cover
Contact Name
Rinto Manurung
Contact Email
pedontropika@untan.ac.id
Phone
+6285249321249
Journal Mail Official
pedontropika@untan.ac.id
Editorial Address
Jl. Jendral Ahmad Yani Pontianak. Telp. (0561) 740191 Fax (0561) 740191
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Ilmu Tanah dan Sumber Daya Lahan
ISSN : 2443101X     EISSN : 25799800     DOI : https://10.26418/pedontropika
Core Subject : Agriculture,
Research and study in soil science and other fields related, include : Soil physics and conservation Soil chemistry and fertility, Soil biology and biotechnology Clay mineralogy Plant nutrient Pedogenesis Geology and Mineralogy Soil survey and classification Soil reclamation and remediation Soil and Water Quality
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2016)" : 6 Documents clear
PENANGKAPAN GAS METANA DI LAHAN RAWA GAMBUT UNTUK MENCEGAH KEBAKARAN HUTAN DAN ENERGI TERBARUKAN DI KALIMANTAN BARAT Muhammad Hatta; Sulakhudin Sulakhudin
Pedontropika : Jurnal Ilmu Tanah dan Sumber Daya Lahan Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Soil Science Department, Faculty of Agriculture, Tanjungpura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.955 KB) | DOI: 10.26418/pedontropika.v2i1.15694

Abstract

Lahan gambut tropical memainkan peraran penting dalam siklus C global sebagai sumber lebih dari 70 Gt karbon. Jumlah karbon yang sangat besar menjadikan lahan gambut tropical sebagai sumber utama gas metana (CH4) atmosfer. Emisi CH4 dari lahan gambut sebesar 100 sampai 231 Tg CH4 per tahun. CH4 dalam gas dapat diperbaiki dan digunakan sebagai sumber energy. Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi keberadaan dan potensi gas methan untuk mencegah kebakaran hutan pada lahan gambut berkaitan dengan sumber energy yang dapat diperbaharui. Penelitian dilakukan di Desa Sepuk Laut, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat. Gas metana ditangkap dengan menggunakan perangkap keramik berbahan bakar pada temperature 1050 oC. Gas metana di Desa Sepuk Laut yang dekat dengan sungai bulan merupakan emisi yang lebih besar. Penggunaan gas metana sebagai energy yang dapat diperbaharui untuk menurunkan penghangatan global dan kebakaran di hutan rawa gambut. Penggunaan gas metana sebaiknya tidak menyebabkan kerusakan dan pencemaran lingkungan. Keyword: energi yang dapat diperbaharui, lahan gambut, metana, penghangatan global
UJI EFEKTIVITAS BEBERAPA JENIS ARANG AKTIF DAN NAUNGAN PADA TANAMAN SAWI PAHIT MENGGUNAKAN TANAH LAHAN BEKAS PENAMBANGAN EMAS Uray Edi Suryadi; Dwi Raharjo; Elly Mustamir
Pedontropika : Jurnal Ilmu Tanah dan Sumber Daya Lahan Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Soil Science Department, Faculty of Agriculture, Tanjungpura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.958 KB) | DOI: 10.26418/pedontropika.v2i1.15690

Abstract

This study aims to determine the effect of shade and effectiveness of active charcoal derived from the raw material of palm shells and rice husks to absorb heavy metals Hg and Cu in bitter mustard / Chinese mustard plants (Brassicacea juncea). The mustard bitter in polybags with planting medium on the ex gold mining soils. The study design using split plot design, with the main plot factors are the type of the palm shells active charcoal (A1), and the rice husk active charcoal (A2). As a subplot factors are shade, that using shading net, consisting of 50% shade (P1), shade 60% (P2) and a shade 75% (P3). The results showed that the combination of 50% shade and active charcoal from shell palm oil can help the absorption of Cu and Hg at 0.92 ppm Cu and 5.11 ppb Hg in bitter mustard plant roots, as well as 0.42 ppm Cu and 2.96 ppb Hg on its leaves. The combination of 60% shade and activated charcoal from rice husk can help the absorption of Cu and Hg 0.67 ppm Cu and 4.11 ppb Hg in bitter mustard plant roots, as well as 0.23 ppm Cu and 4.09 ppb Hg on its leaves. Whereas 70% shade combinations and active charcoal from rice husk can help the absorption of Cu and Hg 0.57 ppm Cu and 4.89 ppb Hg in bitter mustard plant roots, as well as 0.13 ppm Cu and 4.75 ppb Hg on its leaves.Keywords : active charcoal, bitter mustard, Cu, ex PETI soil, Hg, shade
FORMULASI AMELIORAN LUMPUR LAUT DAN LIMBAH IKAN ASIN UNTUK PENINGKATAN PRODUKTIVITAS TIGA SATUAN PETA TANAH DI LAHAN GAMBUT Denah Suswati; Bambang Hendro; Dja’far Shiddieq; Didik Indradewa
Pedontropika : Jurnal Ilmu Tanah dan Sumber Daya Lahan Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Soil Science Department, Faculty of Agriculture, Tanjungpura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (471.485 KB) | DOI: 10.26418/pedontropika.v2i1.15696

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan formulasi amelioran lumpur laut dan limbah ikan asin pada tiga Satuan Peta Tanah (SPT) yang terdiri dari SPT 1 (Typic Haplohemist), SPT 3 (Typic Sulfisaprist) dan SPT 4 (Typic Haplosaprist) berdasarkan faktor pembatas pH, DHL (Daya Hantar Listrik) dan ESP (Exchangeable Sodium Percentage) di lahan gambut Rasau Jaya III, Kecamatan Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Penelitian dilaksanakan di rumah kaca dengan 2 faktor perlakuan yaitu faktor takaran lumpur laut 5 taraf dan faktor takaran limbah ikan asin 4 taraf dan diulang sebanyak 3 kali pada setiap SPT. Analisis tanah sesuai variabel pengamatan dilakukan setelah inkubasi (3 minggu setelah perlakuan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan nilai pH sekitar 5.5; nilai DHL 0-4 dS.m-1 dan nilai ESP < 15 %, maka perlakuan tanpa lumpur laut dan lumpur laut 20 ton ha-1 dapat dikombinasikan dengan limbah ikan asin sampai pada takaran 4 ton ha-1 pada setiap SPT. Pemberian lumpur laut 40 ton ha-1 dan 60 ton ha-1 dapat dikombinasikan dengan limbah ikan asin  pada takaran 2 ton ha-1 pada setiap SPT, sedangkan pemberian lumpur laut 80 ton ha-1 tanpa limbah ikan asin hanya dapat diberikan pada SPT 4 (Typic Haplosaprist). Kata kunci : lahan gambut, limbah ikan asin,  lumpur laut, Satuan Peta Tanah
SURVEY LAHAN UNTUK KONSERVASI TANAH DAN AIR BERBASISKAN TANAMAN KAKAO DI NAGARI SUNDATAR KABUPATEN PASAMAN SUMATERA BARAT Aprisal Aprisal
Pedontropika : Jurnal Ilmu Tanah dan Sumber Daya Lahan Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Soil Science Department, Faculty of Agriculture, Tanjungpura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.695 KB) | DOI: 10.26418/pedontropika.v2i1.15691

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mengevaluasi kesesuaian lahan untuk pengembangan kakao rakyat yang berbasiskan konservasi tanah. Metode penelitian adalah metode suvai.  Contoh tanah diambil secara purposive random sampling di masing-masing satuan lahan. Contoh tanah utuh untuk analisis sifat fisika tanah. Sedangkan contoh tanah terganggu untuk analisis sifat kimia tanah.  Disamping itu, data iklim diambil dari kantor cabang dinas pertanian Pasaman. Data dari hasil survai tanah dan iklim disusun dengan sedemikian rupa kemudian di cocokan (matching) dengan kebutuhan dari syarat tumbuh dari tanaman kakao. Hasil dari mencocokan atara data lahan dengan syarat tumbuh dari tanaman kakao didapatkan tingkat kesesuaian lahan. Kelas kesesuaian lahan aktual  dilokasi penelitian nagari Sundatar Lubuk Sikaping Pasaman ini adalah termasuk kesesuaian marginal (S3) karena faktor pembatas curah hujan yang tinggi yakni 3251 mm/tahun dan kestersedian hara yang rendah. Disamping itu sebagai masukan perlu dilakukan penambahan bahan organik dan pupuk buatan. Pada lahan yang landai sampai agak curam penerapan kaedah konservasi dengan penanaman multistrata sangat perlu untuk mencegah erosi. Kesesuaian lahan potensialnya adalah S3. Key word: kakao, kesesuaian lahan, konservasi.
STUDI PERBANDINGAN PENGUKURAN KONDUKTIVITAS HIDROLIKA JENUH PADA TANAMAN SAWAH BERIRIGASI Tino Orciny Chandra
Pedontropika : Jurnal Ilmu Tanah dan Sumber Daya Lahan Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Soil Science Department, Faculty of Agriculture, Tanjungpura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (56.516 KB) | DOI: 10.26418/pedontropika.v2i1.15692

Abstract

Kemampuan tanah melewatkan air disebut permeabilitas dan nilai numeriknya dinyatakan sebagai konduktivitas hidrolika.  Konduktivitas hidrolika jenuh dapat diukur dengan metode sampel tanah utuh dan metode tekstur tanah.  Hasil pengukuran dari dua metode tersebut dibandingkan besarnya secara statistik dengan Uji-t Student pada tingkat kepercayaan 95%. Pada tanah sawah beririgasi, struktur dan tekstur tanah serta bidang batas antara horizon-horizon termasuk kemungkinan adanya lapisan tapak bajak secara keseluruhannya berhubungan dengan kemampuan tanah untuk melewatkan air.  Porositas berpengaruh pada bobot isi dan secara langsung mempengaruhi konduktivitas hidrolika jenuhnya.  Hasilnya menunjukkan konduktivitas hidrolika jenuh yang diukut dengan metode sample tanah utuh nilainya lebih besar dibandingkan dengan hasil pengukuran metode tekstur tanah dan secara statistik berbeda nyata. Sampel tanah utuh menggambarkan kondisi tanah yang alami, tetapi sulit sampel tanahnya terhindarkan dari getaran-getaran, adanya batu/kerikil, akar/sisa tanaman dan bahan-bahan kasar lainnya serta lubang-lubang kecil bekas jalan serangga/hewan kecil yang ikut terambil dalam sampel tanahnya.  Sedangkan pengukuran dengan metode tekstur tanah pendekatannya hanya berdasarkan fraksi liat, debu dan pasir, tetapi pengambilan sampel tanahnya mudah dilakukan. Kata kunci : bobot isi, konduktivitas hidrolika, porositas
KEANEKARAGAMAN FUNGI EKTOMIKORIZA PADA VEGETASI YANG BERBEDA DI AREAL PERKEBUNAN GAHARU Suci, Urai
PedonTropika Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : PedonTropika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.256 KB)

Abstract

Penelitian  ini bertujuan memperoleh banyak genus fungi  ektomikoriza yang indegenous pada lahan perkebunan rakyat di Desa Maringin Jaya, Kecamatan Parindu, Kabupaten Sanggau. memperoleh genus  fungi ektomikoriza yang sangat efektif untuk  pertumbuhan dan pengembangan tanaman gaharu di Kalimantan Barat dan melakukan  perbanyakan terhadap genus ektomikoriza tersebut. Pengambilan contoh tanah rhizosfir dan akar anakan alam gaharu dilakukan di hutan gaharu rakyat Desa Maringin Jaya. Pengamatan infeksi fungi ektomikoriza pada akar anakan alam gaharu dan identifikasi sporanya dilakukan di Laboratorium Biologi Fakultas Pertanian UNTAN selama 6 bulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Keanekaragaman mikoriza di 6 tegakan terdapat perbedaan yang nyata, dimana populasi yang ditemukan dari ke 6 tegakan tersebut berbeda, (2) Dari hasil  pengamatan yang telah dilakukan di peroleh 3 jenis genus yaitu Glomus dengan 4 tipe spora, Acaulospora dengan 4 tipe spora dan Gigaspora  dengan 1 tipe spora, (3) Dari hasil penelitian populasi mikoriza menunjukkan populasi mikoriza terbanyak  pada tegakan rumput gajah yaitu sebanyak 3032 spora, sedangkan yang paling sedikit terdapat pada tegakan kelapa yaitu sebanyak 416 spora dengan jumlah jenisnya sama yaitu 9 species, (4) Index Keanekaragaman tertinggi terlihat pada tegakan rumput gajah   yaitu 1,917   sedangkan Index Keanekaragaman terendah pada tegakan kelapa yaitu 1,417,  (5) Index Kemerataan Jenis tertinggi  terdapat pada tegakan rumput gajah yaitu 0,692  sedangkan Index  Kemerataan Jenis terendah  terdapat pada sampel tanah pada     tegakan kelapa yaitu 0,645. (6) Spora mikoriza yang dominan ditemukan dari 6 tegakan pada lahan perkebunan  gaharu rakyat adalah  jenis Glomus sp 3,  (7) Perbedaan tipe pemanfaatan lahan (tegakan) menyebabkan perbedaan kondisi lahan yang diakibatkan oleh perbedaan kegiatan pengelolaan lahan sehingga  mempengaruhi keberadaan mikoriza pada lahan tersebut. Kata kunci : ektomikoriza, fungi, gaharu

Page 1 of 1 | Total Record : 6