cover
Contact Name
Darnoto
Contact Email
darnoto@unisnu.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
tarbawi@unisnu.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. jepara,
Jawa tengah
INDONESIA
Tarbawi : Jurnal Pendidikan Islam
ISSN : 20883102     EISSN : 2548415X     DOI : -
Core Subject : Education,
Tarbawi : Jurnal Pendidikan Islam p-ISSN: 2088-3102; e-ISSN: 2548-415X is an journal published by the Faculty of Tarbiyah and Education Science Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara. The journal focuses its scope on the issues of Islamic education. We invite scientists, scholars, researchers, as well as profesionnals in the field of Islamic education to publish their researches in our Journal.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 15, No 1 (2018)" : 7 Documents clear
EVALUASI DAN SUPERVISI PROGRAM PEMBELAJARAN AL-QUR’AN DI SEKOLAH DASAR ISLAM BILINGUAL AN-NISSA SEMARANG Baqiyatush Sholihah
Tarbawi : Jurnal Pendidikan Islam Vol 15, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34001/tarbawi.v15i1.718

Abstract

Banyak sekolah yang memberikan pendidikan al-Qur’an sebagai upayameningkatkan mutu siswa dalam bidang keagamaan. Salah satu sekolahyang memberlakukan program pembelajaran al-Qur’an adalah SekolahDasar Islam Bilingual An-Nissa, yakni Baca Tulis al-Qur’an (BTQ) dan tahfidz (hafalan). Sebagaimana progam-progam pendidikan yang lain,progam tahfidz dan BTQ juga harus dievaluasi dan disupervisi. Evaluasi inidimaksudkan untuk melihat keterlaksanaan dan ketercapaian program,efektivitas dan efisiensinya, menemukan faktor-faktor pendukung danpenghambat program, serta menemukan langkah-langkah supervisisebagai program pembinaan yang komprehensif. Dari evaluasi yangpenulis lakukan dapat disimpulkan beberapa hal. Pertama, keterlaksanaan program yang mencakup pemenuhan standar isi, standar proses, standar tenaga didik, standar sarana prasarana pembelajaran, standar penilaian, dukungan internal dan eksternal masih berada pada level yang rendah sehingga berimbas pada tingkat ketercapaian yang rendah pula. Kedua, pembelajaran yang ada selama ini masih belum efektif dan efisien. Ketiga, faktor-faktor penghambat program tahfidz dan BTQ adalah kurangnya kompetensi profesional guru, kurangnya sarana pembelajaran, kurangnya alokasi waktu, dan juga kurangnya perhatian dari orang tua siswa. Faktor pendukung program adalah kecerdasan siswa yang memadai. Keempat, langkah-langkah yang diambil sebagai bagian dari supervisi adalah dengan mengubah mindset siswa dan guru, memberikan bimbingan pada siswa dan guru secara rutin. Many schools provide Qur'an  education as an effort to improve the qualityof students in the religious field. One of the schools that implements theQur'an learning program is Islamic Bilingual Primary School of An-Nissa.That program is BTQ (reciting and writing al-Quran) and Tahfidz (memorizing al-Qur’an). As with other educational programs, Tahfidz and BTQ programs must also be evaluated and supervised. This evaluation isintended to see the program's implementation and achievement,effectiveness and efficiency, to discover the program's supporting andinhibiting factors, and to find supervisory measures as a comprehensivedevelopment program. From the evaluation conducted by the author couldconclude several things. First, the implementation of the program thatcovering the fulfillment of the content standards, process standards, thestandard of the students, the standard of learning infrastructure facilities,the appraisal standards, internal and external support were still at a low level so that also impacted on the low level of achievement. Second, the existing learning has not been effective and efficient. Third, the inhibiting factors of tahfidz and BTQ programs are the lack of professional competence of teachers, lack of learning tools, lack of time allocation, and also lack of attention from students’ parents. The supporting factor of the program is sufficient student intelligence. Fourth, the steps taken as part of the supervision were to change the mindset of students and teachers and provided guidance to them on a regular basis.
METODE PEMBELAJARAN QIRA’AH PERSEPEKTIF TEORI KOGNITIF SOSIAL ALBERT BANDURA (STUDI KASUS DI SMP MUHAMMADIYAH 2 YOGYAKARTA) Bintang Rosada; Muhammad Afif Amrulloh
Tarbawi : Jurnal Pendidikan Islam Vol 15, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34001/tarbawi.v15i1.719

Abstract

Kemahiran membaca menjadi salah satu komponen dalam keterampilanberbahasa Arab dan menjadi tujuan utama dalam pembelajaran bahasaArab di SMP Muhammadiyah 2 Yogyakarta. Berbagai upaya untukmewujudkan tujuan tersebut telah dilaksanakan, seperti kelengkapansarana prasarana, membaca al-Qur’an sebelum memulai pelajaran danmata pelajaran bahasa Arab masuk dalam intra dan ekstrakurikuler. Akantetapi, kemampuan membaca siswa kelas IX b siswa sekolah tersebutbelum sepenuhnya baik. Berdasarkan fakta tersebut peneliti inginmengetahui implementasi metode pembelajaran qira’ah siswa kelas IX bSMP Muhammadiyah 2 Yogyakarta dengan empat konsep dalam teor ipembelajaran Albert Bandura. Penelitian dilakukan dengan menggunakanpendekatan kualitatif. Sedangkan jenis penelitiannya adalah kualitatif,bersifat deskriptif dalam pembelajaran qira’ah dengan teori kognitif sosialAlbert Bandura. Analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif. Penelitimenggunakan metode pengumpulan data secara triangulasi yangmenggabungkan berbagai teknik pengumpul data. Sedangkan jenispenelitian ini termasuk penelitian lapangan (field research). Hasil daripenelitian ini menunjukkan bahwa implementasi pembelajaran qira’ah dikelas tersebut menggunakan empat konsep pembelajaran teori kognitifsosial Albert Bandura mencakup atensi, retensi, produksi dan motivasi.Penerapan konsep tersebut memberikan dampak terhadap kelancaranpembelajaran qira’ah. Reading skills became one of the components in Arabic skills and becamethe main objective in learning Arabic in SMP Muhammadiyah 2 Yogyakarta. Various efforts to realize these objectives have been implemented, such asthe completeness of infrastructure facilities, reading the Koran beforestarting the lesson and the subjects of Arabic language entered in intra and extracurricular. However, the ability to read students in grade IX b school students is not yet fully good. Based on these facts the researcher wanted to know the implementation of learning method of qira'ah student of class IX b SMP Muhammadiyah 2 Yogyakarta with four concepts in AlbertBandura learning theory. The research was conducted using qualitativeapproach. While the type of research is qualitative, is descriptive in learning qira'ah with social cognitive theory Albert Bandura. The analysis used is descriptive analysis. Researchers used a method of collecting data in triangulation that combines various techniques of data collection. While this type of research including field research (field research). The results of this study indicate that the implementation of learning qira'ah in the class using four concepts of learning social cognitive theory Albert Bandura include attention, retention, production and motivation. Application of the concept has an impact on the smoothness of learning qira'ah.
IMPLEMENTASI KONSEP AT TAWASUTH AHLUS- SUNNAH WAL JAMA'AH DALAM MEMBANGUN KARAKTER ANAK DI TINGKAT SEKOLAH DASAR (STUDI ANALISIS KHITTAH NAHDLATUL ULAMA) Fitrotun Nikmah
Tarbawi : Jurnal Pendidikan Islam Vol 15, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34001/tarbawi.v15i1.720

Abstract

Khittah Nahdlatul Ulama, dijelaskan bahwa jika seseorang mampumenerapkan karakter at-Tawasuth dalam kehidupan nyata sehari-hari,maka akan terwujud beberapa sikap yang mulia. Karakter ini dapatditerapkan diberbagai bidang dalam kehidupan manusia. Penelitian inibertujuan untuk mengetahui; 1). Bagaimana konsep AttawasuthAhlussunnah Wal Jama'ah yang tertera dalam Khittah Nahdlatul Ulama; 2). Bagiamana Implementasi Konsep Attawasuth Ahlussunnah Wal Jama’ahdalam membangun karakter anak. Penelitian ini menggunakan MetodeRiset Perpustakaan (Library research) dengan teknik Analisis DeskriptifKualitatif. Data penelitian yang terkumpul kemudian dianalisis denganmenggunakan pendekatan deduktif dan pendekatan induktif. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa Khittah NU merupakan landasan resmi dankuat bagi warga Nahdlatul Ulama dalam bertindak, bersikap dan mengambil keputusan. Dalam tubuh NU terdapat karakteristik khas warga Nahdlatul Ulama yang menbedakannya dengan warga lain. Dalam mengaktualisasikan karakter At-Tawasut aswaja dalam membangunkarakter anak dapat diterapkan melalui beberapa amaliyah-amaliyah NUyang didalamnya mengandung nilai-nilai keagamaan, moral yang mulia.Amaliyah tersebut diantaranya adalah Khotmil Qu’an, Pengajaran, ZiarahKubur dan pengenalan budaya lainnya. Berdasarkan hasil penelitian inidiharapkan akan menjadi bahan informasi dan masukan bagi paramahasiswa, para tenaga pengajar, para peneliti dan dapat dijadikan rujukan untuk melakukan penelitian selanjutnya. The Khittah of Nahdlatul Ulama is explained that if one is able to apply thecharacter of at-Tawasuth in real life everyday, it will manifest some nobleattitudes. This character can be applied in various fields of human life. This study aims to determine ; 1) How the concept of Attawasuth AhlussunnahWal Jama'ah which is listed in Khittah of Nahdlatul Ulama; 2) How toImplement the Concept of Attawasuth Ahlussunnah Wal Jama'ah indeveloping children’s character. This study uses the Library researchmethode with Qualitative Descriptive Analysis techniques. The researchdata which is collected then analyzed by using deductive approach andinductive approach. The results of research show that the Khittah of NU isthe canonic and fundamental for Nahdlatul Ulama's citizens in acting andmaking decisions. The citizens oh NU have typical characteristics ofNahdlatul Ulama who distingish with other citizens. In actualizing thecharacter of At-Tawasut of aswaja to build the children’s character can beapplied through some behavior in which contain religious values, honorablemoral. Those are reciting holy Qu'an, Teaching, visiting the tomb to prayhuman who has passed away and introduction to other cultural. Based onthe results of this study are expected to become information material andsuggest for the students, the teachers, researchers and can be used as areference to conduct further research.
INTEGRASI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM PEMBELAJARAN DI MADRASAH DINIYAH Abdul Wahid
Tarbawi : Jurnal Pendidikan Islam Vol 15, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34001/tarbawi.v15i1.715

Abstract

Artikel ini ditulis untuk memberikan gambaran tentang pandangankonsepsional pendidikan karakterdalam pembelajaran di madrasah diniyah. Untuk memperoleh data tentang konsep pendidikan karakter penulis melakukan kajian kepustakaan. Madrasah diniyah merupakan sebuah lembaga pendidikan non-formal yangkeberadaannya sangat efektif untuk menambah pengetahuan agama anak didiknya, yang tidak diperoleh di bangku sekolah formal.Tujuan pembelajaran di Madrasah Diniyah bukan hanya pada pengetahuan dan keterampilan teknis (hard skill) saja, akan tetapi juga pada keterampilan mengelola diri dan orang lain (soft skill). Oleh karena itu, menjadi penting dalam pengembangan pendidikan karakter pada lembaga pendidikan madrasah diniyah, sebuah proses yang melibatkan penanaman pengetahuan, kecintaan dan penanaman perilaku kebaikan yang menjadi sebuah pola/kebiasaan. Nilai-nilai karakter yang dipandang ideal dan sangat penting diinternalisasikan ke dalam setiap jiwa peserta didik mencakup nilai-nilai berikut: religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, bersahabat/komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial, dan tanggung jawab. Dalam hal ini, lembaga pendidikan madrasah diniyah harus mendesain proses pembelajaranmulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi pembelajaran pada semua mata pelajaran, sehingga menjadi bagian yang memberikan kontribusi positif terhadap pembinaan sikap/ karakter para peserta didik.
PENINGKATKAN KOMPETENSI GURU SEKOLAH DASAR DALAM MENGIMPLEMENTASIKAN STANDAR PROSES PEMBELAJARAN MELALUI SUPERVISI KOLEGIAL TEKNIK KUNJUNGAN ANTAR KELASWardanaWardana Wardana Wardana
Tarbawi : Jurnal Pendidikan Islam Vol 15, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34001/tarbawi.v15i1.721

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (a) mengetahui peningkatan kompetensi guru dalam mengimplementasikan standar proses pembelajaran danpembelajaran kooperatif kolaboratif dalam rencana pelaksanaanpembelajaran setelah kunjungan antar kelas. (b) mengetahui peningkatankompetensi guru dalam mengimplementasikan standar prosespembelajaran dan pembelajaran pembelajaran koperatif kolaboratif dalampelaksanaan pembelajaran setelah kunjungan antar kelas. Penelitiantindakan ini dilakukan dua siklus, setiap siklus terdiri dari empat tahap, yaitu: perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Sasaran penelitian ini adalah Guru Kelas 5 tahun pelajaran 2016/2017. Dari hasil analisis didapatkan bahwa kompetensi guru dalam mengimplementasikan standar proses pembelajaran dan pembelajaran kooperatfi kolaboratif dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran mengalami peningkatan yaitu siklus I (61,67%), siklus II (75,00%), sedangkan kompetensi guru dalam mengimplementasikan pembelajaran kooperatif kolaboratif dalam Pelaksanaan Pembelajaran mengalami peningkatan yaitu siklus I (65%), siklus II (75,56%). Simpulan dari penelitian ini adalah supervisi kolegial lewat kunjungan antar kelas dapat berpengaruh positif terhadap peningkatan kompetensi guru dalam mengimplementasikan standar proses dan pembelajaran kooperatif kolaboratif dalam rencana pelaksanaan pembelajaran dan pelaksanaan pembelajaran. The aims of this research are: (a) Want to know the improvement of teacher competence in implementing learning process standard and cooperative cooperative learning in learning plan after class visit. (b) Want to know the improvement of teacher competence in implementing learning process standard and cooperative learning cooperative learning in learning implementation after class visit. This action research is conducted two cycles, each cycle consists of four stages, namely: planning, action implementation, observation and reflection. The target of this research is the Class 5 Teachers of the year 2016/2017. From the analysis results obtained that the competence of teachers in implementing learning process standard and cooperative cooperative learning in the Learning Implementation Plan has increased that is cycle I (61.67%), cycle II (75.00%), while teacher competence in implementing cooperative cooperative learning in Implementation of Learning has increased that is cycle I (65%), cycle II (75,56%). The conclusion of this research is that collegial supervision through classroom visits can positively influence the improvement of teacher competence in implementing collaborative cooperative process standard and learning in the implementation plan of learning and implementation of learning.
PERKEMBANGAN KREATIVITAS ANAK TAMAN KANAK-KANAK ( STUDI KOMPARATIF TK SEKAR JEPARA & RA DARUL HIKMAH JEPARA ) Amir Gufron
Tarbawi : Jurnal Pendidikan Islam Vol 15, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34001/tarbawi.v15i1.716

Abstract

Anak kecil didefinisikan sebagai lamanya waktu yang tidak berakhir individu relatif tidak berdaya dan bergantung pada orang lain. Ini memilikikarakteristik yang tercermin dalam nama yang diberikan oleh orang tua,pendidik dan psikolog. Orangtua menganggap bahwa anak usia dinisebagai usia mengandung masalah, - usia sulit, Pendidik percaya bahwamasa kanak-kanak adalah pra-sekolah atau kindergarten usia / RA konsekuensi dari pendidikan yang diberikan kepada anak-anak sangatberbeda dari apa yang dialami di waktu memulai pendidikan formal di kelas (dan seterusnya). Sementara para ahli Psikologi, menggunakan anak-anak usia dengan sejumlah sebutan yang berbeda untuk menggambarkan ciri ciri menonjol psikologi perkembangan anak. Diantaranya adalah "Kelompok Umur", "Menjelajahi Umur" atau "Usia Bertanya", "Usia Setan" orang lain meskipun tidak selalu dalam pikiran juga bahwa anak-anak meniru diberikan, tetapi dengan anak ciptaan bermain dengan caranya sendiri, dan karena itu usia anak-anak juga sering berperan sebagai "Zaman Kreatif" Kreativitas adalah hal yang penting untuk dipelajari perkembangannya, khususnya di taman kanak-kanak yang dikelola oleh RA Dikpora dan dikelola oleh Departemen Agama. Hipotesis kami menunjukkan perbedaan yang signifikan dalam pengembangan kreativitas di taman kanak-kanak dan RA. Dan dengan yakin "Tidak Terbukti / Tidak Signifikan", seperti menambahkan muatan lokal ke dalam struktur materi di bagian taman kanak-kanak Sekar Jepara dan RA Darul Hikmah Penelitian ini menggunakan kombinasi metode penelitian dengan Model Triangulasi Bersamaan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memperoleh informasi tentang perbandingan anak TK & Kreativitas Kreativitas RA, Strategi dan Hasil pengembangannya serta faktor pendukung dan penghambat perkembangan kreativitas anak '. Peneliti lebih lanjut Ingin memberikan umpan balik yang tepat kepada para manajer dan guru (fasilitator), agar anak bisa Kreativitas berkembang lebih baik. Jadi mari kita angkat semua "lebih Memahami dan Memahami, kemudian lanjutkan berlatih dengan tulus dan tulus, hasilnya pasti memuaskan". Young children is defined as the length of time that does not end - theindividual is relatively powerless and dependent on others. It has acharacteristic that is reflected in the name given by parents , educators andpsychologists . Parents assume that early childhood as the age ofcontaining the problem , - the age is difficult , Educators believe thatchildhood is a pre-school or kindergarten age / RA - a consequence ofeducation provided to children is very different from what was experiencedat the time of start formal education in the classroom (and beyond). Whileexperts Psychology, using age children with a number of different designations to describe the salient features of developmental childpsychology . Among them is the "Age Group", "Exploring Age" or "Age Ask", "Age Impersonate" others - though not always in mind also that childrenimitate granted, but with the creation child plays in his own way , andtherefore age children are also often serve as the " Creative Age’. Creativity is what is important to study its development , particularly in kindergarten managed by RA Dikpora and managed by the Ministry of Religious Affairs. Our hypothesis showed significant differences in the development of creativity in kindergarten and RA. And with the assured " Not Proven / Not Significant", such as adding both local charge into the structure of matter in the kindergarten section Sekar Jepara and RA Darul Hikmah. This study uses a combination of research methods with the Model Concurrent Triangulation. The results of this study are expected to obtain information about the comparison of kindergarten children & Creativity Creativity RA, Strategy and Its Development results and factors supporting and inhibiting the development of children's creativity. Further researchers want to give appropriate feedback to the managers and teachers (facilitators), so that the child could Creativity develop better. So let's raise all that " more Understand and Understand, then resume practicing with earnestness and sincerity, the results are definitely satisfactory"
PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER DENGAN QASHASH AL-QUR’AN Ana Rahmawati; Ali As'ad
Tarbawi : Jurnal Pendidikan Islam Vol 15, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34001/tarbawi.v15i1.722

Abstract

Allah SWT. telah menyediakan obat bagi berbagai penyakit yang terjadi dimasyarakat, begitu pula dengan penyakit sosial yang sedang menjangkit di negara kita yaitu krisis moral yang terjadi dikalangan masyarakat kita saat ini. Bisa saja hal ini terjadi karena generasi saat ini kurang figuratau tokoh yang cocok untuk dijadikan teladan atau panutan. Mereka banyakmengidolakan artis yang belum tentu dapat memberikan teladan yang baik bagi mereka. Ini terjadi mungkin karena kurangnya pengetahuan mereka tentang tokoh-tokoh Islam yang patut dijadikan teladan. Pemerintah saat ini telah mengeluarkan perpres penguatan pendidikan karakter yang bertujuan agar anak Indonesia tidak hanya cerdas namun juga berkarakter yang baik. Sifat mandiri, jujur, disiplin, tanggung jawab harus dimiliki oleh bangsa ini, agar menjadi bangsa yang unggul. Karena kecerdasan tanpa dibarengi dengan karakter yang baik akan semakin memperburuk keadaan negara. Sebagai umat Islam hendaknya kita kembalikan permasalahan yang serius ini kepada agama. Allah Swt. telah menjelaskan dalam surat Yusuf ayat 3, bahwa kisah-kisah dalam al-Qur’an mengandung nilai paedagogis yang sangat penting diketahui oleh peserta didik. Dengan mengembangkan metode cerita dan media yang dipakai adalah qashash al -Qur’an telah terbukti efektif mampu memberi kesan yang mendalam bagi pembaca maupun pendengarnya. Kisah-kisah dalam al-Qur’an juga sangat cocok untuk seluruh jenjang usia, maka diharapkan metode cerita  dengan qashash al-Qur’an ini dapat diterapkan keseluruh jenjang pendidikan. Sehingga mampu mengatasi krisis moral yang dialami bangsa kita sekarang ini. Allah SWT. has provided various forms for various problems that occur insociety, as well as the social conditions that are in our country that is themoral crisis that occurs in our society today. This could happen becausethere are no suitable figures to be role models or role models. They idolizeartists who may not be able to set a good example for them. This is due to their lack of knowledge about Islamic figures who are modeled as women. Currently, Perpres has been incorporated with character education intended to make Indonesian children not only smart but also good character. Self reliance, honest, discipline, responsibility must be owned by this nation, in order to become a superior nation. Because intelligence without accompanied by a good character will further aggravate the state of the state. If we want Islam, we will put this serious thing seriously on religion. Allah SWT. has explained in the letter of Joseph verse 3, that the stories in the Qur'an contain paedagogical values that are very important View by learners. By using the story and media method used is qashash al-Qur'an has proven effective to give a very impression for the reader and the listener. Stories in the Qur'an are also very suitable for all levels of time, it is expected that the method of story with qashash al-Qur'an can apply to all levels of education. But able to overcome the moral crisis that occurs at this time.

Page 1 of 1 | Total Record : 7