditioning
KONSEP PENDIDIKAN ISLAM DENGAN PARADIGMA HUMANIS Subaidi Subaidi
Tarbawi : Jurnal Pendidikan Islam Vol 11, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.043 KB) | DOI: 10.34001/tarbawi.v11i2.212

Abstract

ABSTRAKSalah satu ajaran Islam adalah mewajibkan kepada umatnya untuk melaksanakan pendidikan, karena dengan pendidikan, manusia dapat memperoleh bekal kehidupan yang baik dan terarah. Pendidikan Islam sebagaimana Yusuf Qardhawi (1980: 39) adalah pendidikan manusia seutuhnya, akal dan hatinya, rohani dan jasmaninya, akhlak dan keterampilannya. Karena pendidikan Islam menyiapkan manusia untuk hidup, baik dalam keadaan aman maupun perang, dan menyiapkan untuk menghadapi masyarakat dengan segala kebaikan dan kejahatannya, manis dan pahitnya. Karenanya, pendidikan merupakan pemanusiaan kembali manusia (humanisasi) yang berorientasi pada bentuknya individu yang mampu memahami realitas dirinya dan masyarakat sekitarnya serta bertujuan untuk menciptakan perubahan sosial secara signifikan dalam kehidupan umat manusia. Salah satu isi dari tujuan pendidikan nasional adalah menghargai realitas kemanusiaan dan berbagai potensi yang dimiliki peserta didik (manusia). Islam pada masa kejayaannya menjadi pusat kajian berbagai disiplin ilmu, hal ini terbukti dengan bermunculannya para ilmuwan muslim. Tetapi seiring dengan berjalannya waktu intelektualisme Islam itu mulai redup seiring dengan pemahaman dan budaya taqlid, padahal al-Qur'an banyak memberikan isyarat agar mengkaji semua disiplin ilmu, tidak terbatas ilmu-ilmu agama saja. Hal ini bisa dilihat dari ayat-ayat al-Qur'an yang memerintahkan untuk mengkaji ayat-ayat kauniyah. Dengan demikian pengkajian Islam secara komprehenshif baik ilmu agama maupun umum adalah sebagai Paradigma Pendidikan Islam Humanis atau dengan kata lain memanusiakan manusia sesuai dengan tugas utama manusia sebagai khalifah di muka bumi.Kata kunci : Pendidikan Islam, Paradigma, dan Humanis.2 I Jurnal Tarbawi Vol. II. No. 2. Juli - Desember 2014ABSTRACTOne of the teachings of Islam are oblige to his people to carry out education, because with education, people can get a good lunch and purposeful life. Islamic education as Yusuf Qaradawi (1980: 39) is a fully human education, intellect and heart, spiritual and physical, moral and skills. Because of Islamic education to prepare people to live, either in a safe state and war; and prepare to face the public with all the goodness and wickedness, sweet and bitter. Therefore, education is a human back pemanusiaan (humanization) shape oriented individual who is able to understand the reality itself and the surrounding community and aims to create social change significantly in the life of mankind. One of the contents of the national education goals is to appreciate the reality ofhumanity and the potential that owned learners (human). Islam in its heyday at the center of the study of various disciplines, it is proved by the emergence of Muslim scientists. But as time went on it started to dim Islamic intellectualism as cultural understanding and taqlid, whereas the Koran many signaled that examines all disciplines, not limited only religious sciences. This can be seen from the verses of the Koran were ordered to examine the verses kauniyah. Thus Islam is the comprehensive assessment of both religious and secular sciences is as Islamic Education Paradigm Humanist or in other words humanizing accordance with the main task of man as a vicegerent on earth.Keywords : Islamic education, Paradigm, and Humanist

Page 1 of 1 | Total Record : 7