cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Invensi (Jurnal Penciptaan dan Pengkajian Seni)
ISSN : 24600830     EISSN : 26152940     DOI : -
INVENSI adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Program Studi Penciptaan dan Pengkajian Seni, Program Pascasarjana Institut Seni Indonesia Yogyakarta, dengan frekuensi terbit dua kali setahun pada bulan Juni dan Desember. Jurnal INVENSI memuat semua tulisan yang berobjek materi seni, baik seni pertunjukan, seni rupa, maupun seni media rekam dan bersifat multidimensional. INVENSI bermaksud untuk memberikan ruang mewadahi berbagai macam ide, gagasan, atau kritik yang merupakan hasil penelitian empiris kuantitatif dan kualitatif terkait dengan seni pertunjukan, seni rupa, dan seni media rekam yang belum pernah diterbitkan dalam bentuk apapun.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2 (2019): Desember 2019" : 7 Documents clear
Membakar Kebinatangan (Plastik dalam Perwujudan Karya Seni Rupa) / Burning Bestiality (Plastics in Manifestation of Fine Art Works) Bangkit Sanjaya
INVENSI Vol 4, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Graduate School of the Indonesia Institute of the Arts Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (126.945 KB) | DOI: 10.24821/invensi.v4i2.3221

Abstract

AbstrakTujuan dalam penciptaan yaitu usaha melihat kebinatangan menjadi fenomena untuk inspirasi dalam menciptakan karya. Lalu, memvisualisasikan membakar kebinatangan (Plastik dalam Perwujudan Karya Seni Rupa). Kata “kebinatangan” yaitu sifat-sifat binatang atau kelakuan seperti binatang. Kebinatangan yang dimaksudkan dalam penciptaan karya seni ini yaitu perilaku manusia yang melebihi hewan. Perilaku tersebut justru tidak dilakukan oleh hewan, bahkan hanya manusialah yang melakukan perilaku keji kepada makhluk lainnya karena untuk menggapai tujuannya. Metode penciptaan menggunakan Practice Based Research. Dua penggunaan yang dapat dilakukan yaitu kegelisahan pribadi dan menggunakan literatur atau teori pendukung. Metode lukis menggunakan lima proses kreativitas dari ahli. Pertama, persiapan adalah suatu sikap bagaimana seseorang membuat dasar masalah penciptaan. Kedua, konsentrasi yaitu memfokuskan permasalahan. Ketiga, inkubasi yaitu seseorang mencoba mengambil dan menciptakan jarak pada masalah agar bisa beristirahat sejenak. Keempat, iluminasi yaitu usaha untuk mencari cara untuk penyelesaian masalah agar mendapatkan ide dan gagasan berkarya. Kelima, verifikasi yaitu mencoba menghubungkan dan mensintesiskan berbagai rencana kerja serta melaksanakannya. Sehingga, lahirlah karya dengan judul “Membakar Kesombongan” dan “Membakar Kesedihan” dengan teknik membakar plastik.AbstractThe objective of creation is the effort to see animalism as a phenomenon for inspiration in creating works. Then, visualize burning animalism (Plastic in the Embodiment of Fine Art). The word "bestiality" is the nature of animals or behavior like animals. The bestiality intended in the creation of this work of art is human behavior that exceeds animals. These behaviors are not actually carried out by animals, even only humans do cruel behavior to other creatures because they reach their goals. The methodology of creation is Practice-Based Research. Two functions that can be done are personal anxiety and using supporting literature or theory. The painting method uses five creative processes from experts. First, preparation is an attitude on how one makes the basis of the problem of creation. Second, concentration is focused on the problem. Third, incubation is someone trying to take and create a distance to the problem so they can take a break. Fourth, illumination is an effort to find ways to solve problems in order to get ideas and ideas for work. Fifth, verification is trying to connect and synthesize various work plans and implement them. So, the work was born with the title "Burning Pride" and "Burning Sadness" by burning plastic.
Pengaruh Budaya Pandalungan pada Bentuk Penyajian Kesenian Can Macanan Kadduk (The Effect of Pandalungan Culture on Performance Forms Can Macanan Kadduk) Lindhiane Saputri
INVENSI Vol 4, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Graduate School of the Indonesia Institute of the Arts Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (143.625 KB) | DOI: 10.24821/invensi.v4i2.3226

Abstract

AbstrakBentuk penyajian kesenian Can Macanan Kadduk dilatarbelakangi dari fenomena budaya yang ada di Kota Jember. Untuk membantu menemukan jawaban dari permasalahan, menggunakan pendekatan sosiologi tari yaitu mengenai kaitannya manusia dengan tari, sejarah, serta perkembangan budaya yang menghasilkan suatu kesenian yang mencerminkan wilayahnya. Namun, pendapat tersebut dapat dilihat lebih detail menjadi yang lebih spesifik. Untuk itulah penulis meminjam konsep atau pendekatan lain untuk dapat menjelaskan latar belakang yang dipengaruhi oleh budaya Pandalungan pada bentuk penyajian kesenian Can Macanan Kadduk yaitu dengan meminjam pendapat dari Clifford Gretz, adanya anggapan bahwa pengaruh dapat membawa perubahan tertentu yang menghasilkan pada elaborasi dan komplikasi struktur sosial yang telah ada dalam komunitas, dengan tetap melestarikan wujud-wujud yang ada sebelumnya. Kesenian Can Macanan Kadduk adalah kesenian rakyat yang selalu hadir di setiap upacara ruwatan di desa-desa dan arisan yang dilakukan oleh kelompok kesenian Can Macanan Kadduk di Kota Jember. Kesenian Can Macanan Kadduk mencerminkan kebudayaan yang ada dalam masyarakat Jember. Kebudayaan itu disebut Pandalungan, yaitu memiliki dua unsur, budaya Jawa dan Madura. Fenomena budaya Pandalungan, memiliki pengaruh dalam bentuk penyajian kesenian ini. Pengaruh tersebut dapat dilihat secara visual dari semua unsur-unsur pertunjukan tersebut memiliki simbol dari budaya Pandalungan.AbstractThe form of presenting Can Macanan Kadduk's art is based on cultural phenomena in Jember city. To help find an answer to the problems, using the sociology of dance is about the relation of man to dance, history, and the development of a culture that produces art that reflects on its territory. But this opinion can be seen in more detail becomes more specific. For why the author borrowed concepts or another approach to explain the background of the presenting art that is by borrowing Can Macanan Kadduk opinion is the assumption that the influence can bring certain changes which resulted in the elaboration and complication of the social structures that already existed before. Can Macanan Kadduk art is a folk art that is always present in every ceremony ruwatan in villages and gathering done by arts groups Can Macanan Kadduk in the town of Jember. Can Macanan Kadduk's art reflect the culture that exists in Jember society? The culture is called Pendalungan, which has two cultural elements of Java and Madura. Pendalungan cultural phenomenon has some influence on the presentation of this art form. The effect can be seen as visual elements of the show to have a cultural symbol Pendalungan. 
Kosmologi sebagai Pijakan Kreasi dalam Berkarya Seni (Cosmology as the Foundation of Creation in Artwork) Ernawati Ernawati
INVENSI Vol 4, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Graduate School of the Indonesia Institute of the Arts Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.019 KB) | DOI: 10.24821/invensi.v4i2.3222

Abstract

AbstrakTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui proses kreatif berkarya seni berdasarkan kosmologi. Kosmologi dalam berkarya seni adalah konsep berkarya dengan tumbuh dalam keselarasan atau keteraturan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan Studi Kasus pada kegiatan berkesenian seniman. Hasil dari penelitian ini, menunjukan bahwa 1) Proses kreatif dengan kosmologi memiliki nilai atau esensi mendalam meliputi aspek pengetahuan (kognitif), sila krama/sikap dan keterampilan. Fungsi kosmologi dalam berkarya, menumbuhkan seniman yang memiliki keselarasan dan keseimbangan antara nilai etika yaitu sikap dan estetika pengetahuan (kognitif), serta nilai keterampilan, 2) Karya kreasi tumbuh berdasarkan kesadaran kosmologi menyampaikan muatan nilai pada karya dan melatih berfikir secara analitis,kritis, dan kreatif. Memilih jalan berkesenian berdasarkan kosmologi oleh seniman mencerminkan sebuah kesadaran akan adanya hubungan timbal-balik dan saling menerima antara dunia antropologis dan kosmos secara luas serta nyaris tanpa batas. Hal ini penting dalam menyikapi kosmologi sebagai pengetahuan intangible, metode tranfser pengetahuan berbasis lokal, dan nilai akar tradisi sebagai konsep tumbuh dalam berkarya seni.AbstractThis research aims to know the creative process of creating art based on cosmology. Cosmology in work art is an art concept based on conformity and regularity. the method used in this research is descriptive qualitative with a case study approach to artists' artistic activities. The result of this research shows that 1) the creative process using cosmology has a value or deep essences such as cognition aspect (cognitive), manners/act and skills. The function of cosmology in work art is to grow artists who have conformity and balance between ethical values as attitudes and cognition aspects (cognitive), also skills. 2) creations grow based on cosmological awareness delivering the value of work art and train to think analytically, critically, and creatively. Choosing the path of art based on cosmology by the artist shows an awareness of reciprocity and mutual acceptance between the anthropological world and the cosmos without limits. This is important to respond to cosmology as intangible knowledge, locally based knowledge transfer method, the root values of tradition as a growing concept in work art.
Makna Sosial dalam Fenomena Baru Mendesain Website (Social Meaning in the New Phenomenon of Designing a Website) Fitro Nur Hakim
INVENSI Vol 4, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Graduate School of the Indonesia Institute of the Arts Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (120.704 KB) | DOI: 10.24821/invensi.v4i2.3223

Abstract

AbstrakAbad XXI merupakan euforia digital pada hampir seluruh produk desain manusia. Website adalah salah satu perubahan besar yang hadir dalam produk Desain Komunikasi Visual. Website menjadi suatu media komunikasi visual yang populer menjadi pilihan khalayak untuk berkomunikasi. Proses desain website telah mencapai revolusi yang mulai mengesampingkan aspek-aspek sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui web berbasis Content Management System, desainer web, dan struktur pendukung web dari sudut pandang sosial. Desain Penelitian: Eksploratori, memahami fenomena sosial desain web yang terbagi menjadi objek, seniman, dan struktur pendukungnya. Pada kelas ekonomi bawah tantangan desain website dijawab dengan teknologi Content Management System, keunggulan yang dimilikinya berupa kemiripan visual dengan website kelas atas di Indonesia. Desainer dalam kungkungan metode Content Management System adalah buatan dari lingkungan sosialnya yang telah terkondisi menjadi konsumtif terhadap produk-produk teknologi internet. Pengunjung weblah yang akan menafsirkan arti pentingnya karya, dengan memperhatikan masa kini dengan sesuatu yang baru, dan secara terus-menerus mengalami pembaharuan.AbstractThe XXI century is a digital euphoria in almost all human design products. The website is one of the major changes that are present in Visual Communication Design products. The website is a popular visual communication medium that is the choice of audiences to communicate. The website design process has reached a revolution that began to rule out social aspects. This study aims to find out web-based Content Management Systems, web designers, and web support structures from a social point of view. Research Design: Exploratory, understanding the social phenomena of web design that is divided into objects, artists, and their supporting structures. In the economy class under the challenge of website design answered with Content Management System technology, the advantages it has in the form of visual resemblance to top class websites in Indonesia. Designers in the confinement of the Content Management System method are made from the social environment that has been conditioned to be consumptive of internet technology products. Web visitors will interpret the importance of the work, by paying attention to the present with something new and continuously experiencing renewal.
RETRACTED ARTICLE: Kreasi Bentuk Bulu Merak sebagai Motif dalam Fashion (Peacock Feather Shape Creations as a Motive in Fashion) Delfita Yeni
INVENSI Vol 4, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Graduate School of the Indonesia Institute of the Arts Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (154.128 KB) | DOI: 10.24821/invensi.v4i2.3224

Abstract

Artikel ini telah ditarik kembali oleh penerbit berdasarkan temuan kesamaan publikasi (publikasi ganda) pada jurnal SULUH: Jurnal Seni, Desain, Budaya,  Volume 1 Nomor 2 (2018)  (https://ejournal.unisnu.ac.id/JSULUH/article/view/910) dan pengakuan penulis bahwa penulis melakukan pelanggaran etika terhadap publikasi. Artikel ini telah mengikuti prosedur yang berlaku pada manajemen jurnal INVENSI, yaitu Penulis telah menerima hasil ulasan dan telah memperbaiki artikel sesuai dengan hasil ulasan. Namun, salah satu syarat penyerahan naskah artikel untuk publikasi dalam jurnal ini adalah bahwa penulis menyatakan secara eksplisit bahwa karya mereka asli dan belum muncul dalam publikasi di tempat lain, dan juga sedang tidak dipertimbangkan oleh jurnal lain telah dilanggar oleh Penulis. Karena itu, artikel ini menunjukkan penyalahgunaan parah terhadap sistem penerbitan ilmiah.
Bunga Anggrek Hitam sebagai Ide Penciptaan Karya Batik pada Kain Tenun Ulap Doyo (Black Orchid Flower as an Idea for the Creation of Batik in Doyo Ulap Woven Fabrics) Irma Indah Sari
INVENSI Vol 4, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Graduate School of the Indonesia Institute of the Arts Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (101.394 KB) | DOI: 10.24821/invensi.v4i2.3220

Abstract

AbstrakKekaguman penulis akan bunga anggrek hitam menggugah keinginan penulis untuk melestarikan tanaman alam Kalimantan ini, dengan cara membuat suatu karya seni dengan konsep batik yang mengangkat tema bunga anggrek hitam. Dengan pembuatan karya ini penulis berharap agar masyarakat memiliki kepedulian dan kesadaran terhadap bunga anggrek hitam dan alam habitatnya. Karya batik ini akan dituangkan di atas tenun Ulap Doyo yang berasal dari serat daun doyo khas Kalimantan Timur. Dalam pembuatan karya seni ini, metode pendekatan yang digunakan adalah pendekatan estetika dan pendekatan empiris, sedangkan metode penciptaan yang digunakan ialah metode penciptaan S.P. Gustami, yakni eksplorasi, perancangan, perwujudan. Karya batik tulis ini menggunakan teknik batik tradisional dengan menggunakan proses canting, teknik pewarnaan sintesis celup tutup, colet dan proses lorodan. Karya ini merupakan karya batik yang dipadukan dengan tenun ulap doyo. Karya yang dihasilkan berupa karya panel yang berfungsi sebagai hiasan interior, dirasakan sangat fleksibel karena bisa untuk hiasan interior di mana saja, selain mudah diapresiasi dan menyampaikan pesan juga dapat mendorong inspirasi ekonomi kreatif kearifan lokal masyarakat setempat.AbstractThe admiration of the authors of black orchid flowers aroused the writer's request to preserve this natural Kalimantan plant, by making artworks with the concept of batik that raised the theme of black orchid flowers. By making this work the author hopes that the community has concern and awareness of the black orchid flower and its natural habitat. This batik work will be poured on the woven Ulap Doyo which comes from doyo leaf fibers typical of East Kalimantan. Making a senior work, the method used is discussing aesthetics and asking for empirical, while the method used is the method that uses S.P. Gustami, namely exploration, design, embodiment. This written batik works using traditional batik techniques using the canting process, the dye synthesis technique, the colet, and the lorodan process. This work is batik work combined with doyo weaving. The work produced by the panel made of interior decoration is accepted to be very flexible because it can only be interior decoration, besides being easily appreciated and conveyed the message can also encourage creative economic inspiration of local wisdom of the local community.
Perancangan Buku Ilustrasi Cerita Rakyat Suku Malind (Malind Tribal Illustration Book Design) Lejar Daniartana Hukubun
INVENSI Vol 4, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Graduate School of the Indonesia Institute of the Arts Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.329 KB) | DOI: 10.24821/invensi.v4i2.3225

Abstract

AbstrakMerauke merupakan tempat yang istimewa, karena berada di ujung timur pulau Indonesia. Salah satu budaya asli dari daerah tersebut adalah suku Malind, yang memberikan keunikan dan kekhasan Kota Merauke. Namun belum banyak dokumentasi secara tertulis. Tujuan yang ingin dicapai adalah merancang buku ilustrasi buku cerita rakyat suku Malind dalam bentuk karakter Wayang Papua, dengan begitu memberikan kebaruan dalam menyampaikan sebuah pesan, serta melestarikan cerita rakyat suku Malind. Metode yang digunakan dalam perancangan ini menggunakan analisis 5W 1H dan design thinking. Metode yang bervariasi bertujuan untuk mendapatkan data secara valid. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teori yang digunakan adalah teori Desain Komunikasi Visual. Manfaat yang dapat diperoleh dari teori adalah untuk mendapatkan jawaban dari masalah melalui strategi, pengamatan, referensi, serta pengalaman yang mereka alami. Perancangan ini ditujukan untuk anak-anak usia 7 hingga 12 tahun. Perancangan ini menerapkan konsep komunikasi dan ungkapan daya kreatif agar dapat diterima oleh target audience. Selain itu, target audience diharapkan dapat memecahkan masalah melalui pesan visual. Perancangan buku ilustrasi cerita rakyat suku Malind merupakan solusi, agar salah satu kebudayaan Malind berupa cerita rakyat dapat dilestarikan. Misinya agar anak-anak sejak dini mulai mengenal kebudayaan mereka, dengan begitu kebudayaan ini dapat dilestarikan.AbstractMerauke is a special place because it is on the eastern tip of the island of Indonesia. One of the indigenous cultures of the area is the Malind tribe, which gives uniqueness and distinctiveness to the city of Merauke. But not many have documented it in writing. The cool goal is to design a book of illustrations of Malind folklore books in the form of Papuan puppet characters, thus giving newness in delivering a message, as well as preserving Malind tribal folklore. The method used in this design uses 5W 1H analysis and design thinking. Varied methods aim to obtain data validly. Data collection is done through observation, interviews, and documentation. The theory used is the theory of Visual Communication Design. The benefits that can be obtained from theory are to get answers to problems through strategies, observations, references, and experiences they experience. This design is intended for children aged 7 to 12 years. This design applies the concept of communication and expression of creative power so that it can be accepted by the target audience. Also, the target audience is expected to solve problems through visual messages. The design of an illustrated Malind folklore book is a solution so that one of the Malind cultures in the form of folk tales can be preserved. Its mission is that children start to recognize their culture early so that this culture can be preserved. 

Page 1 of 1 | Total Record : 7