cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
JURNAL TATA KELOLA SENI
ISSN : 24429589     EISSN : 26147009     DOI : -
Jurnal Tata Kelola Seni adalah jurnal yang dikelola oleh Program Studi Tata Kelola Seni, Program Pascasarjana Institut Seni Indonesia Yogyakarta. Jurnal ini memuat hasil penelitian dan tinjauan buku dalam bidang tata kelola, terkhusus di wilayah seni.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2019): Desember 2019" : 5 Documents clear
Manajemen Grup Sendratari pada Pogram Studi Pendidikan Sendratasik 76 Universitas Palangka Raya (UPR) (Sendratari Group Management In Sendratasic Education Study Program Palangkaraya University) Elvira Elvira
JURNAL TATA KELOLA SENI Vol 5, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Program Pascasarjana ISI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (132.336 KB) | DOI: 10.24821/jtks.v5i2.3259

Abstract

Kehadiran pertunjukan seni tidak lepas dari sebuah kelompok dan komunitas kesenian. Manajemen berfungsi untuk menjamin masukan dari berbagai sumber daya organisasi, guna menghasilkan produk yang dirancang secara tepat sehingga keinginan konsumen dapat terpenuhi. Adapun fungsi manajemen terdiri dari empat: 1) Perencanaan (planning); 2) Pengorganisasian (organizing); 3) Penggerakan (actuating); dan 4) Pengawasan (controlling) yang digunakan pada Grup SendratariProdi Sendratasik Universitas Palangka Raya. Penelitian ini menggunakanpendekatan kualitatif, yaitu lebih banyak mementingkan segi proses daripada hasil. Metode kualitatif sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati. Pendekatan kualitatif deskriptif adalah metode pengumpulan data berdasarkan pengamatan dan wawancara dengan cara non-statis/tidak menggunakan angka, danpenulis membuat gambaran kompleks, laporan terinci dari pandangan responden secara deskriptif. Sasaran penelitian ini adalah proses pengolahan manajemen kegiatan Grup Sendratari Tambun Bungai Gaib Malambunan Prodi Sendratasik Universitas Palangka Raya. Hasil penelitian ini yaitu Grup Sendratari Prodi Sendratasik Universitas Palangka Raya memiliki manajemen kekeluargaan karena berada di lingkungan komunitas Unit Kegiatan Mahasiswa dengan tanggung jawabdi bawah pimpinan dan dosen program studi bidang seni drama, tari, dan musik. Mahasiswa menjadi wadah terbentuknya susunan organisasi grup sendratari yang dikelola langsung oleh mahasiswa.AbstractThe presence of art performances can not be separated from a group and the arts community. Management functions to ensure input from various organizational resources to produce that is precisely designed so that consumer desires can be fulfilled. The Management function consists of four: 1) Planning, 2) Organizing, 3)Actuating, and 4) Controlling of the Group of Ballet Studies Program at Palangka Raya University. This study uses a qualitative approach, which is more concerned with the aspects of the process in terms of results. The qualitative method as a research procedure that produces descriptive data in the form of written or oralwords from people and observable behavior. The descriptive qualitative approach is a method of collecting data based on observations and interviews in a nonstatic/does not use numbers, and researchers make a complex picture, detailed reports from respondents' views descriptively. The objective of this research is the management process of Tambun Bungai Gaib Malambunan Group Study Program activities the Sendratasik University of Palangka Raya. The results of this study are the family management study programs in Palangka Raya University because based on the Student Activity Unit community environment with responsibilities under the leadership and lecturers of the study programs in the fields of drama, dance, and music. Students become a place to form a ballet group organizational structure that is managed directly by students.
Perkembangan Studi Tata Kelola Seni dan Risetnya di Aras Global dan Lokal (Development of the Study of Art Governance and Research at the Global and Local Levels) Iwan Setiawan Dani
JURNAL TATA KELOLA SENI Vol 5, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Program Pascasarjana ISI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (131.818 KB) | DOI: 10.24821/jtks.v5i2.3260

Abstract

Artikel ini hendak mendeskripsikan perkembangan studi dan riset Tata Kelola Seni, baik yang terjadi di aras global maupun lokal. Perkembangan studi ini di Amerika Serikat, Eropa akan dijelaskan, serta perbandingannya dengan Indonesia. Berikutnya adalah telaah perkembangan riset di bidang ini. Metode penelitian yang dipakai adalah campuran kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif adalah informasiyang diolah dari artikel akademik untuk menelusuri perkembangan studi dan riset Tata Kelola Seni di aras global, sedangkan data kuantitatif diambil dari kumpulan tesis Program Magister Tata Kelola Seni Program Pascasarjana (PPs) ISI Yogyakarta untuk menelusuri perkembangan di aras lokal. Penemuan dari penelitian ini adalah studi Tata Kelola Seni di PPs ISI Yogyakarta lebih mirip dengan, secara content, program studi Arts Management di Amerika Serikat, namun area risetnya masih sangat terbatas pada Pemasaran (21%) dan Manajemen (46%). Kemudian,organisasi kebudayaan yang menjadi objek penelitian terkonsentrasi padaKomunitas Seni (24%), Organisasi Swasta (24%), dan Pemerintah (22%). Dari hasil tersebut, penulis mengusulkan agar Magister Tata Kelola Seni PPs ISI Yogyakarta lebih memperlebar spektrum risetnya ke bidang-bidang seperti: Manajemen Sumber Daya Manusia, Manajemen Keuangan, Kepemimpinan dan Organisasi, Kebijakan Publik, dll.AbstractThis article aims to describe the development of Art Management studies and research both at global and local levels. The development of this study in the United States, Europe will be explained with the comparison with Indonesia. Next is to examine the development of research in this field. The research method used is a mixture of qualitative and quantitative. Qualitative data is information that is processed from academic articles to explore developments in Arts Managementstudies and research at the global level, while quantitative data is taken from a collection of Postgraduate Program of the Indonesia Institute of the Arts Yogyakarta Arts Management Masters thesis programs to explore developments at the local level. The findings of this study are that the Arts Management study at Postgraduate Program of the Indonesia Institute of the Arts Yogyakarta is more similar to content with the Arts Management study program in the United States, but the research areais still very limited to Marketing (21%), and Management (46%). Then the cultural organizations that became the object of research were concentrated in the Art Community (24%), Private Organizations (24%) and the Government (22%). From these results, the authors propose that the ISI Yogyakarta Arts Management Masters further broadens the spectrum of research into fields such as Human Resource Management, Financial Management, Leadership and Organizations, Public Policy, etc. 
Strategi Pengelolaan Museum Benteng Vredeburg sebagai Wisata Warisan Budaya di Yogyakarta (The Management Strategy of the Vredeburg Fort Museum as Cultural Heritage Tourism in Yogyakarta) Indra Rukmana
JURNAL TATA KELOLA SENI Vol 5, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Program Pascasarjana ISI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (137.725 KB) | DOI: 10.24821/jtks.v5i2.3261

Abstract

Museum Benteng Vredeburg merupakan salah satu daya tarik wisatawarisan budaya yang sedang dikembangkan di Kota Yogyakarta yangmemiliki fungsi reservasi, konservasi, koleksi, rekreasi, dan edukasi.Namun, dalam perkembangannya kunjungan wisatawan ke MuseumBenteng Vredeburg masih sangat rendah dibandingkan dengan daya tarikwisata lainnya di Kota Yogyakarta, untuk itu diperlukan adanya upayamerumuskan strategi pengelolaan yang tepat sehingga dapat berfungsioptimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) cara pengelolaanMuseum Benteng Vredeburg sebagai daya tarik wisata warisan budaya pada dewasa ini, 2) faktor-faktor yang menjadi pendorong dan penghambat upaya meningkatkan pengelolaan Museum Benteng Vredeburg sebagai daya tarik wisata warisan budaya, dan 3) strategi yang dapat dilaksanakan untuk meningkatkan pengelolaan Museum Benteng Vredeburg sebagai daya tarik wisata warisan budaya supaya berfungsi optimal. Data dikumpulkan dengan metode observasi, wawancara mendalam, angket/kuisioner, dan studi kepustakaan. Teknik analisis data dalam penelitian ini yaitu analisis deskriptif kualitatif, analisis matriks IFAS dan EFAS, serta analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa operasional pengelolaan Museum Benteng Vredeburg dikelola oleh sebuah Badan Pengelola Museum yangsecara struktural bertanggung jawab langsung kepada Pemerintah KotaYogyakarta sebagai Pembina.AbstractThe Fort Vredeburg Museum is one of the cultural heritage tourist attractions being developed in the city of Yogyakarta that has the functions of reservation, conservation, collection, recreation and education. However, in the development of tourist visits to the Fort Vredeburg Museum is still very low compared to other tourist attractions in the city of Yogyakarta, for this reason it is necessary to formulate an appropriate management strategy so that it can function optimally.This research aims to determine: 1) how to manage the Fort Vredeburg Museum as a cultural heritage tourist attraction today, 2) the factors that are driving and inhibiting efforts to improve the management of the Vredeburg Fort Museum as a cultural heritage tourist attraction, and 3) strategy which can be implemented to improve the management of the Vredeburg Fort Museum as a tourist attraction for cultural heritage in order to function optimally. Data were collected by observation,in-depth interviews, questionnaires, and literature study. Data analysis techniques in this research were qualitative descriptive analysis, IFAS and EFAS matrix analysis, and SWOT analysis. The results showed that the operational management of the Fort Vredeburg Museum was managed by a Museum Management Agency that was structurally responsible directly to the Yogyakarta City Government as a Trustee.
Konservasi Preventif Lukisan Koleksi Museum Istana Kepresidenan Yogyakarta (Preventive Conservation Painting Collection Yogyakarta Presidential Palace Museum) M. Kholid Arif Rozaq; Vicky Ferdian Saputra; Mikke Susanto
JURNAL TATA KELOLA SENI Vol 5, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Program Pascasarjana ISI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (107.046 KB) | DOI: 10.24821/jtks.v5i2.3262

Abstract

Museum Istana Kepresidenan Yogyakarta sebagai lembaga kenegaraan memiliki fungsi untuk melindungi, mengembangkan, dan memanfaatkan koleksi yang dimiliki. Konservasi preventif merupakan tindakan untuk mencegah dan meminimalisasi kerusakan atau kerugian di masa mendatang dengan cara mengontrol berbagai faktor deteriorasi objek koleksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana praktik konservasi preventif lukisan di Museum Istana Kepresidenan Yogyakarta. Metode pendekatan yang digunakan adalah deskriptif analisis danevaluasi. Hasil penelitian, ditemukan bahwa praktik konservasi lukisandi Museum Istana Kepresidenan Yogyakarta telah sesuai dengan standar pelayanan yang diacu. Akan tetapi masih ditemukan beberapa kerusakan yang disebabkan oleh faktor deteriorasi seperti faktor inherent vice dan faktor elemen iklim.AbstractYogyakarta Presidential Palace Museum as a state institution has the function to protect, develop and utilize its collections. Preventive conservation is an action to prevent and minimize future damage or loss by controlling various deterioration factors of collection objects. This study aims to determine how the practice of preventive conservation of painting in the Yogyakarta Presidential Palace Museum. The method used is descriptive analysis and evaluation. The results of the study, it was found that the practice of conservation of painting at the YogyakartaPresidential Palace Museum was in accordance with the service standards referred to. However, it still found some damage caused by deterioration factors such as inherent vice factors and climate element factors. Therefore it is necessary to reevaluate the service standards that have been set as guidelines for preventive conservation practice of painting.
ART OF COSTUME: Konsep Penyelenggaraan dan Tata Kelolanya (ART OF COSTUME: The Concept of Organizing and Managing) Suharno Suharno
JURNAL TATA KELOLA SENI Vol 5, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Program Pascasarjana ISI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (131.141 KB) | DOI: 10.24821/jtks.v5i2.3258

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan konsep penyelenggaraan dan tata kelola Art of Costume (AOC), perhelatan fesyen tahunan yang digagas oleh Himpunan Mahasiswa Tata Rias dan Busana (Himtarius) FSRD ISBI Bandung. Hal ini didasarkan oleh dua hal. Pertama, sejauhpengamatan penulis belum ditemukan event sejenis yang diproduksi oleh himpunan mahasiswa di bidang fesyen dari Perguruan Tinggi Seni di Indonesia. Kedua, perhelatan fesyen yang lebih menitikberatkan pada unsur seninya ini terbukti mampu mengantarkan mahasiswa yang terlibat di dalamnya memperoleh penghargaan bergengsi di Jember Fashion Carnival (JFC)─karnaval terbaik ketiga dunia─baik sebagai best performance, best costume, maupun unique costum. Keberhasilan ini tentu tidak lepas dari konsep penyelenggaraan dan tata kelola AOC itu sendiri. Oleh sebab itu, tulisan ini dirasa cukup urgensi karena setidaknya dapat dijadikan rujukan pengelolaan event fesyen yang berkelas dalam konteks pendidikan seni.AbstractThis paper aims to describe the concept of organizing and managing the Art of Costume (AOC), an annual fashion event initiated by Himpunan Mahasiswa Tata Rias dan Busana (Himtarius)FSRD ISBI Bandung. This is based on two things. First, as far as the author's observations havenot been found similar events produced by the student association in the field of fashion from the College of Arts in Indonesia. Second, the fashion event which emphasizes more on the art elements has proven the ability to get the students involved in it to get prestigious awards at JemberFashion Carnival (JFC)─the third-best carnival in the world─both as best performance, best performance, and unique costume. This success is certainly inseparable from the concept of organizing and managing the AOC itself. Therefore this paper is considered quite urgent becauseat least it can be used as a reference for the management of classy fashion events in the context of art education.

Page 1 of 1 | Total Record : 5