cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Perikanan Universitas Gadjah Mada
ISSN : 08536384     EISSN : 25025066     DOI : -
Jurnal Perikanan Universitas Gadjah Mada are published to promote a critical review of the various investigative issues of interest in the field of fisheries between the researchers, academics, students and the general public, as a medium for communication, dissemination, and utilization of wider scientific activities.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 13, No 1 (2011)" : 7 Documents clear
DETEKSI VIRUS PENYEBAB PENYAKIT KERDIL PADA BENIH UDANG WINDU (Penaeus monodon) DENGAN MULTIPLEKS PCR Sriwulan Sriwulan; Hilal Anshary
Jurnal Perikanan Universitas Gadjah Mada Vol 13, No 1 (2011)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (111.995 KB) | DOI: 10.22146/jfs.3032

Abstract

Fenomena penyakit kerdil pada udang monodon yang umum dikenal sebagai monodon slow growth syndrome (MSGS) telah dilaporkan menyebabkan kerugian yang signifikan terhadap produksi udang di banyak negara termasuk Indonesia. Sindrom pertumbuhan yang lambat dari P. monodon disebabkan karena infeksi virus, monodon baculovirus (MBV), infection hypodermal and hematopoietic necrosis virus (IHHNV) dan hepatopancreatic parvovirus (HPV). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis terjadinya infeksi virus yang dikaitkan dengan gejala pertumbuhan lambat serta untuk mengukur prevalensi infeksi virus benih udang di Sulawesi Selatan, khususnya di Kabupaten Takalar, dengan menggunakan teknik deteksi multipleks PCR (MPCR). Teknik multipleks PCR merupakan teknik yang relatif baru yang digunakan untuk mendeteksi secara bersamaan lebih dari satu agen virus dalam satu tabung reaksi. Dalam penelitian ini, 3 pasang primer spesifik digunakan untuk proses amplifikasi IHHNV, MBV dan HPV. Setelah melakukan optimasi beberapa kali pada suhu annealing, deteksi virus ini dengan teknik MPCR pada benih udang menunjukkan bahwa ketiga virus, sebagai agen penyebab MSGS, ditemukan pada tempat penetasan yang diamati. Produk PCR IHHNV terbaca di 302 bp, MBV pada 261 bp dan HPV pada 595 bp. Prevalensi infeksi IHHNV, MBV dan HPV masing-masing adalah 50%, 62% dan 44%. Prevalensi dari ketiga virus dianggap tinggi dan bisa menjadi sumber penularan virus di tambak udang tanpa seleksi benih yang tepat.
EXTRACT OF Sargassum echinocarpum ALLEVIATES OXIDATIVE STRESS IN STREPTOZOTOCIN-INDUCED DIABETIC RATS Muhamad Firdaus
Jurnal Perikanan Universitas Gadjah Mada Vol 13, No 1 (2011)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (92.969 KB) | DOI: 10.22146/jfs.3043

Abstract

Oxidative stress occured in streptozotocin-induced diabetic rats. The ability of Sargassum echinocarpum to ameliorate the oxidative stress after treatment with streptozotocin was investigated in rats. Adult male rats were intraperitoneally injected with 45 mg/kg of streptozotocin to produce experimental oxidative stress characteristic of diabetes mellitus. Hyperglycemia was observed in blood serum after 10 days of streptozotocin treatment. There were a significant decrease in the activity of superoxide dismutase (SOD), catalase (CAT) and glutathione peroxide (GPx) and a significant increase in the levels of malondialdehyde (MDA) in the serum of diabetic rats. It indicated that there were an increasing lipid peroxidation and oxidative stress in the diabetic rats. Providing S. echinocarpum extract for 90 days on diabetic rats significantly improved the oxidative stress evidenced by a decreasing of MDA serum level and an increasing SOD, CAT and GPx activities than streptozotocin-treated rats. These results showed that the extract might improve the clinical manifestation of diabetes mellitus and decrease the oxidative stress in the diabetic rats. This effects appear to be due to its antioxidant properties.
REKAYASA MIKROORGANISME INISIATOR PERIFITON PADA KOLAM BUDIDAYA IKAN TILAPIA DENGAN PEMBERIAN KONSORSIA MIKROORGANISME UNGGUL Ngesti Yuhana; Agus Irianto; Hendro Pramono
Jurnal Perikanan Universitas Gadjah Mada Vol 13, No 1 (2011)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.637 KB) | DOI: 10.22146/jfs.3045

Abstract

Budidaya dapat memberikan masalah kepada lingkungan karena limbah dari sisa pakan dan kotoran serta bahan kimia yang digunakan dalam prosesnya. Pakan alami telah diterapkan sebagai alternatif untuk mengurangi dampak budidaya dan menjaga keseimbangan ekosistem. Alternatif tersebut dapat ditempuh dengan menggunakan kolam berbasis perifiton. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perubahan komposisi mikroalga pada perifiton setelah dilakukan inisiasi menggunakan enam mikroorganisme unggulan, mengetahui bagaimana enam mikroorganisme tersebut mempengaruhi kualitas air, daya hidup enam mikroorganisme inisiator dalam memanipulasi perifiton dan kemampuan antibakteri perifiton terhadap Aeromonas hydrophila dan Streptococcus iniae. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dan semua data dianalisis secara deskriptif-komparatif dengan membandingkan kontrol dengan perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dua spesies ditemukan di kolam perawatan yang tidak ditemukan dalam kontrol kolam, yaitu Fragillaria sp. dan Eunotia sp. Coleochaete sp. juga ditemukan berlimpah dalam kolam perlakuan dengan jumlah yang lebih tinggi dibandingkan dengan kolam kontrol. Hasil pengujian kualitas air menunjukkan kualitas air kolam perlakuan sama baiknya dengan kolam kontrol. Hal ini menunjukkan bahwa pemberian enam mikroorganisme inisiator tidak meningkatkan kualitas air. Keenam mikroorganisme yang direisolasi dari perifiton menunjukkan jumlah koloni yang beragam. Hasil ini menunjukkan bahwa mikroorganisme tersebut dapat bertahan dan bersaing dengan mikroorganisme alami di perifiton. Hasil pengujian ekstrak kasar perifiton menunjukkan adanya aktivitas antibakteri terhadap A. hydrophila dan S. iniae.
KASUS INFEKSI ALAMI: DIAGNOSA STREPTOCOCCUS AGALACTIAE DARI JARINGAN IKAN NILA (Oreochromis niloticus) MENGGUNAKAN POLYMERASE CHAIN REACTION Lila Gardenia; Isti Koesharyani; Yani Aryati
Jurnal Perikanan Universitas Gadjah Mada Vol 13, No 1 (2011)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (132.516 KB) | DOI: 10.22146/jfs.3058

Abstract

Streptococcus agalactiae merupakan salah satu bakteri penyebab streptococcosis pada ikan nila (Oreochromis niloticus). Pada pertengahan tahun 2010, telah terjadi kasus kematian dengan tingkat mortalitas tinggi pada budidaya ikan nila di tambak bersalinitas rendah di Karawang-Jawa Barat. Diagnosa agen penyebab penyakit tersebut dilakukan dengan teknik Polymerase Chain Reaction dengan menggunakan pasangan primer spesifik Sdi252 dan Sdi61. Umumnya, identifikasi pathogen (bakteri) dengan teknik PCR dilakukan dengan menggunakan koloni bakteri sebagai bahan ekstraksi. Namun pada penelitian ini dilakukan isolasi DNA langsung dari jaringan ikan yang menunjukkan gejala terinfeksi bakteri tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapat informasi berupa jenis organ target S.agalactiae yang dapat digunakan dalam proses ekstraksi DNA bakteri. Sampel ikan sebanyak 3 ekor diambil jaringannya (otak, hati, limfa, dan ginjal) untuk diekstraksi dengan metoda pemanasan. Pita positif pada 192 bp diperoleh dari otak (2/3), hati (2/3), limfa (3/3) dan ginjal (2/2). Sebagai kontrol digunakan isolat bakteri dari masing-masing otak ikan sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ke-4 organ dapat digunakan sebagai sumber DNA untuk identifikasi bakteri S.agalactiae, namun limfa yang menunjukkan hasil yang paling konsisten pada ke-3 ikan sampel.
KARAKTERISASI EDIBLE FILM DARI GELATIN KULIT NILA MERAH DENGAN PENAMBAHAN PLASTICIZER SORBITOL DAN ASAM PALMITAT Gandhi E. Julianto; Ustadi Ustadi; Amir Husni
Jurnal Perikanan Universitas Gadjah Mada Vol 13, No 1 (2011)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (133.868 KB) | DOI: 10.22146/jfs.3059

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan gelatin edible film menggunakan kombinasi campuran sorbitol dan asam palmitat sebagai plasticizer. Gelatin diperoleh dari kulit kering nila merah (Oreochromis niloticus) dengan perendaman dalam larutan CH3COOH 0,1 N, pH 3 selama 24 jam lalu diekstraksi pada suhu 80oC selama 3 jam. Analisis proksimat gelatin menunjukkan kadar air 5,06%, kadar abu 0,45%, lemak 7,84%, kadar protein 85,703%, rendemen 29,76%, kekuatan gel gelatin nila merah bernilai 301,6 bloom, dan viskositas 6,97 cPs. Gelatin edible film dibuat dengan melarutkan 3 g gelatin dalam 100 ml aquades pada suhu 60oC lalu ditambahkan 2 jenis plasticizer dengan konsentrasi yang berbeda. Plasticizer yang ditambahkan pertama kali untuk membuat edible film adalah sorbitol, penambahan sorbitol (0-37,5% dari berat gelatin) bertujuan memperoleh sifat fisik edible film yang cocok sebagai pembungkus. Hasil observasi karakteristik terbaik edible film sebagai pembungkus diberikan oleh konsentrasi sorbitol 37,5%, dengan nilai ketebalan 0,1203x10-3m, renggang putus 13,1598 Mpa, dan perpanjangan 4,864%. Formula edible film penambahan plasticizer sorbitol 37,5% dikombinasi dengan asam palmitat (0-1,5% dari berat gelatin) yang bertujuan meningkatkan sifat hidrofobik edible film. Penambahan asam palmitat efektif menurunkan nilai kelarutan edible film (P<0,05) namun tidak efektif dalam mengurangi nilai transfer uap air (P<0,05).
SEBARAN TEMPORAL FAKTOR KONDISI KEPITING BAKAU (Scylla serrata) DI PERAIRAN PANTAI MAYANGAN,KABUPATEN SUBANG, JAWA BARAT Agus A. Sentosa; Amran R. Syam
Jurnal Perikanan Universitas Gadjah Mada Vol 13, No 1 (2011)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (362.164 KB) | DOI: 10.22146/jfs.3060

Abstract

Scylla serrata merupakan salah satu jenis kepiting bakau yang dominan tertangkap di perairan Pantai Mayangan, Subang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebaran temporal kondisi kepiting bakau (S. serrata) di perairan Pantai Mayangan, Subang ditinjau dari hubungan lebar karapas-berat dan faktor kondisinya. Data lebar karapas dan berat kepiting bakau dikumpulkan melalui enumerator sejakJanuari hingga November 2009 dan survei lapang dilakukan pada bulan April, Juni, Agustus dan November 2009 untuk validasi data. Hasil menunjukkan nilai b antara kepiting jantan (2,219 – 2,835) dan betina (1,264-2,352) berbeda nyata (P<0,05). Keduanya memiliki pola pertumbuhan allometrik negatif dengan nilai b kepiting jantan cenderung lebih besar dibandingkan betina. Kisaran nilai K dan Kn kepiting jantan lebih lebar dibandingkan betina sehingga kepiting jantan cenderung lebih gemuk. Sebaran temporal faktor kondisi kepiting bakau diduga terkait dengan siklus reproduksinya. Nilai faktor kondisi meningkat sejak bulan Juni hingga puncaknya pada bulanOktober yang diduga pada saat tersebut merupakan puncak musim pemijahan kepiting bakau di perairan Pantai Mayangan.
STUDI KANDUNGAN LOGAM BERAT PADA BEBERAPA JENIS KEKERANGAN DARI PERAIRAN PANTAI DI KABUPATEN FLORES TIMUR Lisa F. Indriana; Sutrisno Anggoro; Ita Widowati
Jurnal Perikanan Universitas Gadjah Mada Vol 13, No 1 (2011)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (111.044 KB) | DOI: 10.22146/jfs.3061

Abstract

Studi kandungan logam berat (Pb, As, Cd, Co, Cr, Cu, Fe, Mn, Ni, Se, V, Zn dan Ag) dilakukan pada beberapa jenis kekerangan di perairan pantai Kabupaten Flores Timur.  Kabupaten Flores Timur mempunyai sumberdaya hayati laut yang melimpah, terutama pada ikan dan kekerangan. Dalam rangka mendukung kegiatan biomonitoring lingkungan perairan pesisir dan laut, salah satu kegiatan yang dapat diimplementasikan adalah dengan melakukan penelitian kandungan logam berat pada beberapa jenis kekerangan. Pengambilan sampel biota dilakukan pada bulan Oktober 2009. Analisis logam berat dilakukan dengan metode ICP-MS (Inductively Coupled Plasma Mass Spectroscopy) di Laboratorium Pusat Analisis Université de La Rochelle, Prancis. Logam-logam berat yang diobservasi adalah Pb, As, Cd, Co, Cr, Cu, Fe, Mn, Ni, Se, V, Zn dan Ag. Penelitian ini dilakukan di kawasan mangrove Kabupaten Flores Timur, meliputi, Mulutbahang, dimana ditemukan jenis kerang Isognomon ephippium, dan di Lewobunga ditemukan jenis kerang Crassostrea sp. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa Zn memiliki kandungan tertinggi dibanding logam-logam berat lain, dimana nilainya masing-masing adalah, 1686,83 µg/g berat kering pada jenis I. ephippium dan 703,88 µg/g berat kering pada Crassostrea  sp. Sedangkan Pb merupakan logam berat dengan kandungan terendah, dengan nilai masing-masing 0,26 µg/g berat kering pada I. ephippium dan 0,15 µg/g berat kering pada Crassostrea sp.

Page 1 of 1 | Total Record : 7