METASASTRA: Jurnal Penelitian Sastra
Metasastra: Jurnal Penelitian Sastra is a journal published by Balai Bahasa Jawa Barat, ISSN printed 2085-7268 and ISSN online 2503-2127. This journal is a literary research journal that publishes various research reports, literature studies, and literary papers on literature. Published periodically twice a year in June and December. This journal also serves as a media dissemination of information research results and literature review.
Articles
13 Documents
Search results for
, issue
" Vol 3, No 1 (2010)"
:
13 Documents
clear
PROBLEMATIK SOAL UJIAN SASTRA YANG MULTITAFSIR
Rahmawati, Neulis
METASASTRA: Jurnal Penelitian Sastra Vol 3, No 1 (2010)
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26610/metasastra.2010.v3i1.36-42
Banyak problematika dalam soal ujian nasional bahasa dan sastra Indonesia yang selama ini menjadi sorotan berbagai pihak. Adanya ketidaksesuaian antara tuntutan kurikulum dan soal, jenis soal yang diujikan, materi soal ujian, dan sebagainya. Salah satu problematika tersebut adalah materi apresiasi sastra yang disajikan dalam bentuk soal pilihan ganda (PG) sehingga membingungkan siswa dalam menentukan jawaban yang pasti karena pernyataan tersebut menimbulkan multitafsir. Ujian Nasional (UN) dengan soal PG jawabannya harus pasti (jawaban yang benar hanya satu). Sementara itu, materi apresiasi dalam menafsirkan karya sastra, aneka ragam tafsir harus dihargai sepanjang pendapat itu dikemukakan dalam disiplin berfikir yang logis. Kelas sastra adalah kelas pendidikan demokratis, yaitu ketika membicarakan karya sastra, siswa diperkenalkan pada perbedaan pendapat dan belajar menghargai pendapat orang lain.
ESAI SANTAI "HUJAN MENULIS AYAM" KARYA SUTARDJI CALZOUM BACHRI REALISME HINGGA SUREALISME PUITIK DENGAN SUASANA DAN DIKSI YANG SEDAP
Budiman, Eriyandi
METASASTRA: Jurnal Penelitian Sastra Vol 3, No 1 (2010)
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26610/metasastra.2010.v3i1.9-16
Sastra Indonesia dapat bersifat Indonesia (Nusantara) kalau mencari kekuatan dari sastra Nusantara sendiri dengan diolah secara modern, dengan pikiran-pikiran modern yang dikombinasikan dengan konvensi sastra Indonesia Asli (Nusantara).
PERLAWANAN FEMINIS DALAM DUA SAJAK DOROTHEA ROSA HERLIANY
Suyatno, Suyono
METASASTRA: Jurnal Penelitian Sastra Vol 3, No 1 (2010)
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26610/metasastra.2010.v3i1.53-63
Untuk sekian lama penulis perempuan pada umumnya mempresentasikan ideologi gender dalam karya mereka. Namun akhir-akhir ini beberapa penulis muda perempuan, seperti Dorothea Rosa Herliany, membuyarkan ideologi gender. Dalam puisinya Dorothea Rosa Herliany mendekonstruksi dan memparodikan simbol-simbol dominasi dan supremasi kaum laki-laki terhadap kaum perempuan.
AROMA SATIRE DALAM SAMPAH BULAN DESEMBER KARYA HAMSAD RANGKUTI
Juhara, Erwan
METASASTRA: Jurnal Penelitian Sastra Vol 3, No 1 (2010)
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26610/metasastra.2010.v3i1.17-21
Hamsad Rangkuti dikenal sebagai cerpenis Indonesia yang sangat produktif. Tema-tema cerpennya banyak bercerita mengenai kehidupan masyarakat, terutama masyarakat kecil. Melalui kemampuannya mengolah cerita dalam bentuk fiksi, ia mempertanyakan berbagai ketimpangan dalam masyarakat. Kumpulan cerpennya Sampah Bulan Desember layaknya diary yang bercerita mengenai keseharian kehidupan manusia. Kreativitas Hamsad dalam mengolah dan meramu kata menghadirkan cerpen-cerpen yang penuh dengan nada satire. Nada satire ini seolah-olah dihadirkan Hamsad untuk mempertanyakan berbagai ketimpangan dan ironi dalam masyarakat yang dilihatnya.
MEMBACA HIKAYAT KADIROEN KARYA SEMAOEN
Supriatin, Yeni Mulyani
METASASTRA: Jurnal Penelitian Sastra Vol 3, No 1 (2010)
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26610/metasastra.2010.v3i1.64-73
Sejarah sastra Indonesia selama ini diketahui titik awalnya ditandai dengan lahirnya novel Siti Nurbaya karya Marah Rusli. Namun jika meninjau kembali ke masa-masa tahun 1920-an, novel Siti Nurbaya bukanlah satu-satunya novel yang ada. Salah satu di antara novel yang ada adalah Hikayat Kadirun karya Semaoen. Penelitian ini menyangkut Hikayat Kadirun karya Semaoen yang menggambarkan situasi pergerakan pada zaman kolonial, baik pergerakan yang berbasis nasional maupun pergerakan yang berbasis internasional yang biasa disebut dengan paham internasionalisme.
PERAN LEMBAGA NEGARA DALAM PENGAYOMAN, REGULASI, PRODUKSI, DAN REPRODUKSI SASTRA PERANCIS
Loir, Henry Chambert
METASASTRA: Jurnal Penelitian Sastra Vol 3, No 1 (2010)
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26610/metasastra.2010.v3i1.22-27
Makalah ini akan menjelaskan situasi kehidupan sastra di Perancis seperti halnya orang lain yang memaparkan situasi kehidupan sastra di Australia, di Jepang, dan di negara-negara lain dengan tujuan memperoleh dasar perbandingan dengan situasi kehidupan sastra di Indonesia. Di samping itu, tulisan ini juga kiranya untuk melihat apakah ada jenis tindakan atau intervensi negara terhadap sastra yang dapat diterapkan di sini. Oleh karena itu, dalam makalah ini, penulis akan mengutamakan perbandingan situasi kehidupan sastra itu dan peran lembaga negara dalam hal pengayoman, regulasi, produksi, dan reproduksi sastra.
PENERAPAN MODEL BENGKEL SASTRA SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MAHASISWA DALAM MENULIS SASTRA
Abidin, Yunus
METASASTRA: Jurnal Penelitian Sastra Vol 3, No 1 (2010)
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26610/metasastra.2010.v3i1.74-81
Proses pembelajaran yang merupakan inti dari proses pendidikan, harus dilakukan dengan menitikberatkan pada pengembangan potensi yang dimiliki mahasiswa sehingga mahasiswa memperoleh bekal guna menghadapi kehidupan di masyarakat. Hakikat pengajaran sastra ialah memperkenalkan kepada mahasiswa nilai-nilai yang dikandung karya sastra dan mengajak mahasiswa ikut menghayati pengalaman-pengalaman yang disajikan. Terkait dengan permasalahan tersebut, proses perkuliahan sastra selayaknya menerapkan model baru yang menekankan aspek berolah sastra bagi mahasiswa. Salah satu model pembelajaran yang melibatkan pengajar dan mahasiswa dengan karya sastra adalah model pembelajaran bengkel sastra.Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, khususnya studi kasus. Salah satu model studi kasus dibidang pendidikan yang secara praktis dapat diterapkan dalam proses pembelajaran adalah model penelitian tindakan kelas. Sejalan dengan uraian tersebut, penelitian ini akan mencoba menerapkan model bengkel sastra dalam pembelajaran menulis sastra. Oleh sebab itu, penelitian ini pada dasarnya akan mencoba menguji hipotesis tindakan bahwa “penerapan model bengkel sastra dalam pembelajaran menulis sastra akan mampu meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam menulis karya sastra”Berdasarkan hasil penelitian dapat dikemukakan bahwa model bengkel sastra dapat meningkatkan kemampuan siswa menulis sastra. Hal ini dapat dilihat dengan meningkatnya kemampuan siswa menulis puisi, prosa, dan naskah drama. Oleh sebab itu, hipotesis tindakan dalam penelitian ini terbukti yakni bahwa penerapan model bengkel sastra dalam pembelajaran menulis sastra mampu meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam menulis karya sastra.
DIMENSI SUFISTIK DALAM PUISI "CERMIN" KARYA SUTARDJI CALZOUM BACHRI
Supriadi, Asep
METASASTRA: Jurnal Penelitian Sastra Vol 3, No 1 (2010)
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26610/metasastra.2010.v3i1.1-8
Puisi “Cermin” karya Sutardji Calzoum Bachri merupakan puisi berdimensi sifistik. Puisi sufistik yang mengungkap dan menggambarkan tentang perenungan diri terhadap eksistensi diri dengan Tuhannya. Hal ini seperti tampak dalam puisi “cermin” yang terdapat dalam kata-kata cermin, cahaya, cinta, salat, zikir, kalbu, taubat dan zuhud. Kata-kata tersebut dalam istilah tasawuf disebut dengan tafakur dan muhasabah. Dengan tafakur dan muhasabah ini diharapkan datangnya cahaya Tuhan. Dalam bahasa sufi cahaya ini disebut nurilahiah, artinya cahaya yang datang dari Tuhan.