cover
Contact Name
Fahruddin
Contact Email
jurnalalam84@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
fahruddin65@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Ilmu Alam dan Lingkungan
Published by Universitas Hasanuddin
ISSN : 20864604     EISSN : 25498819     DOI : -
Jurnal yang memuat hasil - hasil penelitian terkait ilmu alam dan lingkungan termasuk review meliputi lingkungan, kelautan, konservasi, mikrobiologi, bioaktif, dan yang relevan.
Arjuna Subject : -
Articles 175 Documents
Penyisihan COD dan Amonia pada Limbah Cair Rumah Pemotongan Ayam (RPA) dengan Menggunakan Biofilter Anaerob Hazairin, Venna Rienta Tri Arwiend; Rosariawari, Firra
Jurnal Ilmu Alam dan Lingkungan Vol. 17 No. 1 (2026): Jurnal Ilmu Alam dan Lingkungan
Publisher : Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70561/jal.v17i1.50600

Abstract

Limbah cair Rumah Pemotongan Ayam (RPA) mengandung konsentrasi bahan organik dan senyawa nitrogen yang tinggi, sehingga berpotensi mencemari lingkungan perairan apabila dibuang tanpa pengolahan yang memadai. Parameter utama yang menjadi perhatian adalah Chemical Oxygen Demand (COD) dan amonia (NH₃-N), yang dapat menyebabkan penurunan kualitas air dan eutrofikasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh jenis media biofilter dan variasi waktu detensi terhadap efisiensi penyisihan COD dan amonia menggunakan sistem biofilter anaerob. Penelitian dilakukan secara batch dengan dua jenis media biofilter, yaitu bioball jenis rambutan dan tempurung kelapa, serta variasi waktu detensi selama 4, 8, dan 12 jam. Proses diawali dengan tahap seeding dan aklimatisasi untuk membentuk biofilm mikroorganisme pada media, kemudian dilanjutkan dengan pengolahan limbah cair RPA. Parameter yang dianalisis meliputi COD dan amonia total (NH₃-N). Hasil penelitian menunjukkan kedua jenis media mampu mendukung pertumbuhan biofilm dan meningkatkan efisiensi penyisihan polutan. Efisiensi tertinggi dicapai pada waktu detensi 12 jam, mengindikasikan bahwa peningkatan waktu kontak antara limbah dan biofilm berkontribusi terhadap optimalisasi proses biodegradasi. Dengan demikian, biofilter anaerob berbasis media lokal berpotensi menjadi teknologi pengolahan limbah RPA yang efektif, sederhana, dan berkelanjutan.
Identifikasi Mata Air dan Penentuan Batas Hutan Konservasi Pada Bentang Alam Karst Desa Baumata Ahmad, Aisyah; Banunaek, Noni
Jurnal Ilmu Alam dan Lingkungan Vol. 17 No. 1 (2026): Jurnal Ilmu Alam dan Lingkungan
Publisher : Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70561/jal.v17i1.50601

Abstract

Secara geomorfologi, Cekungan Air Tanah (CAT) di Desa Baumata, Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang, merupakan kawasan bentang alam karst yang memiliki sistem mata air dengan total debit rata-rata lebih dari 150 L/detik. Arah aliran serta kapasitas tampungan air tanah di kawasan ini dikontrol oleh morfologi batas bawah batu gamping, ketebalan lapisan batu gamping, serta pola rekahan, rongga, dan gua bawah permukaan. Penelitian ini dilakukan dengan mengintegrasikan pemetaan tutupan lahan, analisis morfologi karst, serta pendugaan bawah permukaan menggunakan metode geolistrik konfigurasi Wenner 2D dan Vertical Electrical Sounding (VES). Hasil sintesis antara data lapangan, citra permukaan, dan geolistrik memberikan gambaran komprehensif mengenai kondisi tutupan lahan, potensi kawasan Hutan Taman Wisata Alam Baumata, serta arah aliran air tanah yang berperan dalam pembentukan dan keberlanjutan mata air. Berdasarkan hasil pemetaan, kawasan hutan pada daerah penelitian memiliki total luas tutupan vegetasi lebat sebesar 58.68 ha, dengan 36.21 ha di antaranya termasuk dalam kawasan Hutan Konservasi/ Taman Wisata Alam Baumata, dan sekitar 4,23 ha berupa lahan semak belukar. Analisis geolistrik menunjukkan bahwa aliran air tanah di daerah penelitian mengalir melalui sistem rongga dan gua karst menuju Gua Mata Air Baumata, yang berperan sebagai titik keluaran utama sistem akuifer karst setempat.
Efektivitas Tanaman Melati Air (Echinodorus palaefolius) dalam Menurunkan Ion Logam Berat Cd pada Limbah Batik Tamandita, Adisty Regina; Putro, Raden Kokoh Haryo
Jurnal Ilmu Alam dan Lingkungan Vol. 17 No. 1 (2026): Jurnal Ilmu Alam dan Lingkungan
Publisher : Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70561/jal.v17i1.50602

Abstract

Peningkatan jumlah industri batik di Indonesia menyebabkan meningkatnya volume limbah cair yang mengandung logam berat kadmium (Cd), yang berpotensi mencemari lingkungan dan membahayakan organisme akuatik serta kesehatan manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas melati air (Echinodorus palaefolius) dalam menurunkan kadar Cd pada limbah cair batik melalui proses fitoremediasi berbasis sistem constructed wetland. Penelitian dilakukan dengan memvariasikan kerapatan tanaman (sedang dan tinggi) serta waktu tinggal (5, 10, 15, dan 20 hari). Parameter yang diamati meliputi penurunan kadar Cd serta perubahan morfologi tanaman, seperti panjang akar, tinggi tanaman, dan jumlah daun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi penurunan kadar Cd yang signifikan seiring dengan meningkatnya kerapatan tanaman dan waktu tinggal. Efektivitas penurunan tertinggi diperoleh pada perlakuan kerapatan tinggi dengan waktu tinggal 20 hari. Selain itu, perubahan morfologi tanaman mengindikasikan adanya respons adaptif terhadap paparan logam berat sekaligus menunjukkan kemampuan akumulasi Cd oleh tanaman. Sistem constructed wetland yang dikombinasikan dengan melati air terbukti efektif dalam mengurangi kandungan Cd dalam limbah cair batik. Dengan demikian, melati air berpotensi sebagai agen fitoremediasi yang efisien, ekonomis, dan ramah lingkungan untuk pengolahan limbah cair yang mengandung logam berat.
Application of Adaptive Neuro-Fuzzy Inference System Model for Predicting CO2 Emission Based on Production Rate in Sugarcane Agroindustry Mursidah, Sri; Djatna, Taufik
Jurnal Ilmu Alam dan Lingkungan Vol. 17 No. 1 (2026): Jurnal Ilmu Alam dan Lingkungan
Publisher : Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70561/jal.v17i1.50604

Abstract

Carbon dioxide (CO₂) emissions from industrial processes, particularly in sugar production, have become an important environmental concern that requires accurate prediction and monitoring. This study aims to predict carbon dioxide (CO₂) emissions using the Adaptive Neuro-Fuzzy Inference System (ANFIS) model based on production rate and the fuel used for operating the boiler machine. The model was developed using hypothetical data obtained from the literature, which were divided into 80% training data and 20% testing data. A trial-and-error approach was employed to determine the optimal parameters of the ANFIS model. Various membership function (MF) types and numbers were evaluated, and the optimal configuration was found to be three MFs with a triangular MF type. Model performance was assessed using Root Mean Square Error (RMSE), Mean Absolute Percentage Error (MAPE), and the coefficient of determination (R²). The results show that the ANFIS model provides good predictive performance, with an RMSE value of 17.083, a MAPE of 14.338, and an R² of 0.8686. These findings indicate that the proposed ANFIS model has a high capability in estimating CO₂ emissions based on production rates and fuel usage.
Kinerja Membran PVDF dalam Ultrafiltrasi Pengolahan Air Sungai dengan Variasi Jenis Adsorben pada Tahap Pre-Treatment Putri, Yolanda Aprian Redatu; Novembrianto, Rizka
Jurnal Ilmu Alam dan Lingkungan Vol. 17 No. 1 (2026): Jurnal Ilmu Alam dan Lingkungan
Publisher : Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70561/jal.v17i1.50605

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja membran PVDF pada proses ultrafiltrasi (UF) dengan penerapan adsorpsi sebagai pre-treatment menggunakan dua jenis adsorben, yaitu karbon aktif dan zeolit, dalam pengolahan air Sungai Jagir. Proses adsorpsi dilakukan selama 30 menit untuk menurunkan beban pencemar sebelum tahap UF, yang dioperasikan pada tekanan 1 bar, 1,5 bar, dan 2 bar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi zeolit–UF menghasilkan fluks yang lebih stabil dibandingkan karbon aktif–UF, terutama pada tekanan 1,5 bar dengan nilai fluks mencapai 490,35 L/m².jam. Penyisihan kekeruhan tertinggi diperoleh pada tekanan 2 bar, yaitu 0,17 NTU untuk karbon aktif–UF dan 0,33 NTU untuk zeolit–UF. Penurunan TDS relatif kecil, berkisar antara 2,5–8,1%, karena ukuran ion terlarut lebih kecil dari pori membran UF (sekitar 0,01 µm). Sementara itu, penyisihan Total Coliform mencapai lebih dari 99,9%, dari 33.000 MPN/100 mL menjadi 9,2 MPN/100 mL pada karbon aktif–UF dan 3 MPN/100 mL pada zeolit–UF. Secara keseluruhan, kombinasi zeolit sebagai pre-treatment dengan tekanan operasi 1,5 bar menghasilkan keseimbangan optimal antara stabilitas fluks dan efektivitas penyisihan, sehingga direkomendasikan sebagai sistem pengolahan air sungai yang efisien dan berkelanjutan.
Karakterisasi Nanopartikel Flok Pada Kondisi Optimum Pengolahan Air Sungai Jagir Menggunakan Biokoagulan Firmansyah, Muhammad Rizky; Cahyonugroho, Okik Hendriyanto
Jurnal Ilmu Alam dan Lingkungan Vol. 17 No. 1 (2026): Jurnal Ilmu Alam dan Lingkungan
Publisher : Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70561/jal.v17i1.50606

Abstract

Pencemaran air Sungai Jagir akibat aktivitas domestik dan industri memerlukan teknologi pengolahan yang ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas biokoagulan biji kelor (Moringa oleifera) dan cangkang maggot Black Soldier Fly (BSF), serta mengarakterisasi ukuran dan sifat permukaan flok yang terbentuk pada kondisi optimum. Penelitian dilakukan menggunakan metode jar test untuk menentukan dosis optimum, diikuti oleh pengukuran parameter kualitas air (pH, kekeruhan, Total Suspended Solids/TSS, dan warna), serta analisis flok menggunakan Particle Size Analyzer (PSA) dan uji potensial zeta. Hasil menunjukkan bahwa biji kelor pada dosis optimum 50 mg/L mampu menyisihkan kekeruhan hingga 98.99%, TSS 81.82%, dan warna 96.20%, dengan ukuran flok relatif homogen sebesar 66.05 µm. Sementara itu, cangkang maggot pada dosis 100 mg/L menghasilkan penyisihan TSS sebesar 95.45%, kekeruhan 98.47%, dan warna 96.43%, dengan ukuran flok rata-rata 3.22 µm. Nilai potensial zeta pada kedua biokoagulan mendekati nol, menunjukkan terjadinya destabilisasi koloid dan pembentukan flok yang efektif. Dibandingkan dengan tawas, biokoagulan menunjukkan kinerja yang sebanding dengan keunggulan dalam menjaga kestabilan pH serta menghasilkan residu logam yang minimal. Dengan demikian, biokoagulan berbasis biji kelor dan cangkang maggot berpotensi sebagai alternatif koagulan ramah lingkungan dalam pengolahan air Sungai Jagir, meskipun optimasi dosis dan karakteristik flok masih perlu dikaji lebih lanjut.
Kinerja Media Kombinasi Biochar, Silika, dan Zeolit dalam Pengolahan Limbah Elektroplating Wicaksono, Arif Bimo; Amalia, Aussie; S, Praditya S. Ardisty.
Jurnal Ilmu Alam dan Lingkungan Vol. 17 No. 1 (2026): Jurnal Ilmu Alam dan Lingkungan
Publisher : Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70561/jal.v17i2.50607

Abstract

Limbah cair elektroplating mengandung logam berat seperti Pb dan Ni serta padatan tersuspensi (TSS) yang berpotensi mencemari lingkungan perairan dan membahayakan kesehatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kombinasi media adsorben (zeolit, zeolit+biochar, dan zeolit+silika), kecepatan aliran, serta waktu kontak terhadap efisiensi penyisihan logam berat Pb, Ni, dan TSS menggunakan Fluidized Bed Reactor (FBR). Reaktor berbahan akrilik dioperasikan secara batch dengan kapasitas media 200 g dan menggunakan sampel limbah dari industri elektroplating di Gresik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan waktu kontak berbanding lurus dengan efisiensi penyisihan, dengan kondisi optimum tercapai pada menit ke-90 untuk Pb dan Ni, serta menit ke-60 untuk TSS. Media zeolit tunggal menunjukkan kinerja terbaik dalam menyerap Ni dengan efisiensi sebesar 90,5%, sedangkan kombinasi zeolit+silika menghasilkan penyisihan Pb tertinggi sebesar 99%. Sementara itu, kombinasi zeolit+biochar lebih efektif dalam menurunkan TSS, terutama pada kecepatan aliran rendah. Kecepatan aliran 0,0008 m³/s terbukti meningkatkan distribusi fluida dan memperbesar peluang kontak antara adsorben dan kontaminan, sehingga meningkatkan efisiensi proses adsorpsi. Secara keseluruhan, kombinasi media adsorben dalam sistem FBR menunjukkan kinerja yang efektif dalam mengurangi beban pencemar limbah elektroplating. Sistem ini juga memiliki potensi sebagai teknologi pengolahan limbah yang ramah lingkungan, efisien, dan aplikatif untuk skala industri di Indonesia.
Analisis Faktor-Faktor Penyebab Sisa Material pada Pekerjaan Arsitektural: Studi Kasus Proyek PLTU Sulsel Barru-2 Mansur, Jamaluddin; Yunus, Arsyad; Hamzah, Hamzah
Jurnal Ilmu Alam dan Lingkungan Vol. 17 No. 2 (2026): Jurnal Ilmu Alam dan Lingkungan
Publisher : Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70561/tt5xdc88

Abstract

Sisa material konstruksi arsitektural merupakan material yang tidak dapat dimanfaatkan sesuai rencana pekerjaan akibat kelebihan pemesanan, kerusakan, kesalahan pelaksanaan, perubahan desain, pekerjaan ulang, maupun ketidaksesuaian spesifikasi. Permasalahan ini menjadi salah satu sumber pemborosan pada proyek konstruksi karena berdampak pada peningkatan biaya dan efisiensi pelaksanaan pekerjaan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi jenis sisa material dominan serta menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi terjadinya sisa material pada pekerjaan arsitektural Proyek PLTU Sul-Sel Barru-2. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif melalui analisis statistik deskriptif, korelasi Pearson, dan regresi linier berganda. Data diperoleh dari observasi lapangan, dokumentasi proyek, serta kuesioner yang diberikan kepada responden yang terlibat dalam pengelolaan material proyek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bata ringan, plester, dan keramik merupakan material dengan volume sisa terbesar. Analisis korelasi menunjukkan adanya hubungan yang kuat dan signifikan antara volume sisa material dan biaya yang ditimbulkan, sehingga peningkatan volume sisa material berpotensi meningkatkan biaya proyek. Hasil regresi menunjukkan nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,192, yang berarti model hanya mampu menjelaskan 19,2% variasi sisa material konstruksi. Sementara itu, hasil uji simultan menghasilkan nilai Prob(F) sebesar 0,173 yang lebih besar dari 0,05, sehingga model regresi secara keseluruhan tidak signifikan dalam menjelaskan pengaruh faktor perencanaan, pengawasan, dan keterampilan pekerja terhadap sisa material konstruksi. Temuan ini mengindikasikan bahwa terdapat faktor-faktor lain di luar model penelitian yang lebih berpengaruh terhadap terjadinya sisa material pada pekerjaan arsitektural.
Kajian Pencemaran Mikroplastik pada Produk Garam Tradisional di Desa Pijot Kecamatan Keruak Lombok Timur Arlina, Baiq Fadila; Kamali, Siti Raudhatul; Supardiono; Rahayu, Rachmawati Noviana; Dujana, Lalu Muhammad Aby; Saraswati, Dewi
Jurnal Ilmu Alam dan Lingkungan Vol. 17 No. 2 (2026): Jurnal Ilmu Alam dan Lingkungan
Publisher : Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70561/gd628841

Abstract

High levels of microplastics in the marine water potentially contaminate salt produced traditionally. National salt consumption is very high, reaching 4.5 million tons per year, therefore, research is needed to determine the level of microplastics contamination in traditional salt. This study aims to examine the abundance and characteristics of microplastics in tratidional salt products from Pijot Village, Keruak District, one of the major salt producing-areas on Lombok Island. The study also aimed to identify the potential sources and distribution patterns microplastic contamination throughout the traditional salt production process. Raman spectroscopy utilized for microplastic polymer analysis, while microplastic concentration and characteristics were identified using a trinocular microscope. The results showed that abundance of microplastic in seawater increased throughout processing, with the highest concentration found in the evaporation table sample (269 particles/L). Salt samples were contaminated with microplastics, with mature salt highly contaminated with microplastics (5.752 particles/kg) compared to raw salt (3.420 particles/kg). Generally, microplastics predominantly take the form of fragments (22-35%), films (29-44%), and pallets (25-40%), while fibers and foam are found in small numbers (1-11%). Black, white, and yellow colors dominate microplastics with distributions of 15-45%, 12-31%, and 18-39%, respectively. Polymer identification results showed that polypropylene microplastics were found in all samples. The main sources of microplastics in the salt ponds of Pijot Village were seawater, domestic wastewater, and the use of plastic-based operational supporting equipment.
Analisis Risiko Lingkungan Akibat Pajanan PM10 dan PM2.5 Udara Ambien Pada Pedagang Kaki Lima di Kota Bandung Muliawan, Rizki; Yuningsih, Nani; Mubarak, Abdullah Muiz; Sumeru, Sumeru; Sugiyarto, Sugiyarto; Akmal, M
Jurnal Ilmu Alam dan Lingkungan Vol. 17 No. 2 (2026): Jurnal Ilmu Alam dan Lingkungan
Publisher : Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70561/pz79w269

Abstract

Pencemaran udara PM10 dan PM2.5 yang berasal dari kendaraan bermotor di kawasan perkotaan berdampak negatif terhadap kesehatan, terutama pedagang kaki lima (PKL). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsentrasi PM10 dan PM2.5 serta menilai tingkat risiko kesehatan menggunakan metode Risk Quotient (RQ) terhadap PKL di dua lokasi di Kota Bandung, yaitu Jalan Dipati Ukur dan Jalan Lengkong Kecil. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan pendekatan Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan (ARKL). Pengukuran langsung menggunakan alat PM Counter HT-9600 pada tiga titik di tiap lokasi selama empat hari. Jumlah sampel terdiri dari 36 pedagang di lokasi 1 dan 31 pedagang di lokasi 2. Rata-rata PM10 dan PM2.5 di lokasi 1 lebih tinggi, yaitu 44,01 μg/m³ dan 39,71 μg/m³ dibandingkan dengan Lokasi 2 sebesar 29,20 μg/m³ dan 26,23 μg/m³. Keduanya masih memenuhi baku mutu PP No. 22/2021. Nilai ISPU (Indeks Standar Pencemar Udara) untuk PM10 dan PM2.5 untuk Lokasi 1 adalah 47,01 dan 80,34, sedangkan lokasi 2 sebesar 39,60 dan 63,44 (kategori Baik hingga Sedang). Nilai Intake PM10 dan PM2.5 di Lokasi 1 adalah 0,0473 mg/kg/hari dan 0,0397 mg/kg/hari, sedangkan di Lokasi 2 sebesar 0,0286 mg/kg/hari dan 0,0263 mg/kg/hari. Sebanyak 21 pedagang di Lokasi 1 memiliki RQ PM10 > 1 dan 29 pedagang RQ PM2.5 > 1, yang menunjukkan kategori tidak aman. Sebaliknya, seluruh responden di Lokasi 2 memiliki RQ ≤ 1 (kategori aman). Upaya mitigasi terhadap dampak polusi udara adalah pemantauan kualitas udara secara rutin dan penggunaan masker N95.