cover
Contact Name
Reza Dino Mahardika
Contact Email
rezadino15@gmail.com
Phone
+6285782089890
Journal Mail Official
bioma@unj.ac.id
Editorial Address
Gd. Ki Hajardewantara Lt. 6-7 Universitas Negeri, RT.7/RW.14, Rawamangun, Kec. Pulo Gadung, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13220
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Bioma : Jurnal Biologi Indonesia
ISSN : 01263552     EISSN : 25809032     DOI : https://doi.org/10.21009/bioma.v21i2
Bioma is a national peer-reviewed and open access journal that publishes significant and important research from all area of biosciences fields such as biodiversity, biosystematics, ecology, physiology, behavior, genetics and biotechnology.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 17 No. 2 (2021): Bioma" : 5 Documents clear
PERBANDINGAN KEMAMPUAN FERMENTASI KHAMIR Saccharomyces cerevisiae DARI BERBAGAI MEDIA KULTUR Benaya Yamin; Elisa Rinihapsari; Firstania Tirza Diandra; Raka Pradistya
Bioma Vol. 17 No. 2 (2021): Bioma
Publisher : LPPM Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/Bioma17(2).3

Abstract

Media SDA (Sabouraud Dextrose Agar) dan PDA (Potato Dextrose Agar) merupakan jenis media yang umum digunakan untuk menumbuhkan kapang dan khamir. Kekurangan dari kedua media ini adalah memiliki harga yang mahal. Sebagai alternatif, beberapa institusi pendidikan umumnya menggunakan media PDA racikan sendiri yang terbuat dari air rebusan kentang dan nutrient agar untuk menghemat biaya. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah kualitas khamir Saccharomyces cerevisiae yang ditumbuhkan pada media SDA, PDA, dan PDA racikan. Penelitian merupakan penelitian eksperimental dengan cara menanam biakan S. cerevisiae, yang ditumbuhkan dari 3 jenis media, pada sari buah nanas. Kualitas S. cerevisiae dinilai dari kemampuan melakukan fermentasi yang dilihat dari kadar alkohol dan kadar gula reduksi. Hasil penelitian menunjukkan S. cerevisiae yang ditumbuhkan pada ketiga jenis media memiliki kualitas yang berbeda. Kadar alkohol dan kadar gula reduksi yang dihasilkan oleh S. cerevisiae yang ditumbuhkan pada media SDA (29,91% dan 0,39%), PDA (29,61% dan 0,38%), dan PDA racikan (24,02% dan 0,6%) memiliki nilai yang berbeda signifikan (p < 0,05). Kata kunci: media agar; S. cerevisiae; fermentasi; kadar alkohol; kadar gula reduksi
INVENTARISASI JENIS TUMBUHAN SUKU ARACEAE DI TAMAN NASIONAL GUNUNG MERAPI, YOGYAKARTA Rizal Asharo
Bioma Vol. 17 No. 2 (2021): Bioma
Publisher : LPPM Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/Bioma17(2).1

Abstract

Tumbuhan Araceae adalah tumbuhan herba yang memiliki bentuk daun yang variatif, memiliki seludang (spathe), bunga majemuk tipe tongkol (spadix) dan merupakan tumbuhan pionir setelah peristiwa erupsi gunung Merapi. Pendataan keragaman Araceae di gunung Merapi setiap tahunnya perlu dilakukan akibat kerap mengalami perubahan kondisi vegetasi dan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk inventarisasi tumbuhan Araceae di Taman Nasional Gunung Merapi dan studi perbandingan keragaman tumbuhan Araceae dengan penelitan sebelumnya. Penelitian ini dilaksanakan di 6 lokasi penelitian yaitu Kalikuning, Telogo Nirmolo, Bukit Plawangan, Goa Jepang, Telogo Muncar, dan Bukit Pronojiwo. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan teknik pengambilan data secara jelajah (cruise method) dengan penentuan lokasi penelitian. Analisis data disajikan secara kualitatif dengan cara mendeskripsikan morfologis dan cara hidup tumbuhan Araceae. Selanjutnya data dianalisis berdasarkan distribusi tumbuhan Araceae di lokasi terdampak erupsi serta potensi pemanfaatan tumbuhan Araceae di Taman Nasional Gunung Merapi. Jumlah tumbuhan Araceae yang ditemukan adalah 10 jenis dalam 8 genus, terdapat individu baru yang berbeda dengan penelitian yang dilakukan sebelumya, yaitu 6 jenis dalam 6 genus. Tumbuhan Araceae juga memiliki beberapa potensi manfaat sebagai makanan, hiasan, obat, dan sayuran.
KEANEKARAGAMAN CAPUNG (ORDO ODONATA) DI PULAU NUSAKAMBANGAN, KABUPATEN CILACAP, JAWA TENGAH Muhammad Nu'manuddin; Hening Triandika Rachman; Wahyu Sigit Rahadi; Diagal Wisnu Pamungkas; Nanang Kamaludin; Frendi Irawan; Prajawan Kusuma Wardhana; Amelia Nugrahaningrum; R.C. Hidayat Soesilohadi
Bioma Vol. 17 No. 2 (2021): Bioma
Publisher : LPPM Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/Bioma17(2).2

Abstract

Pulau Nusakambangan memiliki habitat yang cukup baik dan catatan keanekaragaman capung yang cukup banyak ini menjadikan Pulau Nusakambangan menjadi menarik untuk diteliti lebih lanjut terutama kaitannya dengan tipe-tipe habitat yang ada di Pulau Nusakambangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman jenis capung di Pulau Nusakambangan. Penelitian dilaksanakan pada Bulan Agustus, September dan Desember tahun 2020 di Pulau Nusakambangan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Penelitian ini dilaksanakan di 10 lokasi pengamatan. Pengambilan data dilakukan dengan metode Visual Encounter Survey. Analisis data habitat dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif, analisis keanekaragaman jenis capung dihitung menggunakan Indeks Keanekaragaman Shannon-Wienner. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan di Pulau Nusakambangan teramati sekitar 695 individu dengan jumlah spesies sebanyak 45 jenis capung yang termasuk dalam 10 family. Nilai indeks keanekaragaman di Pulau Nusakambangan secara total tergolong tinggi dengan nilai 3,05. Kata kunci: Capung, Odonata, Nusakambangan
PERBANDINGAN PERILAKU HARIAN ORANGUTAN KALIMANTAN (Pongo pygmaeus Linnaeus, 1760)DI PELESTARIAN EX-SITU DAN IN-SITU Juliana Muawanah
Bioma Vol. 17 No. 2 (2021): Bioma
Publisher : LPPM Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/Bioma17(2).4

Abstract

Orangutan merupakan salah satu spesies endemik Indonesia dari ordo primata. Salah satujenisorangutan yang mengalami penurunan spesies adalah orangutan kalimantan (Pongopgymaeus).Penyebab kepunahan orangutan kalimantan disebabkan oleh manusia seperti perusakan lahanhutan yang menyebabkan orangutan kalimantan kehilangan habitat aslinya untukbertahan hidupdan melanjutkan keturunannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan perilakuharian orangutan kalimantan di beberapa pusat konservasi ex-situ dan in-situ.Teknik analisis datayang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif dan kuantitatif denganmetode literatur yangdiperoleh dari 15 referensi artikel nasional dalam rentang tahun 2013-2021.Hasil dari penelitianini menunjukkan perilaku bergerak didominasi di pelestarian in-situ maupunex-situ, perilakubergerak didominasi oleh orangutan di pelestarian in-situ, sedangkan perilaku bergerak, sosial, danbermain sendiri didominasi oleh orang utan di pelestarian ex-situ.
KONSTRUKSI POHON FILOGENETIK SECARA IN-SILICO JAMUR BERKERABAT DEKAT Trametes versicolor SEBAGAI TERAPI LUPUS BERDASARKAN MARKER 18s rRNA Ika Adhani Sholihah; Topik Hidayat
Bioma Vol. 17 No. 2 (2021): Bioma
Publisher : LPPM Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/Bioma17(2).5

Abstract

ABSTRAK Pengobatan herbal telah banyak dikembangkan contohnya adalah pengembangan obat tradisional pada penyakit Lupus. Diketahui bahwa Jamur Tremetes versicolor adalah jamur yang memiliki sifat immunodulator yang berfungsi untuk mengobati penyakit autoimun yaitu Systemic Lupus Erythematosus (SLE) yang memiliki senyawa protein unik Polysaccharide Peptide Krestin (PSK). Tetapi jamur Trametes tidak banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui jamur yang berkerabat dekat dengan Trametes versicolor yang dapat juga dijadikan sebagai terapi pada penyakit autoimun dan dapat dikonsumsi di Indonesia. Studi yang digunakan adalah studi filogenetik secara in-silico dengan jamur yang berkerabat dengan jamur Trametes versicolor dengan penanda gen 18s rRNA yang diperoleh dari genbank NCBI. Data molekuler sekuen menunjukkan bahwa jamur yang berkerabat dekat dengan jamur Trametes versicolor adalah Ganoderma lucidum, Lenzites betulinus, Agaricus bisporus, Agaricus subrufescens, Auricularia polytrica, dan Auricularia auricula-judae berdasarkan penanda gen 18s rRNA. Jamur ini dapat dijadikan sebagai obat alternatif untuk terapi penyakit autoimun dan mendapatkan senyawa yang terkandung dalam jamur tersebut dengan studi in-vitro lebih lanjut. Kata Kunci: In-Silico, Trametes, Ganoderma, Lenzites, Auricularia, Agaricus, Autoimun ABSTRACT Development of herbal treatment have been done quite frequently, for example the development of traditional medicines for Lupus. It is known that Tremetes versicolor mushroom is a fungus that has immunodulatory properties which functions to treat autoimmune disease namely Systemic Lupus Erythematosus (SLE) which has a unique protein compound Polysaccharide Peptide Krestine (PSK). However, Trametes are not widely consumed by Indonesian people. The purpose of this study was to find out which fungi are closely related to Trametes versicolor which can also be used as a therapy for autoimmune diseases and can be available for consupmtion in Indonesia. This study used an in-sillico phylogenetic with fungi that are related to Trametes versicolor mushroom with the 18s rRNA gene marker obtained from the NCBI genbank. Sequential molecular data shows that fungi closely related to Trametes versicolor mushrooms are Ganoderma lucidum, Lenzites betulinus, Agaricus bisporus, Agaricus subrufescens, Auricularia polytrica, and Auricularia auricula-judae based on the 18s rRNA gene marker. This fungi can be used as an alternative medicine for autoimmune diseases treatment by obtaining compounds contained in these fungi with further in-vitro studies. Keywords: In-Silico, Trametes, Ganoderma, Lenzites, Auricularia, Agaricus, Autoimun

Page 1 of 1 | Total Record : 5