cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sintang,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan: Wawasan Kesehatan
ISSN : 20874995     EISSN : 25984004     DOI : -
Core Subject : Health, Social,
Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan: Wawasan Kesehatan merupakan berkala ilmiah bidang kesehatan yang diterbikan dua kali setahun pada bulan Januari dan Juli oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKes Kapuas Raya Sintang. Artikel tersebut berisi hasil penelitian bidang kesehatan yang telah dilakukan dan belum pernah dipublikasikan di media apapun dan terkait dengan ilmu kesehatan masyarakat, kebidanan, perekam dan informasi kesehatan terdiri dari epidemiologi, kebijakan dan administrasi kesehatan, sistem informasi kesehatan, biostatistik, promosi kesehatan, kesehatan ibu dan anak, kesehatan lingkungan, keselamatan dan kesehatan kerja, keluarga berencana, kesehatan reproduksi dan HIV/AIDS guna menginspirasi dan memberi manfaat bagi masyarakat luas.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue " Vol 4, No 2 (2018)" : 10 Documents clear
PERSEPSI KUNJUNGAN PASIEN LUAR DI LABORATORIUM RSU PKU MUHAMMADIYAH BANTUL Wahyuningsih, Risa
Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan: Wawasan Kesehatan Vol 4, No 2 (2018)
Publisher : STIKes Kapuas Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Bantul adalah rumah sakit swasta yang berkembang di wilayah kota Bantul, memiliki Instalasi Laboratorium. Data kunjungan pelanggan terjadi peningkatan yaitu dari pasien rawat inap, pasien rawat jalan dan pasien luar pada tahun 2008 sampai tahun 2011. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran persepsi dengan kunjungan pasien luar di Laboratorium RS. PKU Muhammadiyah Bantul. Penelitian dengan metode kuantitatif deskriptif. Populasi penelitian ini adalah semua pasien luar di Instalasi Laboratorium RS.PKU Muhammadiyah Bantul, menggunakan metode total sampling untuk pemilihan sampel pasien. Teknik pengumpulan data adalah dengan kuesioner dan dokumentasi. Skala pengukuran mengunakan skala likert. Hasil analisis deskriptif penelitian adalah faktor yang berhubungan dan berkategori baik dengan kunjungan pasien luar di Laboratorium RSU PKU Muhammadiyah Bantul adalah dimensi kualitas secara umum, lokasi, pesaing, dan pelanggan dengan rentang nilai rata-rata 2,75 sampai dengan 3,61, sedangkan pemasaran belum termasuk kategori baik karena memiliki nilai rata-rata 2,43. Kunjungan pasien luar di laboratorium RSU PKU Muhammadiyah Bantul merupakan dari pelanggan lama dan rujukan atas permintaan sendiri berdasarkan karakteristik responden. Dimensi kualitas yang terdiri dari bukti fisik, kehandalan, daya tanggap, jaminan dan empati sudah dilakukan dengan baik. Untuk lokasi sudah dilaksanakan dengan sangat baik, daya saing sudah diterapkan dan pasien luar sudah termasuk kategori pelanggan yang bermutu istimewa. Sedangkan pemasaran belum dilaksanakan dengan baik dalam hubungannya dengan kunjungan pasien luar di Laboratorium RSU PKU Muhammadiyah Bantul.
FAKTOR PEKERJAAN DAN JARAK TEMPAT TINGGAL TERHADAP KEPUASAN PASIEN DI PUSKESMAS KOTA BANJARMASIN Rizal, Achmad; Juliansyah, Elvi
Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan: Wawasan Kesehatan Vol 4, No 2 (2018)
Publisher : STIKes Kapuas Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring dengan meningkatnya keadaan sosial masyarakat semakin sadar akan kualitas, maka diperlukan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan yang berorientasi pada kepuasan pasien,setiap pasien menilai Puskesmas sebagai badan usaha yang bergerak di bidang jasa khususnya di bidang pelayanan kesehatan, dituntut untuk dapat menciptakan dan memberikan pelayanan kesehatan secara maksimal, selain memberikan pelayanan Puskesmas juga dituntut untuk meningkatkan kualitas kinerja dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kepuasan pasien di Puskesmas Kota Banjarmasin antara 5 dimensi kepuasan pelayanan kesehatan dengan variabel pekerjaan dan jarak tempat tinggal pasien, Rancangan penelitian ini adalah cross sectional study. sampel yang diteliti sebanyak 84 responden. Data dianalisis dengan statistik univariat dan bivariat menggunakan uji chi square dengan nilai 0,05. Hasil Analisis pasien yang menyatakan ketidakpuasan 57 responden (67,9%) dan terdapat hubungan  antara antara kepuasan pasien dengan pekerjaan  (p value : 0,032) dan jarak tempat tinggal pasien (p value : 0,044), untuk meningkatkan kepuasan pasien terhadap pelayanan kesehatan di Puskesmas, petugas kesehatan diharapkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan diantaranya lebih cepat tanggap dan menjalankan pekerjaan sesuai dengan kompetnesi yang dimiliki terutama  pada pasien yang sudah bekerja dan pada pasien yang jarak tempat tinggalnya jauh.
EFEKTIVITAS PERINGATAN BAHAYA MEROKOK BERGAMBAR PADA MOTIVASI BERHENTI MEROKOK (Systematic Review) Mutaqin, Zeni Zaenal
Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan: Wawasan Kesehatan Vol 4, No 2 (2018)
Publisher : STIKes Kapuas Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Merokok menjadi faktor risiko penyakit kronis dan mematikan di dunia. Hampir enam juta orang meninggal setiap tahun akibat rokok. Kebijakan tentang peringatan bahaya rokok (PKB) dilaksanakan di Indonesia tahun 2014. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh peringatan bahaya rokok bergambar terhadap motivasi merokok. Metode penelitian adalah systematic review. Sumber data berasal dari literatur yang diperoleh melalui internet. Bentuk literatur berupa jurnal internasional, jurnal nasional, dan skripsi. Jurnal internasional didapatkan melaui Pubmed sementara jurnal nasional dan skripsi didapatkan melalui google scholar yang diunduh tanggal 6 April – 1 Juni 2016. Didapatkan jumlah penelitian sebanyak 182 artikel, berdasarkan identifikasi terdapat 98 artikel yang sesuai. Setelah dilakukan identifikasi sesuai kriteria inklusi diperoleh 14 artikel untuk di- review.  Metolologi penelitian yang digunakan untuk mengetahui  pengaruh PKB terhadap motivasi berhenti merokok mayoritas menggunakan metodologi penelitian kuantitatif. Terdapat satu penelitian yang menyatakan tidak terdapat pengaruh PKB terhadap motivasi berhenti merokok. Metodologi penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Peringatan bahaya rokok bergambar berpengaruh terhadap motivasi berhenti merokok. Motivasi berhenti merokok ditimbulkan karena adanya rasa takut akibat peringatan kesehatan bergambar yang menyeramkan.
TELAAH KRITIS TERHADAP DOKUMEN CLINICAL PATHWAY STROKE ISKEMIK DAN ACUTE MYOCARD INFARK DI RUMAH SAKIT BETHESDA YOGYAKARTA Pinzon, Rizaldy Taslim
Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan: Wawasan Kesehatan Vol 4, No 2 (2018)
Publisher : STIKes Kapuas Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perbaikan kualitas dan efektifitas perawatan mejadi salah satu prioritas di bidang kesehatan. Rumah sakit maupun dokter menyusun ‘variabel terukur’ dengan hasil yang relevan terhadap kefektifan perawatan pasien.  Clinical Pathway adalah alat yang digunakan untuk perawatan berdasarkan evidence yang di implementasikan secara internasional sejak tahun 1980an. Clinical Pathway dapat diuji kevalidan dan kesahihannya berdasarkan Integrated Clinical Pathway Appraissal Tools (ICPAT). Melalui penelitian ini Clinical Pathway Stroke Iskemik dan Acute Myocard Infarct di RS Bethesda Yogyakarta akan ditelaah baik dari segi dokumen serta strukturnya apakah telah sesuai dengan standar yang diakui secara internasional. Penelitian ini merupakan studi deskriptif evaluatif dengan melihat clinical pathway dan di telaah berdasarkan instrumen ICPAT. Dokumen Clinical Pathway Stroke Iskemik dan Acute Myocard Infarct di RS Bethesda akan dilihat melalui dua dimensi ICPAT yaitu Dimensi 1 dan 2. Dimensi 1 pada instrument ICPAT seluruhnya terdapat (terjawab ya) dalam Clinical Pathway Stroke Iskemik RS Bethesda, namun pada dimensi 2 ada beberapa aspek yang masih belum ada atau belum jelas, yaitu keterlibatan pasien dalam clinical pathway, instruksi penggunaan serta beberapa hal tertulis yang menjadi penilaian dalam instrument ICPAT. Sedangkan pada Clinical Pathway Acute Myocard Infark. Berdasarkan instrument ICPAT dokumen ini memang benar adalah sebuah clinical pathway yang baik, namun masih dibutuhkan revisi dan perbaikan untuk menjadikan Clinical Pathway ini sesuai dengan standar ICPAT. 
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN UPAYA PENCEGAHAN HIV SAAT PRAKTIKUM PADA MAHASISWA Pebrianti, Denny
Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan: Wawasan Kesehatan Vol 4, No 2 (2018)
Publisher : STIKes Kapuas Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mahasiswa kebidanan merupakan kelompok risiko tinggi penularan HIV karena merupakan calon tenaga kesehatan yang berhubungan langsung dengan cairan darah dan cairan vagina wanita dalam pemberian pelayanan kebidanan pada saat pelaksanaan praktek lapangan.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan upaya pencegahan HIV saat praktikum pada mahasiswa di Akademi Kebidanan Panca Bhakti Pontianak Tahun 2015. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik yang menggunakan desain penelitian Cross Sectional. Penelitian ini dilaksanakan  pada bulan Januari sampai bulan April 2015, penelitian ini dilaksanakan di Akademi Kebidanan Panca Bhakti Pontianak. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 100 sampel, pengumpulan data menggunakan kuisioner. Teknik analisis data menggunakan  univariat, bivariat dengan variabel penelitian diuji mengunakan Uji Chi Square dengan derajat ketepatan 95% (α=0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara pengetahuan dan sikap responden  dengan upaya pencegahan HIV. Berdasarkan hasil penelitian tersebut maka disarankan bagi dosen Akademi Kebidanan Panca Bhakti Pontianak untuk melengkapi sarana pada laboratorium yang mendukung terhadap pencegahan HIV agar mahasiswa dapat mencontoh dengan baik dan benar penggunaan APD baik pada saat praktikum di laboratorium maupun praktikum langsung pertolongan persalinan.
PENGUKURAN EMPAT FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KUALITAS HIDUP PADA BURUH PEREMPUAN Kurniati, Paskalia Tri
Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan: Wawasan Kesehatan Vol 4, No 2 (2018)
Publisher : STIKes Kapuas Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Buruh perempuan memegang peranan penting dalam pembangunan sumber daya manusia dan sektor industri di Indonesia. Banyaknya peran dan tanggung jawab perempuan berdampak terhadap tingkat kualitas hidupnya. Sehingga perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui pengaruh langsung dan tidak langsung serta besarannya fungsi keluarga, lingkungan kerja, gaya hidup, dan status kesehatan terhadap kualitas hidup buruh perempuan di PT Pratama Abadi Industri Tahun 2017. Metode penelitian yaitu kuantitatif dengan desain cross-sectional dan 120 orang buruh perempuan sebagai responden pada divisi Manufacturing Product. Metode analisis menggunakan Structural Equation Model (SEM). Hasil pengujian hipotesis yaitu variabel kualitas hidup perempuan di PT Pratama Abadi Industri Tahun 2017 dipengaruhi oleh fungsi keluarga (16%), lingkungan kerja (26,8%), gaya hidup (10,62%) dan status kesehatan (28,13%). Pengaruh langsung sebesar 81,6%. Besaran variabel tidak langsung yaitu fungsi keluarga (0,008%), lingkungan kerja (0,006%), gaya hidup (0,002%), dan status kesehatan (0,000%). Total pengaruh langsung dan tidak langsung sebesar 83.16%. Model hasil analisis dapat menjelaskan 99,1% keragaman data dan mampu mengkaji fenomena dalam penelitian, sedangkan 0,9% dijelaskan komponen lain. Kesimpulannya status kesehatan lebih berpengaruh terhadap kualitas hidup buruh perempuan. Saran penelitian sebaiknya buruh perempuan melakukan pola hidup sehat, menggunakan alat perlindungan diri dengan baik, memanfaatkan waktu bersama keluarga dalam upaya peningkatan kualitas hidup.
ENVIRONMENTAL HEALTH DIFFERENCES IN MODERATOR BY FOREST AREA AND HEALTH SUPPLIERS IN SOLOK DISTRICT Afid, Muhammad
Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan: Wawasan Kesehatan Vol 4, No 2 (2018)
Publisher : STIKes Kapuas Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Environmental Health Risk Assessment with a view primary data on sanitation and hygiene at the Nagari level. The purpose of this research is to see the difference of environmental health is moderated by forest area and health worker. The research method used quantitatively with Export Factor and the number of samples as much as 74 nagari. The results of the test for the forest area of Thitung 0.336> 0.05 Ttable indicate areas adjacent to the forest area, have a better environmental health level or strata region with lower sanitary risk, with the area that is not adjacent to the forest area. And The Result Annova Ftable > FHitung (3.130> 0.592) the average number of healthcare workers on the same regional jurisdiction (there is no difference) means that the number of health workers is large, sufficient and little has no effect on the strata of the area at risk of sanitation, so it can be said, more health workers do not affect the level of better or worse environmental health. The need for increased socialization and activities related directly to local people or communities in order to increase public awareness and awareness of the health and environmental sustainability.
PENGETAHUAN IBU TENTANG AKTIVITAS HUBUNGAN SEKSUAL PADA MASA MENOPAUSE Shanty, Elvika Fit Ari
Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan: Wawasan Kesehatan Vol 4, No 2 (2018)
Publisher : STIKes Kapuas Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menopause merupakan masa yang kritis dalam kehidupan wanita yang umumnya dimulai pada usia antara 45-55 tahun. Perubahan fisik yang terjadi seperti penurunan hormon dapat menyebabkan jaringan vagina kering dan tipis saat melakukan hubungan seksual sehingga ibu merasa sakit dan tidak nyaman saat bersenggama. Perubahan lain seperti psikologis akan mempengaruhi kecemasan pada wanita menopause dalam melakukan aktivitas hubungan seksual. Di dapatkan 5 (9,25%) dari 10 wanita menopause mengatakan sering menolak ketika diajak berhubungan seksual karena malu dan terjadi penurunan gairah seksual serta merasakan nyeri saat bersenggama. Diketahuinya tingkat pengetahuan ibu tentang aktivitas hubungan seksual pada masa menopause . Metode penelitian deskriptif pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel dengan metode Purposive Sampling 38 responden. Alat Pengumpulan data dengan kuesioner, dan analisa data menggunakan analisis univariate.Tingkat pengetahuan tentang aktivitas hubungan seksual  dalam kategori cukup sebanyak 24 orang (63,2%), pengertian menopause dalam aktivitas hubungan seksual dalam kategori baik sebanyak 25 responden (65,8%), frekuensi aktivitas hubungan seksual dalam kategori cukup sebanyak 18 responden (47,4%), penyebab perubahan aktivitas seksual dalam kategori kurang sebanyak 27 responden (71,1%), faktor-faktor yang mempengaruhi aktivitas hubungan seksual dalam kategori cukup sebanyak 28 responden (73,7%), cara mengatasi keluhan aktivitas hubungan seksual dalam kategori baik sebanyak 15 responden (39,5). Hasil penelitian didapatkan gambaran mengenai tingkat pengetahuan ibu tentang aktivitas hubungan seksual pada masa menopause dalam kategori cukup yaitu sebanyak 24 orang (63,2%) dari 38 responden.
EFEK PROGRAM KELUARGA HARAPAN (PKH) UNTUK MENINGKATKAN ANTENATAL CARE DAN PERENCANAAN PENOLONG PERSALINAN Nurkhalim, Ratna Frenty
Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan: Wawasan Kesehatan Vol 4, No 2 (2018)
Publisher : STIKes Kapuas Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

MDG’s kini telah selesai dengan menyisakan permasalahan kematian ibu yang belum juga tertuntaskan. Angka Kematian Ibu (AKI) dalam SDKI 2012 justru meningkat 3 kali lipat dari angka yang ingin ditekan, padahal  upaya kesehatan ibu meningkat cakupannya dalam 5 tahun terakhir. Program Keluarga Harapan (PKH) adalah salah satu program dari pemerintah yang mengintervensi aspek kesehatan ibu melalui pemeriksaan kehamilan atau Antenatal Care (ANC) pada pesertanya yang hamil, sehingga diharapkan ibu tersebut memilih petugas kesehatan terlatih untuk menolong persalinannya. Tujuan penelitian ini untuk melihat apakah PKH memberikan pengaruh pada peningkatan jumlah pemeriksaan ANC dan perencanaan penolong persalinan oleh tenaga kesehatan terlatih dibandingkan sebelum program ini dijalankan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan rancangan Kohort Retrospektif. Penilitian ini melibatkan ibu-ibu penerima manfaat PKH di Kecamatan Tanjunganom Kabupaten Nganjuk dengan jumlah sampel 161 orang. Pengumpulan data  menggunakan kuesioner yang diadaptasi dari SDKI 2012 dan buku KIA peserta PKH sedangkan analisis data menggunakan uji Chi-square. Hasil uji Chi-square menunjukkan bahwa baik variabel perencanaan penolong persalinan maupun jumlah ANC signifikansinya >0,05 (0,887 dan 0,984). Ini berarti tidak ada perbedaan yang berarti pada proporsi ibu yang menerima dan tidak menerima bantuan PKH saat hamil dalam  melakukan pemeriksaan ANC lebih dari 4 kali dan merencanakan penolong persalinannya. Kesimpulannya, Program PKH tidak memberikan dampak berarti pada peningkatan jumlah pemeriksaan ANC dan perencanaan penolong persalinan di Kecamatan Tanjunganom, Nganjuk.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA IBU HAMIL TRIMESTER III Jumaiza, Jumaiza; Elvira, Devi; Panjaitan, Arip Ambulan
Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan: Wawasan Kesehatan Vol 4, No 2 (2018)
Publisher : STIKes Kapuas Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Indonesia mortalitas dan morbiditas hipertensi dalam kehamilan masih cukup tinggi, dan merupakan 5-15% penyulit kehamilan serta merupakan salah satu dari tiga penyebab tertinggi mortalitas dan morbiditas ibu bersalin. Maka dilakukanlah penelitian tentang faktor-faktor yang berhubungan dengan hipertensi dalam kehamilan pada ibu hamil trimester III. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional dengan jumlah sampel 40 orang dengan menggunakan data primer. Sampel yang diambil adalah pasien yang memeriksakan kehamilan di Puskesmas Wajok Hulu tahun 2017 yang memenuhi kriteria inklusi untuk variabel yang akan diteliti. Hasil analisis univariat dalam penelitian ini didapatkan hasil pada usia 20-35 tahun 24 orang (60%), multigravida 23 orang (57,5%), faktor keturunan 28 orang (70%), pada penyakit yang diderita 25 orang (52,5%), IMT >23 20 orang (50%), riwayat obsetri yang lalu 29 orang (72,5%), dan tidak hipertensi 22 orang (55%). Setelah dianalisis bivariat dengan menggunakan uji chi-square menunjukan terdapat hubungan yang bermakna antara hipertensi dalam kehamilan dengan faktor keturunan (p=0,044), penyakit yang diderita (p=0,000), berat badan (p=0,026), dan riwayat  obsetri yang lalu (p=0,001) (p < 0,05). Sedangkan tidak terdapat hubungan yang bermakna antara hipertensi dalam kehamilan dengan faktor usia (p=0,399) dan paritas (p=0,460) (p > 0,05). Pelayanan kesehatan perlu memperhatikan setiap ibu hamil yang sudah memiliki faktor risiko terutama faktor keturunan sehingga dapat dijadikan sebagai deteksi dini bagi ibu hamil yang memiliki risiko tinggi mengenai adanya tanda bahaya dalam kehamilan salah satunya yaitu hipertensi dalam kehamilan.

Page 1 of 1 | Total Record : 10