cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
E-Structural
ISSN : 26218844     EISSN : 26219395     DOI : -
E-Structural is a scientific journal that is managed and published by the English Department of Universitas Dian Nuswantoro, Semarang, Indonesia. It is committed to publishing studies in the areas of English linguistics, literature, translation, and culture. E-Structural is published twice a year, in June and December. The articles published in E-Structural undergo a peer-review process by local and international reviewers
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 02 (2022): December 2022" : 6 Documents clear
Strategy for Designing English Language Resource-Based Learning Materials in the Moodle LMS Rizky Eka Prasetya
E-Structural (English Studies on Translation, Culture, Literature, and Linguistics) Vol 5, No 02 (2022): December 2022
Publisher : Universitas Dian Nuswantoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/es.v5i02.5869

Abstract

Abstract. This research examines resource-based learning (RBL) strategy in teaching and learning English as a foreign language in Moodle LMS contexts. This research is exploratory case studies approach in qualitative research design—the sample of this research is 36 English lecturers from five south Jakarta higher education institutions. The data were gathered using online interviews and focus group discussions and analyzed by thematic analysis. The findings show that accommodated strategy uses Resource-Based Learning involved learning objectives; structure, organization, and instructional design; by doing - through repetition, practice, try, and mistake; structured feedback is built-in for English language learners; and introductions, overviews, and evaluations. English lecturers and instructors must lead and promote learning via proper RBL strategies. Given the increased availability of resources and their flexibility in handling and use, it appears appropriate to transition toward a resource-based approach. Online exploration of Moodle features, RBLE preparatory components, and English language teaching possibilities. Moreover, the preparation components for designing RBL Instructions are contexts, instruments, and scaffolds. In conclusion, English lecturers and instructors must lead and promote learning via proper RBL strategies. Given the increased availability of resources and their flexibility in handling and use, it appears appropriate to transition toward a resource-based approach. Online exploration of Moodle features, RBL preparatory components, and English language teaching possibilities. For this group of educators, more research may reveal what form of online media infrastructure they need, both individually and as a group, to support the knowledgeability of the RBL model's efficacy.Keywords: designing strategy; English language; English language teaching; resource-based learning; Moodle LMS.Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan pembelajaran berbasis sumber (Resource Based Learning-RBL) dalam konteks belajar mengajar bahasa Inggris sebagai bahasa asing dalam konteks Moodle LMS. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus eksploratif dengan desain penelitian kualitatif—sampel penelitian ini adalah 36 dosen bahasa Inggris dari lima perguruan tinggi di Jakarta Selatan. Data dikumpulkan dengan menggunakan wawancara daring dan diskusi kelompok terfokus dan dianalisis dengan analisis tematik. Temuan menunjukkan bahwa strategi yang diakomodasi menggunakan Pembelajaran Berbasis Sumber Daya melibatkan tujuan pembelajaran; struktur, organisasi, dan desain instruksional; dengan melakukan - melalui pengulangan, latihan, percobaan, dan kesalahan; umpan balik terstruktur adalah bawaan untuk pelajar bahasa Inggris; dan pendahuluan, ikhtisar, dan evaluasi. Dosen dan instruktur bahasa Inggris harus memimpin dan mempromosikan pembelajaran melalui strategi RBL yang tepat. Mengingat ketersediaan sumber daya yang meningkat dan keluwesannya dalam penanganan dan penggunaan, tepat untuk beralih ke pendekatan berbasis sumber daya. Eksplorasi daring fitur Moodle, komponen persiapan RBL, dan kemungkinan pengajaran bahasa Inggris. Selain itu, komponen persiapan untuk merancang instruksi RBL adalah konteks, instrumen, dan perancah. Kesimpulannya, dosen dan instruktur bahasa Inggris harus mengedepankan dan meningkatkan pembelajaran melalui strategi RBL yang tepatKata kunci: strategi desain; bahasa Inggris; pengajaran bahasa Inggris; pembelajaran berbasis sumber daya; LMS Moodle 
The Correlation between Students’ Satisfaction with E-learning and Their English Achievement Mercy Myshall Rellely; Virginia Gabrella Sengkey
E-Structural (English Studies on Translation, Culture, Literature, and Linguistics) Vol 5, No 02 (2022): December 2022
Publisher : Universitas Dian Nuswantoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/es.v5i02.7235

Abstract

Abstract. This research aimed to find out the correlation between students’ satisfaction with e-learning and their English achievement. This was a quantitative study that used descriptive and correlational research designs. The instruments used in this study were a questionnaire adopted from Liaw (2007) and the students’ final English class grades. Seventy-nine 11th-grade students enrolled at one of the private high schools in North Sulawesi in the first semester of the academic year 2020/2021 participated in this study. It was found that the students were satisfied with e-learning (M=3.48) and their English achievement was very good (M=91.62). Regarding the correlation between the two variables, a significant correlation was found between students’ satisfaction with e-learning and their English achievement with p=.000 < 0.005, r=.441. Thus, teachers should always ensure that students are satisfied with their e-learning so that their English achievement can also be maximized.Keywords: e-learning, English achievement, students’ satisfactionAbstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kepuasan siswa dengan e-learning dan pencapaian bahasa Inggris mereka. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif dan korelasional. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket yang diadopsi dari Liaw (2007) dan nilai akhir siswa di kelas Bahasa Inggris. Responden dari penelitian ini adalah 79 siswa kelas XI yang terdaftar di salah satu SMA Swasta di Sulawesi Utara pada semester I tahun ajaran 2020/2021. Hasil yang diperoleh adalah siswa puas dengan e-learning (M=3,48) dan prestasi bahasa Inggris mereka sangat baik (M=91,62). Berkenaan dengan korelasi antara kedua variabel, ditemukan korelasi yang signifikan antara kepuasan siswa dengan e-learning dan prestasi bahasa Inggris mereka dengan p=.000 < 0.005, r=.441. Oleh karena itu, guru perlu selalu memastikan bahwa siswa puas dengan e-learning mereka sehingga pencapaian bahasa Inggris mereka juga dapat maksimal.Kata kunci: e-learning, kepuasan siswa, pencapaian bahasa Inggris
The Observance of Impoliteness Found in the Utterances Produced by the Characters of Paranorman Movie Khristiandie Hartanto; Katharina Rustipa; Yulistiyanti Yulistiyanti
E-Structural (English Studies on Translation, Culture, Literature, and Linguistics) Vol 5, No 02 (2022): December 2022
Publisher : Universitas Dian Nuswantoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/es.v5i02.5977

Abstract

Abstract. This study aimed at finding out the impoliteness strategy produced by the characters in Paranorman movie. Employing a pragmatic analytical framework, this study is qualitative. The data were utterances produced by the characters in Paranorman movie, whereas the contexts were dialogues. The research used Paranorman movie script and movie as sources. The researcher was the primary instrument, with the datasheet as a secondary. The researcher collected data by analyzing documents by note-taking. The data were analyzed using a reference (pragmatic inference). The research findings reveal the following. First, the characters in Paranorman use four kinds of impoliteness strategies. They are bald on record, positive, negative, and sarcastic. Second, each impoliteness strategy has its own representation. Direct, clear, and unambiguous statements are used to express impoliteness. Positive impoliteness occurs as disassociating from others, calling the other names, and using  taboo words. Negative impoliteness occurs as condescending, scorning, or ridiculing the other. Sarcasm or mock politeness is only performed by using insincere politeness. This is the most representation. Third, the movie shows three responses, namely no response, accepting, and countering the face attack. Countering a face attack has two parts, namely offensive and defensive.Keywords: impoliteness strategy, negative impoliteness, positive impolitenessAbstrak. Penelitian ini bertujuan menemukan strategi ketidaksopanan yang diucapkan oleh para tokoh di film Paranorman. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan orientasi pragmatic analytical framework. Data penelitian berupa ujaran yang diucapkan oleh para tokoh pada film Paranorman, sementara konteksnya adalah dialog. Sumber data adalah film Paranorman dan skripnya. Peneliti bertindak sebagai instrument utama, sedangkan lembar pencatat  sebagai instrumen sekunder. Peneliti mengumpulkan data melalui analisis dokumen dengan cara note-taking. Data dianalisis menggunakan  pragmatic inference. Berikut adalah temuan penelitian. Pertama, tokoh pada film Paranorman menggunakan empat macam strategi ketidaksopanan. Strategi tersebut adalah  bald on record, positive, negative, dan sarcasm. Kedua, setiap strategi memiliki representasinya sendiri. Pernyataan langsung, jelas, dan tidak ambigu dipakai untuk mengekspresikan ketidaksopanan. Positive impoliteness terjadi saat menjauhkan hubungan dengan yang lain, dengan cara calling the other names, dan using of taboo words. Negative impoliteness terjadi saat merendahkan orang lain dengan  scorning atau ridiculing orang lain. Sarcasm atau mock politeness dilakukan hanya dengan menggunakan insincere politeness. Ketiga, data menunjukan adanya tiga respons terhadap ketidaksopanan, yaitu no response, accepting, dan countering the face attack. Countering a face attack ada dua macam, yaitu offensive dan defensive.Kata kunci: strategi ketidaksopanan, ketidaksopanan negatif, ketidaksopanan positif 
Listening Strategies Used by English Language Education Program Students in an Online Academic Listening Course Elmi Erinta; Listyani Listyani
E-Structural (English Studies on Translation, Culture, Literature, and Linguistics) Vol 5, No 02 (2022): December 2022
Publisher : Universitas Dian Nuswantoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/es.v5i02.7122

Abstract

Abstract. There has been extensive research done on learning strategies nowadays. A lot of researchers are interested to know which strategies are commonly used by EFL learners. They perceive the importance of this study. This research was therefore done to investigate the strategies used by English Language Education Program students in an online Academic Listening course. This study employed a qualitative method. To find out the answer, questionnaires that consisted of some close-ended and open-ended questions were used. The questionnaire was distributed to 34 students of the 2020 batch, who were taking an online Academic Listening class. Interviews with some students to gain further information and who had unique answers were also conducted. The results showed that in the online listening class, the students used six strategies, those were metacognitive, cognitive, memory, compensatory, social, and affective strategies. The findings also showed that metacognitive and cognitive strategies were mostly used strategies by students. Keywords: academic listening, listening strategies, online learningAbstrak. Telah banyak penelitian dilakukan terkait dengan strategi pembelajaran. Banyak peneliti tertarik untuk mengetahui strategi belajar apakah yang umum digunakan oleh para siswa yang belajar Bahasa Inggris sebagai bahasa asing. Para peneliti memandang pentingnya hal ini. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui strategi yang digunakan oleh mahasiswa program Pendidikan Bahasa Inggris pada mata kuliah online Academic Listening. Data yang diambil dengan menggunakan metode kualitatif. Untuk mendapatkan jawaban, kuesioner yang berisi beberapa pertanyaan terbuka dan tertutup. Kuesioner dibagikan kepada 34 mahasiswa angkatan 2020, dimana mereka sedang mengambil mata kuliah tersebut. Dilakukan interview pada beberapa siswa untuk mendapat informasi mendalam dan mahasiwa dengan jawaban yang menarik atau kurang jelas. Hasil jawaban menunjukkan bahwa di kelas online Academic Listening, mahasiswa menggunakan 6 strategi yaitu metakognitif, kognitif, memori, kompensatori,sosial, dan afektif. Temuan ini menunjukkan bahwa metakognitif dan cognitif strategi adalah strategi yang sering digunakan mahasiswa. Kata kunci: akademik listening, strategi mendengarkan, pembelajaran online
A Local Historical Museum in the Eyes of Its International Visitors: An Investigation into the Accessibility of Radya Pustaka Museum's Labels and Translation Dyah Ayu Nila Khrisna; Ida Kusuma Dewi; Herianto Nababan; Bayu Budiharjo
E-Structural (English Studies on Translation, Culture, Literature, and Linguistics) Vol 5, No 02 (2022): December 2022
Publisher : Universitas Dian Nuswantoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/es.v5i02.7156

Abstract

Abstract. Due to inadequate labeling, a museum's fundamental objective may be compromised. Museum Radya Pustaka Surakarta's unappealing and grammatically improper labels prompted us to study foreign visitors' perceptions of the English version of the museum labels. An analysis of the translation was carried out to see whether the flavor and essence of the original captions were preserved, the translation was under relevant cultural standards, and it could be read fluently or non-intrusively. This study used a descriptive qualitative design. Its data consisted of linguistic data, collected through questionnaires, in-depth interviews, and focus group discussions. The data were analyzed descriptively to answer the research questions on the naturalness and comprehensibility of label translation within the readers’ perception.  It has been discovered that the local Javanese cultural terminology makes it more difficult for foreigners to comprehend the labels. In addition, the naturalness of the translation is hindered by grammatical faults such as a lack of text coherence and an inadequate sentence structure. Remarkably, improperly designed museum labels and defects in the source text have also been proven to produce barriers to effective communication in translation. These facts may be inconvenient and fail to serve people from diverse cultural backgrounds. Due to this circumstance, the Radya Pustaka Museum in Surakarta needs to ensure that both the Indonesian and English museum labels it provides are of adequate quality to benefit its potential foreign visitors.Keywords: comprehensibility; culture; labels; museum; naturalness; translationAbstrak. Pemanfaatan label untuk mendeskripsikan benda-benda koleksi museum dapat membantu tercapainya tujuan museum sebagai pusat ilmu pengetahuan dan penelitian.  Tujuan tersebut akan sulit terwujud jika tidak tersedia label museum yang memadai.  Label di Museum Radya Pustaka Surakarta menjadi perhatian kami untuk melakukan penelitian tentang persepsi pengunjung asing terhadap terjemahan label museum dalam versi bahasa Inggris. Terjemahan tersebut dikaji untuk memastikan apakah rasa dan esensi teks asli dapat dipertahankan, apakah terjemahan mematuhi standar dan norma budaya sasaran, dan apakah terjemahan dapat mudah dipahami.  Hasil investigasi menunjukkan bahwa istilah-istilah budaya dalam bahasa Jawa menyulitkan wisatawan asing untuk memahami konten dalam label museum.  Permasalahan tata bahasa dan struktur kalimat yang kurang baik turut mengurangi tingkat keterbacaan terjemahan.  Selain itu, teks sumber yang kurang memiliki kesesuaian dengan tata bahasa Indonesia turut berkontribusi terhadap rendahnya kualitas terjemahan.  Temuan ini menunjukkan bahwa label museum belum dapat menjalankan fungsinya dengan baik sebagai media komunikasi dan penghubung antar budaya, khususnya dengan pengunjung yang memiliki latar belakang budaya yang berbeda. Oleh sebab itu, Museum Radya Pustaka Surakarta sebagai museum lokal sejarah masih memiliki pekerjaan rumah besar, yaitu menyediakan label museum yang mampu ‘memuaskan’ pengunjung internasional.Kata kunci: budaya, keberterimaan, keterbacaan, label, museum, penerjemahan
The Analysis of Phonological Process on the English Consonant Sounds of Balinese EFL Students' Pronunciation Cahyani Putri Utami; Kresna Cahyadi Putra
E-Structural (English Studies on Translation, Culture, Literature, and Linguistics) Vol 5, No 02 (2022): December 2022
Publisher : Universitas Dian Nuswantoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/es.v5i02.7452

Abstract

Abstract. This phonological analysis investigated the production of English consonant sounds produced by Balinese EFL students’ who speak an idiosyncratic native language as the main phenomena and examined the phonological rules represented descriptively and qualitatively. The data were gathered through digital recording and were observed by identifying the English pronunciation through note taking technique. This study was supported by the theories regarding phonological rules proposed by Odden (2013) and Hayes (2008). The Oxford Advanced Learner's Dictionary was used as a standard form of American pronunciation to compare the sounds produced by the students. The result of the study shows that the phonological errors represented in two ways of phonological rules: assimilation and deletion. First, assimilation occurred in the three positions of the word in three different sounds: [z], [ð] and [?]. Second, final deletion of specific phoneme /k/ and the deletion of aspirated allophones of the phoneme /p/. This study provides a significant contribution that there are several common phonological errors of English consonant sounds encountered by Balinese EFL students.Keywords: English consonants, phonological process, phonological rule, pronunciationAbstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis produksi bunyi konsonan bahasa Inggris yang diproduksi oleh mahasiswa EFL Bali yang memiliki bahasa ibu yang idiosinkratik sebagai fenomena utama dan menentukan aturan fonologis secara deskriptif dan kualitatif. Data dikumpulkan melalui rekaman digital dan diamati dengan mengidentifikasi pengucapan melalui teknik pencatatan. Teori kaidah fonologis yang dikemukakan oleh Odden (2013) dan Hayes (2008) digunakan dalam penelitian ini. Selain itu, Oxford Advanced Learner's Dictionary digunakan dalam mengidentifikasi standar pengucapan bahasa Inggris untuk membandingkan dengan pengucapan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengucapan Bahasa Inggris oleh siswa dapat direpresentasikan dalam dua kaidah fonologis. Pertama, proses asimilasi terjadi pada tiga posisi kata dalam tiga bunyi berbeda: [z], [ð] dan [?]. Kedua, penghapusan fonem akhir tertentu yakni fonem /k/ dan penghapusan alofon fonem /p/. Penelitian ini memberikan kontribusi yang signifikan bahwa terdapat beberapa kesalahan fonologis yang umum terjadi pada bunyi konsonan bahasa Inggris yang ditemui oleh mahasiswa EFL Bali.Kata kunci: bunyi konsonan bahasa Inggris, kaidah fonologis, pelafalan, proses fonologis

Page 1 of 1 | Total Record : 6